وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami jadikan dari kalian malaikat-malaikat di bumi yang menggantikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَwa-law nasyaa'u la-ja'alnaa minkum malaa'ikatan fii l-ardhi yakhlufuunadan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami jadikan dari kalian malaikat-malaikat di bumi yang menggantikan
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
- لَجَعَلْنَاla-ja'alnaasungguh Kami akan menjadikan
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- مَلَائِكَةًmalaa'ikatanpara malaikat
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- يَخْلُفُونَyakhlufuunamereka menggantikan
Inti bacaan
Kata kerja (يَخْلُفُونَ, yakhlufuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:60.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ نَشَاءُ, wa-law nasyaa'u) yang berarti "dan sekiranya Kami menghendaki". Dengan huruf wa di depannya, susunan itu muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu 36:66, 36:67, 43:60, dan 47:30, dan di semuanya bagian sesudahnya menyebut sesuatu yang dapat Kami lakukan dan tidak dilakukan. Tiga ayat selain 43:60 menyebut apa yang dapat Kami lakukan terhadap "mereka", yaitu menghapus penglihatan di 36:66, mengubah bentuk di 36:67, dan menunjukkan mereka di 47:30. Di 43:60 sasarannya "kalian", dan Kami dapat menjadikan malaikat dari mereka.
Kata (لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ, la-ja'alnaa minkum) yang berarti "niscaya Kami jadikan dari kalian" tersusun dari huruf la penegas, kata kerja ja'alnaa, dan (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "dari kalian". Rangkaian la-ja'alnaa, termasuk yang disusul akhiran seperti la-ja'alnaahu, ada di empat ayat, yaitu 6:9, 43:33, 43:60, dan 56:65, dan semuanya mengikuti pengandaian. Di 6:9 bunyinya (وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا, wa-law ja'alnaahu malakan la-ja'alnaahu rajulan) yang berarti "dan sekiranya Kami jadikan dia malaikat, tentu Kami jadikan dia laki-laki". Pasangan la-ja'alnaa dengan minkum ada satu kali, yaitu di sini. Kerangka kata kerja ja'ala, kata min, dan kelompok yang dikenai ada juga di 32:24, (وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً, wa-ja'alnaa minhum a'immatan) yang berarti "dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin", dan di 5:60, (وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ, wa-ja'ala minhumu l-qiradata) yang berarti "dan Dia jadikan dari mereka kera". Hasil dalam kerangka itu bisa lebih tinggi, seperti pemimpin dan malaikat, atau lebih rendah, seperti kera, sehingga arah hasilnya ditentukan oleh kata yang menyusul min dan tidak oleh kerangkanya.
Kata (مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ, malaa'ikatan fii l-ardhi) yang berarti "malaikat-malaikat di bumi" tidak memakai kata sandang, jadi terjemahan menulis "malaikat-malaikat" tanpa "para". Di 17:95 pengandaian yang mirip memakai (فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةٌ يَمْشُونَ, fii l-ardhi malaa'ikatun yamsyuuna) yang berarti "di bumi ada malaikat yang berjalan", dan jawabannya di sana adalah Kami turunkan malaikat sebagai rasul. Susunan malaa'ikatan fii l-ardhi dengan malaikat sebagai hasil kata kerja ja'ala ada satu kali, di 43:60.
Kata (يَخْلُفُونَ, yakhlufuuna) yang berarti "mereka menggantikan" berakar خ-ل-ف, dan bentuk persis ini ada satu kali di Al-Qur'an. Arti "menggantikan" dari akar ini terlihat di (اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي, khlufnii fii qawmii) yang berarti "gantikanlah aku dalam kaumku" di 7:142, dan di (خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي, khalaftumuunii min ba'dii) yang berarti "kalian menggantikanku sepeninggalku" di 7:150. Untuk manusia di bumi akar ini dipakai dalam (خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ, khalaa'ifa fii l-ardhi) yang berarti "pengganti-pengganti di bumi", yaitu di 10:14 dan 35:39, dan dalam (خَلِيفَةً, khaliifatan) yang berarti "khalifah" di 2:30 dan 38:26. Di 43:60 kata kerjanya berdiri tanpa objek, sehingga ayat ini tidak menyebut siapa atau apa yang digantikan, dan terjemahan "yang menggantikan" tidak menambahkan objek itu.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pembicaraan dari dia ke kalian. Ayat 43:57 sampai 43:59 membicarakan kaum yang berpaling, pertanyaan mereka, dan seorang hamba, lalu 43:60 mengalihkan kata ganti ke orang kedua jamak. Ayat tidak menyatakan apakah kalian di sini adalah kaum yang dimaksud 43:57, tetapi urutan ayatnya dapat dibaca demikian, sebab kaum itu pihak terdekat yang baru saja dibicarakan.
Malaikat sudah beberapa kali muncul di surah ini sebagai bahan pembicaraan manusia. Ayat 43:19 menyebut mereka yang menjadikan malaikat sebagai perempuan, dan 43:53 memuat tuntutan agar malaikat datang mengiringi seorang utusan. Di 43:60 malaikat muncul sebagai sesuatu yang dapat Kami jadikan dari kalian. Dengan susunan itu malaikat berpindah dari ukuran yang dituntut penanya menjadi sesuatu yang berada dalam kehendak Kami, dan asalnya disebut jelas, yaitu dari kalian.
Ayat ini juga menempatkan perbandingan di 43:58 dalam konteks yang lebih luas. Pertanyaan tentang siapa yang lebih baik, tuhan-tuhan atau dia, dijawab 43:59 dengan kedudukan hamba. Ayat 43:60 menambahkan bahwa kedudukan makhluk di bumi pun tidak tetap pada satu jenis: yang berada di bumi bisa manusia, bisa juga malaikat yang dijadikan dari manusia, menurut kehendak Kami. Kata hamba di 43:59 dan pengandaian di 43:60 karena itu bertemu di titik yang sama: penentuan jenis dan kedudukan ada pada Kami.
Kata yang menutup ayat ini, yakhlufuuna, memakai akar yang di 2:30 dipakai untuk khalifah di bumi. Di sana Allah akan menjadikan khalifah di bumi, dan para malaikat bertanya tentang orang yang akan berbuat kerusakan di dalamnya. Di 43:60 pengandaiannya terbalik: malaikat sendiri yang berada di bumi dan menggantikan. Dapat dibaca bahwa ayat ini menyebut kemungkinan itu untuk menunjukkan bahwa susunan di bumi adalah hasil pilihan, tetapi ayat tidak menyatakan alasan di balik pilihan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:60 mengandaikan penghuni bumi yang menggantikan adalah malaikat dari kalian, dan pengandaian itu dibuka dengan kehendak Kami. Dari kalimat ini dapat dibaca bahwa berdirinya manusia di bumi adalah hasil kehendak Allah, dan susunan lain termasuk yang mungkin. Di 10:14 hal serupa dinyatakan terang: Kami jadikan kalian pengganti-pengganti di bumi setelah mereka. Pembaca dapat menimbang tempatnya di sebuah kantor, rumah, atau kampung sebagai sesuatu yang bisa saja diisi pihak lain, dan bertanya apakah cara memegangnya sudah memperhitungkan bahwa tempat itu diberikan?
- Kalimat 43:60 berbentuk pengandaian, dan jawabannya tidak terjadi: Allah menyebut apa yang dapat dijadikan-Nya dari manusia tanpa menjadikannya. Kenyataan bahwa pembaca adalah manusia dengan kekurangan dan kelebihannya dapat dibaca sebagai sesuatu yang dibiarkan Dia tetap. Sebuah kehidupan yang dijalani dengan sadar akan kemungkinan lain yang tidak dipilih tampak lain dari kehidupan yang menganggap dirinya paling wajar. Apa yang berubah pada rasa berterima kasih bila seorang pembaca membayangkan jenis lain yang bisa saja ditaruh di tempatnya?
- Di 43:53 malaikat yang datang mengiringi diminta sebagai bukti, dan di 43:60 malaikat menjadi sesuatu yang bisa dijadikan dari pihak yang sedang mendengar. Yang diminta sebagai tanda harus datang dari luar, sedangkan yang disebut Allah di 43:60 berasal dari tempat pendengarnya berdiri. Pembaca yang menunggu sesuatu yang tampak luar biasa sebelum bersikap dapat bertanya apakah ada yang sudah tersedia di dekatnya, termasuk dirinya sendiri, yang sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap?
- Kata kerja menggantikan di 43:60 berdiri tanpa objek. Pembaca dapat menanyakan siapa yang sedang digantikannya dalam pekerjaan dan kebiasaannya, dan siapa yang kelak menggantikannya. Bila Allah menjadikan penggantian itu bagian dari urutan penghuni bumi, apa yang ingin dititipkan kepada penerus sebelum tempat itu berpindah?
- Ayat 43:57 sampai 43:59 membicarakan kaum yang berpaling, pertanyaan mereka, dan seorang hamba, lalu 43:60 mendadak memakai kata kalian. Pembaca yang pernah mengikuti sebuah percakapan tentang kegagalan orang lain lalu merasa kalimatnya berbelok ke arah dirinya dapat bertanya pada titik mana dalam sebuah cerita seorang pendengar berhenti menjadi penonton, dan apa yang berubah bila kalimat berikutnya menyebut dirinya?
- Kalimat pengandaian kehendak yang berawalan wa ada di 36:66, 36:67, 43:60, dan 47:30. Tiga di antaranya menyebut kemampuan Allah untuk menghapus penglihatan, mengubah bentuk, dan memperlihatkan mereka, sedangkan 43:60 menyebut kemampuan untuk menjadikan sesuatu yang tampak lebih tinggi, yaitu malaikat. Bentuk kalimat yang sama dipakai untuk mencabut dan untuk meninggikan, sehingga kedua arah itu berada di tangan yang sama. Pembaca dapat bertanya arah mana yang lebih sering dibayangkannya ketika memikirkan kehendak Tuhan atas dirinya, dan apakah arah yang lain pernah dipertimbangkan?