وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Dan sesungguhnya ia benar-benar pengetahuan bagi hari kiamat; maka, janganlah sekali-kali kalian ragu tentangnya, dan ikutilah Aku. Ini adalah jalan yang lurus.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِwa-innahu la-'ilmun li-s-saa'atidan sesungguhnya ia benar-benar pengetahuan bagi hari kiamat
- فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِfa-laa tamtarunna bihaa wa-ttabi'uunimaka, janganlah sekali-kali kalian ragu tentangnya, dan ikutilah Aku
- هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimunini adalah jalan yang lurus
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
- لَعِلْمٌla-'ilmunbenar-benar pengetahuan
- لِلسَّاعَةِli-s-saa'atibagi hari kiamat
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَمْتَرُنَّtamtarunnakalian ragu
- بِهَاbihaapadanya
- وَاتَّبِعُونِwa-ttabi'uunidan ikutilah Aku
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطٌshiraathunjalan
- مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus
Inti bacaan
Bentuk (لِلسَّاعَةِ, li-s-saa'ati) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:61, sedangkan (عِلْمُ السَّاعَةِ, 'ilmu s-saa'ati) muncul tiga kali, yaitu di 31:34, 41:47, dan 43:85.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّهُ, wa-innahu) yang berarti "dan sesungguhnya ia", tersusun dari wa yang berarti "dan", inna yang berarti "sesungguhnya", dan akhiran -hu yang berarti "ia". Ayat ini tidak memberi nama kepada -hu. Di ayat-ayat sebelumnya, pokok pembicaraan laki-laki tunggal adalah putra Maryam di 43:57 dan hamba yang diberi nikmat di 43:59, sedangkan 43:60 berbicara tentang malaikat. Pembukaan yang sama dipakai di 43:44, (وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ, wa-innahu la-dzikrun laka) yang berarti "dan sesungguhnya ia benar-benar peringatan bagimu", dan ayat sebelum itu, 43:43, berbicara tentang apa yang diwahyukan kepada pendengarnya. Karena 43:61 sendiri tidak menunjuk, terjemahan memakai "ia" tanpa menambahkan nama atau kata lain.
Kata (لَعِلْمٌ, la-'ilmun) yang berarti "benar-benar pengetahuan" tersusun dari la yang berarti "benar-benar" dan 'ilmun yang berarti "pengetahuan", dari akar ع-ل-م. Padanan "pertanda" tidak dipakai, sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Untuk tanda, Al-Qur'an memakai kata lain: (بِآيَةٍ, bi-aayatin) yang berarti "dengan suatu tanda" di 3:50, dan untuk tanda hari kiamat di 47:18 dipakai (أَشْرَاطُهَا, asyraathuhaa) yang berarti "tanda-tandanya". Kata 'ilm bergandengan langsung dengan kata hari kiamat di tiga ayat lain dalam susunan (عِلْمُ السَّاعَةِ, 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "pengetahuan tentang hari kiamat", yaitu 31:34, 41:47, dan 43:85. Menurut 31:34 pengetahuan itu berada di sisi Allah, menurut 41:47 pengetahuan itu dikembalikan kepada-Nya, dan menurut 43:85 pengetahuan itu berada di sisi Yang memiliki kerajaan langit dan bumi.
Huruf li dan kata (السَّاعَةِ, s-saa'ati) membentuk (لِلسَّاعَةِ, li-s-saa'ati) yang berarti "bagi hari kiamat". Huruf li yang berarti "bagi" sesudah kata benda tak tentu ada juga di 43:59, (مَثَلًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ, matsalan li-banii israa'iila) yang berarti "perumpamaan bagi Bani Israil", sehingga terjemahan mempertahankan "bagi". Di 43:61 kata 'ilm tidak bergandengan langsung dengan as-saa'ah seperti di tiga ayat tadi, dan ayat tidak merinci pengetahuan apa yang dimaksud. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "tentang".
Kata (فَلَا تَمْتَرُنَّ, fa-laa tamtarunna) yang berarti "maka janganlah sekali-kali kalian ragu" berakar م-ر-ي. Fa berarti "maka", laa menandai larangan, dan huruf nun di ujung kata kerja menegaskannya, sehingga terjemahan memakai "sekali-kali" seperti pada (وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ, wa-laa yashuddannakumu) di 43:62. Bentuk kata kerja yang sama dari akar ini ada di lima ayat, yaitu 6:2, 15:63, 19:34, 43:61, dan 44:50, dan terjemahan di kelimanya memakai "ragu" atau "meragukan". Di 19:34, (فِيهِ يَمْتَرُونَ, fiihi yamtaruuna) menyebut keraguan atas perkataan yang benar tentang putra Maryam, dan di 44:50, (مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ, maa kuntum bihi tamtaruuna) menyebut apa yang dahulu diragukan. Di 43:61 sasarannya (بِهَا, bihaa) yang berarti "tentangnya". Akhiran -haa berjenis perempuan. Kata benda berjenis perempuan di ayat ini hanya as-saa'ah, sedangkan 'ilmun berjenis laki-laki, sehingga sasaran keraguan itu hari kiamat.
Kata (وَاتَّبِعُونِ, wa-ttabi'uuni) yang berarti "dan ikutilah Aku" berakar ت-ب-ع dan tersusun dari wa yang berarti "dan", bentuk perintah jamak ittabi'uu yang berarti "ikutilah", dan -ni yang berarti "Aku". Bentuk perintah jamak ini, yang bersambung dengan kata ganti Aku, muncul di empat ayat, yaitu 3:31, 20:90, 40:38, dan 43:61. Tiga yang pertama menyebut siapa yang berkata. Di 3:31 perintahnya didahului (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", di 20:90 Harun berkata kepada kaumnya, dan di 40:38 ada (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana) yang berarti "dan orang yang beriman itu berkata". Ayat 43:61 tidak memuat penanda semacam itu, sedangkan 43:63 menyebut Isa dalam orang ketiga lalu membuka ucapannya dengan (قَالَ, qaala). Ayat ini tidak mencantumkan nama pembicaranya. Terjemahan menulis Aku dengan huruf besar karena dapat dibaca sebagai suara yang sama dengan Kami di 43:59 dan 43:60, yang menyapa pendengarnya langsung.
Kalimat (هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ, haadzaa shiraathun mustaqiimun) yang berarti "ini jalan yang lurus" muncul lima kali di empat surah, yaitu di 3:51, 19:36, 36:61, 43:61, dan 43:64, dengan Surah 43 memuatnya dua kali. Di empat ayat selain 43:61 kalimat itu menyusul perintah mengabdi, yaitu (فَاعْبُدُوهُ, fa-'buduuhu) di 3:51, 19:36, dan 43:64, serta (اعْبُدُونِي, 'buduunii) di 36:61. Di 43:61 kalimat itu menyusul larangan ragu dan perintah mengikuti. Kata haadzaa berarti "ini" untuk yang dekat, dan ayat tidak menyebut apa yang ditunjuknya: perintah mengikuti, larangan ragu, atau keduanya. Terjemahan memakai "ini" dan tidak menambahkan kata seperti "petunjuk". Kata shiraath berakar ص-ر-ط dan mustaqiim berakar ق-و-م.
Tafsiran
Ayat ini terdiri dari tiga kalimat berurutan: pernyataan tentang hari kiamat, larangan yang disusul perintah, dan penunjukan sebuah jalan. Pernyataannya datang paling dulu, sehingga larangan ragu di tengah ayat bersandar padanya.
Ayat 43:57 sampai 43:60 membicarakan putra Maryam yang dijadikan perumpamaan, kaum yang bersorak, tuhan-tuhan mereka yang dibandingkan dengannya, hamba yang diberi nikmat, dan malaikat di bumi. Ayat 43:61 melanjutkan dengan -hu tanpa nama, lalu 43:63 menyebut Isa dengan namanya. Dapat dibaca bahwa -hu menunjuk putra Maryam karena putra Maryam adalah pokok pembicaraan 43:57 sampai 43:59, ayat terdekat yang membicarakan satu orang, dan dapat dibaca pula bahwa -hu menunjuk apa yang diwahyukan, seperti pembukaan serupa di 43:44. Ayat tidak memutuskan di antara keduanya, dan isi ayat tidak berubah menurut pilihan itu, karena ragu tentang hari kiamat tetap dilarang dan mengikuti tetap diperintahkan.
Hari kiamat disebut lagi di ujung blok ini. Ayat 43:66 menyatakan bahwa hari itu datang tiba-tiba kepada orang yang tidak menyadari, dan 43:85 di akhir surah menaruh pengetahuan tentangnya di sisi Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Pernyataan di 43:61 mendahului keduanya: ada pengetahuan bagi hari kiamat, tetapi ayat tidak mencantumkan tanggal atau isinya. Ketiga ayat itu tidak saling meniadakan, sebab 43:61 tidak menyebut isi atau tanggal, dan 43:66 menyebut ketidaksadaran, bukan ketidaktahuan.
Kalimat "ini jalan yang lurus" diulang di 43:64, di ujung ucapan Isa. Di antara kedua pengulangan itu, 43:62 menaruh peringatan tentang setan. Dengan begitu 43:61 sampai 43:64 tersusun sebagai jalan, penghalang, ucapan Isa, lalu jalan lagi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:61 menyebut pengetahuan bagi hari kiamat tanpa tanggal, dan 43:66 menyebut hari itu datang tiba-tiba. Di 7:187 orang bertanya kapan hari itu terjadi, dan jawabannya menaruh pengetahuan tentang waktunya pada Tuhan. Pembaca yang terbiasa menuntut jadwal sebelum bersiap menemukan ayat-ayat ini menaruh pengetahuan dan tanggal di tempat yang berbeda: yang pertama dinyatakan ada, yang kedua ditahan. Apa yang tersisa untuk dikerjakan oleh orang yang tahu bahwa sesuatu pasti terjadi, tetapi tidak tahu kapan?
- Larangan di 43:61 memakai bentuk penegas yang diterjemahkan "sekali-kali". Di 22:55 akar yang sama menggambarkan keadaan, yaitu orang-orang yang kufur terus berada dalam keraguan sampai hari kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba. Satu ayat melarang, dan ayat lain menggambarkan keraguan yang bertahan sampai detik terakhir. Keraguan yang tidak pernah diperiksa dapat bertahan selama tidak ada kejadian yang memaksanya selesai. Pembaca dapat menanyai dirinya sendiri, keraguan mana yang masih dipelihara karena belum ada yang menagih jawabannya, dan apakah dirinya sedang menunggu sesuatu yang menurut 43:66 datang tanpa pemberitahuan?
- Kalimat "ini jalan yang lurus" ada dua kali di Surah 43, di 43:61 sesudah "ikutilah Aku" dan di 43:64 sesudah "mengabdilah kepada-Nya". Bunyi kalimatnya sama, sedangkan perintah di depannya berganti dari mengikuti menjadi mengabdi, dan pembicara 43:64 menyebut Allah sebagai Tuhannya dan Tuhan pendengarnya. Pembaca dapat memeriksa apakah jalan yang ditempuhnya lebih sering dijalani sebagai mengikuti seseorang atau sebagai mengabdi kepada Allah, dan apakah keduanya berakhir pada kalimat penunjuk yang sama.
- Perintah "ikutilah aku" di 3:31, 20:90, dan 40:38 datang bersama penanda pembicara, dan di 43:61 tidak. Pembaca yang menerima perintah mengikuti tanpa tahu siapa yang memerintah menghadapi dua jalan: menuntut nama lebih dulu atau menilai isi perintahnya lebih dulu. Perintah di 43:61 memuat larangan ragu tentang hari kiamat dan penunjukan jalan yang lurus, dan 43:64 kemudian memuat ucapan yang menyebut Allah sebagai Tuhan pembicaranya. Kepada apa pembaca menyerahkan keputusan untuk mengikuti, kepada nama pembicara atau kepada apa yang diserukan?
- Ayat 43:61 menaruh larangan ragu dan perintah mengikuti dalam satu kalimat, dihubungkan dengan "dan". Seorang pengikut dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh sambil menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab, dan ayat ini tidak menyebut pertanyaan semacam itu sebagai sasaran larangan. Ayat ini melarang ragu, dalam bentuk yang diperkuat dengan sekali-kali. Pembaca dapat memisahkan pertanyaan yang diajukan supaya dijawab dari keraguan yang dirawat supaya tidak perlu menjawab. Mana di antara keduanya yang sedang dibawanya ketika mengikuti?
- Di 47:18 tanda-tanda hari kiamat disebut sudah datang, sedangkan 43:61 menyebut pengetahuan bagi hari itu dan 43:66 menyebut orang yang tidak menyadarinya. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungan antara tanda yang sudah datang dan pengetahuan yang sudah ada, dan 43:66 menaruh ketidaksadaran di tengah keduanya. Pembaca yang menunggu tanda yang lebih jelas sebelum bersiap dapat menimbang, apakah pengetahuan yang sudah dinyatakan ada oleh ayat ini sudah dipakai? Apakah tanda yang lebih jelas akan mengubah apa yang dilakukan, atau hanya memberi alasan baru untuk menunda?