وَلَمَّا جَاءَ عِيسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Dan ketika Isa datang membawa bukti-bukti yang nyata, ia berkata, “Sungguh, aku datang kepada kalian dengan membawa hikmah, dan untuk aku jelaskan kepada kalian sebagian dari apa yang kalian perselisihkan. Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَمَّا جَاءَ عِيسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِwa-lammaa jaa'a 'iisaa bi-l-bayyinaatidan ketika Isa datang membawa bukti-bukti yang nyata
- قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِqaala qad ji'tukum bi-l-hikmatiia berkata, sungguh, aku datang kepada kalian dengan membawa hikmah
- وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِwa-li-ubayyina lakum ba'dha lladzii takhtalifuuna fiihidan untuk aku jelaskan kepada kalian sebagian dari apa yang kalian perselisihkan
- فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِfa-ttaquu llaaha wa-athii'uunimaka, bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- جَاءَjaa'adatang
- عِيسَىٰ'iisaaIsa
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- قَالَqaalaberkata
- قَدْqadsungguh
- جِئْتُكُمْji'tukumaku datang kepada kalian
- بِالْحِكْمَةِbi-l-hikmatidengan hikmah
- وَلِأُبَيِّنَwa-li-ubayyinadan agar aku menjelaskan
- لَكُمْlakumkepada kalian
- بَعْضَba'dhasebagian
- الَّذِيlladziiyang
- تَخْتَلِفُونَtakhtalifuunakalian berselisih
- فِيهِfiihidi dalamnya
- فَاتَّقُواfa-ttaquumaka jagalah diri dari
- اللَّهَllaahaAllah
- وَأَطِيعُونِwa-athii'uunidan taatlah kepadaku
Inti bacaan
Bentuk (وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ, wa-li-ubayyina lakum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:63.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَمَّا جَاءَ عِيسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ, wa-lammaa jaa'a 'iisaa bi-l-bayyinaati) yang berarti "dan ketika Isa datang membawa bukti-bukti yang nyata". Lammaa berarti "ketika", jaa'a berarti "datang", dan huruf bi sesudah jaa'a diterjemahkan "membawa". Kata (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) berakar ب-ي-ن dan berbentuk jamak. Bukti-bukti dengan bentuk yang sama dikaitkan dengan Isa di 5:110, (إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, idz ji'tahum bi-l-bayyinaati) yang berarti "ketika engkau datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata", dan tanpa huruf bi di 2:87 dan 2:253, (وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ, wa-aataynaa 'iisaa bna maryama l-bayyinaati) yang berarti "dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang nyata". Ayat 43:63 tidak merinci bukti apa yang dibawa, dan ucapan Isa sesudahnya juga tidak menyebutnya. Tanda kutip dibuka sesudah (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata", dan baru ditutup di akhir 43:64.
Susunan (قَدْ جِئْتُكُمْ, qad ji'tukum) yang berarti "sungguh, aku datang kepada kalian" tersusun dari qad yang berarti "sungguh", kata kerja ji'tu yang berarti "aku datang", dan akhiran -kum yang berarti "kepada kalian". Susunan ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 3:49, 7:105, dan 43:63, dan yang dibawa berbeda di tiap ayat. Di 3:49 Isa membawa (بِآيَةٍ, bi-aayatin) yang berarti "dengan suatu tanda", di 7:105 Musa, yang berbicara kepada Firaun menurut 7:104, membawa (بِبَيِّنَةٍ, bi-bayyinatin) yang berarti "dengan bukti yang nyata", dan di 43:63 Isa membawa (بِالْحِكْمَةِ, bi-l-hikmati) yang berarti "dengan hikmah". Bentuk bi-l-hikmati muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:125 dan 43:63. Di 16:125 hikmah menjadi cara menyeru ke jalan Tuhan, dan di 43:63 hikmah menjadi bawaan pembicara. Untuk Isa, hikmah disebut juga sebagai apa yang diajarkan kepadanya, (وَالْحِكْمَةَ, wa-l-hikmata) di 3:48 dan 5:110. Kata hikmah berakar ح-ك-م.
Kata (وَلِأُبَيِّنَ, wa-li-ubayyina) yang berarti "dan untuk aku jelaskan" tersusun dari wa yang berarti "dan", li yang berarti "untuk", dan kata kerja ubayyina yang berarti "aku menjelaskan", dari akar ب-ي-ن. Bentuk (وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ, wa-li-ubayyina lakum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:63. Susunan yang paling dekat ada di 3:50, (وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي, wa-li-uhilla lakum ba'dha lladzii) yang berarti "dan agar aku menghalalkan bagi kalian sebagian dari apa yang", juga ucapan Isa. Frasa (بَعْضَ الَّذِي, ba'dha lladzii) muncul enam kali di enam surah, yaitu di 3:50, 10:46, 13:40, 30:41, 40:77, dan 43:63. Kata ba'dh berarti "sebagian" dan membatasi kata kerjanya pada sebagian dari apa yang disebut. Ayat 43:63 tidak menyebut bagian mana yang dijelaskan dan bagian mana yang tidak. Terjemahan memakai "menjelaskan" untuk kata kerja ini, bukan "memutuskan", sebab keputusan memakai akar lain, seperti (فَأَحْكُمُ, fa-ahkumu) yang berarti "lalu Aku memberi keputusan" di 3:55.
Kata (تَخْتَلِفُونَ, takhtalifuuna) yang berarti "kalian perselisihkan" berakar خ-ل-ف dan muncul enam kali di enam surah, yaitu di 3:55, 5:48, 6:164, 16:92, 22:69, dan 43:63. Di lima ayat selain 43:63 kata itu berada dalam frasa (مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ, maa kuntum fiihi takhtalifuuna) yang berarti "apa yang dahulu kalian perselisihkan", dan penanganannya ada pada Allah, yaitu dengan memberi keputusan di 3:55 dalam firman-Nya kepada Isa, memberitakan di 5:48 dan 6:164, menjelaskan dengan kata kerja (وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ, wa-la-yubayyinanna lakum) di 16:92, dan memutuskan di 22:69. Di 43:63 pelakunya Isa, kata kerjanya dari akar dan bentuk yang sama dengan 16:92, dan jangkauannya sebagian.
Kalimat (فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ, fa-ttaquu llaaha wa-athii'uuni) yang berarti "maka bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku" muncul sepuluh kali di tiga surah, yaitu di 3:50, 26:108, 26:110, 26:126, 26:131, 26:144, 26:150, 26:163, 26:179, dan 43:63. Fa berarti "maka", ittaquu berarti "bertakwalah" dari akar و-ق-ي, athii'uu berarti "taatilah" dari akar ط-و-ع, dan -ni berarti "aku". Di 3:50 kalimat itu diucapkan Isa pula. Di kesepuluh ayat itu perintah takwa kepada Allah datang lebih dulu daripada perintah taat kepada pembicara.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari kaum yang membicarakan putra Maryam ke ucapan putra Maryam sendiri. Ayat 43:57 sampai 43:59 menyebutnya dari luar: perumpamaan, perbandingan dengan tuhan-tuhan, hamba yang diberi nikmat. Di 43:63 putra Maryam disebut dengan namanya dan berbicara sendiri, dan ucapannya menyebut tugas: datang, membawa hikmah, dan menjelaskan sebagian. Permintaan kepada pendengar baru datang sesudahnya, yaitu bertakwa kepada Allah lalu menaati pembicara.
Kerangka ucapan ini sudah tercatat di 3:49 sampai 3:51: kedatangan dengan sesuatu dari Tuhan, perintah takwa dan taat, pernyataan bahwa Allah adalah Tuhan pembicara dan pendengar, perintah mengabdi, lalu "ini jalan yang lurus". Ayat 43:63 dan 43:64 mengulang kerangka itu dengan dua perbedaan. Hikmah menggantikan tanda sebagai bawaan, dan ucapan menyebut perselisihan pendengarnya serta membatasi penjelasannya pada sebagian.
Perselisihan yang disebut di sini muncul lagi di 43:65 dalam kata kerja dari akar yang sama, saat golongan-golongan berselisih. Ayat 43:63 menyebut perselisihan sebagai keadaan pendengar pada saat ucapan itu berlangsung, dan 43:65 mencatat perselisihan golongan-golongan sesudahnya. Kedua ayat tidak mengatakan bahwa perselisihan di 43:65 mengenai bagian yang dijelaskan atau bagian yang tidak.
Renungan dan Hikmah
- Isa di 43:63 menjanjikan penjelasan atas sebagian dari apa yang diperselisihkan. Di 16:92 penjelasan atas seluruh perselisihan itu ditaruh pada Allah di hari kiamat dengan kata kerja yang sama, dan di 3:55 keputusan atasnya juga ditaruh pada Allah. Ayat-ayat itu tidak saling menyalahkan, sebab pembicara dan jangkauannya berbeda. Pembaca yang berharap seluruh perselisihannya selesai di tangan seorang pembawa pesan mendapati bahwa ucapan ini menyebut batasnya sendiri. Apa yang dilakukan pembaca dengan perselisihan yang bagiannya belum dijelaskan, sementara bagian lain sudah?
- Di 3:49 Isa datang dengan tanda yang disertai pekerjaan yang terjadi dengan izin Allah, seperti membuat burung dari tanah liat dan menyembuhkan orang yang buta sejak lahir. Di 43:63 yang disebut dibawanya adalah hikmah, dan tidak ada pekerjaan luar biasa yang disebut. Ayat-ayat itu tidak menyuruh memilih salah satu. Orang yang menerima pesan dari seseorang dapat memeriksa apa yang lebih dulu diperhatikannya, keajaiban yang tampak atau isi yang dapat diuji. Apa yang pertama diperhatikan pembaca pada seorang pembawa pesan, dan apakah itu bergeser ketika pesannya berganti dari tanda menjadi hikmah?
- Dalam sepuluh ayat yang memuat kalimat ini, perintah takwa kepada Allah ada di depan perintah taat kepada pembicara. Urutan itu dapat dibaca sebagai ukuran bagi ketaatan kepada pembicara, yang tidak berasal dari pembicara sendiri. Pembaca yang sedang menaati seseorang, dalam pekerjaan, keluarga, atau jamaah, dapat memeriksa urutan itu dalam dirinya. Dalam ketaatan yang sedang dijalaninya, takwa kepada Allah berada di depan atau di belakang taat kepada manusia, dan apa yang berubah bila urutannya dibalik?
- Di 5:110 Allah mengingatkan Isa pada saat Isa datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, lalu orang-orang yang kufur di antara mereka menyebut semua itu sihir yang nyata. Kata yang sama, bukti-bukti yang nyata, dipakai di 43:63 untuk membuka ucapan Isa. Bukti yang tampak jelas bagi satu pihak ternyata dapat disebut sihir oleh pihak lain, sehingga kejelasan tidak otomatis menghasilkan penerimaan. Pembaca dapat menanyai dirinya, ketika pembaca sudah memutuskan lebih dulu, apa yang terjadi pada bukti yang diletakkan di depannya, dan kata apa yang dipakainya untuk bukti itu?
- Huruf fa pada "maka bertakwalah kepada Allah" menyambung perintah itu dengan tujuan menjelaskan sebagian yang diperselisihkan. Perintah takwa dan taat tidak menunggu perselisihan selesai, dan ayat tidak menjanjikan bahwa seluruh perselisihan akan selesai sebelum takwa diminta. Pembaca yang menunda takwa sampai semua pertanyaannya terjawab membaca ayat yang menaruh takwa kepada Allah di tengah perselisihan, sesudah penjelasan yang baru sebagian. Apa yang berubah dalam cara pembaca menjalani perselisihan, bila takwa diminta lebih dulu daripada jawaban?
- Ucapan di 43:63 menyebut apa yang dibawa dan apa yang hendak dijelaskan sebelum menyebut apa yang diminta dari pendengar. Urutan itu terlihat juga di 3:49 sampai 3:50, tempat kedatangan dengan tanda lebih dulu daripada perintah takwa dan taat. Pendengar tahu lebih dulu untuk apa pembicara datang, baru diminta sesuatu. Pembaca yang pernah diminta ikut atau patuh tanpa lebih dulu diberi tahu tujuannya dapat membandingkan pengalaman itu dengan urutan ayat ini. Dalam permintaan yang sedang diajukan pembaca kepada orang lain, apa yang sudah disebutnya sebagai bawaannya?