إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka, sembahlah Dia; ini adalah jalan yang lurus.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُinna llaaha huwa rabbii wa-rabbukum fa-'buduuhusesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka, sembahlah Dia
- هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimunini adalah jalan yang lurus
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَرَبُّكُمْwa-rabbukumdan Tuhan kalian
- فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka mengabdilah kepada-Nya
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطٌshiraathunjalan
- مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus
Inti bacaan
Penegasan tauhid yang identik: 'Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia', pesan yang sama persis dengan yang dibawa nabi-nabi lain, menegaskan kontinuitas misi bukan pengecualian khusus.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini'. Kutipan ganda yang terbuka sejak 43:63 ditutup di akhir ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup pidato Isa dengan penegasan tauhid murni: dirinya hamba, Allah semata Tuhan yang disembah.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Isa menyebut Tuhannya dan Tuhan mereka sekaligus. Bukan Tuhan yang berbeda. Satu, untuk keduanya.
- Yang mengucapkan menaruh dirinya di pihak yang menyembah. Bukan yang disembah. Sejajar dengan pendengarnya.
- Kalimat penutupnya menyebut jalan yang lurus. Allah merekam penamaan itu dari mulutnya. Bukan tafsiran belakangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, r-b-b, '-b-d, s-r-t, q-w-m): inna llaah huwa rabbii wa rabbukum fa-'buduuhu haadhaa siraat mustaqiim diterjemahkan 'Allah Tuhanku & Tuhan kalian, maka sembahlah Dia; ini jalan yang lurus' (akar r-b-b + akar '-b-d + akar s-r-t, kata-kata Isa SENDIRI: memerintahkan ibadah kepada Allah SAJA, membatalkan dasar pendewaan dirinya; sepasang 19:36, 5:117, 3:51). Selaras.