إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka, mengabdilah kepada-Nya; ini adalah jalan yang lurus.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُinna llaaha huwa rabbii wa-rabbukum fa-'buduuhusesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka, mengabdilah kepada-Nya
- هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimunini adalah jalan yang lurus
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَرَبُّكُمْwa-rabbukumdan Tuhan kalian
- فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka mengabdilah kepada-Nya
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطٌshiraathunjalan
- مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus
Inti bacaan
Susunan (إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي, inna llaaha huwa rabbii) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:64, sedangkan (رَبِّي وَرَبُّكُمْ, rabbii wa-rabbukum) muncul tiga kali, yaitu di 3:51, 19:36, dan 43:64.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ, inna llaaha huwa rabbii wa-rabbukum) yang berarti "sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian". Inna berarti "sesungguhnya", huwa berarti "Dia", rabbii berarti "Tuhanku", dan wa-rabbukum berarti "dan Tuhan kalian", dari akar ر-ب-ب. Pasangan (رَبِّي وَرَبُّكُمْ, rabbii wa-rabbukum) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 3:51, 19:36, dan 43:64, dan di 3:51 serta 43:64 pembicaranya putra Maryam menurut ayat-ayat di sekitarnya, sedangkan 19:36 menyusul 19:34 yang menyebut putra Maryam tanpa penanda pergantian pembicara. Bentuk dengan akhiran lain, (رَبِّي وَرَبَّكُمْ, rabbii wa-rabbakum), muncul di 5:72 dan 5:117, juga dalam kalimat Isa. Dalam kelima ayat itu satu kata Tuhan dipakai untuk pembicara dan pendengar sekaligus. Kata huwa ada di 43:64 dan tidak ada di 3:51 maupun 19:36, sehingga terjemahan 43:64 memuatnya sebagai "Dialah". Di 13:30 sebuah ucapan lain memuat (هُوَ رَبِّي, huwa rabbii) yang berarti "Dia Tuhanku", dibuka dengan perintah "katakanlah", dan sesudahnya ada pernyataan tidak ada tuhan selain Dia, tawakal, dan kembali kepada-Nya.
Kata (فَاعْبُدُوهُ, fa-'buduuhu) yang berarti "maka mengabdilah kepada-Nya" tersusun dari fa yang berarti "maka", 'buduu yang berarti "mengabdilah" dari akar ع-ب-د, dan -hu yang berarti "kepada-Nya". Bentuk ini muncul lima kali di lima surah, yaitu di 3:51, 6:102, 10:3, 19:36, dan 43:64. Di 6:102 dan 10:3 kalimat itu menyusul (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ, dzaalikumu llaahu rabbukum) yang berarti "Allah itu Tuhan kalian", dan di 3:51, 19:36, dan 43:64 menyusul pernyataan Tuhanku dan Tuhan kalian. Di kelima ayat itu pengabdian disusun sebagai akibat dari pernyataan siapa Tuhan, dan fa yang berarti "maka" menjadi penyambungnya. Terjemahan memakai "mengabdilah kepada-Nya" untuk bentuk perintah akar ini, sama dengan ayat-ayat lain yang memuatnya.
Akar yang sama ada di 43:59 pada (عَبْدٌ, 'abdun) yang berarti "hamba", dalam kalimat (إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ, illaa 'abdun an'amnaa 'alayhi) yang berarti "kecuali hamba yang Kami beri nikmat". Kedua ayat memakai satu akar, satu untuk kedudukan hamba dan satu untuk perbuatan mengabdi.
Kalimat (هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ, haadzaa shiraathun mustaqiimun) yang berarti "ini jalan yang lurus" menutup ayat ini seperti menutup 3:51 dan 19:36. Kata haadzaa berarti "ini" untuk yang dekat, dan hal terdekat sebelum kalimat itu adalah perintah mengabdi. Kata shiraath berakar ص-ر-ط dan mustaqiim berakar ق-و-م. Tanda kutip yang dibuka sesudah qaala di 43:63 ditutup di akhir ayat ini, karena di antara kedua ayat tidak ada penanda pergantian pembicara.
Tafsiran
Ayat ini menutup ucapan yang dibuka di 43:63 dengan pernyataan siapa Tuhan pembicaranya, dan pernyataan itu berbunyi "Tuhanku dan Tuhan kalian", sehingga pembicara dan pendengar berada di bawah satu Tuhan. Pendengar diminta mengabdi kepada-Nya. Perintah ini berbeda dari perintah di 43:63, tempat pembicara meminta pendengar menaatinya setelah bertakwa kepada Allah.
Ayat 43:57 dan 43:58 mencatat kaum yang membandingkan tuhan-tuhan mereka dengan putra Maryam, dan 43:59 menyebutnya hamba yang diberi nikmat. Ucapan di 43:64 tidak membicarakan perbandingan itu. Ucapan itu menyebut siapa Tuhannya dan memerintahkan pengabdian kepada-Nya, dan dapat dibaca sebagai kesesuaian dengan sebutan hamba di 43:59. Ayat 5:117 memperlihatkan hal serupa dari sisi lain: putra Maryam di sana berkata kepada Allah bahwa dirinya hanya mengatakan apa yang diperintahkan kepadanya, yaitu mengabdi kepada Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka. Dengan demikian kalimat di 43:64 dapat dibaca sebagai ucapan yang diteruskan, bukan sesuatu yang dibuat sendiri.
Kalimat "ini jalan yang lurus" membingkai 43:61 sampai 43:64: kalimat itu ada di 43:61 sesudah larangan ragu, dan di 43:64 sesudah perintah mengabdi. Di antara keduanya ada larangan tentang setan dan ucapan putra Maryam.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:64 memakai satu kata Tuhan untuk pembicara dan pendengar, "Tuhanku dan Tuhan kalian", dan perintah mengabdi yang menyusul berlaku bagi keduanya. Pembicara tidak menempatkan dirinya di atas pendengar dalam hal siapa yang diabdi. Pembaca yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain tentang Allah dapat memeriksa dari posisi mana pembicaraan itu berlangsung, dari tempat yang sama dengan pendengarnya atau dari tempat yang berbeda. Dalam hal yang diajarkannya, apakah pembaca berdiri di pihak yang sama dengan orang yang diajak bicara, seperti ucapan ini?
- Di 5:117 putra Maryam berkata kepada Allah bahwa dirinya tidak mengatakan kepada mereka kecuali apa yang diperintahkan kepadanya, yaitu mengabdi kepada Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka. Kalimat serupa di 43:64 dengan demikian dapat dibaca sebagai kalimat yang diteruskan dan tidak diciptakan pembicaranya. Ayat ini menunjukkan satu cara berbicara tentang Allah, yaitu dengan menyebut asal kalimatnya. Pembaca yang membawa pesan untuk orang lain dapat memeriksa kalimat-kalimatnya sendiri: mana yang diterimanya dan diteruskan, dan mana yang ditambahkannya atas namanya sendiri. Dari mana pembaca mengambil kalimat yang diucapkannya tentang Tuhan?
- Fa yang berarti "maka" menyambung perintah mengabdi dengan pernyataan bahwa Allah adalah Tuhan, dan susunan itu sama di 3:51, 6:102, 10:3, dan 19:36. Pengabdian di sana disusun sebagai kesimpulan dari siapa Tuhan itu. Pembaca yang menjalankan pengabdian sebagai kebiasaan bisa menimbang alasan yang dipegangnya, kalimat "Dia Tuhanku" atau hal lain. Bila alasan itu dicabut satu per satu, apa yang tersisa dari pengabdiannya kepada Allah?
- Kalimat "Dia Tuhanku" diucapkan dua pembicara yang berbeda dalam dua ayat: di 13:30 sesudah perintah katakanlah, dengan lanjutan tawakal dan kembali kepada-Nya, dan di 43:64 oleh putra Maryam, dengan lanjutan "dan Tuhan kalian, maka mengabdilah kepada-Nya". Kalimat yang sama disusul dua hal yang berbeda. Pembaca yang pernah mengucapkan kalimat itu dalam hati dapat bertanya, ke arah mana kalimat itu sedang membawanya, dan apakah ada arah lain yang belum ditempuh?
- Di 43:58 kaum itu bertanya apakah tuhan-tuhan mereka lebih baik ataukah dia, dan pertanyaan itu berbentuk perbandingan. Ucapan di 43:64 tidak menjawab dengan perbandingan lain. Ucapan itu menyebut siapa Tuhannya dan memerintahkan pengabdian kepada-Nya. Pembaca yang dihadapkan pada pertanyaan "mana yang lebih baik" dapat menimbang apakah pertanyaan itu menanyakan hal yang tepat. Pertanyaan apa yang sebenarnya perlu dijawab oleh pembaca di hadapan Allah, perbandingan atau pernyataan?
- Di 43:63 pembicara meminta pendengar menaatinya, dan di 43:64 pembicara yang sama meminta mereka mengabdi kepada Allah. Dua kata kerja dipakai untuk dua pihak yang berbeda dalam dua ayat yang berurutan. Ayat-ayat itu tidak merumuskan hubungan antara keduanya, dan urutannya menaruh takwa kepada Allah di depan ketaatan kepada pembicara serta menaruh pengabdian pada Allah saja. Pembaca dapat memeriksa kata mana yang dipakainya untuk siapa dalam hidupnya sendiri, kepada siapa kata taat diarahkan dan kepada siapa kata mengabdi diarahkan. Adakah orang yang ditaatinya sekarang yang sebenarnya sudah diperlakukannya seperti yang diabdi?