فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ

Maka, golongan-golongan di antara mereka berselisih; maka, celakalah orang-orang yang zalim karena azab hari yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْfa-khtalafa l-ahzaabu min bayni-himmaka, golongan-golongan di antara mereka berselisih
  2. فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍfa-waylun li-lladziina zhalamuu min 'adzaabi yawmin aliiminmaka, celakalah orang-orang yang zalim karena azab hari yang pedih

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَاخْتَلَفَfa-khtalafalalu berselisih
  2. الْأَحْزَابُl-ahzaabugolongan-golongan
  3. مِنْmindari
  4. بَيْنِهِمْbayni-himdi antara mereka
  5. فَوَيْلٌfa-waylunmaka celaka
  6. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  7. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  8. مِنْmindari
  9. عَذَابِ'adzaabiazab
  10. يَوْمٍyawminhari
  11. أَلِيمٍaliiminyang pedih

Inti bacaan

Susunan (عَذَابِ يَوْمٍ, 'adzaabi yawmin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:65, sedangkan (عَذَابَ يَوْمٍ, 'adzaaba yawmin) muncul sepuluh kali, yaitu di 6:15, 7:59, 10:15, 11:3, 11:26, 11:84, 26:135, 26:189, 39:13, dan 46:21.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ, fa-khtalafa l-ahzaabu min bayni-him) yang berarti "maka, golongan-golongan di antara mereka berselisih". Fa berarti "maka" dan menyambung kalimat ini langsung ke 43:64. Kata kerja ikhtalafa berarti "berselisih" dan berakar خ-ل-ف, akar yang sama dengan (تَخْتَلِفُونَ, takhtalifuuna) di 43:63. Kata (الْأَحْزَابُ, l-ahzaabu) berarti "golongan-golongan" dan berakar ح-ز-ب, dan (مِنْ بَيْنِهِمْ, min bayni-him) berarti "di antara mereka". Kalimat lengkap ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:37 dan 43:65, dan di keduanya kalimat itu menyusul pernyataan "Allah Tuhanku dan Tuhan kalian" yang disusul perintah mengabdi dan "ini jalan yang lurus", yaitu 19:36 dan 43:64. Bentuk (الْأَحْزَابُ, l-ahzaabu) muncul lima kali di lima surah, yaitu di 19:37, 33:20, 38:13, 40:5, dan 43:65. Ayat 43:65 tidak menyebut siapa yang dimaksud "mereka", dan terjemahan memakai "golongan-golongan" tanpa tambahan.

Kata (فَوَيْلٌ, fa-waylun) yang berarti "maka celakalah" bersambung dengan (لِلَّذِينَ, li-lladziina) yang berarti "bagi orang-orang yang" dalam rangkaian fa-waylun li-lladziina yang muncul lima kali di lima surah, yaitu di 2:79, 19:37, 38:27, 43:65, dan 51:60. Sesudah rangkaian itu ada penjelasan siapa yang dicelakakan, dan isinya berganti: (يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ, yaktubuuna l-kitaaba) yang berarti "menulis Kitab" di 2:79, (كَفَرُوا, kafaruu) yang berarti "mereka kufur" di 19:37, 38:27, dan 51:60, dan (ظَلَمُوا, zhalamuu) yang berarti "mereka berbuat zalim" di 43:65. Kata zhalamuu berakar ظ-ل-م, akar yang sama dengan (إِذْ ظَلَمْتُمْ, idz zhalamtum) yang berarti "karena kalian telah berbuat zalim" di 43:39, ayat yang menyebut hari ketika kebersamaan dalam azab tidak berguna. Ayat 43:65 menaruh ancaman pada orang yang berbuat zalim, dan tidak menyatakan bahwa golongan-golongan di kalimat pertama sama dengan mereka.

Frasa (مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ, min 'adzaabi yawmin aliimin) yang berarti "karena azab hari yang pedih" tersusun dari min yang diterjemahkan "karena", 'adzaabi yang berarti "azab" dari akar ع-ذ-ب, yawmin yang berarti "hari", dan aliimin yang berarti "yang pedih" dari akar أ-ل-م. Huruf min diterjemahkan "karena" juga di 51:60, (مِنْ يَوْمِهِمُ, min yawmihimu) yang berarti "karena hari mereka". Susunan 'adzaabi yawmin muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:65, sedangkan 'adzaaba yawmin muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu di 6:15, 7:59, 10:15, 11:3, 11:26, 11:84, 26:135, 26:189, 39:13, dan 46:21. Sifat aliim lebih sering mengikuti kata 'adzaab, misalnya dalam (عَذَابٍ أَلِيمٍ, 'adzaabin aliimin) yang muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 3:21, 8:32, 9:3, 9:34, 22:25, 31:7, 45:8, 46:31, 61:10, 67:28, dan 84:24. Di 43:65 sifat itu mengikuti kata hari. Susunan (يَوْمٍ أَلِيمٍ, yawmin aliimin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:26 dan 43:65. Terjemahan "azab hari yang pedih" mengikuti urutan kata di ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini mencatat apa yang terjadi sesudah ucapan yang dibuka di 43:63 dan ditutup di 43:64: golongan-golongan berselisih, lalu ancaman dinyatakan bagi orang-orang yang zalim. Urutan ini sama dengan 19:36 lalu 19:37, yaitu pernyataan Tuhan, perintah mengabdi, penunjukan jalan, lalu perselisihan golongan-golongan.

Ayat 43:63 menyebut perselisihan sebagai keadaan pendengar saat ucapan itu berlangsung, dan 43:65 menyebut perselisihan golongan-golongan sesudahnya. Kedua ayat tidak mengatakan apakah golongan-golongan itu menolak penjelasan, menerima sebagiannya, atau memahaminya berbeda. Ayat 2:253 memuat urutan yang mirip dari sisi lain: sesudah bukti-bukti nyata datang, orang-orang yang kemudian itu berselisih, sehingga sebagian beriman dan sebagian kufur.

Dua kelompok disebut terpisah dalam ayat ini: golongan-golongan yang berselisih, dan orang-orang yang zalim yang diancam. Teks tidak mengatakan bahwa keduanya sama. Ancaman jatuh pada kelompok kedua, yang diberi sifat dengan perbuatan, bukan dengan keanggotaan golongan. Huruf fa muncul dua kali dalam ayat ini, di (فَاخْتَلَفَ, fa-khtalafa) dan di (فَوَيْلٌ, fa-waylun), sehingga ayat tersusun sebagai dua langkah berurutan: golongan-golongan berselisih, lalu celaka ditetapkan bagi yang zalim.

Hari yang disebut di ujung ayat ini, hari yang pedih, dilanjutkan oleh 43:66 yang menyebut hari kiamat datang tiba-tiba, dan oleh 43:67 yang membuka dengan "pada hari itu".

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:65 menaruh perselisihan sesudah ucapan yang menyebut jalan yang lurus, dan 2:253 menyebut hal serupa: Allah menyatakan bahwa orang-orang sesudah para rasul saling membunuh sesudah bukti-bukti nyata datang kepada mereka, dan mereka berselisih. Kejelasan pesan tidak menutup kemungkinan perselisihan di antara yang menerimanya. Pembaca yang menganggap perselisihan sebagai tanda pesannya samar bisa memeriksa kembali anggapan itu terhadap dua ayat tadi. Bila perselisihan di sekitarnya muncul sesudah bukti, apa yang sebenarnya diperselisihkan, pesannya atau sesuatu yang ditambahkan orang kepadanya?
  • Di 5:48 Allah menyatakan bahwa bila Dia menghendaki, Dia menjadikan kalian satu umat, tetapi Dia hendak menguji kalian dalam apa yang telah Dia berikan, lalu kembali kepada-Nya dan Dia memberitakan apa yang kalian perselisihkan. Ayat itu membaca perselisihan sebagai bagian dari keadaan yang diuji. Ayat 43:65 mencatat golongan-golongan tanpa menyebut penyebab. Pembaca yang kecewa melihat umat terbagi dapat menimbang bagaimana ayat itu menempatkan keadaan tersebut, dan apa yang diminta di tengahnya, yaitu berlomba dalam kebaikan menurut ayat yang sama. Bagaimana pembaca bergerak di tengah golongan-golongan yang tidak dipilihnya?
  • Ayat 43:65 menjatuhkan ancaman kepada orang-orang yang zalim. Ukurannya perbuatan, dan keanggotaan dalam suatu golongan tidak disebut sebagai ukuran. Pembaca yang bergabung dengan satu kelompok dan menganggap kelompok lain sebagai sasaran ancaman menemukan bahwa ayat ini memakai sifat perbuatan sebagai alamat ancaman. Perbuatan zalim juga disebut di 43:39 sebagai sebab hari yang tidak lagi berguna bagi kebersamaan. Ayat ini mengukur dengan perbuatan. Perbuatan apa saja milik pembaca sendiri yang perlu dihitung lebih dulu, sebelum golongan orang lain dihitung?
  • Ancaman di 43:65 beralamat pada sebuah hari, "azab hari yang pedih", dan 43:66 melanjutkan dengan hari kiamat serta 43:67 dengan "pada hari itu". Ancaman yang beralamat pada hari mempunyai tanggal yang belum diketahui, berbeda dari ancaman yang tampak dalam kejadian sehari-hari. Pembaca yang mengukur akibat dari apa yang terjadi minggu ini diajak ayat-ayat itu menimbang hal yang akan datang, tanpa tanggal. Bagaimana pembaca memilih ketika menimbang akibat pada hari itu dan bukan akibat dalam pekan ini?
  • Jalan disebut dalam bentuk tunggal di 43:61 dan 43:64, "ini jalan yang lurus", sedangkan golongan di 43:65 dalam bentuk jamak. Ayat-ayat itu tidak menyebut jalan lain yang menyaingi jalan yang lurus, dan tidak menyebut berapa jumlah golongan. Di 43:64 jalan itu bersambung dengan pernyataan Allah sebagai Tuhan pembicara dan pendengar. Pembaca yang melihat banyak golongan dapat bertanya, golongan mana yang masih berpegang pada kalimat yang sama dengan pembicara di 43:64, dan siapa yang menentukan jawabannya?
  • Rangkaian fa-waylun li-lladziina di 19:37 menyebut orang-orang yang kufur, dan di 43:65 menyebut orang-orang yang zalim, padahal kalimat sebelumnya hampir sama bunyinya. Dua sebutan itu berdiri di tempat yang sama dalam dua ayat yang sejajar. Ayat-ayat itu tidak mengatakan keduanya sama atau berbeda, dan hanya menyisakan dua sebutan. Pembaca dapat bertanya sebutan mana yang lebih dekat dengan perselisihan yang ia saksikan, mengingkari atau berbuat zalim.