هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Tidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat, yang datang kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةًhal yanzhuruuna illaa s-saa'ata an ta'tiyahum baghtatantidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat, yang datang kepada mereka secara tiba-tiba
  2. وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَwa-hum laa yasy'uruunasedangkan mereka tidak menyadari

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. هَلْhalapakah
  2. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  5. أَنْanbahwa
  6. تَأْتِيَهُمْta'tiyahumdatang kepada mereka
  7. بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
  8. وَهُمْwa-humdan mereka
  9. لَاlaatidak
  10. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari

Inti bacaan

Pasangan (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ, hal yanzhuruuna illaa s-saa'ata) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:66 dan 47:18.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا, hal yanzhuruuna illaa) yang berarti "tidaklah mereka menunggu kecuali". Hal berarti "apakah" dan membuka pertanyaan, yanzhuruuna berarti "mereka menunggu" dan berakar ن-ظ-ر, dan illaa berarti "kecuali". Kata kerja yanzhuruuna bersama illaa muncul delapan kali di delapan surah, yaitu di 2:210, 6:158, 7:53, 16:33, 35:43, 36:49, 43:66, dan 47:18. Sesudah illaa, ayat-ayat itu menyebut apa yang ditunggu, misalnya kedatangan Allah di 2:210, takwil di 7:53, ketetapan orang-orang terdahulu di 35:43, satu teriakan di 36:49, dan hari kiamat di 43:66 dan 47:18. Terjemahan memakai "menunggu" untuk kata kerja ini di 2:210, 7:53, 16:33, 35:43, 36:49, dan 47:18. Bila kata kerja yang sama disusul (إِلَيْكَ, ilayka) yang berarti "kepadamu", seperti (يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ, yanzhuruuna ilayka) di 33:19 dan 47:20, maknanya pandangan mata dan terjemahan memakai "memandang kepadamu". Sesudah illaa di 43:66 ada peristiwa, sehingga terjemahan memakai "menunggu".

Pasangan (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ, hal yanzhuruuna illaa s-saa'ata) yang berarti "tidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:66 dan 47:18. Kata (السَّاعَةَ, s-saa'ata) berakar س-و-ع dan diterjemahkan "hari kiamat" dengan huruf kecil, seperti (لِلسَّاعَةِ, li-s-saa'ati) di 43:61.

Susunan (أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً, an ta'tiyahum baghtatan) yang berarti "yang datang kepada mereka secara tiba-tiba" tersusun dari an yang menyambung hari kiamat dengan kata kerjanya, kata kerja ta'tiya yang berarti "datang" dari akar أ-ت-ي, akhiran -hum yang berarti "kepada mereka", dan baghtatan yang berarti "secara tiba-tiba" dari akar ب-غ-ت. Awalan ta- menunjukkan pelaku berjenis perempuan, sama dengan as-saa'ah, sehingga pelaku kata kerja itu hari kiamat, bukan "mereka". Susunan ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:66 dan 47:18. Kata baghtatan sendiri muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu di 6:31, 6:44, 6:47, 7:95, 7:187, 12:107, 21:40, 22:55, 26:202, 29:53, 39:55, 43:66, dan 47:18. Enam di antaranya bersama hari kiamat, yaitu 6:31, 7:187, 12:107, 22:55, 43:66, dan 47:18.

Frasa (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "sedangkan mereka tidak menyadari" tersusun dari wa yang di sini memberi keadaan dan diterjemahkan "sedangkan", hum yang berarti "mereka", laa yang berarti "tidak", dan yasy'uruuna yang berarti "mereka menyadari", dari akar ش-ع-ر. Frasa ini muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu di 7:95, 12:15, 12:107, 26:202, 27:18, 27:50, 28:9, 28:11, 29:53, dan 43:66. Lima di antaranya menyusul baghtatan, yaitu 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66. Ayat ini memakai kata kerja yasy'uruuna, tidak (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) yang berarti "mereka mengetahui". Di 7:187, ayat tentang kapan hari kiamat terjadi, kebanyakan manusia disebut tidak memiliki pengetahuan, (لَا يَعْلَمُونَ, laa ya'lamuuna) yang berarti "tidak mengetahui". Karena itu terjemahan 43:66 memakai "menyadari", bukan "mengetahui".

Tafsiran

Ayat ini bertanya apa yang ditunggu orang-orang itu, dan jawabannya termuat di dalam pertanyaan: hari kiamat, yang akan datang kepada mereka tiba-tiba sementara mereka tidak menyadarinya. Pertanyaan ini menutup uraian tentang perselisihan golongan-golongan dan ancaman bagi orang-orang yang zalim di 43:65. Kata ganti mereka tidak diberi nama di ayat ini. Ayat sebelumnya menyebut dua pihak, golongan-golongan dan orang-orang yang zalim, dan ayat ini tidak mengatakan apakah salah satunya atau keduanya yang dimaksud.

Hari kiamat membuka dan menutup blok ini. Di 43:61 hari kiamat disebut bersama pengetahuan bagi hari itu dan larangan ragu tentangnya. Di 43:66 hari kiamat disebut datang tiba-tiba. Di antara keduanya, 43:62 menaruh peringatan tentang setan, 43:63 dan 43:64 memuat ucapan Isa, dan 43:65 mencatat perselisihan dan ancaman. Ayat 43:67 mengambil alih dengan "pada hari itu", sehingga hari yang dimaksud 43:66 menjadi latar ayat sesudahnya.

Ayat 47:18 memuat kalimat pembuka yang sama, lalu menambahkan bahwa tanda-tanda hari itu sudah datang. Ayat 43:66 berhenti pada ketidaksadaran. Di ayat-ayat lain yang memakai pembuka serupa tanpa kata Saat, yang ditunggu peristiwa di luar kendali penunggunya, misalnya kedatangan Allah di 2:210 dan malaikat atau ketetapan Tuhan di 16:33.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:66 memakai kata tidak menyadari, bukan tidak mengetahui. Di 7:187 kebanyakan manusia tidak memiliki pengetahuan tentang kapan hari kiamat terjadi, sebab menurut ayat itu pengetahuan tersebut ada pada Tuhan. Di 43:66 mereka tidak memiliki kesadaran bahwa hari itu sedang mendekat. Pembaca dapat mengetahui bahwa sesuatu pasti datang, dan tetap tidak menyadarinya selama menjalani hari-harinya. Pembaca dapat pula membedakan apa yang diketahuinya dari apa yang disadarinya pada pagi ini. Hal apa yang pasti diketahuinya akan datang, tetapi tidak pernah disadarinya sebagai sesuatu yang mendekat?
  • Kata tiba-tiba di 43:66 bergandengan dengan "sedangkan mereka tidak menyadari", sehingga kata itu terikat pada keadaan mereka. Di 7:187 hari kiamat disebut tidak datang kepada kalian kecuali secara tiba-tiba, dan di 12:107 kata yang sama disusul "sedangkan mereka tidak menyadari", seperti di 43:66. Ayat 43:66 menulis bahwa hari itu datang tiba-tiba kepada mereka yang tidak menyadarinya. Pembaca dapat bertanya apakah kata tiba-tiba menggambarkan hari itu atau menggambarkan keadaan penerimanya, dan di sisi mana dirinya sedang berdiri sekarang.
  • Ayat-ayat dengan pembuka yang sama menyebut kedatangan Allah di 2:210, malaikat atau ketetapan Tuhan di 16:33, dan hari kiamat di 43:66 sebagai hal yang ditunggu. Semuanya kedatangan yang tidak berada di tangan penunggunya, dan tidak ada yang dapat dipercepat atau ditunda oleh penantian itu. Orang yang menunggu seperti itu menaruh dirinya di posisi menerima. Pembaca dapat memeriksa penantian-penantiannya sendiri dan menimbang mana yang berada di luar kendalinya. Apa yang tersisa untuk dikerjakan bagi orang yang menunggu sesuatu yang kedatangannya ditentukan pihak lain, termasuk Allah?
  • Ayat 12:107 bertanya apakah mereka merasa aman dari datangnya azab Allah yang menyelubungi, atau dari datangnya hari kiamat secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. Ayat 43:66 memakai pembuka yang berbeda, "tidaklah mereka menunggu", tetapi memuat kalimat penutup yang sama. Dua ayat itu menanyakan dua hal yang berbeda tentang peristiwa yang sama: apa yang ditunggu, dan apakah mereka merasa aman. Rasa aman muncul ketika tidak ada tanda yang dibaca sebagai tanda. Pembaca dapat menanyai dirinya, dari mana rasa aman yang ia miliki hari ini berasal, dan apakah rasa aman itu bersandar pada kesadaran atau pada ketiadaan kesadaran?
  • Ayat 43:61 sampai 43:64 memakai kalian, dalam larangan ragu, larangan terhadap setan, dan seruan takwa serta pengabdian. Ayat 43:65 dan 43:66 beralih ke mereka: golongan-golongan, orang-orang yang zalim, orang-orang yang menunggu. Peralihan itu tidak diberi penanda, dan tidak ada ayat yang berkata bahwa pendengar berpindah tempat. Pembaca yang pada awal blok merasa disapa dan di akhir blok merasa sedang membaca tentang orang lain mengalami peralihan yang sama dengan teks. Di titik mana pembaca berhenti merasa disapa, dan apakah di titik itu ayat memang berhenti menyapanya?
  • Ayat 6:158 memuat kata kerja menunggu pada kedua sisi: mereka menunggu kedatangan malaikat, atau kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu, lalu ayat itu menyuruh mengatakan, "Tunggulah! Sesungguhnya kami pun menunggu." Menunggu menjadi kegiatan dua pihak yang tidak sama isi penantiannya. Di 43:66 satu pihak saja disebut menunggu, dan penantian itu tanpa kesadaran. Pembaca yang pernah berkata "kita lihat saja nanti" dapat menimbang apa isi penantian itu. Menunggu apa, sambil melakukan apa, dan dalam keadaan sadar atau tidak?