الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu, sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَl-akhillaa'u yawma'idzin ba'dhuhum li-ba'dhin 'aduwwun illaa l-muttaqiinateman-teman akrab pada hari itu, sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (7 kata)
- الْأَخِلَّاءُl-akhillaa'uteman-teman akrab
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- لِبَعْضٍli-ba'dhinbagi sebagian
- عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
- إِلَّاillaakecuali
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Kata (الْأَخِلَّاءُ, l-akhillaa'u) hanya muncul di 43:67; bentuk tunggalnya muncul tiga kali, yaitu di 4:125, 17:73, dan 25:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (الْأَخِلَّاءُ, l-akhillaa'u) yang berarti "teman-teman akrab". Bentuk jamak ini hanya muncul di 43:67, tetapi akarnya خ-ل-ل punya bentuk tunggal (خَلِيلًا, khaliilan) yang muncul tiga kali, yaitu di 4:125, 17:73, dan 25:28, dan ketiganya bersama kata kerja yang berarti "menjadikan". Pemakaian di 25:28 paling dekat dengan 43:67 karena sama-sama menyangkut sebuah hari dan sebuah penyesalan: (لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا, laytanii lam attakhidz fulaanan khaliilan) yang berarti "sekiranya aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab". Terjemahan 43:67 memakai "teman akrab" juga, sehingga orang yang membaca kedua ayat itu bertemu dengan kata yang sama untuk hubungan yang sama.
Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu" menunjuk hari yang baru disebut di ayat sebelumnya. Ayat 43:66 menyebut (السَّاعَةَ, s-saa'ata) yang berarti "hari kiamat", dan 43:65 menyebut (يَوْمٍ أَلِيمٍ, yawmin aliimin) yang berarti "hari yang pedih". Ayat sesudahnya, 43:68, memakai kata lain untuk hari, yaitu (الْيَوْمَ, l-yawma) yang berarti "hari ini". Terjemahan membedakan keduanya, "pada hari itu" untuk 43:67 dan "pada hari ini" untuk 43:68, karena kata Arabnya berbeda.
Bagian tengah ayat berbunyi (بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ, ba'dhuhum li-ba'dhin 'aduwwun) yang berarti "sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain". Kata (عَدُوٌّ, 'aduwwun) berakar ع-د-و, dan bentuk persis ini muncul dua puluh kali di dua belas surah, yaitu di 2:36, 2:98, 2:168, 2:208, 6:142, 7:22, 7:24, 9:114, 12:5, 18:50, 20:39, 20:117, 20:123, 26:77, 28:15, 28:19, 35:6, 36:60, 43:62, dan 43:67. Rangkaian (لِبَعْضٍ عَدُوٌّ, li-ba'dhin 'aduwwun) ada di empat ayat, yaitu 2:36, 7:24, 20:123, dan 43:67. Tiga yang pertama berbunyi (بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ, ba'dhukum li-ba'dhin 'aduwwun) yang berarti "sebagian kalian musuh bagi sebagian yang lain" dan berada dalam kisah Adam, sedangkan 43:67 memakai "mereka" dan berada dalam gambaran tentang hari itu. Di keempat ayat itu tidak ada kata kerja di dalam rangkaiannya. Terjemahan 43:67 karena itu tidak memakai "menjadi" dan menuliskan "sebagian mereka musuh", seperti 7:24 dan 20:123. Keadaan yang dibicarakan ditentukan oleh "pada hari itu", bukan oleh kata kerja.
Pasangan kata (بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ, ba'dhuhum li-ba'dhin) muncul dua kali, yaitu di 17:88 dan 43:67. Di 17:88 sambungannya (ظَهِيرًا, zhahiiran) yang berarti "penolong", sehingga kerangka "sebagian mereka bagi sebagian yang lain" dapat diisi penolong maupun musuh. Ayat 43:67 mengisinya dengan musuh. Kedua ayat itu berbeda pokoknya: 17:88 berbicara tentang manusia dan jin yang berkumpul untuk membuat yang serupa dengan bacaan, sedangkan 43:67 berbicara tentang teman akrab.
Pengecualian di ujung ayat memakai (إِلَّا الْمُتَّقِينَ, illaa l-muttaqiina) yang berarti "kecuali orang-orang yang bertakwa". Akar و-ق-ي dipakai tiga kali di surah ini, yaitu di 43:35, 43:63, dan 43:67. Di 43:63 bentuknya perintah, (فَاتَّقُوا اللَّهَ, fa-ttaquu llaaha) yang berarti "maka bertakwalah kepada Allah", dan di 43:35 bunyinya (وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ, wa-l-aakhiratu 'inda rabbika li-l-muttaqiina) yang berarti "sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa". Terjemahan memakai "bertakwa" di ketiganya. Ayat 43:67 menyebut kelompoknya tanpa menguraikan apa yang mereka kerjakan hingga disebut demikian.
Tafsiran
Ayat ini mempertemukan teman akrab dan musuh dalam satu kalimat tentang hari itu, lalu menyisihkan satu kelompok dari kalimat itu, yaitu orang-orang yang bertakwa. Letaknya sesudah 43:65, ketika golongan-golongan berselisih di antara mereka, dan sesudah 43:66, ketika hari kiamat datang tiba-tiba. Dua ayat itu menyebut hari dan akibatnya bagi yang berselisih, lalu 43:67 menyebut akibatnya bagi hubungan antarmanusia.
Kata musuh sudah muncul lima ayat sebelumnya. Di 43:62, (إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ, innahu lakum 'aduwwun mubiinun) yang berarti "sesungguhnya ia musuh yang nyata bagi kalian", musuh adalah setan, pihak luar yang diwaspadai. Di 43:67 kata yang sama dipakai di antara teman akrab, sehingga arah musuh bergeser dari luar lingkaran ke dalamnya. Surah ini juga sudah menggambarkan satu pertemanan yang berakhir demikian. Di 43:36 seseorang yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman dikenai setan sebagai (قَرِينٌ, qariinun) yang berarti "teman", dan di 43:38 ia berkata, (يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ, yaa layta baynii wa-baynaka bu'da l-masyriqayni) yang berarti "aduhai, sekiranya antara aku dan engkau ada jarak sejauh timur dan barat". Ayat 43:39 menyatakan bahwa pada hari ini tidak berguna bagi mereka, karena telah berbuat zalim, bahwa mereka bersama-sama dalam azab.
Gambaran yang serupa ada di surah lain. Di 25:27 sampai 25:29 orang zalim menggigit kedua tangannya, menyesali pertemanannya, dan memberi alasan bahwa temannya menyesatkannya dari peringatan setelah peringatan itu datang. Ayat 43:67 tidak menyebut sebab permusuhan itu. Pembaca yang mencari sebabnya dapat menimbang 25:29 dan 43:38, tetapi 43:67 sendiri hanya menyatakan keadaan pada hari itu.
Pengecualiannya mengembalikan pembaca ke kata yang sudah ditanam lebih dulu. Ayat 43:35 menyatakan akhirat bagi orang-orang yang bertakwa, dan 43:63 memuat seruan Isa kepada golongan-golongan yang kemudian berselisih di 43:65 agar bertakwa kepada Allah. Dengan begitu 43:67 menutup gambaran tentang hari itu dengan kelompok yang di 43:35 disebut sebagai penerima akhirat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:67 memakai kata teman akrab, lalu menyatakan bahwa pada hari itu sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain. Ayat 82:19 menyebut hari yang sama dengan kalimat lain: tak ada seorang pun yang berkuasa apa pun bagi orang lain, dan urusan pada hari itu milik Allah. Kedua ayat berbicara tentang pokok yang berbeda, 82:19 tentang kuasa dan 43:67 tentang hubungan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang biasa bersandar pada kedekatannya dengan seseorang dapat memperhatikan bahwa kedekatan itu tidak tercantum sebagai pegangan di hari yang urusannya milik Allah. Apa yang dipegangnya hari ini, bila yang paling dekat pun disebut berbalik?
- Pengecualian di ujung ayat menyebut orang-orang yang bertakwa tanpa menambahkan syarat lain, seperti lamanya berteman atau kesamaan nasib. Ayat 3:76 menyatakan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, dan 16:31 menyatakan bahwa Allah membalas orang-orang yang bertakwa dengan taman-taman Adn. Kedua ayat itu berbicara tentang Allah dan orang bertakwa, bukan tentang pertemanan, jadi hubungannya dengan 43:67 adalah penyandingan yang dapat dibaca, tidak dinyatakan oleh ayat. Pembaca dapat bertanya, bila ukuran yang dipakai ayat adalah takwa, ukuran apa yang selama ini dipakainya untuk memilih teman akrab, dan apakah ukuran itu masih berlaku pada hari yang disebut ayat?
- Di 43:62 setan disebut musuh yang nyata bagi kalian, sehingga musuh di surah ini lebih dulu berarti pihak luar yang diwaspadai. Di 43:67 kata yang sama dipakai untuk teman akrab, dan tak ada pihak luar yang ditunjuk. Kedua ayat berjarak lima ayat dan memuat peringatan yang berbeda, jadi 43:67 tidak disebut sebagai kelanjutan 43:62. Kewaspadaan yang diajarkan 43:62 diarahkan ke luar, sedangkan 43:67 menunjuk ke dalam lingkaran yang dipercaya. Di antara orang yang dipercaya pembaca, siapa yang pernah ditanyainya apakah mereka juga bertakwa kepada Allah, seperti yang diminta Isa di 43:63?
- Di 25:28 orang yang menggigit kedua tangannya berharap tidak pernah menjadikan si fulan sebagai teman akrab, dan 25:29 memberi alasannya: temannya menyesatkannya dari peringatan setelah peringatan itu datang. Ayat 43:67 tidak menyebut alasan semacam itu, dan tak ada dasar untuk mengisinya dengan alasan yang sama. Dari kedua ayat dapat dibaca bahwa pertanyaan tentang ke mana sebuah pertemanan mengarah, yang di 25:28 diajukan sesudah terlambat, dapat diajukan pembaca sekarang. Ke arah peringatan siapa teman-teman akrabnya membawanya?
- Ayat 43:66 menyebut hari kiamat datang tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari, dan 43:67 langsung memuat hubungan yang berbalik pada hari itu. Ayat 44:41 menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya sedikit pun, dan 44:42 mengecualikan orang yang diberi rahmat oleh Allah. Kedua ayat berbeda pokok, 44:41 tentang pertolongan dan 43:67 tentang permusuhan, tetapi bentuk pengecualiannya sejajar: semua tidak dapat, kecuali satu kelompok yang disebut. Ayat 44:42 menyebut Allah sebagai pihak yang memberi rahmat kepada kelompok itu. Hubungan apa yang sudah terbangun antara pembaca dan Allah, bila hubungan dengan sesama disebut tak lagi menolong?
- Ayat 43:35 menyebut perhiasan sebagai kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang-orang yang bertakwa. Ayat 43:67 memakai kata bertakwa yang sama untuk menyisihkan sebagian dari permusuhan di hari itu. Kedua ayat terpisah tiga puluh dua ayat dan bukan satu argumen, tetapi keduanya menaruh orang-orang yang bertakwa sebagai penerima pengecualian di surah yang sama. Di antara hal yang dikumpulkan pembaca hari ini, adakah yang lebih pantas disebut perhiasan seperti di 43:35, dan adakah yang pantas disebut pegangan?