يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ
“Wahai hamba-hamba-Ku, tidak ada ketakutan atas kalian pada hari ini, dan tidak pula kalian bersedih,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَyaa 'ibaadi laa khawfun 'alaykumu l-yawmawahai hamba-hamba-Ku, tidak ada ketakutan atas kalian pada hari ini
- وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَwa-laa antum tahzanuunadan tidak pula kalian bersedih
Terjemahan per kata (9 kata)
- يَاyaawahai
- عِبَادِ'ibaadihamba-hamba-Ku
- لَاlaatidak ada
- خَوْفٌkhawfunrasa takut
- عَلَيْكُمُ'alaykumuatas kalian
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- أَنْتُمْantumkalian
- تَحْزَنُونَtahzanuunakalian bersedih
Inti bacaan
Rumusan (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) muncul tiga belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 3:170, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, 39:61, dan 46:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا عِبَادِ, yaa 'ibaadi) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku". Kata 'ibaadi berakar ع-ب-د dan diterjemahkan "hamba", sama dengan seluruh keluarga akar ini di proyek ini. Akhiran -i berarti "-Ku", sehingga penyapa menyebut dirinya "Aku" tanpa menyebut nama. Susunan yaa 'ibaadi muncul lima kali di tiga surah, yaitu di 29:56, 39:10, 39:16, 39:53, dan 43:68, dan tiga di antaranya, 39:10, 39:16, dan 43:68, tanpa huruf ya di ujung kata. Ayat 43:68 tidak memuat kata "berkata" dan tidak menamai penyapa. Beberapa ayat lain memperlihatkan siapa yang menyebut sapaan itu di tempat lain. Di 39:16, (ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ, dzaalika yukhawwifu llaahu bihi 'ibaadahu) yang berarti "demikianlah Allah menakuti hamba-hamba-Nya" disusul (يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ, yaa 'ibaadi fa-ttaquuni) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku", sehingga kalimat bergeser dari "Allah" ke "Aku" tanpa pergantian pembicara yang tertulis. Di 25:17, pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka, (فَيَقُولُ أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِي, fa-yaquulu a-antum adhlaltum 'ibaadii) yang berarti "lalu Dia berfirman, 'Apakah kalian yang menyesatkan hamba-hamba-Ku". Pasangan 29:56 dan 39:10 menunjuk ke arah yang sama. Sesudah sapaan (يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا, yaa 'ibaadiya lladziina aamanuu), ayat 29:56 berbunyi (إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ, inna ardhii waasi'atun) yang berarti "sesungguhnya bumi-Ku luas", dan sesudah (يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا, yaa 'ibaadi lladziina aamanuu), ayat 39:10 berbunyi (وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ, wa-ardhu llaahi waasi'atun) yang berarti "dan bumi Allah itu luas". Hal-hal itu memberi dasar untuk membaca 43:68 sebagai ucapan Allah, tetapi ayat ini sendiri tidak mengatakannya.
Bagian berikutnya berbunyi (لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ, laa khawfun 'alaykumu l-yawma) yang berarti "tidak ada ketakutan atas kalian pada hari ini". Kata (خَوْفٌ, khawfun) berakar خ-و-ف dan berupa kata benda, bukan perintah, sehingga terjemahan "tidak ada ketakutan" menyatakan keadaan dan tidak melarang siapa pun takut. Susunan laa khawfun muncul tiga belas kali di tujuh surah, yaitu di 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 5:69, 6:48, 7:35, 7:49, 10:62, 43:68, dan 46:13. Sebelas di antaranya berbunyi (لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ, laa khawfun 'alayhim) yang berarti "tidak ada ketakutan atas mereka", yaitu 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, dan 46:13. Dua ayat sisanya memakai "atas kalian", yaitu 7:49 dan 43:68.
Kata (الْيَوْمَ, l-yawma) yang berarti "hari ini" dipakai dua kali di surah ini, yaitu di 43:39 dan 43:68. Di 43:39, (وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ, wa-lan yanfa'akumu l-yawma) yang berarti "dan sekali-kali tidak berguna bagi kalian pada hari ini", kata itu menyapa orang-orang yang telah berbuat zalim, sedangkan di 43:68 kata itu menyapa hamba-hamba. Ayat 43:67 memakai kata lain untuk hari, yaitu yawma'idzin "pada hari itu", sehingga terjemahan 43:68 menuliskan "pada hari ini" untuk membedakan keduanya.
Kalimat ditutup dengan (وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ, wa-laa antum tahzanuuna) yang berarti "dan tidak pula kalian bersedih". Akar kata kerjanya ح-ز-ن, dan bentuk tahzanuuna "kalian bersedih" muncul dua kali, yaitu di 7:49 dan 43:68. Untuk orang ketiga, (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) yang berarti "dan mereka tidak bersedih" muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu di 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 3:170, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, 39:61, dan 46:13. Rumus yang di tiga belas ayat itu berbicara tentang "mereka" menjadi sapaan kepada "kalian" di 7:49 dan 43:68, dan kata antum "kalian" ditulis tersendiri di depan kata kerjanya.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan teks dari pembicaraan tentang mereka ke sapaan langsung. Sampai 43:67 hari itu dibicarakan dengan kata "mereka" dan "pada hari itu", lalu di 43:68 muncul "hamba-hamba-Ku", "atas kalian", dan "pada hari ini". Perpindahan itu terjadi tanpa kata pengantar yang menyebut siapa yang berbicara.
Rumus ketakutan dan kesedihan di ayat-ayat lain menjadi pernyataan tentang pihak ketiga, dan di dua ayat saja rumus itu menjadi sapaan kepada kalian. Urutannya di kedua ayat itu berbeda. Di 7:49 perintah masuk taman datang lebih dulu, (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ, udkhuluu l-jannata laa khawfun 'alaykum wa-laa antum tahzanuuna) yang berarti "masuklah kalian ke taman! Tidak ada rasa takut atas kalian, dan kalian tidak akan bersedih". Di 43:68 rumus itu datang lebih dulu, dan perintah (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ, udkhuluu l-jannata) baru menyusul di 43:70. Jaminan di 43:68 dengan begitu mendahului undangan, sedangkan di 7:49 jaminan menyusulnya. Konteks keduanya berbeda: 7:49 berada dalam percakapan tentang orang-orang yang dikira tidak akan diberi rahmat oleh Allah, dan 43:68 berada sesudah gambaran permusuhan di hari itu, sehingga keduanya tidak disamakan.
Kata "hari ini" muncul dua kali di surah ini, dan keduanya menyapa "kalian". Isinya berlawanan: 43:39 menyatakan tidak berguna bagi kalian bahwa kalian bersama-sama dalam azab, dan 43:68 menyatakan tidak ada ketakutan atas kalian. Ayat 43:39 datang sesudah penggambaran teman buruk di 43:36 sampai 43:38, dan 43:68 datang sesudah penggambaran teman akrab yang berbalik di 43:67.
Sapaan ini dapat dibaca sebagai jawaban atas pengecualian di 43:67, karena 43:68 menyusul tanpa pergantian pokok. Ayat ini sendiri tidak menyatakan bahwa hamba-hamba itu orang-orang yang bertakwa, dan gambaran tentang mereka baru ada di 43:69. Ayat ini menyatakan keadaan pada hari ini: tidak ada ketakutan dan tidak ada kesedihan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:68 menaruh sapaan hamba-hamba-Ku di depan jaminan tentang ketakutan dan kesedihan. Di 39:16 sapaan yang sama datang sesudah Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengan lapisan-lapisan api, lalu diikuti permintaan agar bertakwa kepada-Ku. Isinya berbeda, 39:16 meminta takwa dan 43:68 menjamin, tetapi pemilik sapaannya disebut dengan kata yang sama. Kata hamba dipasang lebih dulu, sebelum apa pun diminta atau dijanjikan. Bagaimana kata hamba terdengar oleh pembaca sekarang, sebagai beban atau sebagai tanda siapa yang memanggil?
- Rumus ketakutan dan kesedihan berulang sebagai janji tentang mereka, misalnya di 2:38 dan 10:62, dan pembaca bisa saja membacanya sebagai kabar tentang orang lain. Di 43:68 rumus itu keluar dari janji tentang pihak ketiga dan dipakai untuk menyapa, dengan hamba-hamba-Ku sebagai pembukanya. Perbedaan kata ganti itu menggeser pembaca dari penonton menjadi pendengar. Apa yang berubah bila rumus yang selama ini terbaca sebagai kabar tentang orang lain dibaca sebagai sapaan yang menunggu jawaban dari pembacanya sendiri, di hadapan Allah?
- Kata hari ini muncul dua kali di surah ini. Di 43:39 kata itu dipakai untuk menyatakan bahwa tidak berguna bagi orang-orang yang berbuat zalim bahwa mereka bersama-sama dalam azab, dan di 43:68 untuk menyatakan bahwa tidak ada ketakutan atas hamba-hamba. Dua sapaan dengan kata yang sama menghasilkan isi yang berlawanan, dan ayat 82:19 menaruh urusan pada hari itu di tangan Allah. Ayat 82:19 membicarakan kuasa dan tidak menyebut sapaan, sehingga tidak dipakai menafsirkan 43:39 atau 43:68. Dari dua sapaan itu, mana yang sedang dipersiapkan pembaca lewat caranya hidup hari ini?
- Ayat 29:56 memuat sapaan hamba-hamba-Ku yang beriman, lalu menyebut bumi-Ku luas dan meminta pengabdian kepada-Ku saja. Ayat 43:68 memuat sapaan yang sama kepada hamba-hamba di hari itu, dan isinya jaminan, bukan permintaan. Satu sapaan dapat terdengar sebagai permintaan pada satu waktu dan sebagai jaminan pada waktu lain, tanpa ada ayat yang menyatakan kedua waktu itu berurutan. Apa yang akan dijawab pembaca, bila sapaan yang sama terdengar sebagai permintaan di 29:56 dan sebagai jaminan di 43:68?
- Ayat 43:68 tidak menyebut apakah hamba-hamba itu pernah takut atau bersedih sebelumnya, dan tidak menyebut kapan keduanya berakhir. Ayat 43:66 menyebut hari kiamat datang tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari, sehingga hari yang sama dapat dibaca sebagai kejutan bagi sebagian dan sebagai sapaan bagi sebagian lain. Pembeda keduanya baru tampak di 43:69. Pembaca dapat menanyai dirinya sendiri, apa yang sedang dikerjakannya sebelum hari yang datang tiba-tiba itu, supaya sapaan Allah tidak terdengar asing baginya?
- Penyapa di 43:68 menyebut mereka hamba-hamba-Ku, dengan akhiran yang menunjuk kepemilikan. Di 29:56 akhiran yang sama dipasang pada bumi, yaitu bumi-Ku, sehingga hamba dan bumi disebut dengan kata ganti yang sama oleh penyapa yang sama. Ayat itu membuat akhiran -Ku dapat dibaca sebagai sebutan Allah atas milik-Nya. Pembaca dapat membedakan antara dijanjikan sesuatu oleh orang asing dan dijanjikan oleh pemilik rumah. Bila yang menyapa pada hari itu adalah Allah, pemilik hamba dan bumi menurut ayat tadi, ketakutan apa yang masih dapat dijadikan alasan?