الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ

yang beriman kepada tanda-tanda Kami dan mereka adalah orang-orang yang berserah diri,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَalladziina aamanuu bi-aayaatinaa wa-kaanuu muslimiinayang beriman kepada tanda-tanda Kami dan mereka adalah orang-orang yang berserah diri

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. آمَنُواaamanuuberiman
  3. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  4. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  5. مُسْلِمِينَmuslimiinaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Susunan (كَانُوا مُسْلِمِينَ, kaanuu muslimiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:2 dan 43:69.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا, alladziina aamanuu bi-aayaatinaa) yang berarti "yang beriman kepada tanda-tanda Kami". Kata (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "yang" tidak didahului kata penghubung, sehingga terjemahan memulai ayat dengan "yang" dan tidak menambahkan "yaitu", sebab tak ada kata Arab yang melahirkannya. Kata kerja (آمَنُوا, aamanuu) berakar أ-م-ن, dan benda yang dipercayai ditandai huruf bi- pada (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "kepada tanda-tanda Kami". Akhiran -naa berarti "Kami", dan kata aayaat diterjemahkan "tanda-tanda" di seluruh proyek ini. Bunyi lengkap alladziina aamanuu bi-aayaatinaa hanya ada di 43:69.

Dalam urutan kata kerja iman lalu bi-aayaatinaa, kata kerja itu muncul di lima ayat, yaitu 6:54, 27:81, 30:53, 32:15, dan 43:69. Hanya 43:69 yang memakai bentuk lampau. Empat lainnya memakai bentuk yang sedang berlangsung, yaitu (يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا, yu'minuuna bi-aayaatinaa) di 6:54 dan (يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا, yu'minu bi-aayaatinaa) di 27:81, 30:53, dan 32:15. Di 27:81 dan 30:53, iman dan berserah diri berada dalam satu kalimat: (إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ, illaa man yu'minu bi-aayaatinaa fa-hum muslimuuna) yang berarti "kecuali kepada orang yang beriman pada tanda-tanda Kami, lalu mereka berserah diri". Penghubung di sana adalah fa-, "lalu". Di 43:69 penghubungnya wa-, "dan", sehingga terjemahan mengikuti masing-masing, "lalu" di 27:81 dan 30:53, "dan" di 43:69.

Bagian kedua berbunyi (وَكَانُوا مُسْلِمِينَ, wa-kaanuu muslimiina) yang berarti "dan mereka adalah orang-orang yang berserah diri". Kata (مُسْلِمِينَ, muslimiina) berakar س-ل-م, dan proyek ini menerjemahkan muslim sebagai "orang yang berserah diri", seperti di 27:81 dan 15:2. Susunan kaanuu muslimiina muncul dua kali, yaitu di 15:2 dan 43:69. Di 15:2, (رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا, rubamaa yawaddu alladziina kafaruu) yang berarti "sering kali orang-orang yang kufur menginginkan" disusul (لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ, law kaanuu muslimiina) yang berarti "sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri". Di sana keadaan itu menjadi harapan pihak yang tidak memilikinya, dan di 43:69 keadaan yang sama disebut sebagai sifat orang-orang yang disapa.

Akhiran pada bi-aayaatinaa adalah -naa, "Kami", sedangkan sapaan di ayat sebelumnya memakai -i, "Ku". Peralihan dari "Ku" ke "Kami" tanpa tanda pergantian pembicara ada juga di tempat lain. Ucapan di 29:56 memuat (إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ, inna ardhii waasi'atun) yang berarti "sesungguhnya bumi-Ku luas", dan ucapan di 29:57 memuat (إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ, ilaynaa turja'uuna) yang berarti "kepada Kami kalian dikembalikan", tanpa kata "berkata" di antaranya.

Tafsiran

Ayat ini menyebut ciri hamba-hamba yang disapa di 43:68: mereka beriman kepada tanda-tanda Kami dan berserah diri. Ayat 43:68 sampai 43:70 membentuk satu kalimat panjang, yaitu sapaan, keterangan, lalu perintah masuk. Ayat 43:69 tidak punya perintah sendiri karena kata "yang" di awalnya menerangkan "hamba-hamba-Ku" di ayat sebelumnya, seperti pada 29:56 dan 39:10, tempat "hamba-hamba-Ku" langsung disusul "yang beriman" di ayat yang sama. Di 43:69 jeda ayat memisahkan keduanya.

Dua ciri itu berdampingan dengan "dan", tanpa urutan. Di 27:81 dan 30:53 berserah diri disebut menyusul iman dengan "lalu". Dua ayat itu berbicara tentang siapa yang dapat diperdengarkan sesuatu, sedangkan 43:69 tentang siapa yang disapa, sehingga keduanya berbeda pokok. Kedua ayat memasangkan iman dan berserah diri, meskipun pengikatnya berbeda.

Jaminan di 43:68 dengan begitu mendapat alamat. Ketiadaan ketakutan dan kesedihan diucapkan kepada hamba-hamba yang diberi dua ciri ini, sehingga sapaan itu tidak melayang tanpa penerima. Ayat 43:67 mengecualikan orang-orang yang bertakwa, dan 43:69 menambahkan dua ciri lain tanpa menyebut kata takwa.

Kata (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 43:46, 43:47, dan 43:69. Di 43:46 Musa diutus dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, dan di 43:47 mereka menertawakannya ketika tanda-tanda itu datang. Di 43:69 kata yang sama dipakai untuk orang-orang yang memercayainya. Ketiga ayat berada di bagian surah yang berbeda dan tidak saling merujuk, jadi kesamaan kata itu dicatat sebagai penyandingan.

Ayat ini berakhir dengan koma, dan perintah yang ditunggu sapaan itu muncul di 43:70.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:69 menghubungkan iman kepada tanda-tanda Kami dan keadaan berserah diri dengan kata dan, sedangkan 27:81 dan 30:53 menghubungkannya dengan lalu, seakan berserah diri menyusul iman. Kedua ayat itu berbeda pokok, tetapi keduanya menaruh dua hal itu dalam satu kalimat. Pembaca dapat membayangkan iman yang belum sampai pada penyerahan, dan penyerahan yang tidak ditopang iman, dua keadaan yang tidak disebut ayat mana pun di sini. Dalam hidupnya sendiri, kepercayaan kepada tanda-tanda itu sudah berjalan sampai ke penyerahan kepada Allah, atau masih berhenti di tengah?
  • Di 15:2 orang-orang yang kufur sering kali menginginkan sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri. Di 43:69 keadaan yang sama disebut sebagai sifat hamba-hamba yang disapa. Keinginan di 15:2 diucapkan pihak yang tidak memilikinya, dan sifat di 43:69 dimiliki pihak yang disapa, sehingga satu keadaan muncul sebagai harapan di satu ayat dan sebagai kenyataan di ayat lain. Bila keadaan berserah diri ditimbang sebagai sesuatu yang bisa diminta kepada Allah selagi masih berupa permintaan, apa yang masih ditunda pembaca?
  • Ayat 27:81 dan 30:53 menyatakan bahwa kemampuan memperdengarkan terbatas pada orang yang beriman pada tanda-tanda Kami lalu berserah diri, sedangkan 35:22 menyatakan bahwa Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki. Ketiga ayat berbicara tentang mendengar, bukan tentang sapaan di 43:68, sehingga hubungannya dengan sapaan itu berupa penyandingan. Sapaan hamba-hamba-Ku dapat dibaca menjangkau orang yang telah beriman dan berserah diri, kelompok yang di 27:81 disebut dapat diperdengarkan. Bila sapaan itu ditujukan kepada pembaca, apakah telinganya sudah terbiasa mendengar tanda-tanda itu sebagai tanda?
  • Ayat 32:15 menggambarkan orang yang beriman pada tanda-tanda Kami lewat tindakan: apabila diperingatkan dengan tanda-tanda itu, mereka tersungkur sujud, bertasbih memuji Tuhan mereka, dan tidak menyombongkan diri. Ayat 43:69 tidak memerinci wujud iman itu, dan tak ada dasar untuk mengisinya dengan gambaran 32:15 begitu saja. Dari 32:15 dapat dibaca satu contoh bagaimana ayat lain menggambarkan iman kepada tanda-tanda yang disebut dengan kata sama. Bila pembaca diingatkan dengan sebuah tanda hari ini, ke arah mana tubuhnya bergerak, mendekat kepada Tuhan atau menjauh darinya?
  • Jaminan di 43:68 tidak ditebar kepada siapa saja, sebab ayat sesudahnya memberinya alamat: hamba-hamba yang beriman kepada tanda-tanda Kami dan berserah diri. Pola alamat sesudah sapaan juga ada di 29:56 dan 39:10, tempat hamba-hamba-Ku langsung disusul yang beriman, lalu di 39:10 permintaan agar bertakwa kepada Tuhan kalian. Urutan sapaan, alamat, lalu isi membuat jaminan terbaca sebagai sesuatu yang diberikan kepada yang sudah dikenali. Orang yang membaca jaminan itu dapat menimbang apakah kedua ciri di 43:69 sudah dapat ia sebut sebagai ciri dirinya di hadapan Tuhannya.
  • Rangkaian 43:67 sampai 43:72 menyebut kelompok yang tampak sama dengan tiga cara: orang-orang yang bertakwa di 43:67, yang beriman kepada tanda-tanda Kami dan berserah diri di 43:69, dan yang mengerjakan sesuatu di 43:72. Ayat 29:58 menambahkan cara keempat di tempat lain, yaitu orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, yang akan Kami tempatkan di taman. Membaca semuanya sebagai satu kelompok wajar karena letaknya berurutan, tetapi tidak ada ayat yang menyatakan bahwa kata-kata itu sama. Dari semua kata itu, mana yang paling sulit dibuktikan pembaca kepada Allah?