ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ
Masuklah ke taman, kalian dan pasangan-pasangan kalian, dibahagiakan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَudkhuluu l-jannata antum wa-azwaajukum tuhbaruunamasuklah ke taman, kalian dan pasangan-pasangan kalian, dibahagiakan
Terjemahan per kata (5 kata)
- ادْخُلُواudkhuluumasuklah kalian
- الْجَنَّةَl-jannatataman
- أَنْتُمْantumkalian
- وَأَزْوَاجُكُمْwa-azwaajukumdan istri-istri kalian
- تُحْبَرُونَtuhbaruunakalian digembirakan
Inti bacaan
Susunan (أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ, antum wa-azwaajukum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:70.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan perintah (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ, udkhuluu l-jannata) yang berarti "masuklah ke taman". Kata kerja (ادْخُلُوا, udkhuluu) berakar د-خ-ل dan ditujukan kepada banyak orang. Kata (الْجَنَّةَ, l-jannata) berakar ج-ن-ن dan diterjemahkan "taman", seperti keputusan proyek ini untuk kata itu di seluruh korpus. Susunan udkhuluu l-jannata ada di tiga ayat, yaitu 7:49, 16:32, dan 43:70, dan perintah masuk dengan kata ganti "-nya" yang menunjuk taman ada di tiga ayat lain, yaitu 15:46, 39:73, dan 50:34. Di dua ayat pengucapnya disebut. Di 16:32, (يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ, yaquuluuna salaamun 'alaykumu udkhuluu l-jannata) yang berarti "mereka berkata, 'Salam atas kalian, masuklah ke dalam taman'", pengucapnya para malaikat, dan di 39:73, (وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا, wa-qaala lahum khazanatuhaa) yang berarti "para penjaganya berkata kepada mereka", perintah masuk berbunyi (فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ, fa-dkhuluuhaa khaalidiina) yang berarti "maka masuklah ke dalamnya, kekal". Di 43:70 tidak ada kata "berkata" dan tidak ada pengucap yang disebut.
Perintah udkhuluu l-jannata disusul kalimat yang berbeda di tiap ayatnya. Di 7:49 perintah itu disusul (لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ, laa khawfun 'alaykum), di 16:32 disusul (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna), dan di 43:70 disusul (أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ, antum wa-azwaajukum) yang berarti "kalian dan pasangan-pasangan kalian". Kata (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian" ditulis tersendiri, sehingga dua pihak disebut masuk, yaitu kalian dan pasangan-pasangan kalian.
Kata (أَزْوَاجُكُمْ, azwaajukum) berakar ز-و-ج. Proyek ini mengartikan zawj sebagai satu dari dua yang berpasangan, seperti dijelaskan di 55:52, sehingga bentuk jamaknya diterjemahkan "pasangan-pasangan" tanpa tambahan lain. Kata itu tidak merinci jenis kelamin atau jumlah pasangan. Bentuk azwaajukum muncul tiga kali, yaitu di 4:12, 9:24, dan 43:70, dan susunan antum wa-azwaajukum hanya ada di 43:70. Untuk orang ketiga, (هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ, hum wa-azwaajuhum fii zhilaalin) yang berarti "mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam naungan" ada di 36:56, di ayat yang menggambarkan penghuni taman pada hari itu.
Kata terakhir, (تُحْبَرُونَ, tuhbaruuna) yang berarti "dibahagiakan", berakar ح-ب-ر. Kata kerja ini berbentuk yang tidak menyebut pelakunya, dan muncul dua kali, yaitu yuhbaruuna di 30:15, dalam ayat tentang taman, dan tuhbaruuna di 43:70. Terjemahan memakai "dibahagiakan" supaya bentuk yang menerima perbuatan itu terbaca; kata "berbahagia" akan menjadikannya keadaan yang dibuat oleh orang yang disapa sendiri. Akar yang sama membentuk kata benda ahbaar di 5:44, 5:63, 9:31, dan 9:34, dengan makna lain yang tidak dipakai di sini.
Tafsiran
Ayat ini memuat perintah yang ditunggu sejak sapaan di 43:68. Sapaan, ciri, dan perintah membentuk satu kalimat panjang dari 43:68 sampai 43:70, dan perintahnya adalah masuk. Jaminan tentang ketakutan dan kesedihan sudah diucapkan sebelum perintah itu datang, sehingga yang diperintah masuk sudah diberi tahu bahwa tidak ada ketakutan atas mereka.
Perintah itu ditujukan kepada kalian dan pasangan-pasangan kalian sekaligus. Ayat-ayat lain tentang taman menyebut kebersamaan semacam itu dengan cara lain. Ayat 36:56 menggambarkan penghuni taman beserta pasangan-pasangan mereka berada dalam naungan. Ayat 13:23 menyebut taman-taman Adn yang dimasuki bersama orang yang saleh dari bapak-bapak, pasangan-pasangan, dan keturunan mereka, dan 40:8 memuat doa kepada Tuhan agar memasukkan mereka beserta orang-orang itu ke taman-taman Adn. Ketiga ayat berbeda pokok, 36:56 tentang suasana, 13:23 tentang siapa yang ikut masuk, dan 40:8 tentang permohonan. Ketiganya menyebut pasangan di dalam gambaran taman, dan 43:70 menaruh pasangan di dalam perintah masuk itu sendiri.
Ayat ini juga menyebut keadaan yang menyertai masuk: dibahagiakan. Di dalam taman belum ada benda yang disebut; benda-benda baru muncul di 43:71, dan sebab pewarisan taman di 43:72.
Dalam blok yang sama, 43:67 menyebut teman akrab yang saling bermusuhan, sedangkan 43:70 menyebut pasangan yang masuk bersama. Kedekatan yang dibicarakan berbeda jenis, teman di satu ayat dan pasangan di ayat lain, sehingga kedua ayat tidak dibaca sebagai ukuran yang sama, dan keduanya hanya diletakkan berdampingan oleh urutan ayat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:70 menyebut kalian dan pasangan-pasangan kalian dalam satu perintah masuk. Ayat 13:23 menyebut orang saleh dari bapak-bapak, pasangan-pasangan, dan keturunan mereka ikut memasuki taman-taman Adn, dan 40:8 memuat doa kepada Tuhan dengan susunan kerabat yang sama. Ketiga ayat tidak saling menjelaskan, tetapi ketiganya menaruh orang terdekat di dalam gambaran taman, tidak di luarnya. Pembaca dapat memperhatikan nama-nama yang spontan muncul ketika kata pasangan dan keluarga disebut, lalu bertanya siapa di antara mereka yang pernah didoakannya kepada Allah dengan sengaja.
- Perintah masuk di 43:70 datang sesudah jaminan di 43:68, sedangkan di 7:49 perintah itu mendahului jaminan. Ayat 7:49 berbicara tentang orang-orang yang dikira tidak akan diberi rahmat oleh Allah, dan 43:70 tentang hamba-hamba yang disapa. Kedua ayat berbeda konteks, jadi urutannya tidak disamakan. Di 43:70, orang yang diperintah sudah lebih dulu mendengar bahwa ketakutan tidak ada atas mereka. Bagaimana sebuah undangan terdengar bila ketakutan sudah dicabut lebih dulu, dan bagaimana undangan itu terdengar bila ketakutan baru dicabut sesudahnya?
- Kata terakhir ayat ini berbentuk yang menerima perbuatan: kalian dibahagiakan. Dalam seluruh mushaf, kata itu tercatat di 30:15 dan 43:70, dan kedua ayat tidak menyebut siapa yang membahagiakan. Kebahagiaan yang diterima tanpa pelaku yang disebut dapat dialami pembaca di luar taman juga, sebagai hadiah yang datang tanpa nama pengirim. Kapan terakhir pembaca merasa bahagia tanpa dapat menunjuk siapa yang membuatnya bahagia, dan sudahkah rasa syukurnya sampai kepada Allah?
- Perintah masuk ke taman kepada banyak orang tercatat di enam ayat: 7:49, 15:46, 16:32, 39:73, 43:70, dan 50:34. Di empat di antaranya perintah itu bersama salam, yaitu 15:46, 16:32, 39:73, dan 50:34, dan di 16:32 serta 39:73 salam itu diucapkan malaikat dan penjaga taman. Ayat 43:70 tidak memuat kata salam dan tidak menyebut pengucapnya, sedangkan 36:58 menyebut salam di taman sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih. Ayat 36:58 berbicara tentang taman secara umum, bukan tentang ambang pintu, jadi keduanya tidak disamakan. Perintah di ambang pintu dapat terdengar sebagai penyambutan. Siapa yang ingin ditemui pembaca di ambang itu, dan adakah pembaca membayangkan penyambut yang disebut 36:58?
- Sampai 43:70 taman belum diisi apa pun: tak ada piring, gelas, buah, atau sungai. Ayat ini memuat perintah masuk, kebersamaan dengan pasangan, dan keadaan dibahagiakan, lalu benda-benda disebut di ayat berikutnya. Urutan itu memulai dari siapa yang masuk dan bagaimana keadaannya, baru kemudian apa yang tersedia. Pembaca dapat membayangkan taman tanpa perabot apa pun dan bertanya apa yang masih dicarinya di sana, serta apakah sejak awal ia mencari kehadiran Allah atau mencari isinya.
- Perintah di 43:70 dapat dibaca sebagai undangan, karena yang diperintah sudah dijamin tak ada ketakutan atas mereka dan dibahagiakan. Ayat 89:30 memakai bentuk perintah serupa untuk satu jiwa, masuklah ke taman-Ku, dan ayat itu tidak menyebut keberatan. Kedua ayat tidak disamakan, karena 89:30 menyapa satu jiwa dan 43:70 menyapa banyak orang. Pembaca yang menerima perintah sebagai beban dapat memperhatikan bahwa kedua perintah masuk ke taman ini tidak menyebut beban sama sekali. Adakah perintah dari Allah yang pernah terasa seperti ini bagi pembaca, dan apa yang membedakannya?