يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan gelas-gelas; dan di dalamnya ada apa yang diingini jiwa dan disedapkan mata; dan kalian kekal di dalamnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍyuthaafu 'alayhim bi-shihaafin min dzahabin wa-akwaabindiedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan gelas-gelas
- وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُwa-fiihaa maa tasytahiihi l-anfusu wa-taladzdzu l-a'yunudan di dalamnya ada apa yang diingini jiwa dan disedapkan mata
- وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَwa-antum fiihaa khaaliduunadan kalian kekal di dalamnya
Terjemahan per kata (15 kata)
- يُطَافُyuthaafudiedarkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- بِصِحَافٍbi-shihaafindengan piring
- مِنْmindari
- ذَهَبٍdzahabinemas
- وَأَكْوَابٍwa-akwaabindan gelas-gelas
- وَفِيهَاwa-fiihaadan di dalamnya
- مَاmaaapa yang
- تَشْتَهِيهِtasytahiihidiinginkannya
- الْأَنْفُسُl-anfusujiwa
- وَتَلَذُّwa-taladzdzudan menyenangkan
- الْأَعْيُنُl-a'yunumata
- وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- خَالِدُونَkhaaliduunakekal
Inti bacaan
Kata (بِصِحَافٍ, bi-shihaafin) memuat shihaaf, yang muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:71.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يُطَافُ عَلَيْهِمْ, yuthaafu 'alayhim) yang berarti "diedarkan kepada mereka". Kata kerja thaafa berakar ط-و-ف, dan bentuk yuthaafu berbentuk yang tidak menyebut pelaku. Bunyi yuthaafu 'alayhim ada di tiga ayat, yaitu 37:45, 43:71, dan 76:15, dan ketiganya menggambarkan taman. Bentuk yang menyebut pelaku ada di 56:17, (يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ, yathuufu 'alayhim wildaanun mukhalladuuna) yang berarti "berkeliling melayani mereka anak-anak muda yang kekal", dan di 76:19 dengan awal wa-. Di 43:71 pelaku yang mengedarkan tidak disebut.
Ayat ini menyebut piring dan gelas yang diedarkan, (بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ, bi-shihaafin min dzahabin wa-akwaabin). Kata (بِصِحَافٍ, bi-shihaafin) memuat shihaaf, "piring-piring", yang hanya muncul di 43:71. Akarnya ص-ح-ف membentuk shuhuf, "lembaran-lembaran", di 20:133, 53:36, 74:52, 80:13, 81:10, 87:18, 87:19, dan 98:2. Terjemahan memilih "piring" untuk shihaaf karena benda ini diedarkan bersama gelas, dan ayat tidak merinci bentuk atau isinya. Kata (وَأَكْوَابٍ, wa-akwaabin) yang berarti "dan gelas-gelas" memuat akwaab, yang muncul empat kali, yaitu di 43:71, 56:18, 76:15, dan 88:14. Di 43:71 dan 76:15 gelas-gelas itu bersama kata kerja yuthaafu, di 56:18 bersama yathuufu di ayat sebelumnya, dan di 88:14 berbunyi (وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ, wa-akwaabun mawdhuu'atun) yang berarti "dan gelas-gelas yang tersedia".
Emas disebut dengan (مِنْ ذَهَبٍ, min dzahabin), yang muncul lima kali, yaitu di 18:31, 22:23, 35:33, 43:53, dan 43:71. Di 18:31 bunyinya (مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ, min asaawira min dzahabin) yang berarti "dari gelang-gelang emas", dan di 22:23 serta 35:33 emas juga menjadi gelang yang dikenakan penghuni taman. Di 43:53 bunyinya (أَسْوِرَةٌ مِنْ ذَهَبٍ, aswiratun min dzahabin) yang berarti "gelang-gelang dari emas", yang diucapkan Firaun. Emas dipakai untuk piring hanya di 43:71. Dalam bunyi Arabnya, min dzahabin menyusul piring dan mendahului gelas tanpa diulang, sehingga terjemahan menaruh "dari emas" tepat sesudah piring-piring dan menyebut gelas-gelas tanpa bahan.
Bagian tengah berbunyi (وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ, wa-fiihaa maa tasytahiihi l-anfusu) yang berarti "dan di dalamnya ada apa yang diingini jiwa". Kata kerja (تَشْتَهِيهِ, tasytahiihi) berakar ش-ه-و dan muncul dalam delapan ayat, yaitu 16:57, 21:102, 34:54, 41:31, 43:71, 52:22, 56:21, dan 77:42. Di tiga ayat, yaitu 21:102, 41:31, dan 43:71, jiwa menjadi pihak yang menginginkan, (الْأَنْفُسُ, l-anfusu) di 43:71, seperti pada (مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ, maa tasytahii anfusukum) yang berarti "apa yang jiwa kalian inginkan" di 41:31. Di 52:22, 56:21, dan 77:42, bunyinya (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuuna) yang berarti "dari apa yang mereka inginkan", dan itu mengikuti buah atau daging. Keinginan penghuni taman juga disebut dengan akar lain, yaitu ش-ي-أ pada (لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ, lahum fiihaa maa yasyaa'uuna) di 16:31, yang berarti "bagi mereka di dalamnya apa yang mereka kehendaki". Terjemahan memakai "ingin" untuk akar pertama dan "kehendak" untuk akar kedua. Kata ganti -haa pada fiihaa dapat dibaca menunjuk taman yang disebut di 43:70 dan 43:72.
Bagian berikutnya berbunyi (وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ, wa-taladzdzu l-a'yunu) yang berarti "dan disedapkan mata". Kata kerja (وَتَلَذُّ, wa-taladzdzu) berakar ل-ذ-ذ dan hanya di sini berbentuk kata kerja. Akar itu muncul dua kali lagi sebagai kata benda, yaitu (لَذَّةٍ, ladzdzatin) di 37:46 dan 47:15, keduanya untuk minuman, (لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ, ladzdzatin li-sy-syaaribiina) yang berarti "lezat bagi peminumnya". Di dua ayat itu peminum yang merasakan kelezatan, dan di 43:71 mata yang merasakannya. Kata (الْأَعْيُنُ, l-a'yunu) adalah jamak dari 'ayn yang berarti "mata". Bentuk jamak yang sama dipakai dalam gabungan (قُرَّةِ أَعْيُنٍ, qurrati a'yunin) yang berarti "penyejuk mata" di 32:17 dan (قُرَّةَ أَعْيُنٍ, qurrata a'yunin) di 25:74.
Bagian terakhir berbunyi (وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ, wa-antum fiihaa khaaliduuna) yang berarti "dan kalian kekal di dalamnya". Akar kata ini خ-ل-د, dan (فِيهَا خَالِدُونَ, fiihaa khaaliduuna) muncul sembilan belas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:25, 2:39, 2:81, 2:82, 2:217, 2:257, 2:275, 3:107, 3:116, 7:36, 7:42, 10:26, 10:27, 11:23, 13:5, 21:99, 23:11, 43:71, dan 58:17. Di 43:71 saja kata itu didahului antum, "kalian". Di delapan belas ayat lain pelakunya orang ketiga, yaitu hum "mereka" atau kullun "semuanya".
Tafsiran
Ayat ini mengisi taman yang masih kosong di 43:70 dengan tiga hal berurutan: apa yang diedarkan, apa yang diingini dan disedapkan, lalu lamanya. Bagian pertama dan kedua berbicara tentang "mereka" dan "di dalamnya", dan bagian ketiga kembali menyapa "kalian". Sapaan 43:68 sampai 43:70 yang memakai "kalian" dengan begitu berlanjut di ujung 43:71, sedangkan bagian awalnya berupa gambaran dari luar. Peralihan itu terjadi tanpa pembatas, sehingga "mereka" dan "kalian" di ayat ini dapat dibaca sebagai orang yang sama.
Emas muncul pula di bagian lain surah ini dengan peran lain. Di 43:35 perhiasan disebut kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang-orang yang bertakwa. Di 43:53 Firaun mempertanyakan mengapa utusan itu tidak dipakaikan gelang-gelang emas. Di 43:71 emas menjadi piring yang diedarkan. Tiga penyebutan itu menyangkut pihak yang berbeda, yaitu kaum yang kufur, Firaun, dan penghuni taman, dan surah ini tidak menjelaskan hubungannya.
Pasangan di 43:70 dan mata di 43:71 berurutan, dan isi kenikmatan yang dirasakan jiwa dan mata tidak diperinci, sama seperti di 32:17. Ayat 43:71 hanya menyebut jiwa dan mata sebagai tempat kenikmatan itu dirasakan, dan merinci isinya diserahkan kepada yang merasakannya.
Ayat ini ditutup dengan kekal, dan 43:72 menyusul dengan sebab taman itu diwariskan, sehingga lamanya taman dan alasan taman itu berdekatan dalam dua ayat berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Surah ini menyebut perhiasan di 43:35 sebagai kesenangan hidup dunia, dan menyebut sisi Tuhanmu sebagai tempat akhirat bagi orang-orang yang bertakwa. Di 43:53 gelang emas dituntut Firaun sebagai tanda kehormatan, dan di 43:71 emas menjadi piring yang diedarkan tanpa dituntut. Ketiga penyebutan itu berbeda konteks, sehingga tidak disamakan, tetapi perhiasan dan emas muncul di tangan tiga pihak yang berbeda. Pembaca dapat menimbang emas apa yang selama ini dituntutnya sebagai tanda kehormatan, dan bagaimana emas itu diterima pembaca bila datang dari Allah tanpa dituntut?
- Ayat 43:71 menyebut apa yang diingini jiwa tanpa merincinya, dan 41:31 memuat bunyi yang hampir sama untuk orang-orang yang disapa dengan kalian, dengan kalimat sebelumnya bahwa Kamilah pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kedua ayat berbeda pokok, 41:31 tentang perlindungan dan 43:71 tentang jamuan, sehingga tidak disamakan. Keduanya sama-sama menyerahkan isi keinginan itu kepada jiwa sendiri, tidak kepada daftar yang ditentukan. Bila ayat menyerahkan isi keinginan kepada jiwa, apa yang sebenarnya diinginkan jiwa pembaca, dan sudahkah diakuinya dengan jujur di hadapan Allah?
- Doa di 25:74 meminta kepada Tuhan, dari pasangan-pasangan dan keturunan, penyejuk mata, sehingga pasangan dan mata sudah berdampingan dalam doa itu. Di 43:70 pasangan masuk bersama, dan di 43:71 mata disedapkan, meskipun kedua ayat tidak saling menyebut. Doa di 25:74 diucapkan oleh orang-orang yang menyeru Tuhan mereka, dan 43:71 tidak memuat doa, jadi keduanya tidak disamakan. Dari penyandingan itu dapat dibaca bahwa penyejuk mata yang diminta dalam doa sejajar dengan mata yang disedapkan di taman. Siapa yang kini dipandang pembaca dan membuat matanya sejuk, dan sudahkah dimohonkannya kepada Tuhan sebagai penyejuk mata?
- Ayat 32:17 menyatakan bahwa tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa penyejuk mata, sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan, dan 32:16 sebelumnya menyebut mereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap. Ayat 43:71 menyebut piring, gelas, jiwa, dan mata, tetapi tidak merinci apa yang diingini. Dua ayat itu menaruh jiwa dan mata di tengah kenikmatan yang tidak diperinci. Bila daftar kenikmatan di sini dibiarkan terbuka, mengapa isinya perlu dipastikan lebih dulu sebelum dimintakan kepada Tuhan?
- Bunyi fiihaa khaaliduuna dipakai di 2:25 untuk penghuni taman dan di 2:39 untuk penghuni api. Di 43:71 kata yang sama ditutup sesudah rangkaian piring, gelas, jiwa, dan mata, sehingga arah kekal itu terbaca dari apa yang mendahuluinya. Kata yang sama memikul dua kabar yang berlawanan, dan pembaca tidak dapat menilai kabar itu dari kata kekal saja. Bila ayat-ayat tentang kekal dibaca sebagai penimbang, apa yang sedang dibawa pembaca ke dalam keadaan yang tidak berakhir itu, dan apa yang akan disebutnya di hadapan Allah?
- Dalam gambaran 43:71, benda-benda diedarkan kepada mereka dan mereka tidak digambarkan mencari. Di 56:17 dan 76:19 yang berkeliling disebut anak-anak muda yang kekal, dan di 43:71 pelaku itu tidak disebut. Ketiga ayat itu memuat pelayanan dan tidak memuat pencarian. Pembaca yang terbiasa mengejar dapat memperhatikan bahwa gambaran ini tidak memuat pengejaran sama sekali. Seperti apa kenikmatan yang tidak lagi perlu dikejar, dan apa yang tersisa dalam diri pembaca bila segala yang diinginkannya sudah datang tanpa ia tahu siapa pengantarnya?