وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan itu taman yang diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَwa-tilka l-jannatu llatii uuritstumuuhaa bi-maa kuntum ta'maluunadan itu taman yang diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَتِلْكَwa-tilkadan itulah
- الْجَنَّةُl-jannatutaman
- الَّتِيllatiiyang
- أُورِثْتُمُوهَاuuritstumuuhaakalian mewarisinya
- بِمَاbi-maadisebabkan apa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Bunyi (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:43 dan 43:72.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتِلْكَ الْجَنَّةُ, wa-tilka l-jannatu) yang berarti "dan itu taman". Kata (تِلْكَ, tilka) adalah kata penunjuk, dan susunan tilka l-jannatu muncul dua kali, yaitu di 19:63 dan 43:72. Bentuk (تِلْكُمُ, tilkumu), yang memuat penanda banyak orang yang disapa, ada di 7:43, (تِلْكُمُ الْجَنَّةُ, tilkumu l-jannatu). Di ketiga ayat itu taman yang ditunjuk sudah lebih dulu disebut atau digambarkan: 19:61 menyebut taman Adn yang dijanjikan, 7:43 menyebut sungai-sungai yang mengalir, dan 43:72 menyusul perintah masuk di 43:70.
Kata kerja berikutnya adalah (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) yang berarti "diwariskan kepada kalian". Kata ini berakar و-ر-ث, berbentuk yang tidak menyebut pelaku, ditujukan kepada "kalian", dan memuat -haa yang menunjuk taman. Bunyi persisnya hanya ada dua kali, yaitu di 7:43 dan 43:72. Bentuk dasar akar ini berarti "mewarisi" dan dipakai untuk penerima, seperti (الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ, alladziina yaritsuuna l-firdawsa) yang berarti "yang akan mewarisi Firdaus" di 23:11. Bentuk kata kerja yang dipakai di 43:72, yaitu "mewariskan kepada", muncul di dua belas ayat, yaitu 7:43, 7:128, 7:137, 19:63, 26:59, 33:27, 35:32, 39:74, 40:53, 42:14, 43:72, dan 44:28. Tiga di antaranya tanpa pelaku, yaitu 7:43, 42:14, dan 43:72, sedangkan di sembilan ayat lain pemberi dan penerima sama-sama tertulis. Di 7:128 pelakunya disebut, (إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, inna l-ardha li-llaahi yuuritsuhaa man yasyaa'u min 'ibaadihi) yang berarti "sesungguhnya bumi milik Allah, Dia mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya". Di 19:63 pelakunya Kami, (تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا, tilka l-jannatu llatii nuuritsu min 'ibaadinaa man kaana taqiyyan) yang berarti "taman itu yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa". Di 39:74 penghuni taman sendiri berkata, (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ, l-hamdu li-llaahi lladzii shadaqanaa wa'dahu wa-awratsanaa l-ardha) yang berarti "segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya dan mewariskan bumi kepada kami". Ayat 43:72 tidak menyebut pemberi warisnya.
Bagian akhir berbunyi (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "disebabkan apa yang kalian kerjakan". Huruf bi- sebelum maa menandai sebab, dan akar ع-م-ل tidak merinci jenis pekerjaan. Rumus ini muncul enam belas kali di empat belas surah, yaitu di 5:105, 6:60, 7:43, 9:94, 9:105, 10:23, 16:28, 16:32, 29:8, 31:15, 32:14, 39:7, 43:72, 52:19, 62:8, dan 77:43. Sembilan di antaranya menyusul "lalu diberitakan kepada kalian", yaitu 5:105, 6:60, 9:94, 9:105, 10:23, 29:8, 31:15, 39:7, dan 62:8, satu di 16:28 menyangkut ilmu Allah, satu di 32:14 menyertai azab, dan lima menyertai balasan baik, yaitu 7:43, 16:32, 43:72, 52:19, dan 77:43. Di 16:32 bunyinya (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, udkhuluu l-jannata bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "masuklah ke dalam taman karena apa yang telah kalian kerjakan", dan di 77:43 bunyinya (كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, kuluu wa-syrabuu hanii'an bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan". Di semua lima ayat jenis pekerjaannya tidak disebut.
Tafsiran
Ayat ini menunjuk taman yang diperintahkan dimasuki di 43:70 dan menyebut bagaimana taman itu dimiliki: diwariskan, disebabkan apa yang dikerjakan. Warisan dan sebab bertemu dalam satu ayat. Warisan diterima dari pihak lain, sedangkan sebab menunjuk pada kerja penerimanya, dan ayat ini tidak mengurai bagaimana keduanya berjalan bersama.
Ayat-ayat lain memadukan keduanya dengan cara serupa. Ayat 7:43 memuat bunyi yang sama persis, (أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, uuritstumuuhaa bi-maa kuntum ta'maluuna), dan 39:74 menaruh pewarisan bumi dan balasan bagi orang yang beramal dalam satu ayat, (فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, fa-ni'ma ajru l-'aamiliina) yang berarti "sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". Di 19:63 warisan itu dikaitkan dengan takwa. Ketiga ayat itu tidak menguraikan hubungan warisan dan kerja secara rinci.
Letak ayat ini di tengah rincian juga bermakna. Ayat 43:71 merinci piring, gelas, jiwa, dan mata, dan 43:73 sesudahnya merinci buah-buahan, (لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ, lakum fiihaa faakihatun katsiiratun) yang berarti "bagi kalian di dalamnya buah-buahan yang banyak". Ayat 43:72 menaruh pernyataan kepemilikan di antara dua rincian isi itu, sehingga daftar benda itu terbaca sebagai milik yang diwariskan.
Sapaan "kalian" yang dibuka di 43:68 tetap bertahan sampai ayat ini, dan kerja yang disebut di ujungnya adalah kerja mereka yang disapa sejak awal.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:72 menyebut taman diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian kerjakan. Warisan datang dari pihak lain dan sebab datang dari kerja penerimanya, sehingga dua hal itu bertemu dalam satu kalimat. Ayat 39:74 menaruh keduanya dalam satu ayat: penghuni taman memuji Allah yang mewariskan bumi kepada mereka, lalu ayat itu menyebut sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal. Dua ayat ini tidak mengurai hubungan keduanya, jadi pembaca tidak perlu memilih salah satu. Apakah yang dikerjakan pembaca akan dilihatnya sebagai sebab yang diperhitungkan, ataukah sebagai jalan yang dibukakan oleh Allah?
- Ayat 43:72 tidak menyebut siapa yang mewariskan taman itu. Ayat 7:128 menyebut bumi milik Allah dan Dia mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan 19:63 memakai kata Kami untuk taman yang akan diwariskan kepada hamba-hamba yang selalu bertakwa. Dua ayat itu berbicara tentang bumi dan tentang taman yang dijanjikan, jadi keduanya tidak otomatis menjelaskan 43:72, tetapi keduanya menunjukkan ke arah siapa kata warisan dikaitkan di ayat-ayat itu. Bila taman diterima tanpa disebut pemberinya, kepada siapa pembaca menujukan syukur, dan apa yang ditunjukkan 7:128 dan 19:63 tentang arah syukur itu?
- Ayat 43:72 menyebut apa yang kalian kerjakan tanpa merinci jenisnya. Ayat 29:58 memakai kata yang lebih sempit, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, dan 43:69 sebelumnya menyebut iman dan penyerahan, sehingga rincian itu ada di ayat lain. Pembaca dapat menimbang, dari semua yang dikerjakannya dalam sepekan ini, mana yang berani disebutnya sebagai sebab di hadapan Allah, dan mana yang diharapkannya tidak ditimbang?
- Daftar di 43:71 dan 43:73 berisi benda yang mudah dibayangkan, dan ayat di antaranya menunjuk taman sebagai milik yang diwariskan. Pembaca yang membaca daftar dengan cepat dapat melewati kata kerja pewarisan, padahal kata kerja itu yang membuat daftar menjadi milik. Bila pembaca diminta menunjuk taman itu dan menyebutnya miliknya, benda apa yang pertama dicarinya, dan apa yang ditemukannya bila yang dicarinya bukan benda?
- Di 7:43 bunyi yang sama dengan 43:72 didahului pencabutan, (وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ, wa-naza'naa maa fii shuduurihim min ghillin) yang berarti "dan Kami mencabut dari dada mereka rasa dendam yang ada", lalu mereka berkata segala puji bagi Allah. Di 43:67 teman akrab disebut musuh pada hari itu, dan di 43:72 taman diwariskan, tanpa ayat di rangkaian ini yang menyebut pencabutan dendam. Dari 7:43 dapat dibaca satu gambaran: dendam disebut dicabut sebelum pewarisan. Apa yang sedang disimpan pembaca di dadanya terhadap seseorang, dan seberapa besar bagian dari beban itu yang menunggu dicabut sebelum dapat memuji Allah seperti di 7:43?
- Rangkaian ayat 43:68 sampai 43:72 dibuka dengan sapaan hamba-hamba-Ku dan ditutup dengan apa yang kalian kerjakan. Hubungan disebut lebih dulu dan kerja kemudian, tanpa ayat yang menyatakan bahwa salah satunya lebih penting. Mana yang lebih dulu dirawat pembaca dalam hidupnya, hubungan dengan pemilik sapaan hamba-hamba-Ku, yaitu Allah di 39:16 dan 25:17, atau daftar kerja yang hendak disodorkannya?