لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ
Bagi kalian di dalamnya buah-buahan yang banyak, sebagiannya kalian makan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَlakum fiihaa faakihatun katsiiratun minhaa ta'kuluunabagi kalian di dalamnya buah-buahan yang banyak, sebagiannya kalian makan
Terjemahan per kata (6 kata)
- لَكُمْlakumbagi kalian
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- فَاكِهَةٌfaakihatunbuah-buahan
- كَثِيرَةٌkatsiiratunyang banyak
- مِنْهَاminhaadarinya
- تَأْكُلُونَta'kuluunakalian makan
Inti bacaan
Susunan (لَكُمْ فِيهَا, lakum fiihaa) muncul 13 kali di Al-Qur'an (7:10, 15:20, 16:5, 16:6, 20:53, 22:33, 22:36, 23:19, 23:21, 40:80, 41:31, 43:10, 43:73), dan hanya 41:31 dan 43:73 yang menunjuk taman.
Penjelasan pilihan kata
Dua kata pertama, (لَكُمْ فِيهَا, lakum fiihaa), berarti "bagi kalian di dalamnya". Kata (لَكُمْ, lakum) tersusun dari huruf li yang berarti "bagi" dan kum yang berarti "kalian". Kata (فِيهَا, fiihaa) tersusun dari fii yang berarti "di dalam" dan akhiran -haa yang berarti "-nya" untuk satu benda perempuan. Akhiran itu menunjuk (الْجَنَّةُ, l-jannatu) yang berarti "taman" di 43:72. Susunan lakum fiihaa muncul 13 kali di 9 surah, yaitu 7:10, 15:20, 16:5, 16:6, 20:53, 22:33, 22:36, 23:19, 23:21, 40:80, 41:31, 43:10, dan 43:73. Sebelas dari ketiga belas itu berbicara tentang bumi, hewan ternak, hewan sembelihan, atau kebun di dunia, misalnya (وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ, wa-lakum fiihaa jamaalun) yang berarti "dan bagi kalian padanya ada keindahan" di 16:6. Dua sisanya berbicara tentang taman, yaitu 43:73 dan 41:31, (وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ, wa-lakum fiihaa maa tasytahii anfusukum) yang berarti "dan bagi kalian di dalamnya apa yang jiwa kalian inginkan".
Kata (فَاكِهَةٌ, faakihatun) berakar ف-ك-ه dan berarti "buah-buahan". Kata ini tidak memakai kata sandang al-, sehingga terjemahan tidak menambahkan "itu". Kata faakihah muncul 11 kali di 8 surah, yaitu 36:57, 38:51, 43:73, 44:55, 52:22, 55:11, 55:52, 55:68, 56:20, 56:32, dan 80:31. Sembilan di antaranya berbicara tentang taman, dan dua berbicara tentang bumi, yaitu 55:11 dan 80:31. Di 44:55 kata itu didahului kata kull, (بِكُلِّ فَاكِهَةٍ, bi-kulli faakihatin) yang berarti "dengan segala macam buah-buahan", sedangkan 43:73 tidak memakai kull, sehingga terjemahannya tidak menambahkan "segala macam".
Sifat (كَثِيرَةٌ, katsiiratun) yang berarti "yang banyak" berakar ك-ث-ر. Pasangan buah-buahan dan banyak muncul di empat ayat, yaitu 23:19, 38:51, 43:73, dan 56:32. Di 38:51 bunyinya (يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ, yad'uuna fiihaa bi-faakihatin katsiiratin wa-syaraabin) yang berarti "mereka meminta di dalamnya buah-buahan yang banyak dan minuman", dan di 23:19 bentuknya jamak, (فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ, fawaakihu katsiiratun) yang berarti "buah-buahan yang banyak". Di 56:32, (وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ, wa-faakihatin katsiiratin) yang berarti "dan buah-buahan yang banyak", kata banyak diikuti keterangan di 56:33, (لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ, laa maqthuu'atin wa-laa mamnuu'atin) yang berarti "yang tidak berhenti dan tidak terlarang". Keterangan itu tidak ada di 43:73. Ayat 56:33 berbicara tentang golongan kanan yang disebut di 56:27 dalam susunan yang lain, sehingga keduanya tidak disamakan.
Frasa (مِنْهَا تَأْكُلُونَ, minhaa ta'kuluuna) berarti "sebagiannya kalian makan". Huruf min berarti "dari", dan akhiran -haa di sini berjenis perempuan tunggal, sama dengan -haa pada fiihaa. Morfologi tidak memutuskan apakah akhiran itu menunjuk buah-buahan atau taman. Terjemahan memilih buah-buahan karena kata itu paling dekat, dan karena pilihan itu membuat "sebagiannya" terbaca sebagai bagian dari yang banyak. Terjemahan yang sama dipakai di 40:79, (لِتَرْكَبُوا مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ, li-tarkabuu minhaa wa-minhaa ta'kuluuna) yang berarti "agar kalian menunggangi sebagiannya dan sebagiannya kalian makan".
Kata kerja (تَأْكُلُونَ, ta'kuluuna) berakar أ-ك-ل dan berarti "kalian makan". Bentuk ini muncul 12 kali di 10 surah, yaitu 3:49, 12:47, 16:5, 23:19, 23:21, 23:33, 35:12, 37:91, 40:79, 43:73, 51:27, dan 89:19. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 23 memuatnya tiga kali. Sebelas ayat selain 43:73 berbicara tentang makan di dunia, mulai dari hewan ternak di 16:5 dan 23:21, kebun di 23:19, daging dari laut di 35:12, sampai harta warisan di 89:19. Untuk makan di taman, bentuk ini dipakai di 43:73 dan tidak di ayat lain. Frasa (وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ, wa-minhaa ta'kuluuna) dengan huruf wa muncul empat kali, yaitu di 16:5, 23:19, 23:21, dan 40:79, sedangkan 43:73 memuat frasa yang sama tanpa wa.
Kata ganti "kalian" di ayat ini memakai sapaan yang sama dengan 43:71, (وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ, wa-antum fiihaa khaaliduuna) yang berarti "dan kalian kekal di dalamnya", dan dengan 43:72, (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) yang berarti "diwariskan kepada kalian". Teksnya tidak menyebutkan siapa yang menyediakan buah-buahan itu, dan bentuk "diwariskan" di 43:72 pun tidak menyebut pelakunya. Nasib buah yang tidak dimakan juga tidak ditulis, sehingga terjemahan tidak menambahkan "sisa" atau "habis".
Tafsiran
Ayat ini menambahkan satu kegiatan sehari-hari pada gambaran taman yang dibuka di 43:70, yaitu makan. Ayat 43:71 menyebut piring dan gelas dari emas serta apa yang diingini jiwa dan disedapkan mata, dan 43:72 menyebut taman itu diwariskan karena apa yang dikerjakan. Sesudah perabot dan sebab itu, 43:73 menyebut buah-buahan yang banyak dan makan, tanpa benda berharga apa pun di dalamnya.
Susunan kalimatnya mirip dengan 23:19 dan 23:21, yang memuat lakum fiihaa, sesuatu yang banyak, dan minhaa ta'kuluuna. Perbedaannya, kedua ayat di surah 23 berbicara tentang kebun dan hewan ternak di bumi, sedangkan 43:73 berbicara tentang taman. Dapat dibaca bahwa satu kalimat yang sama mempertemukan dua tempat, sehingga makan di taman terdengar sebagai makan yang sudah dikenal pembaca. Pembacaan ini tidak dinyatakan ayat. Ayat 2:25 menyebut penghuni taman berkata bahwa buah itu yang dahulu diberikan kepada mereka, dan bahwa mereka diberi yang serupa, sedangkan 43:73 tidak memuat pengenalan semacam itu, sehingga keduanya tidak disamakan.
Dalam bagian yang dimulai di 43:67, ayat ini berada di ujung gambaran hamba-hamba yang beriman dan berserah diri (43:69). Ayat 43:71 berakhir dengan (خَالِدُونَ, khaaliduuna) yang berarti "kekal" untuk penghuni taman, dan 43:74 berakhir dengan kata yang sama untuk para pendosa. Ayat 43:72 dan 43:73 terletak di antara kedua ayat itu, sehingga makanan di taman terbaca berada di antara dua pernyataan tentang kekekalan. Sesudah 43:73 sapaan "kalian" berhenti, dan 43:74 beralih ke orang ketiga, yaitu para pendosa. Ayat tidak memberi penghubung untuk peralihan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:73 menyebut buah-buahan yang banyak, lalu hanya sebagiannya yang dimakan, dan nasib sisanya tidak ditulis. Lewat kata min, ayat membedakan jumlah yang tersedia dari jumlah yang dimakan dan tidak mengisi selisihnya dengan keterangan apa pun. Ayat 56:33 menyebut buah yang tidak berhenti dan tidak terlarang, tetapi ayat itu berbicara tentang golongan kanan di 56:27 dalam susunan yang lain, sehingga keduanya tidak dipakai untuk saling menjelaskan. Orang yang terbiasa menghitung persediaan, menyimpan sebelum habis, dan mengamankan sebelum diambil pihak lain dapat memperhatikan bahwa gambaran ini tidak memuat satu pun dari kegiatan itu. Seperti apa rasanya makan dari persediaan yang tidak perlu dijaga?
- Kata kerja makan yang sama dipakai di 40:79 dalam kalimat yang bersubjek Allah, yaitu Allah menjadikan hewan ternak agar sebagiannya ditunggangi dan sebagiannya dimakan. Ayat 43:73 tidak menyebut siapa yang menyediakan buah-buahan itu. Dua ayat tersebut menempatkan tindakan makan di dua tempat, dengan pemberi yang disebut di satu tempat dan tidak disebut di tempat lain. Pembaca dapat memperhatikan makannya hari ini dan menanyakan apakah makan itu pernah terbaca olehnya sebagai sesuatu yang Allah jadikan untuknya. Bila pemberi tidak disebut sama sekali, seperti dalam 43:73, apakah rasa makanan itu berubah?
- Ayat 43:72 menyebut taman diwariskan kepada kalian, dan 43:73 menyebut kalian memakan sebagiannya, sehingga pewaris dan pemakan adalah pihak yang sama dalam dua ayat berurutan. Kalimat serupa dengan 43:72 ada di 7:43, yaitu taman yang diwariskan kepada kalian karena apa yang kalian kerjakan, dan di sana kalimat itu didahului ucapan penghuni bahwa segala puji bagi Allah yang menunjuki mereka kepada ini dan bahwa mereka tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki mereka. Ayat 43:73 tidak memuat ucapan semacam itu. Pembaca yang menggabungkan kedua ayat dapat bertanya, ketika buah itu sampai di tangannya, bagian mana yang dianggap hasil usahanya dan bagian mana yang dianggap warisan?
- Di 36:57 buah-buahan disebut bersama apa yang diminta penghuni, dan 36:58 langsung menyusulnya dengan salam sejahtera sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih. Ayat 43:73 berhenti pada kegiatan makan, dan ucapan yang menyapa hamba-hamba-Ku berada di 43:68, lima ayat sebelumnya. Kedua ayat berasal dari surah yang berbeda dan tidak saling melengkapi, tetapi penempatannya memperlihatkan dua cara menyebut buah di taman, yaitu dengan ucapan Tuhan yang mengikutinya dan tanpa ucapan itu. Pembaca dapat bertanya mana yang lebih lama diingat ketika buah itu ada di tangannya, rasa buahnya atau suara yang berbicara kepadanya.
- Ayat 43:73 menyebut buah-buahan yang banyak, sedangkan 44:55 menyebut segala macam buah-buahan yang diminta penghuni dengan aman, dan 44:57 menutup rangkaian itu dengan karunia dari Tuhanmu. Banyak dan segala macam adalah dua ukuran yang berbeda, karena yang pertama menjawab berapa dan yang kedua menjawab jenis apa. Ayat 43:73 menjawab yang pertama dan membiarkan yang kedua terbuka. Pembaca yang membayangkan taman dapat mengisi bagian terbuka itu dengan buah tertentu dari ingatannya sendiri. Apakah gambaran itu berasal dari ayat atau dari rasa yang pernah ia kenal?
- Sampai 43:73 pembaca disapa sebagai kalian, lewat lakum dan ta'kuluuna, dan di 43:74 sapaan itu berganti menjadi para pendosa dalam bentuk orang ketiga tanpa kata penghubung. Pembaca yang tadi diajak masuk ke taman dengan kata kalian mendapati dirinya membaca tentang pihak lain. Di 43:68 dan 43:69 mereka yang disapa disebut hamba-hamba yang beriman kepada tanda-tanda Kami dan berserah diri, dan 43:73 tidak mengulang penjelasan itu. Dari tempat membaca yang baru, pembaca menimbang apakah kata kalian di 43:73 berlaku bagi dirinya, dan apakah para pendosa di 43:74 adalah pihak lain baginya.