إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ
Sesungguhnya para pendosa kekal di dalam azab Jahanam,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَinna l-mujrimiina fii 'adzaabi jahannama khaaliduunasesungguhnya para pendosa kekal di dalam azab Jahanam
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
- فِيfiidi dalam
- عَذَابِ'adzaabiazab
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- خَالِدُونَkhaaliduunakekal
Inti bacaan
Susunan (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) terdapat 8 kali di Al-Qur'an (5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, 50:26), sedangkan 43:74 menyambung azab langsung dengan nama Jahanam.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "para pendosa". Kata al-mujrimiina berakar ج-ر-م dan menyebut pelakunya, yaitu orang yang melakukan dosa, dengan akhiran -iina untuk banyak orang. Dalam surah 43 akar ج-ر-م hanya ada di ayat ini. Dua kata pembukanya, (إِنَّ الْمُجْرِمِينَ, inna l-mujrimiina), muncul 2 kali, yaitu di 43:74 dan 54:47. Di 54:47 bunyinya (إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ, inna l-mujrimiina fii dhalaalin wa-su'urin) yang berarti "sesungguhnya para pendosa berada dalam kesesatan dan kegilaan". Terjemahan memakai "pendosa" di kedua tempat itu.
Di dua ayat lain sebutan pendosa disertai perbuatan atau keadaan. Di 55:43 bunyinya (الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ, allatii yukadzdzibu bihaa l-mujrimuuna) yang berarti "yang didustakan oleh para pendosa", dan di 20:74 bunyinya (مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا, man ya'ti rabbahu mujriman) yang berarti "siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa". Di 43:74 sebutan itu berdiri sendiri, tanpa perbuatan yang disebut sebagai sebabnya, dan terjemahan tidak menambahkan "karena kekafiran" atau sebab lain.
Frasa (فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ, fii 'adzaabi jahannama) berarti "di dalam azab Jahanam". Kata (عَذَابِ, 'adzaabi) berakar ع-ذ-ب dan berarti "azab", sedangkan (جَهَنَّمَ, jahannama) berarti "Jahanam". Kata azab dan Jahanam bersambung sebagai satu frasa di 4 ayat, yaitu 25:65, 43:74, 67:6, dan 85:10, tetapi bentuk persis 'adzaabi jahannama dengan akhiran -i hanya ada di 43:74, sedangkan ketiga ayat lain memakai akhiran yang berbeda. Dengan huruf fii di depannya, azab disebut sebagai sesuatu yang dimasuki. Susunan (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) yang berarti "dalam azab" muncul 8 kali di 6 surah, yaitu 5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, dan 50:26. Kata sesudahnya berbeda-beda. Di 37:33 dan 43:39 kata itu (مُشْتَرِكُونَ, musytarikuuna) yang berarti "bersama-sama", di 30:16 dan 34:38 kata itu (مُحْضَرُونَ, muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan", dan di 5:80 kata itu (خَالِدُونَ, khaaliduuna) yang berarti "kekal".
Kata (خَالِدُونَ, khaaliduuna) berakar خ-ل-د dan berarti "kekal". Akar yang sama membentuk (الْخُلْدَ, l-khulda) yang berarti "keabadian" di 21:34. Di surah 43 kata khaaliduuna ada dua kali, yaitu di 43:71 untuk penghuni taman dan di 43:74 untuk para pendosa, dan keduanya berada di ujung ayat. Di antara ayat yang memuat khaaliduuna, kata azab hanya ada bersamanya di 5:80, (وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ, wa-fii l-'adzaabi hum khaaliduuna) yang berarti "dan dalam azab mereka kekal", dan di 43:74. Frasa (خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا, khaalidiina fiihaa abadan) yang berarti "kekal di dalamnya selama-lamanya" muncul 11 kali di 8 surah, yaitu 4:57, 4:122, 4:169, 5:119, 9:22, 9:100, 33:65, 64:9, 65:11, 72:23, dan 98:8. Ayat 43:74 tidak memuat kata (أَبَدًا, abadan) yang berarti "selama-lamanya", sehingga terjemahan tidak menambahkannya.
Tafsiran
Ayat ini memutus gambaran taman dengan kalimat berita yang pendek dan tanpa kata kerja, yaitu para pendosa kekal di dalam azab Jahanam. Sampai 43:73 pembicaraan bertumpu pada kata kalian, dan di 43:74 pembaca bertemu kelompok lain dengan sebutan lain. Kata di ujung ayatnya sama dengan ujung 43:71, sehingga kedua ayat terbaca sebagai pasangan. Kelompok yang disebut dan tempat mereka berada berubah, sedangkan kata penutupnya tetap.
Ayat 43:67 mengecualikan orang-orang bertakwa dari permusuhan antar teman akrab, dan 43:68 sampai 43:73 menggambarkan hamba-hamba yang beriman dan berserah diri. Ayat 43:74 menyebut pihak lain dengan sebutan para pendosa. Ayat tidak menyatakan bahwa para pendosa mencakup semua orang di luar kelompok pertama, sehingga hubungan keduanya tidak disimpulkan lebih jauh dari yang tertulis.
Alasan bagi para pendosa tidak ditulis di ayat ini. Alasan itu muncul dua ayat kemudian, di 43:76, dengan kata zalim. Kata zalim sudah dipakai di surah yang sama dalam 43:65, (فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ, fa-waylun li-lladziina zhalamuu min 'adzaabi yawmin aliimin) yang berarti "maka, celakalah orang-orang yang zalim karena azab hari yang pedih", dan dalam 43:39. Urutan di 43:65 adalah zalim lalu azab, sedangkan di 43:74 sampai 43:76 azab disebut lebih dulu dan kata zalim menyusul. Ayat 43:75 memuat keadaan di dalam azab itu, dan 43:77 memuat seruan dari dalamnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata khaaliduuna menutup 43:71 untuk penghuni taman dan menutup 43:74 untuk para pendosa, tanpa perubahan bentuk. Kabar yang di 43:71 terdengar sebagai hadiah memakai kata yang sama dengan kabar yang di 43:74 terdengar sebagai hukuman. Pembaca yang pernah menginginkan sesuatu yang tidak berakhir dapat memperhatikan bahwa kata itu sendiri tidak membawa kabar baik atau buruk, karena kedua ayat menyerahkan penilaiannya kepada apa yang ada di dalamnya, yaitu taman atau azab. Apa yang sebenarnya diinginkan pembaca ketika berharap sesuatu bertahan lama?
- Ayat 20:74 menyebut siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka baginya Jahanam, dan di sana tidak mati serta tidak hidup. Ayat 43:74 tidak menyebut kedatangan itu, dan keduanya berbeda konteks sehingga tidak saling menjelaskan. Namun dari 20:74 dapat dibaca bahwa sebutan pendosa dapat melekat pada keadaan seseorang ketika tiba di hadapan Tuhannya. Pembaca dapat membayangkan kedatangan itu. Dalam keadaan apa pembaca ingin tiba di hadapan Tuhannya?
- Frasa azab Jahanam di 25:65 diucapkan sebagai permohonan, yaitu Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahanam. Di 43:74 frasa yang bentuknya hampir sama muncul dalam kalimat berita tentang pihak yang sedang berada di dalamnya. Kedua ayat berbeda pembicara dan keadaan, dan teks tidak menghubungkan keduanya. Pembaca yang membaca keduanya berurutan dapat melihat satu frasa dalam dua kedudukan, sebagai sesuatu yang diminta dijauhkan dan sebagai sesuatu yang dialami. Apa saja yang dimohonkan pembaca kepada Tuhannya, dan adakah frasa itu di antaranya?
- Ayat 43:74 tidak memuat perintah, larangan, atau seruan kepada pembaca. Ayat ini menyebut kelompoknya, tempatnya, dan sifat kekalnya, lalu berhenti. Pembaca yang mengharapkan peringatan menemukan pernyataan tentang keadaan. Ayat dengan bentuk ini dapat dibaca dengan dua cara, yaitu sebagai kabar tentang pihak lain atau sebagai cermin yang dipegang di depan pembaca sendiri. Apakah pernyataan tentang keadaan lebih sulit diabaikan daripada sebuah larangan?
- Frasa azab Jahanam di 67:6 dikaitkan dengan orang-orang yang kufur kepada Tuhan mereka, di 85:10 dengan orang-orang yang menimpakan cobaan kepada mukmin laki-laki dan perempuan lalu tidak bertobat, dan di 43:74 dengan para pendosa. Tiga ayat itu menyebut tiga sebutan, dan teks tidak menyatakan bahwa ketiganya mencakup orang yang sama. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan dapat menimbang kelompok mana yang cocok dengan dirinya, dan apakah dirinya diletakkan di luar semuanya sebelum sempat memeriksa satu per satu.
- Ayat 43:39 menyatakan bahwa pada hari itu tidak berguna bagi kalian, karena kalian telah berbuat zalim, bahwa kalian bersama-sama dalam azab. Sementara itu 43:67 menyebut teman-teman akrab menjadi musuh satu sama lain, kecuali orang-orang bertakwa. Dua ayat itu berada di surah yang sama dan keduanya menyentuh soal kebersamaan, sedangkan 43:74 menyebut para pendosa kekal tanpa menyebut siapa yang menemani. Bagi orang yang selama ini merasa aman karena banyak yang bersamanya, apa arti bersama-sama dalam azab yang di 43:39 disebut tidak berguna?