وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ

Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا ظَلَمْنَاهُمْwa-maa zhalamnaahumdan Kami tidak menzalimi mereka
  2. وَلَٰكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَwa-laakin kaanuu humu zh-zhaalimiinatetapi merekalah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. ظَلَمْنَاهُمْzhalamnaahumKami menzalimi mereka
  3. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  4. كَانُواkaanuumereka adalah
  5. هُمُhumumerekalah
  6. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Prinsip teodisi tegas 'Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah orang-orang yang zalim', konsekuensi yang dialami murni hasil pilihan sendiri, bukan ketidakadilan dari otoritas yang lebih tinggi.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan keadilan Allah: azab yang menimpa adalah konsekuensi kezaliman mereka sendiri, bukan kezaliman dari Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup celah tuduhan tidak adil. Bukan Kami yang menzalimi. Merekalah yang zalim.
  • Kata zalim dipakai dua kali dalam satu kalimat. Sekali dinafikan. Sekali ditempelkan.
  • Kalimat ini membantah keberatan yang belum diucapkan. Allah mendahuluinya. Yang dibantah sebelum dituduhkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar zh-l-m, k-w-n): maa zhalamnaahum wa laakin kaanuu humu zh-zhaalimiin diterjemahkan 'Kami tak menzalimi mereka, merekalah yang zalim' (akar zh-l-m, teodisi: azab akibat perbuatan sendiri, cf. 40:31, 16:118, 29:40). gloss '(terhadap dirinya)' dibuang.