أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan mereka? Tidak demikian, dan utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْam yahsabuuna annaa laa nasma'u sirrahum wa-najwaahumataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan mereka
- بَلَىٰbalaatidak demikian
- وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَwa-rusulunaa ladayhim yaktubuunadan utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat
Terjemahan per kata (11 kata)
- أَمْamataukah
- يَحْسَبُونَyahsabuunamereka mengira
- أَنَّاannaabahwa Kami
- لَاlaatidak
- نَسْمَعُnasma'uKami mendengar
- سِرَّهُمْsirrahumrahasia mereka
- وَنَجْوَاهُمْwa-najwaahumdan bisikan mereka
- بَلَىٰbalaaya
- وَرُسُلُنَاwa-rusulunaadan rasul-rasul Kami
- لَدَيْهِمْladayhimdi sisi mereka
- يَكْتُبُونَyaktubuunamenulis
Inti bacaan
Bentuk (نَسْمَعُ, nasma'u) yang berarti "kami mendengar" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:80 dan 67:10.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ, am yahsabuuna annaa laa nasma'u) yang berarti "ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar". Seperti di 43:79, kata (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" membuka ayat dengan sebuah pertanyaan. Kata (يَحْسَبُونَ, yahsabuuna) yang berarti "mereka mengira" berakar ح-س-ب, dan isi dugaannya dinyatakan sesudah (أَنَّا, annaa) yang berarti "bahwa Kami", yaitu penafian terhadap pendengaran. Bentuk (نَسْمَعُ, nasma'u) berakar س-م-ع dan muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:80 dan 67:10. Di 67:10, (لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ, law kunnaa nasma'u aw na'qilu) yang berarti "andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan", pelakunya mereka sendiri, sedangkan di 43:80 pelakunya Kami.
Pasangan (سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ, sirrahum wa-najwaahum) yang berarti "rahasia dan bisikan mereka" hanya ada di dua ayat, yaitu 9:78 dan 43:80. Di 9:78, (يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ, ya'lamu sirrahum wa-najwaahum) yang berarti "mengetahui rahasia dan bisikan mereka", kata kerjanya mengetahui, sedangkan di 43:80 kata kerjanya mendengar. Kata sirr berakar س-ر-ر dan berpasangan dengan lawannya, (سِرًّا وَعَلَانِيَةً, sirran wa-'alaaniyatan) yang berarti "secara rahasia dan terang-terangan", di empat ayat, yaitu 2:274, 13:22, 14:31, dan 35:29. Karena itu sirr menyebut apa yang tidak diperlihatkan kepada orang lain. Di 20:7, (يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى, ya'lamu s-sirra wa-akhfaa) yang berarti "mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi", ada keadaan yang lebih tersembunyi daripada sirr. Kata (نَجْوَاهُمْ, najwaahum) berakar ن-ج-و, dan di 58:7, (مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ, maa yakuunu min najwaa tsalaatsatin) yang berarti "tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang", kata itu menyangkut pembicaraan yang melibatkan lebih dari satu orang. Terjemahan memakai "bisikan" untuk najwaa di ayat ini karena ayat memasangkannya dengan sirr, "rahasia", sehingga rahasia yang disimpan sendiri dan bisikan yang dibagi dengan orang lain menjadi dua bagian dalam satu pasangan.
Kata (بَلَىٰ, balaa) di ayat ini menjawab dugaan yang berbentuk penafian. Kata ini muncul dua puluh dua kali di enam belas surah, yaitu di 2:81, 2:112, 2:260, 3:76, 3:125, 6:30, 7:172, 16:28, 16:38, 34:3, 36:81, 39:59, 39:71, 40:50, 43:80, 46:33, 46:34, 57:14, 64:7, 67:9, 75:4, dan 84:15. Dugaan berbentuk "tidak akan" dijawab dengan balaa juga di 84:15, 64:7, dan 75:4. Di 84:14, (أَنْ لَنْ يَحُورَ, an lan yahuura) yang berarti "bahwa dia tidak akan kembali", jawabannya di 84:15 ialah (بَلَىٰ إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا, balaa inna rabbahu kaana bihi bashiiran) yang berarti "tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya". Di 64:7 jawabannya (قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي, qul balaa wa-rabbii) yang berarti "katakanlah, tidak demikian, demi Tuhanku". Di 75:3, (أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ, a-yahsabu l-insaanu allan najma'a 'izhaamahu) yang berarti "apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan tulang-belulangnya", jawabannya balaa ada di 75:4. Terjemahan 43:80 memakai "tidak demikian" untuk balaa, sama dengan 84:15 dan 64:7, karena balaa di sini menolak dugaan yang disebut sebelumnya dan tidak menyetujui pertanyaannya.
Kata (وَرُسُلُنَا, wa-rusulunaa) yang berarti "dan utusan-utusan Kami" memuat bentuk rusulunaa yang muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 5:32, 6:61, 7:37, 11:69, 11:77, 29:31, 29:33, dan 43:80. Pihak yang disebut dengan kata ini tidak seragam. Di 5:32, (جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ, jaa'at-hum rusulunaa bi-l-bayyinaati) yang berarti "utusan-utusan Kami datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata". Di 7:37, (جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ, jaa'at-hum rusulunaa yatawaffawnahum) yang berarti "utusan-utusan Kami datang kepada mereka untuk mewafatkan mereka". Di 11:69, (جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ, jaa'at rusulunaa ibraahiima bi-l-busyraa) yang berarti "utusan-utusan Kami datang kepada Ibrahim dengan kabar gembira". Tugas mereka tiga macam, sehingga kata rusulunaa sendiri tidak menentukan jenis utusannya, dan terjemahan 43:80 tidak menambahkan keterangan apa pun selain "utusan-utusan".
Kata (لَدَيْهِمْ, ladayhim) yang berarti "di sisi mereka" muncul enam kali, yaitu di 3:44, 12:102, 23:53, 30:32, 43:80, dan 72:28. Di 3:44 dan 12:102, (وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ, wa-maa kunta ladayhim) yang berarti "dan engkau tidak berada di sisi mereka", kata itu menyebut keberadaan di dekat orang-orangnya pada saat sesuatu terjadi. Dengan arti itu, di 43:80 utusan-utusan Kami ditempatkan dekat para pelaku dan tidak jauh dari mereka.
Kata (يَكْتُبُونَ, yaktubuuna) berakar ك-ت-ب dan muncul lima kali, yaitu di 2:79, 10:21, 43:80, 52:41, dan 68:47. Di 2:79, 52:41, dan 68:47 pelakunya manusia, misalnya (أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ, am 'indahumu l-ghaybu fa-hum yaktubuuna) yang berarti "ataukah di sisi mereka ada yang gaib, lalu mereka menuliskannya". Di 10:21 dan 43:80 pelakunya utusan-utusan Kami. Di 10:21, (إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ, inna rusulanaa yaktubuuna maa tamkuruuna) yang berarti "sesungguhnya utusan-utusan Kami mencatat makar kalian", objek yang dicatat disebut, sedangkan di 43:80 objeknya tidak disebut. Terjemahan memakai "mencatat" untuk pekerjaan utusan-utusan itu di kedua ayat dan "menuliskan" untuk pekerjaan manusia di 52:41 dan 68:47. Di surah 43 bentuk kata kerja akar ini hanya ada dua, yaitu 43:19, (سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ, sa-tuktabu syahaadatuhum) yang berarti "kesaksian mereka akan dituliskan", dan 43:80.
Tafsiran
Pertanyaan di ayat ini menyasar dugaan, dan jawabannya tidak mengulang kata "Kami mendengar". Sesudah (بَلَىٰ, balaa) yang berarti "tidak demikian", ayat langsung memuat (وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ, wa-rusulunaa ladayhim yaktubuuna) yang berarti "dan utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat". Bahwa Kami mendengar terbaca dari balaa yang menolak penafian itu, dan ayat menambahkan pencatatan oleh utusan-utusan Kami, yang tidak ada dalam dugaan itu.
Susunan makar lalu pencatatan ada di 10:21. Ayat itu memuat (قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا, quli llaahu asra'u makran) yang berarti "katakanlah, Allah lebih cepat makar-Nya", disusul pencatatan oleh utusan-utusan Kami atas makar kalian. Di 43:79 dan 43:80 dua unsur itu terpisah di dua ayat: keputusan yang isinya tidak disebut ada di 43:79, dan pencatatan tanpa objek ada di 43:80. Ayat 43:80 tidak menyatakan bahwa yang dicatat ialah urusan di 43:79, sedangkan 10:21 menyatakannya untuk makar. Pembaca dapat menyambungkan keduanya, tetapi sambungan itu datang dari 10:21 dan tidak dari 43:80.
Ayat 43:78 menyebut sikap yang ada di dalam, 43:79 menyebut keputusan yang isinya tidak disebut, dan 43:80 menyebut rahasia dan bisikan. Ketiganya berurusan dengan hal yang tidak diperlihatkan kepada orang lain, tetapi teks tidak menyatakan ketiganya sebagai satu rangkaian dan tidak memakai kata penghubung di antaranya selain am pada dua ayat terakhir. Di 43:30, apa yang keluar dari mulut ketika kebenaran datang dicatat sebagai ucapan, dan 43:80 menyebut dua bentuk ucapan yang tidak dinyatakan kepada khalayak, yaitu yang disimpan dan yang dibisikkan.
Ayat 43:81 mengubah bentuk pembicaraan dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", sehingga pertanyaan-pertanyaan berjajar di 43:79 dan 43:80 berhenti, dan pembicaraan beralih ke pengandaian yang diucapkan oleh satu orang.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mempertanyakan dugaan, yaitu apa yang mereka kira, dan tidak mempertanyakan ucapan atau perbuatan mereka. Dugaan semacam itu tidak terdengar oleh siapa pun sampai ada yang menanyakannya. Di 9:78 pertanyaan yang berdekatan diajukan dengan kata kerja mengetahui, tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, sehingga dua ayat itu sama-sama menunjuk pada anggapan tentang siapa yang mengetahui. Orang dapat memeriksa anggapan yang dipegangnya tentang siapa yang mendengar dan siapa yang tidak. Anggapan mana yang belum pernah diperiksa sampai sekarang?
- Rahasia disimpan sendiri, sedangkan bisikan dibagi dengan sekurang-kurangnya satu orang lain. Ayat ini menyebut keduanya dan tidak memilih salah satu. Di 20:7 Allah disebut mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi daripada rahasia, sehingga tingkat ketersembunyian tidak menjadi batas pengetahuan itu. Pembaca yang pernah menyimpan sesuatu sendirian dan pernah membisikkan sesuatu kepada satu orang dapat membedakan siapa yang dianggapnya mendengar pada masing-masing keadaan. Apakah anggapan itu berubah ketika ada orang kedua?
- Dugaan di ayat ini dijawab dengan pencatatan oleh utusan-utusan Kami di sisi mereka, dan kata mendengar tidak diucapkan ulang. Di 10:21 pencatatan itu diarahkan pada makar kalian, tepat sesudah Allah dinyatakan lebih cepat makar-Nya. Ucapan yang didengar dan ucapan yang dicatat memiliki akhir yang berbeda: yang pertama selesai ketika dikatakan, dan yang kedua tinggal sesudahnya. Orang yang pernah menyesal atas ucapannya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut sesuatu yang tinggal. Ucapan mana yang paling ingin ditarik kembali?
- Di 84:14 orang itu mengira dirinya tidak akan kembali, dan 84:15 menjawab dengan balaa lalu menyebut bahwa Tuhannya selalu melihatnya. Di 64:7 dugaan tidak akan dibangkitkan dijawab dengan balaa dan sumpah demi Tuhan. Ayat 43:80 memakai pola yang sama untuk dugaan tentang pendengaran. Dalam ketiga ayat dugaan itu dikoreksi dengan satu kata yang pendek, lalu diikuti keterangan, bukan sebaliknya. Pembaca yang pernah keliru menduga dapat memperhatikan urutan di ketiga ayat itu: koreksi lebih dulu, alasan sesudahnya. Apakah koreksi pendek seperti itu lebih mudah diterima atau lebih sulit?
- Di 58:7 tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang kecuali Dia yang keempat, dan tidak ada antara lima orang kecuali Dia yang keenam. Ayat 43:80 menyebut bisikan dan utusan-utusan Kami yang berada di sisi mereka. Dua ayat itu berbeda perkataan dan tidak disamakan, tetapi sama-sama menaruh pihak lain di dalam pembicaraan yang dibisikkan. Orang yang membisikkan sesuatu kepada satu orang lain dapat menghitung jumlah yang hadir menurut dua ayat itu, dan hitungannya bertambah satu. Berapa orang yang diandaikan hadir ketika sebuah bisikan diucapkan?
- Pencatatan di ayat ini tidak disebut objeknya, berbeda dari 10:21 yang menyebut makar. Di 43:19 yang dituliskan ialah kesaksian mereka. Karena objeknya tidak disebut di 43:80, pembaca berada di antara dua ayat yang masing-masing menyebut satu objek, dan tidak ada ayat yang memastikan mana yang dimaksud di sini. Orang dapat bertanya apa yang akan tertulis tentang diri sendiri bila tidak seorang pun menyebut isinya, dan apakah jawabannya berasal dari ayat atau dari dugaan sendiri.