سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Mahasuci Tuhan langit dan bumi, Tuhan Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِsubhaana rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi rabbi l-'arsyiMahasuci Tuhan langit dan bumi, Tuhan Arasy
  2. عَمَّا يَصِفُونَ'ammaa yashifuunadari apa yang mereka sifatkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. سُبْحَانَsubhaanaMahasuci
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. رَبِّrabbiTuhan
  6. الْعَرْشِl-'arsyiArasy
  7. عَمَّا'ammaadari apa yang
  8. يَصِفُونَyashifuunamereka sifatkan

Inti bacaan

Pembersihan 'Mahasuci Tuhan langit dan bumi. dari apa yang mereka sifatkan', respons standar terhadap seluruh tuduhan yang telah dibahas sepanjang surah.

Penjelasan pilihan kata

'Mahasuci' dipertahankan sesuai pengecualian eksplisit disiplin larangan superlatif ilahi proyek ini (subhaana, bukan pola superlatif isim faa'il). Kutipan ganda yang terbuka sejak 43:81 ditutup di akhir ayat ini: ayat 43:83 beralih ke perintah langsung kepada Nabi ('fa-dzarhum'), bukan lagi isi yang harus dikatakan.

Tafsiran

Ayat ini menutup bantahan dengan penyucian Allah dari segala sifat yang mereka lekatkan pada-Nya, menegaskan keesaan-Nya sebagai Tuhan langit, bumi, dan Arasy.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy. Tiga. Dari yang di atas kepala sampai ke yang tak terbayangkan.
  • Penyucian itu Dia sebut dari apa yang mereka sifatkan. Bukan dari perbuatan mereka. Yang disucikan dari kata-kata, dan itu yang sedang dipersoalkan.
  • Ayat dibuka dengan Mahasuci. Sebelum menyebut kepemilikan. Penyucian diletakkan di depan, dan keterangan menyusul sebagai alasannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-h, r-b-b, s-m-w, a-r-d, '-r-sh, w-s-f): subhaana rabb diterjemahkan 'Maha Suci Tuhan' (akar s-b-h + akar r-b-b); arsh diterjemahkan 'Arasy' (akar '-r-sh); yasifuun diterjemahkan 'menyifatkan' (akar w-s-f). Selaras.