فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

Maka, biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main, sampai mereka menemui hari mereka yang dijanjikan kepada mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُواfa-dzarhum yakhuudhuu wa-yal'abuumaka, biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main
  2. حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَhattaa yulaaquu yawmahumu lladzii yuu'aduunasampai mereka menemui hari mereka yang dijanjikan kepada mereka

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَذَرْهُمْfa-dzarhummaka biarkanlah mereka
  2. يَخُوضُواyakhuudhuumereka membicarakan kebatilan
  3. وَيَلْعَبُواwa-yal'abuudan mereka bermain
  4. حَتَّىٰhattaasampai
  5. يُلَاقُواyulaaquumereka menemui
  6. يَوْمَهُمُyawmahumuhari mereka
  7. الَّذِيlladziiyang
  8. يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan

Inti bacaan

Pasangan (يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا, yakhuudhuu wa-yal'abuu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:83 dan 70:42.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَذَرْهُمْ, fa-dzarhum) yang berarti "maka biarkanlah mereka". Bentuknya tersusun dari awalan (فَ, fa) yang berarti "maka", kata perintah (ذَرْ, dzar) yang berarti "biarkanlah", dan akhiran (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Bentuk fa-dzarhum muncul enam kali di lima surah, yaitu 6:112, 6:137, 23:54, 43:83, 52:45, dan 70:42. Di 6:112 dan 6:137 perintah itu berhenti pada (فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ, fa-dzarhum wa-maa yaftaruuna) yang berarti "maka biarkanlah mereka bersama apa yang mereka ada-adakan", tanpa batas waktu. Di empat ayat lainnya perintah itu memuat batas. Di 23:54 batasnya (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) yang berarti "sampai suatu waktu", sedangkan di 43:83, 52:45, dan 70:42 batasnya adalah pertemuan dengan sebuah hari. Terjemahan 43:83 memakai "biarkanlah" tanpa tambahan "saja" atau "untuk sementara", karena batas itu sudah dibawa oleh kata hattaa di dalam ayatnya.

Dua kata kerja berikutnya, (يَخُوضُوا, yakhuudhuu) yang berarti "mereka tenggelam" dan (وَيَلْعَبُوا, wa-yal'abuu) yang berarti "dan mereka bermain-main", sama-sama berbentuk jamak untuk pelaku laki-laki. Susunan (يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا, yakhuudhuu wa-yal'abuu) hanya muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 43:83 dan 70:42. Kata kerja pertama berakar خ-و-ض, akar yang dipakai di sembilan ayat, yaitu 4:140, 6:68, 6:91, 9:65, 9:69, 43:83, 52:12, 70:42, dan 74:45. Di 4:140 dan 6:68 kata kerjanya disusul (فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ, fii hadiitsin ghayrihi) yang berarti "ke dalam pembicaraan lain", sehingga gerakannya menuju sesuatu yang disebut. Di 6:91 dan 52:12 akar yang sama menjadi kata benda yang menandai keadaan, yaitu (فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ, fii khawdhihim yal'abuuna) yang berarti "dalam ketenggelaman mereka, mereka bermain-main" dan (فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ, fii khawdhin yal'abuuna) yang berarti "dalam keadaan tenggelam, mereka bermain-main". Di 43:83 tidak ada kata fii dan tidak ada benda yang disebut sebagai tempat mereka masuk, sehingga kata kerjanya berdiri langsung di samping yal'abuu.

Pasangan akar خ-و-ض dan ل-ع-ب dalam satu ayat ada di lima tempat, yaitu 6:91, 9:65, 43:83, 52:12, dan 70:42. Di 9:65 pasangan itu keluar dari mulut orang-orang itu sendiri sebagai jawaban atas pertanyaan, (إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ, innamaa kunnaa nakhuudhu wa-nal'abu), sedangkan di empat ayat lain pasangan itu dipakai untuk menggambarkan mereka. Akar ل-ع-ب juga bersanding dengan akar ل-ه-و dalam satu ayat di enam tempat, yaitu 6:32, 6:70, 7:51, 29:64, 47:36, dan 57:20. Di 43:83 pasangannya lain, yaitu akar خ-و-ض.

Batas perintah itu dibuka dengan (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai" dan disusul (يُلَاقُوا, yulaaquu) yang berarti "mereka menemui" dari akar ل-ق-ي. Rangkaian (حَتَّىٰ يُلَاقُوا, hattaa yulaaquu) muncul tiga kali, yaitu di 43:83, 52:45, dan 70:42, dan ketiganya berobjek (يَوْمَهُمُ, yawmahumu) yang berarti "hari mereka". Bentuk yawmahumu pun hanya ada di tiga ayat itu. Hari itu diberi keterangan yang berbeda. Di 43:83 dan 70:42 keterangannya (الَّذِي يُوعَدُونَ, lladzii yuu'aduuna) yang berarti "yang dijanjikan kepada mereka", dan di 52:45 keterangannya (الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ, alladzii fiihi yush'aquuna) yang berarti "yang di dalamnya mereka dibinasakan".

Kata kerja (يُوعَدُونَ, yuu'aduuna) berakar و-ع-د dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang menjanjikan tidak disebut di ayat ini. Bentuk persis yuu'aduuna ada di sepuluh ayat, yaitu 19:75, 23:93, 26:206, 43:83, 46:16, 46:35, 51:60, 70:42, 70:44, dan 72:24. Arahnya tidak seragam. Di 46:16 kata itu menyifati penghuni taman, (وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ, wa'da sh-shidqi lladzii kaanuu yuu'aduuna) yang berarti "janji yang benar yang dahulu dijanjikan kepada mereka". Di 51:60 kata itu mengikuti (فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا, fa-waylun li-lladziina kafaruu) yang berarti "maka celakalah orang-orang yang kufur", yaitu (مِنْ يَوْمِهِمُ الَّذِي يُوعَدُونَ, min yawmihimu lladzii yuu'aduuna) yang berarti "dari hari mereka yang dijanjikan". Karena satu bentuk dipakai untuk kabar baik dan kabar buruk, terjemahan memilih "dijanjikan" dan tidak "diancamkan". Pihak yang berjanji disebut di tempat lain, misalnya (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar", yang ada di delapan ayat, yaitu 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17.

Tafsiran

Ayat ini menjawab rangkaian 43:78 sampai 43:82 dengan satu perintah. Di 43:78 sampai 43:80 pembicaraan menyangkut kebenaran yang datang lalu dibenci, urusan yang mereka putuskan, serta rahasia dan bisikan yang terdengar dan tercatat. Di 43:81 dan 43:82 pembicaraan pindah ke pengandaian tentang seorang anak bagi Ar-Rahman dan penyucian Tuhan langit, bumi, dan Arasy. Sesudah semua itu 43:83 tidak menambah argumen. Ayat ini memerintahkan pembiaran, dan pembiaran itu diberi ujung. Pihak yang diajak bicara maupun pihak "mereka" tidak diberi nama di sini.

Perintah membiarkan di sini berjalan bersama ucapan, tidak menggantikannya. Di 6:91 perintah (ثُمَّ ذَرْهُمْ, tsumma dzarhum) yang berarti "kemudian biarkanlah mereka" datang sesudah (قُلِ اللَّهُ, quli llaahu) yang berarti "katakanlah, 'Allah'". Di 6:70 perintah meninggalkan disusul (وَذَكِّرْ بِهِ, wa-dzakkir bihi) yang berarti "dan peringatkanlah dengannya". Di 43:83 perintahnya didahului (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah" di 43:81, dan surah ini ditutup oleh 43:89 dengan (فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَامٌ, fa-shfah 'anhum wa-qul salaamun) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, 'Salam'". Dalam ketiga ayat itu membiarkan atau berpaling berdampingan dengan perintah berbicara.

Batas pembiaran di sini juga berbeda dari 4:140 dan 6:68. Di dua ayat itu batasnya (حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ, hattaa yakhuudhuu fii hadiitsin ghayrihi) yang berarti "hingga mereka beralih ke pembicaraan lain", yaitu perubahan yang dilakukan oleh mereka sendiri. Di 43:83 batasnya pertemuan dengan hari yang dijanjikan, dan ayat tidak menyatakan bahwa mereka beralih lebih dulu. Isi hari itu tidak diuraikan di sini. Uraiannya ada di ayat-ayat bersusunan sama, yaitu 52:46 dan 70:43 sampai 70:44.

Dalam surah ini hari itu disambung oleh ayat-ayat sesudahnya. Ayat 43:85 menyebut Allah yang di sisi-Nya terdapat pengetahuan tentang (السَّاعَةِ, s-saa'ati) yang berarti "hari kiamat", dan 43:89 menutup surah dengan (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "kelak mereka akan mengetahui". Perintah membiarkan di 43:83 dan perintah berpaling di 43:89 sama-sama berujung pada waktu itu, dan di antara keduanya ayat-ayat tetap berbicara tentang Allah, syafaat, dan jawaban mereka sendiri tentang siapa yang menciptakan.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah membiarkan di 43:83 datang bersama batasnya, yaitu sampai mereka menemui hari mereka. Perintah yang sama di 6:112 dan 6:137 berhenti pada apa yang mereka ada-adakan dan tidak menyebut batas, sedangkan di sini pembiaran itu punya ujung. Orang yang pernah menunggu seseorang berubah tanpa tahu sampai kapan mengenal beratnya perintah yang tidak berujung. Di 40:55 Allah disebut berjanji, dan janji itu dinyatakan benar sesudah perintah untuk bersabar. Ayat 40:55 memerintahkan bersabar dan tidak membicarakan pembiaran, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya kepada diri sendiri, apakah batas pembiaran yang sedang dijalaninya terhadap seseorang sudah diketahuinya, atau dijalaninya seakan tidak berujung?
  • Di 6:91 perintah membiarkan datang sesudah perintah mengucapkan satu kata, dan di 6:70 perintah meninggalkan disusul perintah memperingatkan. Di 43:83 perintah membiarkan berada di antara 43:81 yang memuat perintah berbicara dan 43:89 yang memuat perintah mengucapkan salam. Pembiaran dalam ketiga ayat itu tidak berarti diam. Di 43:88 terdapat ucapan yang dialamatkan kepada Tuhan, (يَا رَبِّ, yaa rabbi), tentang kaum yang tidak beriman. Orang yang berhenti membujuk seseorang masih memegang beberapa kemungkinan, yaitu berhenti bicara kepadanya, tetap menyapanya, atau membawa urusannya kepada Tuhan. Mana dari ketiganya yang sedang dipilihnya, dan sudahkah dibedakannya?
  • Dua kata kerja yang melukiskan keadaan mereka tidak menyebut perbuatan jahat tertentu, hanya tenggelam dan bermain. Di 6:70 akar bermain yang sama dipakai bagi orang yang menjadikan agama mereka permainan dan kelengahan, (لَعِبًا وَلَهْوًا, la'iban wa-lahwan). Ayat 43:83 menyebut kedua keadaan itu tanpa menyebut apa yang mereka tenggelami. Seseorang dapat tenggelam sedalam-dalamnya dalam sesuatu dan tetap digambarkan sedang bermain, sehingga kedalaman keterlibatan belum menjadi bukti bahwa sesuatu itu sungguh-sungguh. Bagian mana dari urusan yang ia kerjakan dengan penuh tenaga, bila ditimbang pada hari yang disebut ayat ini, akan terdengar seperti permainan?
  • Ayat ini menyebut (يَوْمَهُمُ, yawmahumu), "hari mereka", dan tidak "hari itu". Di 82:19 urusan pada hari itu disebut milik Allah, dan di 40:16 pertanyaan "milik siapa kerajaan pada hari ini?" dijawab "milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk". Ayat-ayat itu menyebut urusan dan kerajaan pada hari itu sebagai milik Allah, sedangkan 43:83 menaruh hari pada mereka, dengan arti yang berbeda dan tidak saling menafsirkan. Dapat dibaca bahwa hari itu adalah hari yang akan menjadi bagian mereka, sementara urusan pada hari itu menurut 82:19 tetap milik Allah. Seandainya hari itu dinamai dengan nama pembaca sendiri, hari macam apa yang akan terbayang olehnya?
  • Pelaku kata kerja "menemui" di 43:83 adalah mereka sendiri, (يُلَاقُوا, yulaaquu), dan harinya menjadi objek. Gambarnya adalah mereka yang tetap tenggelam dan bermain sampai pertemuan dengan hari yang dijanjikan itu terjadi. Susunan yang sama ada di 52:45 dan 70:42, dan di 52:46 disebutkan bahwa pada hari itu siasat mereka tidak berguna dan mereka tidak ditolong. Ayat 52:46 tidak menyebut bagaimana mereka menjalani waktu sebelum hari itu. Pembaca dapat meninjau arah hidupnya sendiri, yaitu ke mana hidup itu sedang menuju sementara perhatiannya tertuju pada hal lain?
  • Kata "dijanjikan" di 43:83 berbentuk pasif, dan pihak yang menjanjikan tidak disebut. Di 46:16 bentuk yang sama dipakai bagi janji yang benar kepada penghuni taman, dan di 51:60 bagi hari yang membuat orang kufur celaka. Pembaca yang mendengar kata itu lebih dulu membayangkan kabar baik atau kabar buruk, tergantung kepada siapa kata itu diarahkan. Di 30:60 dan 31:33 Allah disebut sebagai pemilik janji yang benar, dan 43:83 memakai kata yang berakar sama tanpa menyebut-Nya. Kabar apa yang pertama terbayang oleh pembaca ketika mendengar kata "dijanjikan", dan dari mana kebiasaan membayangkan itu berasal?