وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ
Dialah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi. Dialah Sang Penuh Hikmah lagi Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌwa-huwa lladzii fii s-samaa'i ilaahun wa-fii l-ardhi ilaahunDialah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi
- وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُwa-huwa l-hakiimu l-'aliimuDialah Sang Penuh Hikmah lagi Sang Berilmu
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الَّذِيlladziiyang
- فِيfiidi
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- وَفِيwa-fiidan pada
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Klaim universal 'Dialah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi', kesatuan otoritas yang tidak terbagi antara ranah kosmis dan duniawi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(yang disembah)' (2x) tidak dipakai. 'Al-hakiimu al-aliimu' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah lagi Sang Berilmu', konsisten disiplin larangan superlatif ilahi dan urutan kata Arab (lih. 12:83, 12:100).
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keesaan ketuhanan Allah yang meliputi langit dan bumi sekaligus, didasari hikmah dan pengetahuan-Nya yang sempurna.
Renungan dan Hikmah
- Dua tempat disebut dengan satu Tuhan yang sama. Langit dan bumi. Allah tidak membagi wilayah.
- Yang dibantah pembagian kekuasaan. Bukan keberadaan-Nya. Yang keliru anggapan tentang batas wilayah.
- Dua sifat penutupnya hikmah dan ilmu. Allah menaruh keduanya sesudah klaim kekuasaan. Yang berkuasa juga yang tahu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah' (takrif corpus); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).