وَتَبَارَكَ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Berkahlah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَتَبَارَكَ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاwa-tabaaraka lladzii lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaaberkahlah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya
- وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِwa-'indahu 'ilmu s-saa'atidan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat
- وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَwa-ilayhi turja'uunadan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَتَبَارَكَwa-tabaarakadan berkahlah
- الَّذِيlladziiyang
- لَهُlahubaginya
- مُلْكُmulkukerajaan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- وَعِنْدَهُwa-'indahudan di sisi-Nya
- عِلْمُ'ilmupengetahuan
- السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
- وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
- تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
Inti bacaan
Bunyi (وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ, wa-'indahu 'ilmu s-saa'ati) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:85.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَبَارَكَ, wa-tabaaraka) yang berarti "dan berkahlah", tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan" dan kata kerja tabaaraka dari akar ب-ر-ك. Bentuk tabaaraka ada di sembilan ayat, yaitu 7:54, 23:14, 25:1, 25:10, 25:61, 40:64, 43:85, 55:78, dan 67:1, dan hanya 43:85 yang memakai wa di depannya. Lima ayat memakai (تَبَارَكَ الَّذِي, tabaaraka lladzii) yang berarti "berkahlah Yang", yaitu 25:1, 25:10, 25:61, 43:85, dan 67:1. Dua di antaranya langsung bersambung ke kerajaan: 67:1 berbunyi (تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ, tabaaraka lladzii bi-yadihi l-mulku) yang berarti "berkahlah Yang di tangan-Nya kekuasaan", dan 25:1 diikuti 25:2 yang dibuka (الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, alladzii lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi). Terjemahan memakai "Berkahlah" dan tidak "Mahaberkah", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan "maha".
Kata (مُلْكُ, mulku) yang berarti "kerajaan" berakar م-ل-ك. Susunan (لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:107, 5:40, 7:158, 9:116, 25:2, 39:44, 43:85, 57:2, 57:5, dan 85:9. Surah 57 memuatnya dua kali, sehingga sepuluh kemunculan itu tersebar di sembilan surah. Bagian (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "serta apa yang ada di antara keduanya" menyambung ke kerajaan langit dan bumi di empat ayat, yaitu 5:17, 5:18, 38:10, dan 43:85. Di 5:17 dan 5:18 pemiliknya ditunjuk dengan huruf li, (وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa), dan di 38:10 dengan (أَمْ لَهُمْ, am lahum) yang berarti "ataukah milik mereka". Bentuk dengan lahu, "milik-Nya", disusul wa-maa baynahumaa hanya ada di 43:85 di seluruh Al-Qur'an.
Kata (وَعِنْدَهُ, wa-'indahu) yang berarti "dan di sisi-Nya" disusul (عِلْمُ السَّاعَةِ, 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "pengetahuan tentang hari kiamat". Susunan 'ilmu s-saa'ati ada tiga kali, yaitu di 31:34, 41:47, dan 43:85. Kata 'indahu, dengan atau tanpa huruf awalan, mendahului 'ilmu di empat ayat, yaitu 13:43, 31:34, 43:85, dan 53:35, dan bunyi persis (وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ, wa-'indahu 'ilmu s-saa'ati) hanya ada di 43:85. Bentuk wa-'indahu ada di tiga ayat, yaitu 6:59, 13:39, dan 43:85. Salah satunya, 6:59, berbunyi (وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ, wa-'indahu mafaatihu l-ghaybi) yang berarti "dan di sisi-Nya kunci-kunci yang gaib". Di 7:187 dan 33:63 pengetahuan tentang saat yang sama ditulis (عِلْمُهَا, 'ilmuhaa) yang berarti "pengetahuan tentangnya", dan di 33:63 berbunyi (إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ, innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahi). Terjemahan memakai "pengetahuan" bagi 'ilm di semua tempat yang membicarakan saat itu, yaitu 7:187, 31:34, 33:63, 41:47, dan 43:85, supaya satu kata Arab mendapat satu padanan.
Kata kerja terakhir (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) yang berarti "kalian dikembalikan" berakar ر-ج-ع dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang mengembalikan tidak disebut. Kata ganti yang dipakai berubah di ujung ayat. Tiga bagian pertama berbicara tentang Dia dengan kata ganti orang ketiga, yaitu (لَهُ, lahu), (عِنْدَهُ, 'indahu), dan (إِلَيْهِ, ilayhi), lalu kata kerja terakhir memakai "kalian". Susunan (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna) muncul sembilan kali, yaitu di 2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 36:22, 36:83, 41:21, dan 43:85. Kata "hanya" dalam terjemahan 43:85 tidak punya kata Arab sendiri, dan kata itu mengikuti letak ilayhi di depan kata kerja. Dari sembilan ayat tadi, terjemahan memakai "hanya" di 28:70, 28:88, 36:22, 36:83, dan 43:85, dan tidak memakainya di 2:245, 10:56, 11:34, dan 41:21.
Tafsiran
Ayat ini menyusun tiga klaim berurutan tentang satu pihak, yaitu apa yang menjadi milik-Nya, apa yang ada di sisi-Nya, dan ke mana pendengar akan kembali. Ayat 43:84 sebelumnya menyatakan Dia ilaah di langit dan di bumi, lalu 43:85 menambah kerajaan atas langit, bumi, dan yang di antaranya, kemudian pengetahuan tentang hari kiamat, dan terakhir pengembalian. Ketiganya ditaruh pada satu pihak yang sama, dan ayat tidak membagi sebagian ke pihak lain.
Akar م-ل-ك muncul di dua ayat berurutan. Ayat 43:85 menyebut (مُلْكُ, mulku) milik-Nya, dan 43:86 menyebut (يَمْلِكُ, yamliku) yang berarti "memiliki" dalam kalimat penyangkalan bagi mereka yang diseru selain Dia. Susunan serupa ada di 5:17, tempat pertanyaan (فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا, fa-man yamliku mina llaahi syay'an) yang berarti "maka siapakah yang memiliki sesuatu pun dari Allah" bersebelahan dengan kerajaan langit dan bumi dalam satu ayat. Ayat 38:10 mengajukan pertanyaan terbalik, "ataukah milik mereka kerajaan langit dan bumi", dan 43:85 menyatakan kerajaan itu milik-Nya. Dapat dibaca bahwa 43:85 menyiapkan dasar bagi 43:86, dan hubungan itu terbaca dari akar kata yang dipakai kedua ayat.
Penutup ayat ini juga punya padanan di 5:18. Di sana (وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) disusul (وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ, wa-ilayhi l-mashiiru) yang berarti "dan kepada-Nya tempat kembali". Rangkaian itu muncul sesudah pernyataan tentang anak, yaitu di 5:18 sesudah ucapan "kami adalah anak-anak Allah", dan di 43:85 beberapa ayat sesudah pengandaian tentang seorang anak bagi Ar-Rahman di 43:81. Urutannya sama, yaitu kerajaan lebih dulu, lalu tempat kembali. Ayat 41:47 menyatukan dua hal yang di 43:85 dipisah, yaitu (إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ, ilayhi yuraddu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "kepada-Nya dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat".
Pengetahuan tentang hari kiamat di sini bersambung dengan 43:66, yang menyatakan bahwa mereka tidak menunggu apa pun kecuali hari kiamat, yang datang (بَغْتَةً, baghtatan) yang berarti "tiba-tiba", (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "sedangkan mereka tidak menyadari". Ayat 43:66 menyatakan bahwa hari itu datang tiba-tiba, dan 43:85 menyatakan pengetahuan tentangnya ada di sisi Dia. Ayat 43:85 tidak menyebut kapan hari itu, dan tidak menyebut siapa yang boleh mengetahuinya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh dua hal berdampingan, kerajaan atas langit, bumi, dan yang di antaranya, lalu pengetahuan tentang hari kiamat. Keduanya dikatakan milik satu pihak. Pembaca yang memegang sesuatu, misalnya sebuah usaha, sebuah keluarga, atau kesehatan sendiri, dapat melihat bahwa memegang tidak selalu berarti mengetahui kapan sesuatu itu berubah. Ayat ini menyatakan bahwa pengetahuan tentang saat ada di sisi-Nya, tanpa menyebut hal itu sebagai kekurangan manusia. Dalam hal apa pembaca merasa memegang kendali padahal waktunya tidak diketahuinya, dan bagaimana bagian yang tidak diketahui itu diperlakukannya?
- Di 7:187 orang-orang bertanya tentang saat itu, dan jawabannya menyebut bahwa pengetahuan tentangnya ada pada Tuhan. Di 33:63 pertanyaan yang sama dijawab dengan menunjuk kepada Allah, dan ayat itu menambahkan bahwa boleh jadi saat itu sudah dekat. Kedua ayat itu tidak memberi tanggal, dan keduanya menjawab dengan menunjuk kepada-Nya. Pembaca yang terbiasa menunggu kepastian jadwal dapat memperhatikan cara ayat-ayat ini menjawab. Apa yang dilakukannya dengan hal-hal yang jawabannya, menurut ayat ini, ada di sisi Dia?
- Tiga bagian pertama ayat ini berbicara tentang Dia dengan kata ganti orang ketiga, yaitu milik-Nya, di sisi-Nya, dan kepada-Nya. Kata kerja terakhir memakai kata ganti orang kedua, "kalian dikembalikan". Perubahan itu terjadi di ujung ayat tanpa kata pengantar. Pembaca yang sejak awal mengikuti ayat sebagai keterangan tentang Dia mendapati dirinya disebut di kalimat terakhir. Pada kata apa dalam ayat ini pembaca mulai merasa bahwa pembicaraan tidak lagi tentang pihak lain, dan sudahkah diperhatikannya saat itu ketika membaca ayat-ayat lain tentang Tuhan?
- Kata kerja "dikembalikan" di 43:85 berbentuk pasif, dan ayat tidak menyebut siapa yang mengembalikan. Ayat menyebut tujuannya, yaitu kepada-Nya. Di 41:47 pengetahuan tentang saat yang dikembalikan kepada-Nya, dan di 43:85 pendengar yang dikembalikan, dengan kata kerja berakar berbeda tetapi tujuan yang sama. Seseorang yang pernah menerima kabar tanpa nama pengirimnya dapat mengenali bagaimana tujuan terasa lebih jelas daripada pelaku. Jika pembaca membayangkan dirinya sedang dikembalikan, tujuan mana yang paling mudah terbayang, dan mengapa tujuan itu yang terbayang?
- Ayat ini menyebut kerajaan langit, bumi, dan juga apa yang ada di antara keduanya, (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa). Bagian tengah itu tidak punya nama sendiri, dan ayat memasukkannya ke dalam kerajaan yang sama. Menurut ayat ini yang berada di antara langit dan bumi sama-sama tercakup, sehingga tidak ada kategori ketiga yang berdiri di luar kerajaan Dia. Pembaca yang terbiasa menaruh sebagian urusannya di tempat yang tidak tergolong besar maupun penting dapat bertanya tentang tempat itu. Hal apa dalam hidupnya yang dianggap terlalu kecil untuk masuk hitungan, padahal ayat ini tidak menyisakan tempat di luar kerajaan Dia?
- Ayat yang berisi kerajaan, pengetahuan tentang hari kiamat, dan pengembalian ini dibuka dengan kata kerja yang berarti "berkahlah". Kata yang sama membuka 25:1 dan 67:1, dua ayat yang juga membicarakan kerajaan. Isi ayat 43:85 sesudahnya menyusul, sehingga kata pertama yang didengar pembaca adalah tentang berkah. Pembaca yang mendengar kata "kerajaan" dan "hari kiamat" dalam satu kalimat bisa lebih dulu menangkap nada yang lain dari yang dibawa kata pembuka itu. Ketika membaca ayat ini, nada apa yang pertama terdengar, dan dari bagian mana nada itu berasal, dari kata pembukanya atau dari bayangan yang sudah ada sebelum membaca?