وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Yang mereka seru selain Dia tidak memiliki syafaat, kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran dan mereka mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَwa-laa yamliku lladziina yad'uuna min duunihi sy-syafaa'atayang mereka seru selain Dia tidak memiliki syafaat
  2. إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَillaa man syahida bi-l-haqqi wa-hum ya'lamuunakecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran dan mereka mengetahui

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. يَمْلِكُyamlikumemiliki
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  5. مِنْmindari
  6. دُونِهِduunihiselain-Nya
  7. الشَّفَاعَةَsy-syafaa'atasyafaat
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. مَنْmanorang yang
  10. شَهِدَsyahidabersaksi
  11. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  12. وَهُمْwa-humdan mereka
  13. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Bunyi (الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, lladziina yad'uuna min duunihi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:14, 40:20, dan 43:86.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَا يَمْلِكُ, wa-laa yamliku) yang berarti "dan tidak memiliki", dari akar م-ل-ك, akar yang sama dengan (مُلْكُ, mulku) "kerajaan" di 43:85. Objeknya (الشَّفَاعَةَ, sy-syafaa'ata) yang berarti "syafaat" berakar ش-ف-ع. Kata ini memakai kata sandang al- di lima ayat, yaitu 19:87, 20:109, 34:23, 39:44, dan 43:86. Di 19:87 kata kerja dan objeknya berbunyi (لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ, laa yamlikuuna sy-syafaa'ata) yang berarti "mereka tidak memiliki syafaat", dan terjemahan 43:86 memakai padanan yang sama, yaitu "memiliki syafaat". Terjemahan tidak menambahkan kata "kuasa", karena yang tertulis di ayat ini adalah kata kerja "memiliki" dan benda "syafaat".

Bagian (الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, lladziina yad'uuna min duunihi) yang berarti "yang mereka seru selain Dia", dengan atau tanpa huruf wa di depannya, muncul tiga kali, yaitu di 13:14, 40:20, dan 43:86. Dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah" sebagai gantinya, bunyi itu muncul tiga kali lagi, yaitu di 6:108, 10:66, dan 16:20. Kata kerja (يَدْعُونَ, yad'uuna) berakar د-ع-و dan berarti "mereka menyeru". Kata sembah berakar ع-ب-د, dan akar itu tidak ada di 43:86, sehingga terjemahan tidak memakai "sembahan-sembahan". Terjemahan memakai "Yang mereka seru selain Dia", sama dengan 13:14 dan 16:20. Di 16:20 pihak yang diseru dinyatakan terpisah dari penyerunya oleh (وَهُمْ يُخْلَقُونَ, wa-hum yukhlaquuna) yang berarti "dan mereka sendiri diciptakan", dan di 13:14 oleh (لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ, laa yastajiibuuna lahum bi-syay'in) yang berarti "tidak mengabulkan bagi mereka apa pun". Ayat 43:86 tidak memuat petunjuk seperti itu, sehingga pembacaan "yang diseru" mengikuti pola dua ayat tadi dan teks 43:86 sendiri tidak memutuskannya. Bagian (مِنْ دُونِهِ, min duunihi) diterjemahkan "selain Dia", sama dengan min duuni llaahi yang diterjemahkan "selain Allah" di 16:20.

Bagian pengecualian dibuka dengan (إِلَّا مَنْ, illaa man) yang berarti "kecuali orang yang", disusul (شَهِدَ, syahida) yang berarti "bersaksi" dan (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan kebenaran". Kata kerja syahida, dengan atau tanpa huruf wa di depannya, muncul enam kali, yaitu di 2:185, 3:18, 12:26, 41:20, 43:86, dan 46:10. Gabungan (شَهِدَ بِالْحَقِّ, syahida bi-l-haqqi) hanya ada di 43:86 di seluruh Al-Qur'an. Di 3:18 kata kerja yang sama dipakai dalam (شَهِدَ اللَّهُ, syahida llaahu) yang berarti "Allah bersaksi", sehingga kata itu tidak khusus untuk manusia. Terjemahan memakai "kebenaran" bagi al-haqq, seperti di 43:78, ayat lain dalam surah ini yang memuat bunyi (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi).

Penutupnya (وَهُمْ يَعْلَمُونَ, wa-hum ya'lamuuna) yang berarti "dan mereka mengetahui" muncul tujuh kali, yaitu di 2:75, 2:146, 3:75, 3:78, 3:135, 43:86, dan 58:14. Kata kerja ya'lamuuna di semua ayat itu berdiri tanpa objek. Terjemahan memakai "mengetahui" tanpa "-nya", seperti 2:146, 3:78, dan 3:135, karena tidak ada kata ganti objek di ayat ini. Kata syahida berbentuk tunggal, sedangkan hum berbentuk jamak, dan ayat tidak menjelaskan peralihan itu.

Tafsiran

Ayat ini mengambil syafaat, yang di ayat lain disebut sebagai milik pihak tertentu, dan menyatakan siapa yang tidak memilikinya. Di 39:43 ada pertanyaan (أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ, ami ttakhadzuu min duuni llaahi syufa'aa'a) yang berarti "ataukah mereka mengambil pemberi-pemberi syafaat selain Allah", dan 39:44 menjawab (لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا, li-llaahi sy-syafaa'atu jamii'an) yang berarti "milik Allahlah syafaat seluruhnya". Ayat 43:86 sampai pada pokok yang sama dari sisi pihak yang diseru, yaitu bahwa mereka tidak memilikinya.

Pengecualian di ayat ini ditulis dengan cara yang berbeda dari ayat-ayat lain yang berpola sama. Di 19:87 pengecualiannya (إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا, illaa mani ttakhadza 'inda r-rahmaani 'ahdan) yang berarti "kecuali orang yang telah membuat perjanjian di sisi Ar-Rahman". Di 20:109 pengecualiannya (إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ, illaa man adzina lahu r-rahmaanu) yang berarti "kecuali orang yang telah diberi izin oleh Ar-Rahman", dan di 34:23 (إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ, illaa li-man adzina lahu) yang berarti "kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya". Ketiganya menyebut izin atau perjanjian dari pihak yang memberi. Ayat 43:86 menyebut perbuatan orang itu sendiri, yaitu bersaksi dengan kebenaran, dan keadaannya, yaitu mengetahui, tanpa menyebut izin. Ayat-ayat itu tidak menyambungkan keduanya dengan kata penghubung, dan ayat 43:86 tidak membatalkan 20:109 maupun 34:23. Dapat dibaca bahwa keempatnya menggambarkan satu pengecualian dari sudut yang berlainan, tetapi pembacaan itu tidak dinyatakan oleh ayat mana pun.

Dalam urutan 43:85 sampai 43:87 ayat ini berada di tengah. Ayat 43:85 menyatakan kerajaan dan pengetahuan tentang saat milik Dia, ayat 43:86 menyatakan apa yang tidak dimiliki yang diseru, dan ayat 43:87 beralih ke jawaban mereka sendiri tentang siapa yang menciptakan. Akar م-ل-ك hadir di dua ayat pertama, sehingga penyangkalan di 43:86 terbaca sebagai lanjutan pernyataan di 43:85. Kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) juga menghubungkan 43:86 dengan 43:78. Di 43:78 kebenaran dibawa kepada kalian dan kebanyakan kalian membencinya, sedangkan di 43:86 ada orang yang bersaksi dengannya. Kedua ayat itu tidak menyebut orang yang sama, dan 43:86 tidak menyatakan siapa yang dimaksud dengan orang yang bersaksi itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memakai kata kerja "memiliki" bagi syafaat, seakan syafaat adalah sesuatu yang dipegang oleh pihak tertentu. Ayat 39:44 menyatakan bahwa syafaat seluruhnya milik Allah, dan 43:86 menyatakan bahwa pihak yang diseru tidak memilikinya. Orang yang sedang dalam kesulitan bisa menyebut nama seseorang yang dianggap punya pengaruh, dan nama itu muncul lebih dulu daripada nama yang lain. Ayat ini tidak membicarakan hubungan sosial seperti itu, tetapi bahasanya tentang kepemilikan bisa dipakai pembaca untuk bertanya pada diri sendiri. Nama siapa yang pertama muncul ketika pertolongan dibutuhkan, dan sudahkah ditimbang apakah pemilik nama itu memegang apa yang diminta?
  • Pengecualian di ayat ini dituliskan lewat perbuatan orang, yaitu bersaksi dengan kebenaran sambil mengetahui, sedangkan di 20:109 dan 34:23 lewat izin dari pihak yang memberi. Ayat 10:3 memuat bentuk yang lain lagi, yaitu tidak ada pemberi syafaat kecuali setelah izin-Nya. Orang yang membaca satu ayat dan mengira sudah menguasai syaratnya dapat memeriksa apakah ayat lain menambah sudut. Tiap ayat menggambarkan pengecualian dari sudut yang berbeda tanpa membatalkan yang lain. Syarat apa yang selama ini dibayangkan pembaca tentang pengecualian ini, dan dari ayat mana syarat itu berasal?
  • Kata kerja bersaksi di 43:86 adalah kata yang sama dengan (شَهِدَ اللَّهُ, syahida llaahu) di 3:18, yang berarti Allah bersaksi. Kata itu tidak khusus untuk manusia, dan di 43:86 kata itu dipakai bagi orang yang bersaksi dengan kebenaran. Ayat-ayat itu tidak menyamakan kesaksian orang itu dengan kesaksian Allah, dan 43:86 tidak membandingkan keduanya. Namun pembaca yang menggunakan kata "bersaksi" untuk hal-hal kecil, misalnya bersumpah bahwa dirinya berkata sebenarnya, dapat memperhatikan bahwa Al-Qur'an memakai kata yang sama untuk Dia. Apa yang berubah pada cara pembaca memakai kata itu, bila diingatnya bahwa kata itu juga dipakai tentang Allah?
  • Kata kebenaran muncul di 43:78 sebagai sesuatu yang dibawa kepada kalian, sedangkan kebanyakan kalian membencinya, dan di 43:86 sebagai sesuatu yang dipersaksikan oleh seseorang. Kata yang sama menaungi dua sikap yang berlawanan, dan ayat tidak menyebut apa yang membedakan orang yang membenci dari orang yang bersaksi. Pembaca dapat membayangkan dua orang yang mendengar hal benar yang sama, satu menyingkirkannya dan satu menyatakannya. Ayat-ayat ini tidak menjelaskan sebab perbedaan itu, dan tidak ada alasan untuk mengisinya. Ketika pembaca mendengar sesuatu yang benar, dan ternyata tidak enak didengar, ke arah mana kecenderungannya yang pertama?
  • Penutup ayat ini, wa-hum ya'lamuuna, berdiri tanpa menyebut apa yang diketahui. Di 2:146 kalimat yang sama menyertai orang yang menyembunyikan kebenaran, dan di 3:78 menyertai orang yang berkata dusta atas nama Allah. Di 3:135 kalimat itu menyertai orang yang tidak meneruskan kesalahannya, dan di 43:86 menyertai orang yang bersaksi dengan kebenaran. Pengetahuan itu sendiri tidak menentukan arah perbuatannya, dan arah itu ditentukan oleh kata kerja yang mendahuluinya. Apa yang diketahui pembaca tentang suatu hal, dan kata kerja apa yang sekarang menyertai pengetahuan itu, menyembunyikan, mengatakan, atau menyaksikan?
  • Hampir seluruh ayat ini membicarakan pihak lain, yaitu yang diseru dan yang tidak memiliki syafaat. Baru di bagian "kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran" muncul tempat yang dapat ditempati seseorang. Ayat tidak menyebut orang itu dengan nama atau golongan, dan tidak menyatakan bagaimana seseorang sampai di sana. Pembaca bisa memeriksa di mana ia menempatkan dirinya saat membaca, apakah pada yang menyeru, pada yang diseru, atau pada orang yang bersaksi. Letak itu tidak ditentukan oleh ayat ini. Di bagian mana dari kalimat ini pembaca mendapati dirinya berdiri, dan apakah itu sesuai dengan tempat yang diharapkannya sebelumnya?