وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan mereka, pasti mereka akan berkata, “Allah.” Maka bagaimana mereka dipalingkan?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْwa-la-in sa'altahum man khalaqahumdan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan mereka
  2. لَيَقُولُنَّ اللَّهُla-yaquulunna llaahupasti mereka akan berkata, Allah
  3. فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَfa-annaa yu'fakuunamaka bagaimana mereka dipalingkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
  2. سَأَلْتَهُمْsa'altahumengkau bertanya kepada mereka
  3. مَنْmanorang yang
  4. خَلَقَهُمْkhalaqahummenciptakan mereka
  5. لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  8. يُؤْفَكُونَyu'fakuunamereka dipalingkan

Inti bacaan

Pertanyaan (مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:61, 31:25, 39:38, dan 43:9.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ, wa-la-in sa'altahum) yang berarti "dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka". Bentuknya tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", (لَ, la) yang menguatkan, (إِنْ, in) yang berarti "jika", dan kata kerja (سَأَلْتَهُمْ, sa'altahum) dari akar س-أ-ل yang berarti "engkau bertanya kepada mereka". Susunan wa-la-in sa'altahum muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 9:65, 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87. Jawaban yang diramalkan sesudahnya berbentuk (لَيَقُولُنَّ, la-yaquulunna) yang berarti "pasti mereka akan berkata". Bentuk la-yaquulunna muncul sepuluh kali, yaitu di 9:65, 11:8, 21:46, 29:10, 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87. Lima di antaranya langsung disusul (اللَّهُ, llaahu) yang berarti "Allah", yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, dan 43:87, sedangkan 43:9 disusul (خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ, khalaqahunna l-'aziizu l-'aliimu) yang berarti "yang menciptakannya adalah Sang Digdaya, Sang Berilmu".

Ayat ini mengajukan pertanyaan (مَنْ خَلَقَهُمْ, man khalaqahum) yang berarti "siapa yang menciptakan mereka". Kata (خَلَقَهُمْ, khalaqahum) tersusun dari kata kerja lampau khalaqa dari akar خ-ل-ق yang berarti "menciptakan" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Bentuk khalaqahum ada di empat ayat, yaitu 6:100, 11:119, 41:15, dan 43:87. Pertanyaan dengan man khalaqahum hanya ada di 43:87 di seluruh Al-Qur'an. Pertanyaan serupa di empat ayat lain, yaitu 29:61, 31:25, 39:38, dan 43:9, berbunyi (مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "siapa yang menciptakan langit dan bumi". Karena itu sasaran pertanyaan di 43:87 adalah diri mereka sendiri. Di 41:15 bentuk khalaqahum dipakai dalam (اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ, llaaha lladzii khalaqahum) yang berarti "Allah yang menciptakan mereka", dan di 6:100 dalam (وَخَلَقَهُمْ, wa-khalaqahum) yang berarti "padahal Dia yang menciptakan mereka". Terjemahan memakai "menciptakan" di semua tempat itu.

Jawaban (اللَّهُ, llaahu) berada di akhir ucapan mereka. Sesudahnya datang (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna). Kata kerja yu'fakuuna berbentuk orang ketiga jamak, "mereka dipalingkan", sehingga mereka dibicarakan dan tidak sedang berbicara. Karena itu terjemahan menutup tanda kutip jawaban mereka tepat sesudah kata Allah, dan pertanyaan sesudahnya dibaca sebagai perkataan di luar ucapan mereka.

Kata kerja (يُؤْفَكُونَ, yu'fakuuna) berakar أ-ف-ك dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang memalingkan tidak disebut. Bentuknya muncul enam kali, yaitu di 5:75, 9:30, 29:61, 30:55, 43:87, dan 63:4. Rangkaian (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna) hanya ada dua kali, yaitu di 29:61 dan 43:87. Bentuk yang ditujukan kepada "kalian", (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna), muncul empat kali, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62. Pada keenam ayat yang memuat fa-annaa dan akar أ-ف-ك, yaitu 6:95, 10:34, 29:61, 35:3, 40:62, dan 43:87, kalimat sebelumnya menyebut Allah sebagai penumbuh, pemula penciptaan, atau pencipta. Kata (أَنَّىٰ, annaa) diterjemahkan "bagaimana" di ayat ini, sama dengan 5:75, 9:30, dan 10:34. Pertanyaan itu menanyakan cara atau jalan mereka dipalingkan, dan tidak menanyakan sebab.

Tafsiran

Ayat ini menaruh jawaban di mulut mereka sebelum jawaban itu diucapkan. Kalimatnya bersyarat: jika engkau bertanya, pasti mereka akan berkata. Ayat tidak melaporkan bahwa pertanyaan itu sudah diajukan atau bahwa jawaban itu sudah terdengar. Ayat menyatakan apa yang akan mereka ucapkan bila ditanya, dan pihak yang diajak bicara hanya diminta mengajukan pertanyaan.

Letaknya di antara dua ayat yang berdekatan. Ayat 43:86 menyatakan bahwa yang mereka seru selain Dia tidak memiliki syafaat, dan 43:87 menyatakan bahwa mereka sendiri mengakui siapa yang menciptakan. Dua unsur ini, yaitu yang diseru selain Allah dan jawaban "Allah", juga ada di 39:38 dengan urutan sebaliknya. Di sana sesudah (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu) datang perintah menanyakan (أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, a-fa-ra'aytum maa tad'uuna min duuni llaahi) yang berarti "apakah kalian memperhatikan apa yang kalian seru selain Allah". Urutan di 43:86 sampai 43:87 adalah penyangkalan lebih dulu, lalu jawaban mereka sendiri.

Ayat 43:9 di awal surah mengajukan pertanyaan yang sama dengan sasaran yang lebih besar, yaitu langit dan bumi, dan jawabannya berupa sebutan panjang tentang Sang Digdaya, Sang Berilmu. Di 43:87 sasaran pertanyaan menyempit ke diri mereka, dan jawabannya satu kata. Kedua ayat itu menaruh pertanyaan penciptaan pada dua skala dalam satu surah, dan sesudah 43:87 datang 43:88 dan 43:89 yang menutup surah.

Sesudah jawaban, ayat-ayat sejenis menyambung dengan hal yang berbeda. Di 31:25 sesudah jawaban datang (قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ, quli l-hamdu li-llaahi) yang berarti "katakanlah, 'Segala puji bagi Allah'", dan di 43:87 menyusul pertanyaan tentang cara mereka dipalingkan. Ayat 43:87 tidak menjawab pertanyaan itu, dan ayat sesudahnya juga tidak menyebut pihak yang memalingkan.

Renungan dan Hikmah

  • Jawaban mereka satu kata, Allah, dan ayat membiarkan jawaban itu berdiri. Pertanyaan yang menyusul menanyakan cara, yaitu bagaimana mereka dipalingkan. Ayat ini memisahkan dua hal yang sering menyatu dalam ucapan sehari-hari, yaitu apa yang dikatakan bila ditanya dan ke mana hidup menghadap. Seseorang bisa menjawab benar tentang siapa pencipta dan tetap ditanya tentang arah. Bila pembaca ditanya tentang Allah dan menjawab tanpa ragu, apa yang menunjukkan bahwa jawaban itu juga terlihat pada arah hidupnya, dan siapa yang bisa melihatnya?
  • Di empat ayat lain pertanyaan penciptaan menunjuk langit dan bumi, sedangkan di 43:87 menunjuk diri mereka sendiri, siapa yang menciptakan mereka. Di 41:15 bentuk khalaqahum dipakai untuk Allah, yang menciptakan mereka dan lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka. Menjawab siapa yang menciptakan langit dan bumi dapat terasa jauh dari urusan sehari-hari, sedangkan menjawab siapa yang menciptakan diri sendiri dapat terasa lebih dekat. Ayat ini memilih pertanyaan yang menyangkut diri mereka. Mana yang lebih mudah dijawab pembaca, siapa yang menciptakan langit atau siapa yang menciptakan dirinya, dan mengapa yang satu lebih mudah?
  • Pihak yang diajak bicara di ayat ini hanya diminta bertanya, dan jawabannya diramalkan datang dari mulut mereka sendiri. Dalam percakapan tentang Allah dengan orang yang tidak sependapat, pembaca dapat melihat apakah dirinya lebih sering menyodorkan jawaban atau mengajukan pertanyaan. Pertanyaan apa yang dapat diajukan pembaca tanpa sudah menyiapkan jawabannya untuk orang lain?
  • Kata kerja "dipalingkan" berbentuk pasif, dan ayat tidak menyebut siapa yang memalingkan. Di 40:62 pertanyaan semacam itu diarahkan kepada "kalian" sesudah ucapan bahwa Allah itu Tuhan kalian dan Pencipta segala sesuatu. Di 43:87 pertanyaan itu menunjuk mereka dalam orang ketiga. Orang yang berpaling dari sesuatu yang sudah diakuinya benar dapat merasakannya sebagai keputusan, atau sebagai terseret tanpa pernah memutuskan. Ketika pembaca berpaling dari sesuatu yang diakuinya benar, terasa seperti keputusan atau seperti terseret, dan apa yang membuatnya begitu?
  • Di 31:25 sesudah jawaban Allah datang perintah mengucapkan pujian kepada-Nya, dan di 43:87 yang datang adalah pertanyaan. Dua kemungkinan setelah sebuah pengakuan ditunjukkan oleh dua ayat itu, yaitu pujian atau pertanyaan tentang arah. Ayat-ayat ini tidak menyatakan bahwa salah satunya lebih baik. Keduanya muncul setelah pengakuan yang sama. Pembaca yang pernah mengakui sesuatu tentang Allah dapat memeriksa apa yang biasanya menyusul sesudah pengakuan itu dalam hidupnya, apakah pujian, pertanyaan, atau tidak ada apa pun?
  • Di 23:84 sampai 23:89 ada tiga pertanyaan dan tiga jawaban "milik Allah", baru sesudah itu pertanyaan (فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ, fa-annaa tusharuuna) yang berarti "maka bagaimana kalian sampai terpesona". Di 43:87 pertanyaan cara datang sesudah satu jawaban. Ayat-ayat itu tidak menyebut berapa banyak jawaban yang dibutuhkan sebelum pertanyaan cara diajukan. Pembaca dapat melihat jumlah pengakuan benar yang sudah diberikannya tentang Allah, entah dalam ucapan, doa, atau tulisan. Bila pertanyaan cara diajukan kepadanya setelah satu pengakuan atau setelah banyak, apa yang akan dijawabnya, dan dari mana jawaban itu akan berasal?