وَقِيلِهِ يَا رَبِّ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ لَا يُؤْمِنُونَ

Dan ucapannya, “Tuhanku, sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقِيلِهِwa-qiilihidan ucapannya
  2. يَا رَبِّ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ لَا يُؤْمِنُونَyaa rabbi inna haa'ulaa'i qawmun laa yu'minuunaTuhanku, sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَقِيلِهِwa-qiilihidan perkataannya
  2. يَاyaawahai
  3. رَبِّrabbiTuhan
  4. إِنَّinnasesungguhnya
  5. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  6. قَوْمٌqawmunkaum
  7. لَاlaatidak
  8. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Pengaduan personal Nabi yang dicatat: 'Tuhanku, sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman', kejujuran mengungkapkan kekecewaan kepada Tuhan sebagai bentuk sah dari doa, bukan sesuatu yang perlu disembunyikan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Allah mengetahui)' tidak dipakai, konsisten disiplin tidak merekonstruksi makna tersirat: ayat dibiarkan sebagai ucapan Nabi yang dikutip langsung. 'Haa'ulaa'i' (dekat) benar diterjemahkan 'ini', sudah tepat.

Tafsiran

Ayat ini mengutip keluhan Nabi kepada Tuhannya atas keingkaran kaumnya yang terus-menerus.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keluhan Nabi-Nya tanpa menyensornya. Kalimat itu pahit. Ia tetap dituliskan.
  • Keluhan itu dialamatkan ke atas, bukan ke samping. Bukan mengeluh kepada orang. Mengeluh kepada yang mengutus.
  • Ucapan itu dihitung Allah sebagai perkataan, bukan pelanggaran. Ia dicatat di dalam kitab. Kecewa boleh diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, q-w-m, a-m-n): qiilihi yaa rabbi diterjemahkan 'ucapannya: Tuhanku' (akar q-w-l + akar r-b-b); laa yu'minuun diterjemahkan 'tidak beriman' (akar '-m-n, pengaduan Nabi ttg kaumnya, sepola 25:30). gloss '(Demi (kebenaran))/(Nabi Muhammad)' dibuang.