إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi; sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍinnaa anzalnaahu fii laylatin mubaarakatinsesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
- إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَinnaa kunnaa mundziriinasesungguhnya Kamilah pemberi peringatan
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَنْزَلْنَاهُanzalnaahuKami menurunkannya
- فِيfiidi
- لَيْلَةٍlaylatinmalam
- مُبَارَكَةٍmubaarakatinyang diberkahi
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- كُنَّاkunnaaKami adalah
- مُنْذِرِينَmundziriinapara pemberi peringatan
Inti bacaan
Pewahyuan pada 'malam yang diberkahi', momen istimewa yang dipilih khusus untuk peristiwa penting penyampaian wahyu ini.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan penurunan Al-Qur'an pada malam yang penuh berkah, sebagai wujud fungsi peringatan dari Allah.
Renungan dan Hikmah
- Dua ayat pembukanya sama persis dengan surah sebelumnya. Allah membedakannya baru di ayat ketiga. Yang di sana bahasa Arab. Yang di sini malam yang diberkahi.
- Malamnya disebut diberkahi, bukan dinamai. Bukan malam apa. Malam yang bagaimana.
- Isi malam itu Allah jelaskan sesudahnya. Diturunkan dulu. Segala urusan dijelaskan kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-l, l-y-l, b-r-k, k-w-n, n-dz-r): anzalnaahu fii laylah mubaarakah diterjemahkan 'menurunkannya pada malam yang diberkahi' (akar n-z-l + akar l-y-l + akar b-r-k); mundhiriin diterjemahkan 'pemberi peringatan' (akar n-dz-r). gloss '(mulai)/(Lailatulqadar)' + footnote dibuang.