أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ
suatu urusan dari sisi Kami; sesungguhnya Kamilah yang mengutus,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَاamran min 'indinaasuatu urusan dari sisi Kami
- إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَinnaa kunnaa mursiliinasesungguhnya Kamilah yang mengutus
Terjemahan per kata (6 kata)
- أَمْرًاamranurusan
- مِنْmindari
- عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- كُنَّاkunnaaKami adalah
- مُرْسِلِينَmursiliinayang mengutus
Inti bacaan
Sumber otoritatif 'urusan dari sisi Kami', pewahyuan yang berasal langsung dari kewenangan tertinggi, bukan perantara yang bisa diragukan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(sebagai)' tidak dipakai: anak kalimat dibiarkan berdiri apositif tanpa kata pembuka tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa ketetapan itu berasal langsung dari sisi Allah, dan pengutusan rasul-rasul adalah bagian dari ketetapan tersebut.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut asalnya, bukan isinya. Dari sisi Kami. Itu keterangannya.
- Pengutusan disebut bagian dari urusan itu. Bukan hal terpisah. Satu rangkaian.
- Kalimatnya pendek dan menggantung. Allah menyambungnya ke ayat berikut. Belum selesai di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-r, '-n-d, k-w-n, r-s-l): amran min indinaa diterjemahkan 'urusan dari sisi Kami' (akar '-m-r); mursiliin diterjemahkan 'yang mengutus' (akar r-s-l). gloss '(Hal itu merupakan)/(yang besar)/(para rasul)' dibuang.