رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَrahmatan min rabbikasebagai rahmat dari Tuhanmu
  2. إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُinnahu huwa s-samii'u l-'aliimusesungguhnya Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  2. مِنْmindari
  3. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  4. إِنَّهُinnahusesungguhnya
  5. هُوَhuwaDia
  6. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  7. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Kerangka pemaknaan 'sebagai rahmat dari Tuhanmu', pewahyuan dipahami sebagai tindakan kasih sayang, bukan sekadar instruksi administratif yang dingin.

Penjelasan pilihan kata

'As-samii'u al-aliimu' diterjemahkan 'Yang Mendengar lagi Sang Berilmu', konsisten disiplin larangan superlatif ilahi dan acuan yang sama (lih. 12:34, 21:4, 26:220).

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa pengutusan rasul dan penurunan Kitab adalah wujud rahmat Allah, didasari sifat-Nya yang mendengar dan mengetahui segala sesuatu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menamai pengutusan itu rahmat, bukan perintah. Yang turun kasih. Bentuknya kitab.
  • Kalimatnya menyambung dari ayat sebelumnya. Bukan berdiri sendiri. Ia menerangkan sebabnya.
  • Dua sifat penutupnya mendengar dan berilmu. Allah menaruhnya sesudah menyebut rahmat. Yang mengasihi juga yang tahu keadaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhn…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).