رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ
Tuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, jika kalian orang-orang yang yakin.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاrabbi s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaaTuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya
- إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَin kuntum muuqiniinajika kalian orang-orang yang yakin
Terjemahan per kata (8 kata)
- رَبِّrabbiTuhan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُوقِنِينَmuuqiniinaorang-orang yang yakin
Inti bacaan
Susunan (إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ, in kuntum muuqiniina) muncul dua kali di Al-Qur'an (26:24, 44:7).
Penjelasan pilihan kata
Kata (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhan" berakar ر-ب-ب, dan akhirannya -i sama dengan -i pada rabbika di ayat sebelumnya. Susunan (رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi) dengan akhiran itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 43:82, 44:7, dan 78:37. Di 43:82 bunyinya (سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, subhaana rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "Mahasuci Tuhan langit dan bumi". Di 44:7 dan 78:37 susunan itu menyusul ayat yang memuat min rabbika, yaitu 44:6 dan (جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ, jazaa'an min rabbika) yang berarti "sebagai balasan dari Tuhanmu" di 78:36. Susunan yang lebih panjang (رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbi s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) hanya ada di 44:7 dan 78:37. Dengan akhiran -u, (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) muncul empat kali, yaitu 19:65, 26:24, 37:5, dan 38:66. Terjemahan memakai "Tuhan" di ketujuh ayat itu.
Frasa (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "serta apa yang di antara keduanya" tersusun dari wa yang berarti "dan", maa yang berarti "apa yang", bayna yang berarti "antara" dari akar ب-ي-ن, dan akhiran -humaa yang berarti "keduanya". Akhiran untuk dua benda itu menunjuk langit dan bumi, yang disebut tepat sebelumnya, dan (وَالْأَرْضِ, wa-l-ardhi) yang berarti "dan bumi" berakar أ-ر-ض. Frasa ini muncul dua puluh satu kali di enam belas surah, yaitu 5:17, 5:18, 15:85, 19:65, 20:6, 21:16, 25:59, 26:24, 26:28, 30:8, 32:4, 37:5, 38:10, 38:27, 38:66, 43:85, 44:7, 44:38, 46:3, 50:38, dan 78:37. Daftar apa pun yang berada di antara langit dan bumi tidak diberikan di ayat ini, sehingga terjemahan juga tidak merincinya.
Kata (مُوقِنِينَ, muuqiniina) yang berarti "orang-orang yang yakin" berakar ي-ق-ن. Bentuk ini muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:75, 26:24, 44:7, dan 51:20, dan keempat ayat itu memuat kata bumi. Ayat 6:75 menyebut (مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, malakuuta s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "malakuut langit dan bumi", ayat 51:20 menyebut (وَفِي الْأَرْضِ, wa-fii l-ardhi) yang berarti "di bumi", dan 26:24 serta 44:7 memuat susunan rabbu atau rabbi di atas. Bentuk kata kerjanya, (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna), diterjemahkan "yakin" di sebelas ayat, yaitu 2:4, 2:118, 5:50, 27:3, 27:82, 30:60, 31:4, 32:24, 45:4, 45:20, dan 52:36. Ayat 52:36 berbunyi (بَلْ لَا يُوقِنُونَ, bal laa yuuqinuuna) yang berarti "Bahkan, mereka tidak yakin", dan ayat itu juga menyebut langit dan bumi. Terjemahan 44:7 memakai "yakin" yang sama, tidak "meyakini".
Kata (إِنْ, in) yang berarti "jika" membuka syarat, dan (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian adalah" memakai akhiran -tum untuk banyak orang, berbeda dari -ka untuk satu orang di 44:6. Susunan (إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ, in kuntum muuqiniina) muncul dua kali, di 26:24 dan 44:7. Susunan serupa dengan sifat lain, (إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ, in kuntum ta'qiluuna) yang berarti "jika kalian berakal", juga muncul dua kali, di 3:118 dan 26:28. Pada ketiga ayat yang memuat syarat ini bersama frasa tentang apa yang di antara keduanya, yaitu 26:24, 26:28, dan 44:7, ayat itu sendiri berhenti pada syarat dan tidak menulis akibatnya. Terjemahan 44:7 mengikuti hal itu dan tidak menambahkan "maka" atau akibat apa pun.
Titik di ujung terjemahan menandai kalimat selesai di sini, sedangkan 44:8 membuka kalimat baru.
Tafsiran
Ayat 44:7 menjawab pertanyaan yang ditinggalkan 44:6, yaitu Tuhanmu yang mana. Jawabannya berupa wilayah: langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya. Urutan yang sama dipakai di 78:36 sampai 78:37, dari "Tuhanmu" ke "Tuhan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya". Dengan menyebut sampai ke ruang di antara dua batas, ayat ini dapat dibaca tidak menyisakan bagian ciptaan di luar sebutan Tuhan itu. Surah ini kembali ke wilayah yang sama di 44:38 dengan suara "Kami", yaitu "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main". Sebutan Tuhan atas wilayah itu datang lebih dulu di 44:7, dan penciptaannya disebut sesudahnya.
Di ujung ayat pembicaraan berpindah dari satu orang yang disapa lewat -ka ke banyak orang lewat kuntum, dan dari pernyataan ke syarat. Kalimat yang nyaris sama berbunyi di 26:24, tempat kalimat itu menjawab pertanyaan di 26:23, (وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ, wa-maa rabbu l-'aalamiina) yang berarti "Siapa Tuhan seisi alam itu?", dan disusul reaksi di 26:25, (أَلَا تَسْتَمِعُونَ, a-laa tastami'uuna) yang berarti "Tidakkah kalian mendengar?". Di 44:7 tidak ada pertanyaan yang mendahului dan tidak ada reaksi di ayat yang sama. Ayat 44:8 menambah pernyataan lagi, dan 44:9 melaporkan keadaan orang-orang yang dibicarakan. Syarat "jika kalian yakin" dengan demikian tidak dijawab oleh ucapan siapa pun, dan dapat dibaca sebagai syarat yang dibiarkan terbuka sepanjang tiga ayat itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:7 berakhir pada syarat, dan akibatnya tidak ditulis di ayat itu. Di 26:24 syarat serupa disusul pertanyaan Firaun kepada orang di sekitarnya, di 44:7 tidak ada suara yang menyusul selain penambahan pernyataan tentang Tuhan di 44:8. Pembaca yang membaca "jika kalian orang-orang yang yakin" berada di tempat yang kosong itu, karena syaratnya ditujukan kepada banyak orang dan tidak ada jawaban yang sudah disiapkan. Seandainya kalimat itu ditanyakan kepada pembaca di tengah hari kerjanya, jawaban apa yang keluar tanpa sempat dipikirkan, dan apakah jawaban itu sama dengan yang akan diucapkan di depan orang lain?
- Empat ayat yang memuat orang-orang yang yakin menaruh kata itu di dekat bumi atau langit, dan 51:20 berbunyi "Di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin". Dengan begitu keyakinan yang disyaratkan di 44:7, di ayat yang menyebut Tuhan langit dan bumi, bergandengan dengan sesuatu yang dipijak. Pembaca dapat menengok tanah, lantai, atau jalan yang dilaluinya hari ini dan menanyakan apakah pernah tempat berpijak itu dipandang sebagai tanda dari Tuhan yang disebut ayat ini, sebagaimana 51:20 menunjuk tanda-tanda di bumi.
- Ayat ini menyebut langit, bumi, dan "apa yang di antara keduanya", lalu tidak merinci isi bagian ketiga. Karena bagian itu tidak diberi daftar, pembaca yang ingin mengisinya harus mengisinya sendiri dari hidupnya. Pembaca dapat membaca pekerjaan sehari-hari, rumah, dan hubungan terdekatnya sebagai bagian dari apa yang di antara keduanya, karena ayat tidak menarik batas. Sebutan Tuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dibiarkan seluas itu. Bagian mana dari hidup pembaca yang selama ini dianggap berada di luar jangkauan sebutan Tuhan hanya karena tidak pernah disebut dalam doa?
- Pada 44:6 lawan bicara disapa dengan akhiran untuk satu orang, dan pada 44:7 sapaan berpindah ke kalian. Syarat yang diajukan kepada banyak orang dapat dibaca berbeda dari syarat yang diajukan kepada satu orang, karena yang mendengar dapat melihat sekitarnya dan menunggu orang lain menjawab lebih dulu. Ayat ini menaruh Tuhan langit dan bumi di depan syarat itu, dan tidak menyebut siapa yang menjawab lebih dulu. Pembaca dapat menanyai dirinya apakah kata "kalian" di ayat ini terasa seperti ditujukan kepada orang lain, atau kepada dirinya yang sedang membaca?
- Susunan jika kalian orang-orang yang yakin muncul di 26:24 dan 44:7, dengan pernyataan yang sama tentang Tuhan langit dan bumi. Di 26:28 pernyataannya berganti ke timur dan barat dan syaratnya menjadi jika kalian berakal, sedangkan frasa tentang apa yang di antara keduanya tetap ada. Syarat yakin dan syarat berakal berdampingan dalam percakapan yang sama di surah 26, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai dua pintu menuju satu pernyataan. Pembaca dapat menimbang syarat mana yang lebih sering dipasangnya pada dirinya sendiri sebelum menerima pernyataan tentang Tuhan, yakin atau berakal. Pintu mana yang lebih sering ditempuh pembaca ketika berhadapan dengan sebutan Tuhan?
- Dalam surah yang sama wilayah langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya disebut dua kali dengan sudut yang berbeda. Di 44:7 wilayah itu disebut lewat Tuhannya, dan di 44:38 Kami menyebut bahwa wilayah itu tidak diciptakan dengan main-main. Urutan itu memberi tahu pembaca siapa Tuhan wilayah itu sebelum memberi tahu bahwa penciptaannya sungguh-sungguh. Pembaca yang sudah menjawab pertanyaan tentang siapa Tuhannya, di 44:7, tiba di 44:38 dengan jawaban itu di tangan. Bagaimana kalimat tentang penciptaan yang tidak main-main terdengar bagi pembaca yang sudah lebih dulu menjawab pertanyaan tentang Tuhan langit dan bumi?