لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

Tidak ada tuhan kecuali Dia; Dia menghidupkan dan mematikan; Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
  2. يُحْيِي وَيُمِيتُyuhyii wa-yumiituDia menghidupkan dan mematikan
  3. رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَrabbukum wa-rabbu aabaa'ikumu l-awwaliinaTuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. إِلَٰهَilaahatuhan
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. هُوَhuwaDia
  5. يُحْيِيyuhyiimenghidupkan
  6. وَيُمِيتُwa-yumiitudan mematikan
  7. رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
  8. وَرَبُّwa-rabbudan Tuhan
  9. آبَائِكُمُaabaa'ikumubapak-bapak kalian
  10. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Urutan (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ, laa ilaaha illaa huwa yuhyii wa-yumiitu) muncul dua kali di Al-Qur'an (7:158, 44:8).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat tiga pernyataan, masing-masing satu jeda bacaan, dan terjemahan memisahkannya dengan titik koma. Pernyataan pertama, (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Dia", tersusun dari laa yang berarti "tidak", (إِلَٰهَ, ilaaha) yang berarti "tuhan" dari akar أ-ل-ه, (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan huwa yang berarti "Dia". Susunan ini terdapat di dua puluh sembilan ayat dalam sembilan belas surah, yaitu 2:163, 2:255, 3:2, 3:6, 3:18, 4:87, 6:102, 6:106, 7:158, 9:31, 9:129, 11:14, 13:30, 20:8, 20:98, 23:116, 27:26, 28:70, 28:88, 35:3, 39:6, 40:3, 40:62, 40:65, 44:8, 59:22, 59:23, 64:13, dan 73:9.

Pernyataan kedua berisi dua kata kerja. Kata (يُحْيِي, yuhyii) yang berarti "menghidupkan" berakar ح-ي-ي, dan (وَيُمِيتُ, wa-yumiitu) yang berarti "dan mematikan" berakar م-و-ت. Keduanya berbentuk tunggal untuk satu pelaku, sehingga "Dia" di depan "menghidupkan" dalam terjemahan mengikuti bentuk kata kerjanya. Keduanya juga berdiri tanpa objek, dan terjemahan tidak menambahkan "manusia" atau "segala sesuatu" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Pasangan (يُحْيِي وَيُمِيتُ, yuhyii wa-yumiitu) muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 2:258, 3:156, 7:158, 9:116, 10:56, 23:80, 40:68, 44:8, dan 57:2. Hanya di 7:158 dan 44:8 pasangan itu langsung menyusul (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa), sehingga urutan tiga kata itu dan dua kata kerja muncul dua kali. Sebelum urutan itu, 7:158 memuat (لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik-Nya kerajaan langit dan bumi", dan 44:8 didahului 44:7 yang menyebut Tuhan langit dan bumi.

Pernyataan ketiga, (رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, rabbukum wa-rabbu aabaa'ikumu l-awwaliina) yang berarti "Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu", memakai (رَبُّكُمْ, rabbukum) dengan akhiran -kum untuk banyak orang, bukan -ka seperti di 44:6. Bentuk lengkapnya muncul dua kali, di 26:26 dan 44:8. Bentuk dengan akhiran -a, (اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, allaaha rabbakum wa-rabba aabaa'ikumu l-awwaliina), muncul sekali, di 37:126. Dengan demikian (آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, aabaa'ikumu l-awwaliina) muncul tiga kali, yaitu 26:26, 37:126, dan 44:8.

Kata (آبَائِكُمُ, aabaa'ikumu) adalah bentuk jamak dari akar أ-ب-و, dan terjemahan memakai "nenek moyang kalian" seperti untuk (وَآبَاؤُكُمْ, wa-aabaa'ukum) di 7:71, 21:54, dan 53:23. Akar ini menjangkau orang yang lebih jauh daripada ayah langsung. Di 12:4 Yusuf memanggil ayahnya dengan (يَا أَبَتِ, yaa abati), sedangkan di 12:6 kata (أَبَوَيْكَ, abawayka) dipakai untuk Ibrahim dan Ishaq, yang diterjemahkan "kedua leluhurmu". Kata (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "yang terdahulu" berakar أ-و-ل. Dalam susunan lain, (أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ, asaathiiru l-awwaliina) yang berarti "dongeng orang-orang terdahulu" muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 6:25, 8:31, 16:24, 23:83, 25:5, 27:68, 46:17, 68:15, dan 83:13, dan kesembilannya diucapkan oleh pihak yang menolak apa yang disampaikan kepadanya. Di 44:8 kata yang sama menyifati nenek moyang yang Tuhannya disebut.

Tafsiran

Ayat 44:8 mengisi kalimat tentang Tuhan langit dan bumi dengan tiga pernyataan yang berurutan: tidak ada tuhan kecuali Dia, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Tuhan kalian serta nenek moyang kalian. Dari 44:1 sampai 44:9 tidak ada kata perintah. Perintah pertama dalam surah ini baru muncul di 44:10, (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) yang berarti "nantikanlah", sehingga sembilan ayat pertama hanya menyatakan dan tidak menyuruh. Ayat 44:7 menutup dengan syarat, dan 44:8 meneruskan dengan keterangan tentang Dia, bukan dengan akibat syarat itu.

Ayat ini dapat dibaca memperluas jangkauan dalam dua arah. Ayat 44:7 menyebut wilayah, yaitu langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya, sedangkan 44:8 menyebut waktu, yaitu hidup dan mati serta dua generasi, kalian dan nenek moyang kalian. Perluasan itu terjadi tanpa lawan bicara yang menanggapi. Di 2:258 pasangan menghidupkan dan mematikan diucapkan kepada orang yang berhujah dengan Ibrahim, dan ayat itu memuat (فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ, fa-buhita lladzii kafara) yang berarti "maka terdiamlah orang yang kufur". Di 26:26 susunan Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian diucapkan dalam percakapan dengan Firaun di 26:23 sampai 26:26. Di 44:8 keduanya tidak ditujukan kepada siapa pun yang disebut namanya.

Surah ini sendiri mengutip jawaban orang-orang yang menolak, dan jawaban itu memakai dua hal yang disebut ayat ini. Ayat 44:35 berbunyi (إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ, in hiya illaa mawtatunaa l-uulaa) yang berarti "Tidak ada kecuali kematian kita yang pertama", dan 44:36 berbunyi (فَأْتُوا بِآبَائِنَا, fa-tuu bi-aabaa'inaa) yang berarti "Maka, datangkanlah nenek moyang kami". Akar م-و-ت dan akar أ-ب-و muncul di sana, dan keduanya dipakai sebagai batas dan sebagai tuntutan bukti. Di 44:8 kedua hal itu muncul di bawah satu sebutan Tuhan. Dalam urutan ayat, 44:8 menyebut kedua hal itu lebih dulu sebagai keterangan tentang Dia, dan 44:35 sampai 44:36 kemudian mengutip penolak yang memakai kedua hal itu untuk keperluan lain.

Renungan dan Hikmah

  • Pernyataan terakhir di 44:8 menyebut Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu dengan kata Tuhan diulang dua kali. Pengulangan itu menaruh pembaca dan leluhurnya dalam satu garis yang sama. Pembaca yang pernah mengagumi atau menolak cara beragama orang tuanya dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak meminta salah satunya dipilih lebih dulu, karena yang disebut adalah Tuhan yang menaungi keduanya. Apa yang dirasakan pembaca bila membayangkan nenek moyangnya yang paling jauh berdiri di bawah sebutan Tuhan yang sama dengan sebutan untuk dirinya sendiri?
  • Kata yang menyifati nenek moyang di 44:8 sama dengan yang dipakai pihak penolak dalam sembilan ayat untuk menyebut apa yang disampaikan kepadanya sebagai dongeng orang-orang terdahulu. Di sembilan ayat itu kata terdahulu menyertai penolakan, dan di 44:8 kata yang sama menjadi bagian dari sebutan bagi nenek moyang yang Tuhannya sama dengan Tuhan pembaca. Pembaca dapat memperhatikan bahwa satu kata bisa membawa dua arah tergantung siapa yang mengucapkannya. Ketika pembaca mendengar kata terdahulu, apakah yang terbayang lebih dulu dongeng, atau orang-orang yang punya Tuhan yang sama dengan Tuhannya?
  • Dua kata kerja di 44:8 tidak disertai objek, sehingga tidak ada orang atau golongan yang ditunjuk. Pembaca yang membaca menghidupkan dan mematikan dengan membayangkan orang lain, seperti orang sakit atau orang yang telah pergi, dapat memperhatikan bahwa teksnya tidak menunjuk siapa pun. Kalimat itu terbuka bagi pembaca sendiri sebagai pihak yang dihidupkan dan akan dimatikan. Ayat 44:35 mengutip penolakan yang berhenti pada kematian pertama, sedangkan 44:8 menyebut Dia yang mematikan tanpa menyebut ujung dari perbuatan itu. Apakah pembaca pernah membaca dua kata kerja itu dengan dirinya sebagai objeknya?
  • Dari 44:1 sampai 44:9 tidak ada kata perintah, dan perintah pertama baru muncul di 44:10. Sembilan ayat pertama memuat huruf pembuka, sumpah demi Kitab, keterangan tentang malam yang diberkahi, rahmat, Tuhan langit dan bumi, serta Dia yang menghidupkan dan mematikan. Pembaca yang terbiasa membaca agama sebagai daftar suruhan dapat memperhatikan bahwa surah ini membuka dengan keterangan tentang siapa Tuhan itu dan menunda suruhan. Apakah ada perbedaan pada cara pembaca mendengar sebuah perintah bila sembilan ayat tentang Tuhan lebih dulu didengarnya?
  • Ayat 44:8 dibuka dengan penyangkalan, yaitu tidak ada tuhan, lalu menyisakan satu pengecualian, yaitu Dia. Urutan itu mengosongkan lebih dulu sebelum mengisi. Pembaca dapat bertanya apa saja yang pernah diperlakukannya seperti tuhan, dalam arti diandalkan tanpa batas dan ditakuti kehilangannya, lalu bagaimana kalimat tidak ada tuhan kecuali Dia terdengar bagi hal-hal itu. Ayat ini tidak memberi daftar, sehingga pembaca menyusunnya sendiri sebelum pengecualiannya tiba. Hal apa yang pertama kali muncul dalam daftar itu?
  • Ayat 44:36 mengutip tuntutan agar nenek moyang didatangkan sebagai bukti, dan 44:8 menyebut nenek moyang tanpa mendatangkan siapa pun. Di ayat ini nenek moyang disebut sebagai pihak yang Tuhannya sama dengan Tuhan kalian. Dua ayat itu memakai kata yang sama untuk dua keperluan, dan pembaca dapat memeriksa keperluan mana yang sedang dipakainya ketika menyebut orang-orang terdahulu dalam percakapan dengan orang lain. Menyebut mereka sebagai alasan untuk memegang sesuatu berbeda dengan menyebut mereka sebagai orang-orang yang berada di bawah Tuhan yang sama. Dalam percakapan terakhir pembaca tentang keyakinan, nenek moyang disebut sebagai bukti atau sebagai sesama hamba Tuhan yang sama?