بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ

Bahkan mereka dalam keraguan sambil bermain-main.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَbal hum fii syakkin yal'abuunabahkan mereka dalam keraguan sambil bermain-main

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. بَلْbalbahkan
  2. هُمْhummereka
  3. فِيfiidi dalam
  4. شَكٍّsyakkinkeraguan
  5. يَلْعَبُونَyal'abuunamereka bermain

Inti bacaan

Susunan (بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ, bal hum fii syakkin) muncul tiga kali di Al-Qur'an (27:66, 38:8, 44:9).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" dan (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Kata ganti hum menyebut banyak orang yang dibicarakan, berbeda dari kalian di 44:7 dan 44:8, tanpa menyebut siapa yang ditunjuk. Susunan (بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ, bal hum fii syakkin) yang berarti "bahkan mereka dalam keraguan" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 27:66, 38:8, dan 44:9. Pola yang lebih pendek, (بَلْ هُمْ فِي, bal hum fii), muncul empat kali, yaitu 27:66, 38:8, 44:9, dan 50:15, dan di 50:15 kata sesudahnya adalah (لَبْسٍ, labsin) yang berarti "kekaburan".

Kata (شَكٍّ, syakkin) yang berarti "keraguan" berakar ش-ك-ك dan tidak memakai kata sandang. Didahului (فِي, fii) yang berarti "di dalam", susunan (فِي شَكٍّ, fii syakkin) muncul empat belas kali di sebelas surah, yaitu 4:157, 10:94, 10:104, 11:62, 11:110, 14:9, 27:66, 34:21, 34:54, 38:8, 40:34, 41:45, 42:14, dan 44:9. Di sebelas ayat, yaitu 4:157, 10:94, 10:104, 11:62, 11:110, 14:9, 27:66, 38:8, 40:34, 41:45, dan 42:14, hal yang diragukan langsung disebut dengan kata depan min atau mimmaa, misalnya (فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي, fii syakkin min dzikrii) yang berarti "dalam keraguan tentang peringatan-Ku" di 38:8. Di 34:54 keraguan itu disifati (مُرِيبٍ, muriibin), dan di 34:21 hal yang diragukan sudah disebut sebelumnya lewat minhaa. Di 44:9 sesudah syakkin langsung datang kata kerja, sehingga hal yang diragukan tidak disebut. Terjemahan memakai "keraguan" seperti di 10:94, 10:104, dan 38:8, dan tidak menambahkan "tentang apa".

Kata (يَلْعَبُونَ, yal'abuuna) yang berarti "mereka bermain-main" berakar ل-ع-ب, dalam bentuk kata kerja yang sedang berlangsung untuk banyak orang. Kata ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:91, 7:98, 21:2, 44:9, dan 52:12. Di 7:98 dan 21:2 kata kerja itu didahului wa dan hum, yaitu (وَهُمْ يَلْعَبُونَ, wa-hum yal'abuuna). Di 21:2 bunyinya (اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ, stama'uuhu wa-hum yal'abuuna) yang berarti "mereka mendengarkannya sambil bermain-main", dengan peringatan baru (مِنْ رَبِّهِمْ, min rabbihim) yang berarti "dari Tuhan mereka" sebagai bahan yang didengarkan. Di 6:91 dan 52:12, seperti di 44:9, kata kerja itu menyusul langsung frasa dengan fii: (فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ, fii khawdhin yal'abuuna) di 52:12, dan (فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ, fii syakkin yal'abuuna) di 44:9. Terjemahan 44:9 memakai "sambil bermain-main" seperti 21:2, karena di kedua ayat bermain menyertai keadaan yang disebut sebelumnya, yaitu mendengar di 21:2 dan berada dalam keraguan di 44:9.

Akar ل-ع-ب yang sama berbentuk pelaku di (لَاعِبِينَ, laa'ibiina) yang berarti "dengan main-main". Bentuk itu muncul dua kali, di 21:16 dan 44:38, dalam kalimat yang menyangkal bahwa langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya diciptakan dengan main-main. Di 44:9 mereka yang bermain-main, sedangkan di 44:38 main-main pada penciptaan disangkal. Titik di ujung terjemahan menandai kalimat selesai di sini.

Tafsiran

Ayat 44:9 membalik arah pembicaraan dari pernyataan ke laporan. Dua ayat sebelumnya berbicara kepada kalian, menyebut Tuhan langit dan bumi serta syarat jika kalian yakin, dan 44:9 berbicara tentang mereka dan mengatakan bahwa mereka dalam keraguan. Kata bahkan dapat dibaca menandai bahwa laporan ini berlawanan dengan syarat yakin di 44:7. Syarat yakin di 44:7 dan keraguan di 44:9 hanya berjarak dua ayat, dan tidak ada ucapan yang menjawab syarat itu di antaranya.

Susunan serupa muncul di 52:36, (بَلْ لَا يُوقِنُونَ, bal laa yuuqinuuna) yang berarti "Bahkan, mereka tidak yakin", sesudah pertanyaan tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi. Di 52:36 ketiadaan yakin dilaporkan sesudah soal penciptaan, dan di 44:9 keraguan dilaporkan sesudah soal Tuhan langit dan bumi. Kedua ayat memakai kata bahkan untuk beralih dari soal langit dan bumi ke keadaan orang-orang yang dibicarakan.

Ayat ini melaporkan dua keadaan yang berjalan bersama, yaitu ragu dan bermain-main, dan laporannya berhenti pada keadaan itu tanpa menyebut akibatnya. Keraguan itu muncul kembali di surah yang sama dengan kata lain. Ayat 44:50 memuat ucapan yang menyebut hal yang kini dihadapi sebagai apa yang dahulu kalian ragukan, dengan kata kerja (تَمْتَرُونَ, tamtaruuna) dari akar م-ر-ي, bukan syakk, dan dengan sapaan kalian, tidak lagi mereka. Dari 44:9 ke 44:50 keraguan itu berpindah dari laporan tentang orang lain ke ucapan yang langsung ditujukan kepada orang yang ragu.

Renungan dan Hikmah

  • Sebelas ayat lain yang memuat keraguan menyebut apa yang diragukan, misalnya peringatan di 38:8. Ayat 44:9 tidak menyebutnya, padahal ayat-ayat sebelumnya membicarakan rahmat, Tuhan langit dan bumi, serta Dia yang menghidupkan dan mematikan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa alamat keraguan itu dibiarkan kosong, sehingga ayat ini tidak dapat dipakai untuk menyatakan keraguan itu pasti tentang Tuhan, dan tidak dapat pula dipakai untuk menyingkirkan kemungkinan itu. Hal apa yang paling sering diragukan pembaca ketika berhadapan dengan sebutan Tuhan, dan apakah hal itu pernah disebut dengan jelas kepada diri sendiri?
  • Kata sambil menaruh ragu dan bermain-main dalam satu waktu. Ayat ini menyebut keraguan yang disertai permainan, dan keraguan yang diperiksa dengan sungguh-sungguh tidak dibicarakan di sini. Pembaca yang pernah ragu dapat menanyakan apakah keraguannya sedang diperiksa atau sedang dibiarkan menemani kesibukan lain. Ayat ini menyebut keraguan dan permainan sebagai dua hal yang berjalan bersama. Ketika ragu, apa yang dikerjakan pembaca pada saat yang sama?
  • Di 21:2 peringatan baru dari Tuhan mereka didengarkan sambil bermain-main, dengan kata kerja yang sama seperti di 44:9. Ayat itu tidak mengatakan mereka menolak mendengar, tetapi menyebut cara mereka mendengar. Pembaca dapat memeriksa cara mendengarnya sendiri ketika sesuatu dari Tuhan sampai kepadanya, entah ayat yang dibaca, nasihat yang diterima, atau peristiwa yang menyentuh, dan menanyakan kegiatan apa yang menemaninya saat itu. Ayat 21:2 dan 44:9 sama-sama menaruh perhatian pada kebersamaan dua kegiatan. Kapan terakhir pembaca menerima sesuatu dari Tuhan tanpa kegiatan lain yang menemaninya?
  • Kata fii menaruh keraguan sebagai tempat, dan orang-orang yang disebut berada di dalamnya. Pola itu berulang di 27:66, 38:8, dan 50:15, yang menyebut keraguan atau kekaburan. Orang yang berada di dalam sebuah ruangan dapat memandang keluar, dapat menghadap dinding, atau dapat mulai bermain di sudutnya, dan ayat 44:9 menyebut yang ketiga. Ayat ini tidak mengatakan seberapa luas atau sempit tempat itu. Bila keraguan dibayangkan sebagai ruangan, jendela mana yang dibiarkan terbuka oleh pembaca?
  • Pada 44:7 dan 44:8 pembicaraan memakai kalian, dan di 44:9 berganti ke mereka. Ayat itu tidak menyebut apakah mereka sama dengan kalian di dua ayat sebelumnya. Pembaca yang membaca tiga ayat berurutan ini dapat menimbang bahwa pergantian kata ganti memberinya pilihan: membaca mereka sebagai orang lain, atau sebagai keadaan yang dapat menimpa kalian. Syarat jika kalian yakin di 44:7 dan laporan dalam keraguan di 44:9 berjarak pendek, dan Tuhan langit dan bumi yang disebut di antaranya sama untuk keduanya. Pada pembacaan mana pembaca menaruh dirinya?
  • Keraguan di 44:9 muncul lagi di 44:50 dengan akar lain, dalam ucapan yang menyebut hal yang dihadapi sebagai apa yang dahulu kalian ragukan. Dari 44:9 ke 44:50 keraguan itu berpindah dari laporan tentang mereka ke ucapan yang langsung ditujukan kepada orang yang ragu. Pembaca yang masih berada di antara kedua ayat itu dapat membayangkan bagaimana keraguannya sendiri akan disebut bila sampai ke sana. Teks tidak memberi tahu siapa yang mengucapkannya, dan kata yang dipakai di sana adalah ragu, sedangkan bermain-main tidak disebut lagi. Kata apa yang akan dipakai untuk menyebut keraguan pembaca, dan apakah ia akan mengenalinya?