يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
yang meliputi manusia; inilah azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَغْشَى النَّاسَyaghsyaa n-naasayang meliputi manusia
- هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌhaadzaa 'adzaabun aliimuninilah azab yang pedih
Terjemahan per kata (5 kata)
- يَغْشَىyaghsyaameliputi
- النَّاسَn-naasamanusia
- هَٰذَاhaadzaaini
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- أَلِيمٌaliimunyang pedih
Inti bacaan
Reaksi krisis 'meliputi manusia. azab yang pedih', gambaran situasi genting yang memicu respons darurat pada ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'inilah'. Ayat ini menyambung kalimat dari 44:10 (kabut asap yang meliputi manusia).
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan peringatan tentang kabut asap sebagai azab yang menyakitkan bagi orang-orang yang meremehkan kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut asapnya meliputi, bukan menimpa. Bukan jatuh dari atas. Menyelimuti.
- Yang diliputi disebut manusia, tanpa dibedakan. Bukan yang durhaka saja. Semuanya kena kabutnya.
- Kalimat penutupnya menamai kejadian itu. Allah menyebutnya azab. Bukan sekadar cuaca buruk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar gh-sh-w, n-w-s, '-dz-b, a-l-m): yaghshaa n-naas diterjemahkan 'meliputi manusia' (akar gh-sh-w); adhaab aliim diterjemahkan 'azab pedih' (akar '-dz-b + akar '-l-m). gloss '(durhaka)' dibuang.