يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

yang meliputi manusia; ini azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَغْشَى النَّاسَyaghsyaa n-naasayang meliputi manusia
  2. هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌhaadzaa 'adzaabun aliimunini azab yang pedih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَغْشَىyaghsyaameliputi
  2. النَّاسَn-naasamanusia
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. عَذَابٌ'adzaabunazab
  5. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Frasa (هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ, haadzaa 'adzaabun aliimun) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 44:11.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja pembuka (يَغْشَى, yaghsyaa) yang berarti "meliputi" berakar غ-ش-و dan dibuka tanpa pelaku. Bentuk persis yaghsyaa muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:154, 44:11, 53:16, dan 92:1. Di 3:154, (نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِنْكُمْ, nu'aasan yaghsyaa thaa'ifatan minkum) yang berarti "kantuk yang meliputi segolongan dari kalian" memakai kata kerja yang sama untuk kantuk yang turun kepada orang-orang, dan di 44:11 yang diliputi juga orang. Di 53:16, (إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ, idz yaghsyaa s-sidrata maa yaghsyaa) yang berarti "ketika pohon bidara itu diliputi oleh apa yang meliputinya" memakainya dua kali dalam satu ayat, dan di 92:1, (وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ, wa-l-layli idzaa yaghsyaa) yang berarti "Demi malam apabila menutupi" memakainya tanpa objek. Terjemahan 44:11 memakai "meliputi" seperti di 3:154 dan 53:16, sedangkan 92:1 memakai "menutupi" untuk malam.

Pelaku kata kerja ini tidak disebut di 44:11, tetapi bentuknya memberi petunjuk. Morfologi korpus mencatat yaghsyaa sebagai orang ketiga laki-laki tunggal, sama dengan dua kata di 44:10 yang mendahuluinya, yaitu (يَوْمَ, yawma) yang berarti "hari" dan (بِدُخَانٍ مُبِينٍ, bi-dukhaanin mubiinin) yang berarti "kabut asap yang nyata". Kata kerja (تَأْتِي, ta'tii) yang berarti "mendatangkan" di ayat itu tercatat sebagai orang ketiga perempuan karena mengikuti (السَّمَاءُ, s-samaa'u) yang berarti "langit". Dari bentuk itu pelakunya hari atau kabut asap dan langit tersingkir, sedangkan pilihan antara hari dan kabut asap dibiarkan terbuka oleh terjemahan "yang meliputi".

Objeknya, (النَّاسَ, n-naasa) yang berarti "manusia", berakar ن-و-س dan berdiri tanpa keterangan tambahan. Di 3:154 yang diliputi kantuk ditandai sebagai sebagian lewat (طَائِفَةً مِنْكُمْ, thaa'ifatan minkum) yang berarti "segolongan dari kalian", sedangkan di 44:11 tidak ada penanda sebagian dan tidak ada kata ganti yang menyempitkan sasarannya. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "semua", "orang-orang durhaka", atau "orang kafir", sebab tak satu pun kata Arab di ayat ini melahirkannya. Apakah yang dimaksud seluruh manusia atau manusia pada hari itu saja, kalimatnya tidak memutuskan.

Kata (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" menunjuk sesuatu yang dekat dan sedang berlangsung. Dalam surah 44 kata itu hadir di dua ayat saja, yaitu 44:11 dan 44:50. Di 44:50, (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) yang berarti "sesungguhnya ini" disusul (مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ, maa kuntum bihi tamtaruuna) yang berarti "apa yang dahulu kalian ragukan", sehingga penunjuknya sama, tetapi hal yang ditunjuk di sana ialah sesuatu yang dahulu diragukan, sedangkan di 44:11 dua kata sesudahnya langsung memberi nama pada hal yang ditunjuk.

Dua kata penutup, (عَذَابٌ, 'adzaabun) yang berarti "azab" dan (أَلِيمٌ, aliimun) yang berarti "yang pedih", berakar ع-ذ-ب dan أ-ل-م. Frasa (عَذَابٌ أَلِيمٌ, 'adzaabun aliimun) ada di 44:11 dalam bentuk ini. Dengan bentuk persis itu frasa tersebut muncul 35 kali di 21 surah, yaitu 2:10, 2:104, 2:174, 2:178, 3:77, 3:91, 3:177, 3:188, 5:36, 5:73, 5:94, 6:70, 7:73, 9:61, 9:79, 9:90, 10:4, 11:48, 12:25, 14:22, 16:63, 16:104, 16:117, 24:19, 24:63, 29:23, 36:18, 42:21, 42:42, 44:11, 46:24, 58:4, 59:15, 64:5, dan 71:1. Jumlah surahnya lebih kecil karena beberapa surah memuatnya lebih dari sekali, misalnya surah 2 sebanyak empat kali. Terjemahan memakai "pedih" di seluruh 35 tempat itu, dan tidak ada kemunculan lain yang didahului kata penunjuk. Di 46:24, kata penunjuk dan frasa itu berada dalam satu ayat tetapi dipisahkan oleh kalimat lain: (هَٰذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا, haadzaa 'aaridhun mumthirunaa) yang berarti "ini awan yang akan menurunkan hujan kepada kita" ditunjukkan lebih dulu, lalu (رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ, riihun fiihaa 'adzaabun aliimun) yang berarti "angin yang mengandung azab yang pedih" muncul di kalimat sesudahnya.

Terjemahan memakai titik koma sesudah "manusia" karena ada tanda jeda kecil pada teks Arab di antara kedua bagian ayat ini. Tanda petik tidak dipakai, sebab ayat ini tidak memuat kata "berkata" atau penanda ucapan lain, dan teks tidak menandai siapa yang menyebut kata penunjuk dan nama itu.

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dimulai di 44:10 dan memindahkan sorotan dari yang menanti kepada yang diliputi. Di 44:10 perintah (فَارْتَقِبْ, fa-rtaqib) yang berarti "maka, nantikanlah" berbentuk tunggal, ditujukan kepada satu orang yang diajak bicara, dan yang ditunggu hari kabut asap yang nyata. Di 44:11 sasaran kata kerjanya manusia secara umum, sehingga orang yang diperintah menanti itu mungkin termasuk yang diliputi dan mungkin tidak.

Keadaan sebelum semua itu sudah digambarkan di 44:9, tempat mereka berada (فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ, fii syakkin yal'abuuna) yang berarti "dalam keraguan sambil bermain-main". Ayat 44:50 memakai kata penunjuk yang sama untuk sesuatu yang dahulu diragukan, dengan kata kerja (تَمْتَرُونَ, tamtaruuna) yang berarti "kalian ragukan", yaitu kata lain untuk keraguan dibanding kata benda di 44:9. Ketiga ayat 44:9, 44:11, dan 44:50 membentuk rangkaian dalam surah yang sama: sikap ragu, penamaan sesuatu yang datang, dan penunjukan kembali pada apa yang dahulu diragukan. Ayat 44:11 berada di tengah rangkaian itu sebagai penamaan, dan nama yang dipilihnya, azab yang pedih, tidak diperbesar dengan sifat lain.

Ayat 46:24 memuat adegan yang bentuknya mirip, yaitu sesuatu yang terlihat didekati, disebut dengan satu nama, lalu disebut lagi dengan nama yang berbeda. Di sana orang-orang yang melihat menyebutnya awan pembawa hujan dan kalimat sesudahnya meluruskan bahwa itu angin yang mengandung azab yang pedih. Di 44:11 tidak ada nama pertama yang dikoreksi, dan dua ayat itu tidak menceritakan peristiwa yang sama, sehingga keduanya hanya dibandingkan dalam cara kata penunjuk dan frasa azab disusun.

Sesudah ayat ini, 44:12 memuat seruan (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami", dan seruan itu dapat dibaca sebagai suara orang-orang yang diliputi. Kata kerja liputan di 44:11 tidak diikuti ucapan apa pun di ayat yang sama, sehingga peralihan dari laporan ke seruan baru terjadi di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah menanti di 44:10 ditujukan kepada satu orang, sedangkan yang diliputi di 44:11 adalah manusia tanpa pembatas, dan kedua ayat itu tidak menempatkan si penanti di dalam atau di luar liputan. Orang yang disuruh menanti mudah membayangkan dirinya sebagai pengamat yang berdiri di tepi, padahal kalimatnya tidak membangun tepi itu. Jarak seorang pengamat terasa menenangkan, dan jarak itu tidak dijanjikan oleh ayat yang dipakai. Seruan Tuhan kami yang membuka 44:12 datang tepat sesudahnya, dari suara yang dapat dibaca sebagai suara mereka yang diliputi, dan seruan itu memperlihatkan arah yang dipilih ketika jarak sudah tidak ada. Jika yang menanti dan yang diliputi sama-sama dapat sampai pada sapaan itu, di mana letak tepi yang tadi dibayangkan?
  • Kata penunjuk dekat di ayat ini menandai bahwa sesuatu yang tadinya diperbincangkan dari jauh kini ditunjuk dari dekat. Pihak yang di 44:9 berada dalam keraguan sambil bermain-main menjadikan pokok itu bahan permainan, dan kata penunjuk menaruh pokok itu di depan mata pada saat yang sama dengan pemberian nama. Di 44:50 penunjuk yang sama dipakai untuk apa yang dahulu diragukan, sehingga kedekatan itu muncul dua kali dalam surah yang sama dan keduanya terletak sesudah masa keraguan. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal dalam hidupnya yang baru mendapat nama setelah berada di dekatnya, dan bertanya apakah sebuah keraguan yang lama dipelihara akhirnya berakhir pada satu kata penunjuk.
  • Kata kerja yang di 3:154 dipakai untuk kantuk yang diturunkan Dia kepada segolongan orang sebagai rasa aman dipakai lagi di 44:11 untuk azab yang pedih. Kedua ayat itu berbeda konteksnya dan tidak saling membandingkan, tetapi pembaca yang menemukan kata kerja yang sama di dua tempat melihat bahwa tindakan meliputi sendiri tidak membawa nilai baik atau buruk. Nilainya datang dari apa yang meliputi dan dari siapa yang diliputi. Kantuk yang diturunkan sebagai rasa aman dan kabut yang diberi nama azab sama-sama menyelimuti, sehingga dari luar keduanya bisa tampak serupa. Bila seseorang mendapati dirinya diselimuti sesuatu sekarang, dengan apa orang itu membedakan kantuk yang diturunkan sebagai rasa aman dari kabut yang diberi nama azab?
  • Di 3:154 yang diliputi ditandai sebagai segolongan dari kalian, sedangkan di 44:11 kata manusia berdiri sendiri. Pembaca 3:154 dapat menaruh dirinya pada segolongan yang tertidur dan bukan segolongan yang cemas, karena ayat itu memilah. Di 44:11 kalimatnya tidak memilah, sehingga tidak ada golongan yang disediakan sebagai tempat berdiri, dan tidak ada yang menyatakan bahwa pembaca berada di luar manusia yang disebut. Kebiasaan mencari tempat di sisi yang dikecualikan kehilangan bahannya ketika kalimat tidak menyediakan sisi itu, dan pertanyaan yang tersisa menyangkut cara orang berdiri tanpa pengecualian. Apa yang dilakukan seseorang terhadap kalimat yang tidak menyisihkan siapa pun?
  • Di 29:55 azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka, lalu Dia berfirman, "Rasakanlah apa yang kalian kerjakan!" Ayat itu menyebut dua arah, dan 44:11 tidak menyebut arah apa pun, namun keduanya memakai kata kerja dari akar yang sama dan keduanya menamai yang datang sebagai azab. Pembaca dapat memperhatikan bahwa gambaran liputan yang lengkap berarti tak ada sisi yang terbuka untuk dipakai sebagai tempat bersandar. Orang yang terbiasa menopang dirinya dengan pegangan di satu sisi dapat membayangkan bagaimana rasanya ketika dua sisi itu ikut tertutup. Pegangan apa yang tersisa bila, menurut 29:55, Dia sendiri yang berfirman kepada mereka sesudah liputan itu?
  • Nama yang diberikan di 44:11 terdiri atas dua kata, azab dan pedih, tanpa sifat yang membesarkannya. Ayat 46:24 mencatat sesuatu yang lebih dulu diberi nama ringan, awan pembawa hujan, sebelum kalimat berikutnya menamainya angin yang mengandung azab. Dua ayat itu tidak bercerita tentang peristiwa yang sama, tetapi keduanya memperlihatkan bahwa sebuah nama dapat lebih lunak atau lebih keras daripada benda yang diberinya nama. Pembaca dapat bertanya nama apa yang dipakainya untuk sesuatu yang sedang menyelimuti hidupnya, dan siapa yang diuntungkan oleh nama yang lebih lunak itu?