رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

“Tuhan kami, hilangkanlah azab dari kami; sesungguhnya kami orang-orang beriman.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَrabbanaa ksyif 'annaa l-'adzaabaTuhan kami, hilangkanlah azab dari kami
  2. إِنَّا مُؤْمِنُونَinnaa mu'minuunasesungguhnya kami orang-orang beriman

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  2. اكْشِفْksyifhilangkanlah
  3. عَنَّا'annaadari kami
  4. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  5. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  6. مُؤْمِنُونَmu'minuunaorang-orang beriman

Inti bacaan

Bentuk perintah (اكْشِفْ, ksyif) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 44:12.

Penjelasan pilihan kata

Seruan pembuka (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami" berakar ر-ب-ب dan memakai akhiran -naa yang berarti "kami", sehingga ayat ini langsung berupa ucapan orang yang berseru, tanpa kata pengantar. Sapaan yang sama membuka permintaan lain tentang azab di 25:65, (رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ, rabbanaa shrif 'annaa 'adzaaba jahannama) yang berarti "Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahanam", dan permintaan keluar dari api di 23:107, (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا, rabbanaa akhrijnaa minhaa) yang berarti "Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya". Terjemahan memakai "Tuhan kami" di ketiga tempat itu.

Kata kerja perintah (اكْشِفْ, ksyif) yang berarti "hilangkanlah" berakar ك-ش-ف, dan bentuk persisnya hanya ada di 44:12. Akar yang sama muncul di 20 ayat di 14 surah, yaitu 6:17, 6:41, 7:134, 7:135, 10:12, 10:98, 10:107, 16:54, 17:56, 21:84, 23:75, 27:44, 27:62, 39:38, 43:50, 44:12, 44:15, 50:22, 53:58, dan 68:42. Terjemahan memakai kata hilang, yaitu "menghilangkan", "hilangkan", atau "penghilangan", di 12 ayat, yaitu 6:17, 7:134, 7:135, 10:12, 10:98, 10:107, 16:54, 17:56, 27:62, 39:38, 43:50, dan 53:58, dan di sebelas di antaranya, semua kecuali 53:58, yang dihilangkan adalah kemudaratan, keburukan, atau azab. Dua di antaranya memuat permintaan yang berbentuk sama dengan 44:12 atau pemenuhannya: (لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ, la-in kasyafta 'annaa r-rijza) yang berarti "jika engkau menghilangkan azab itu dari kami" memakai kata (الرِّجْزَ, r-rijza) sebagai objeknya, dan (كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ, kasyafnaa 'anhumu l-'adzaaba) yang berarti "Kami hilangkan azab itu dari mereka" memakai kata azab seperti di ayat ini. Akar yang sama diterjemahkan "menyingkap" di 27:44, 50:22, dan 68:42, misalnya (فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ, fa-kasyafnaa 'anka ghithaa'aka) yang berarti "Kami singkapkan penutupmu", karena objeknya penutup atau betis, yaitu benda yang tertutup lalu dibuka. Azab yang menimpa bukan benda semacam itu, sehingga terjemahan memakai "hilangkanlah" dan tidak memakai "singkapkanlah".

Kata (عَنَّا, 'annaa) yang berarti "dari kami" menentukan arah permintaan: azab diminta pergi dari pihak yang berseru. Tiga permintaan lain memakai kata yang sama, dan kata kerja yang menyertainya menentukan ukuran permintaan. Di 7:134 kata kerjanya sama dengan 44:12, yaitu menghilangkan. Di 25:65, (اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ, shrif 'annaa 'adzaaba jahannama) yang berarti "jauhkanlah dari kami azab Jahanam" meminta azab dijauhkan. Di 40:49, (يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ, yukhaffif 'annaa yawman mina l-'adzaabi) yang berarti "agar Dia meringankan azab dari kami sehari saja" meminta azab diringankan selama satu hari, dan permintaan itu datang dari orang-orang yang sudah berada di dalam api. Permintaan di 44:12 meminta azab hilang seluruhnya, tanpa batas waktu dan tanpa kata yang membatasi kadarnya.

Kata (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) yang berarti "azab" berakar ع-ذ-ب dan memakai kata sandang al-, sedangkan azab di 44:11 disebut tanpa kata sandang. Kata sandang itu menandai azab tertentu, dan terjemahan tetap tidak menambahkan "itu", sebab kata penunjuk tidak ada di Arabnya.

Pernyataan (إِنَّا مُؤْمِنُونَ, innaa mu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya kami orang-orang beriman" memakai kata benda pelaku (مُؤْمِنُونَ, mu'minuuna) dari akar أ-م-ن, yaitu sebutan bagi keadaan, dan tidak memakai kata kerja "kami beriman". Susunan persis "innaa mu'minuuna" hanya ada di 44:12. Bentuk kata kerja dipakai di 40:84, (قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ, qaaluu aamannaa bi-llaahi) yang berarti "mereka berkata, 'Kami beriman kepada Allah'", dan di 34:52, (وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ, wa-qaaluu aamannaa bihi) yang berarti "dan mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya'". Janji yang dikuatkan ada di 7:134, (لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ, la-nu'minanna laka) yang berarti "pasti kami beriman kepadamu". Susunan yang paling dekat dengan 44:12 ada di 43:49, (إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ, innanaa la-muhtaduuna) yang berarti "sesungguhnya kami benar-benar akan mendapat petunjuk", yang juga memadukan kata sesungguhnya dengan kata benda pelaku jamak.

Terjemahan membuka dan menutup tanda petik di ayat ini karena isinya seruan kepada Tuhan, padahal tidak ada kata "berkata" di depannya, sehingga pihak yang berseru hanya ditandai oleh akhiran -naa.

Tafsiran

Ayat ini terdiri atas dua bagian yang diucapkan berurutan, permintaan lebih dulu lalu pernyataan. Permintaan (رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ, rabbanaa ksyif 'annaa l-'adzaaba) yang berarti "Tuhan kami, hilangkanlah azab dari kami" berbentuk perintah kepada pihak yang disapa, sedangkan pernyataan (إِنَّا مُؤْمِنُونَ, innaa mu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya kami orang-orang beriman" berbentuk pemberitaan tentang diri sendiri dan tidak berisi janji. Di 7:134 urutannya lain: permintaan dibuka dengan syarat "jika engkau menghilangkan", dan iman baru dijanjikan sebagai akibat penghilangan itu. Di 44:12 iman dinyatakan sebagai keadaan yang sudah ada, tanpa syarat, dan penghilangan azab diminta bersama pernyataan itu.

Susunan itu berulang di 44:15, yang terdiri atas dua pernyataan yang masing-masing dibuka dengan kata sesungguhnya, dan yang kedua ditutup dengan kata benda pelaku jamak seperti pernyataan kedua di 44:12: (إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا, innaa kaasyifuu l-'adzaabi qaliilan) yang berarti "sesungguhnya Kami akan menghilangkan azab sebentar" dan (إِنَّكُمْ عَائِدُونَ, innakum aa'iduuna) yang berarti "sesungguhnya kalian akan kembali". Pernyataan kedua di 44:15 berdiri di tempat pernyataan "kami orang-orang beriman" di 44:12, dan akar kata kerja permintaan di 44:12 muncul kembali di 44:15 sebagai kata pelaku. Di antara keduanya, 44:13 dan 44:14 memuat pertanyaan tentang mereka dan laporan tentang apa yang mereka katakan kepada rasul, sehingga jawaban untuk permintaan di 44:12 baru tiba tiga ayat kemudian.

Dua ayat lain memperlihatkan bahwa Al-Qur'an mencatat hasil yang berbeda untuk iman yang muncul ketika azab sudah terlihat. Di 40:85, (فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا, fa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ra'aw ba'sanaa) yang berarti "iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami" menyusul ucapan mereka di 40:84. Di 10:98, (لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ, lammaa aamanuu kasyafnaa 'anhum 'adzaaba l-khizyi) yang berarti "Ketika mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan" menyebut sebuah kaum yang imannya bermanfaat dan azabnya dihilangkan. Ayat 44:12 tidak memuat hasilnya, dan hasil itu baru muncul di 44:15, yang memberi penghilangan untuk waktu singkat sambil menyebut bahwa mereka akan kembali.

Ayat 44:11 melaporkan, ayat 44:12 memuat suara pihak yang berseru, dan ayat 44:13 berbicara tentang mereka dengan kata ganti orang ketiga, (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "bagi mereka", sehingga 44:13 tidak dapat dibaca sebagai lanjutan ucapan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Pernyataan di ayat ini berbunyi kami orang-orang beriman, dan pernyataan itu berdiri sebagai keadaan yang disebut tanpa syarat, berdampingan dengan permintaan kepada Tuhan. Di 7:134 iman dijanjikan sebagai akibat dari penghilangan azab, dan di 44:12 keduanya diucapkan bersama, sehingga urutan sebab dan akibat tidak ditentukan oleh kalimatnya. Ayat 44:12 tidak menilai ketulusan pernyataan tersebut dan tidak membelanya. Orang yang pernah menyebut dirinya beriman pada saat sedang meminta sesuatu dapat memperhatikan bahwa pernyataan yang sama bisa diucapkan pada saat tenang dan pada saat terdesak, dan bahwa kalimatnya tidak berubah ketika alasan mengucapkannya berubah. Apa yang menopang pernyataan tentang diri sendiri ketika diucapkan di hadapan Tuhan, dan siapa yang dapat memeriksanya?
  • Seruan Tuhan kami membuka permintaan di 44:12, tetapi juga permintaan hamba-hamba Ar-Rahman di 25:65, yang digambarkan di 25:64 melewatkan malam untuk Tuhan mereka dalam keadaan tunduk dan berdiri. Kata pembukanya sama dan permintaannya sama-sama tentang azab, sehingga pembedanya terletak pada apa yang tertulis di sekitar seruan itu. Di sekitar 44:12 ada ayat 44:9 tentang pihak yang bermain-main dalam keraguan, dan di sekitar 25:65 ada ayat 25:64 tentang pihak yang berdiri di malam hari. Kalimat doa yang diambil dari ayat tanpa sekelilingnya tidak memberi tahu siapa yang mengucapkannya. Bagaimana seseorang memastikan bahwa seruannya dibaca bersama sekelilingnya dan tidak sebagai kalimat lepas?
  • Tiga permintaan tentang azab memakai kata kerja berbeda: menghilangkan di 44:12, menjauhkan di 25:65, dan meringankan sehari saja di 40:49, ketika orang-orang di dalam api meminta penjaga memohonkan kepada Tuhan mereka agar Dia meringankan azab. Ukuran yang diminta berbeda pada ketiga peminta. Yang berseru di 44:12 meminta azab pergi sama sekali, sedangkan yang berada di dalam api meminta satu hari, dan kedua ukuran itu dapat dibaca sebagai cermin kedudukan masing-masing peminta. Bila seseorang menaksir ukuran permintaan yang diajukannya sekarang kepada Dia, apakah ukuran itu mengikuti apa yang dibutuhkannya atau apa yang dikiranya layak diterima?
  • Antara seruan di 44:12 dan jawaban di 44:15 ada dua ayat yang tidak berisi jawaban: sebuah pertanyaan tentang kemungkinan mereka menerima peringatan, dan laporan tentang ucapan mereka kepada rasul yang telah datang. Seruan tidak langsung dijawab dengan pemenuhan, dan ruang di antaranya diisi dengan catatan tentang rasul yang datang kepada mereka dan sambutan mereka terhadapnya. Orang yang menunggu jawaban atas permintaan dapat memperhatikan bahwa jeda itu bisa diisi oleh sesuatu yang memang perlu dilihat, dan tidak selalu kosong. Apa yang mengisi jeda antara permintaan seseorang kepada Tuhan dan jawaban yang dinantikannya, dan sudahkah isi itu dibacanya?
  • Al-Qur'an mencatat dua hasil yang berbeda untuk iman yang muncul setelah azab terlihat. Di 40:84 mereka berkata beriman kepada Allah semata dan kafir terhadap apa yang dahulu dipersekutukan, lalu 40:85 menyebut iman mereka tidak berguna ketika mereka melihat azab, sebagai sunah Allah yang telah berlalu. Di 10:98 sebuah kaum beriman dan azab yang menghinakan dihilangkan dari mereka. Dua ayat itu tidak menjelaskan perbedaan di antara kedua kejadian, dan 44:12 tidak mengatakan di sisi mana permintaan itu jatuh. Pembaca yang mencari rumus untuk mengatur waktu imannya tidak mendapat rumus dari ayat-ayat ini. Apa yang tersisa dari waktu iman sebagai sesuatu yang dapat diatur, bila kedua ayat itu dibaca berdampingan?
  • Di 6:17, jika Allah menimpakan kemudaratan, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia, dan 10:107 memuat susunan yang sama. Kedua ayat itu berbicara tentang kemudaratan dan tidak tentang azab di 44:11, sehingga tidak disamakan. Namun kata kerja yang diucapkan di 44:12 berakar sama dengan kata pelaku yang disangkal dua ayat itu, dan seruan yang ditujukan kepada Tuhan sesuai dengan arah yang ditunjuk 6:17. Orang yang sedang berada dalam kesulitan dapat memperhatikan ke arah mana permintaan penghilangan itu diajukannya, dan apakah arah itu sama dengan arah yang dipakainya ketika tidak ada kesulitan. Kepada siapa seseorang menyerukan penghilangan sesuatu bila sudah tahu bahwa tak ada penghilang lain?