ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ

Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, “Diajari, lagi gila.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُtsumma tawallaw 'anhukemudian, mereka berpaling darinya
  2. وَقَالُواwa-qaaluudan berkata
  3. مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌmu'allamun majnuunundiajari, lagi gila

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
  3. عَنْهُ'anhudarinya
  4. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  5. مُعَلَّمٌmu'allamunorang yang diajar
  6. مَجْنُونٌmajnuununorang gila

Inti bacaan

Bentuk (مُعَلَّمٌ, mu'allamun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian", dan kata itu menaruh sambutan mereka sesudah datangnya rasul di 44:13. Kata kerja (تَوَلَّوْا, tawallaw) yang berarti "berpaling" berakar و-ل-ي, dan bentuk persisnya muncul 30 kali di 17 surah, yaitu 2:137, 2:246, 3:20, 3:32, 3:63, 3:64, 3:155, 4:89, 5:49, 8:20, 8:23, 8:40, 9:50, 9:74, 9:76, 9:92, 9:129, 11:3, 11:52, 11:57, 16:82, 21:109, 24:54, 37:90, 44:14, 47:38, 48:16, 58:14, 60:13, dan 64:6. Surah 3 dan surah 9 masing-masing memuatnya lima kali. Terjemahan memakai "berpaling" di 28 tempat itu, semua kecuali 58:14 dan 60:13. Kata "kemudian" dan kata kerja berpaling berpasangan di lima ayat, yaitu 2:64, 2:83, 27:28, 28:24, dan 44:14, dan di antara kelimanya 44:14 memakai bentuk jamak orang ketiga, sedangkan empat lainnya memakai bentuk orang kedua atau bentuk tunggal.

Kata (عَنْهُ, 'anhu) yang berarti "darinya" menunjuk seseorang yang disebut sebelumnya, yaitu rasul di 44:13, dan tidak menunjuk benda. Susunan persis "berpaling darinya" dalam bentuk ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 8:20, 37:90, dan 44:14. Di 37:90, (فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ, fa-tawallaw 'anhu mudbiriina) yang berarti "Maka, mereka berpaling darinya seraya meninggalkannya" memuat pelengkap berupa kata yang berarti "meninggalkan", sedangkan di 44:14 kata kerja berpaling langsung disusul kata kerja ucapan.

Kata kerja (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan berkata" berakar ق-و-ل, dan ucapannya datang sesudah kata kerja berpaling di ayat yang sama. Urutan yang sama ada di 51:39, (فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ, fa-tawallaa bi-ruknihi wa-qaala) yang berarti "berpaling bersama pendukungnya dan berkata". Dari tujuh ayat yang memuat kata (مَجْنُونٌ, majnuunun), dua ayat memuat kata kerja berpaling di ayat yang sama, yaitu 44:14 dan 51:39.

Kata (مُعَلَّمٌ, mu'allamun) yang berarti "diajari" berakar ع-ل-م dan muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:14. Bentuknya menyatakan orang yang menerima pengajaran, sehingga pengajarnya tidak disebut. Tuduhan semacam itu muncul lagi dengan kata kerja di 16:103, (يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ, yu'allimuhu basyarun) yang berarti "diajarkan oleh seorang manusia", dan di sana pengajar yang dituduhkan disebut sebagai seorang manusia. Kata kerja yang sebentuk, dengan pengajar yang disebut, ada di 55:2, (عَلَّمَ الْقُرْآنَ, 'allama l-qur'aana) yang berarti "telah mengajarkan Al-Qur'an" dengan pelaku Ar-Rahman yang disebut di 55:1, dan di 96:5, (عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ, 'allama l-insaana maa lam ya'lam) yang berarti "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya".

Kata (مَجْنُونٌ, majnuunun) yang berarti "gila" berakar ج-ن-ن, dan bentuk persisnya muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 15:6, 26:27, 44:14, 51:39, 51:52, 54:9, dan 68:51. Di ketujuhnya kata itu diucapkan tentang orang yang membawa pesan: di 15:6 tentang orang yang kepadanya diturunkan peringatan, di 26:27 tentang rasul yang diutus, di 51:39 tentang orang yang diutus menurut 51:38, di 51:52 tentang setiap rasul yang datang kepada orang-orang sebelum mereka, di 54:9 tentang hamba Kami dari kaum Nuh, dan di 68:51 tentang orang yang menyampaikan peringatan yang mereka dengar. Kata yang sama dengan akhiran lain ada di 37:36, 52:29, 68:2, dan 81:22; di 37:36 kata itu dipakai sebagai tuduhan lagi, dan di tiga lainnya kata itu disangkal. Di 15:6, 26:27, dan 68:51 ucapan itu memuat kata ganti atau sebutan sasaran, misalnya (إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ, innaka la-majnuunun) yang berarti "sesungguhnya engkau benar-benar orang gila" dan (إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ, innahu la-majnuunun) yang berarti "sesungguhnya dia benar-benar orang gila". Di 44:14, 51:39, 51:52, dan 54:9 kata itu diucapkan tanpa kata ganti sasaran. Di 51:39 dan 51:52 dua tuduhan dihubungkan oleh (أَوْ, aw) yang berarti "atau", sedangkan di 44:14 kedua kata berdiri berdampingan tanpa penghubung.

Terjemahan "Diajari, lagi gila" memakai koma dan kata "lagi" untuk menjajarkan dua kata tanpa subjek, karena teks Arab tidak memuat kata "dan" maupun "atau" di antara keduanya dan tidak memuat kata ganti. Tanda petik dipakai karena kata kerja (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan berkata" mengantar ucapan itu.

Tafsiran

Ayat ini mencatat sambutan terhadap rasul di 44:13 dalam dua gerak, berpaling dengan tubuh lalu berkata dengan mulut, dan urutannya sama dengan 51:39. Ucapan yang dicatat terdiri atas dua kata yang keduanya menyangkut diri pembawa pesan dan tidak menyangkut isi pesannya, padahal 44:13 menyebut peringatan. Kata "diajari" menunjuk sumber di luar orang itu dan kata "gila" menunjuk keadaan di dalam dirinya, sehingga kedua tuduhan dapat dibaca sebagai dua arah yang berbeda: pesan itu berasal dari orang lain, atau pesan itu keluar dari akal yang terganggu. Teks tidak menjelaskan bagaimana keduanya dapat benar bersama.

Tuduhan semacam itu tercatat pula di ayat lain. Di 51:52 tidak ada seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang sebelum mereka tanpa disambut ucapan "penyihir atau orang gila", dan di 54:9 kaum Nuh mengucapkan "orang gila" kepada hamba yang diutus kepada mereka. Ayat 44:14 mencatat sambutan serupa dengan urutan yang sama seperti 51:39, yaitu berpaling lalu berkata.

Di 16:103 tuduhan "diajarkan oleh seorang manusia" dijawab dengan perbandingan bahasa: (لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ, lisaanu lladzii yulhiduuna ilayhi a'jamiyyun) yang berarti "Bahasa orang yang mereka tuduh itu adalah bahasa asing" disusul (وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ, wa-haadzaa lisaanun 'arabiyyun mubiinun) yang berarti "padahal ini adalah bahasa Arab yang jelas". Ayat 44:14 tidak memuat jawaban semacam itu. Tuduhan "gila" dijawab di tempat lain lewat kalimat penyangkalan, seperti 68:2 dan 81:22, yang menyebut orang itu bukan orang gila. Dalam surah 44 sendiri jawaban datang dalam bentuk lain: ayat 44:15 beralih berbicara kepada mereka dengan kata "kalian", dan tidak membahas isi ucapan mereka.

Ayat 44:13 menyebut rasul itu "yang menjelaskan", dan ayat 44:14 menunjukkan apa yang diterima dari mereka sebagai balasan atas penjelasan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini mencatat tubuh yang berpaling lebih dulu dan mulut yang berbicara sesudahnya, dan urutan yang sama ada di 51:39. Kata kerja berpaling di 44:14 menunjuk arah badan, seperti di 37:90 yang menambahkan bahwa mereka berpaling seraya meninggalkan. Ucapan yang keluar setelah punggung diputar menjadi ucapan tentang seseorang yang sudah dipunggungi. Pembaca dapat memperhatikan penilaian yang pernah dibuatnya tentang seseorang sesudah menjauh dari orang itu, lalu membandingkannya dengan penilaian yang mungkin dibuatnya bila tetap duduk di tempat semula. Apakah sebuah penilaian yang diucapkan sesudah berbalik arah masih bersandar pada apa yang terlihat dari dekat?
  • Kata diajari menunjuk sumber di luar orang itu, dan kata gila menunjuk keadaan di dalam dirinya. Kedua tuduhan itu tidak dihubungkan oleh kata atau seperti di 51:39 dan 51:52, sehingga keduanya disebut bersamaan dan pembaca tidak diberi pilihan antara yang satu dan yang lain. Penolakan terhadap sebuah pesan dapat datang dengan beberapa alasan sekaligus yang tidak sejalan satu sama lain, dan jumlah alasan tidak menunjukkan kuatnya alasan. Bila seseorang mendapati dirinya memegang dua alasan yang saling menggeser untuk menolak sebuah pesan, alasan mana yang akan dilepasnya lebih dulu?
  • Tuduhan diajari menyisakan pertanyaan siapa yang mengajar. Tiga ayat menyebut pengajar dengan cara berbeda: seorang manusia sebagai tuduhan di 16:103, Ar-Rahman di 55:2, dan Dia di 96:5 yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Ayat 44:14 tidak menyebut pengajarnya. Pembaca yang memegang kata diajari dapat menaruhnya di samping ketiga ayat itu, lalu memeriksa mana yang memiliki bukti di dalam teks. Dari tiga penyebutan pengajar itu, mana yang tetap dipegang bila diminta menunjuk bukti dari teks?
  • Seruan di 44:12 punya alamat yang jelas, yaitu Tuhan kami, sedangkan ucapan di 44:14 tidak memuat alamat: tidak ada kata engkau, tidak ada kata dia, dan tidak ada nama. Kalimat tanpa alamat tidak memberi kesempatan kepada siapa pun untuk menjawab, termasuk pihak yang dimaksud. Dua ayat yang berdekatan itu memperlihatkan dua cara memakai ucapan: yang satu diarahkan kepada Tuhan, yang lain diucapkan tanpa tujuan yang tertulis. Apa yang berubah dalam hubungan seseorang dengan kata-katanya bila diucapkan kepada siapa pun dan tidak kepada pihak yang jelas?
  • Di 51:52 tidak ada seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang sebelum mereka tanpa disambut ucapan penyihir atau orang gila, di 54:9 kaum Nuh mengucapkan orang gila, dan di 44:14 ucapan serupa dicatat lagi. Tuduhan yang sama diarahkan kepada pembawa pesan yang berbeda di ayat-ayat yang berbeda dan oleh pihak yang berbeda. Pengulangan itu menunjukkan pola sambutan, dan ayat-ayat itu tidak memuat ukuran yang menghubungkan pola tersebut dengan sifat orang yang dituduh. Apakah kata yang diucapkan berulang-ulang kepada banyak orang yang berbeda lebih banyak menyingkapkan orang yang dituduh atau orang yang menuduh?
  • Di 68:2 kata gila dijawab dengan engkau, dengan nikmat Tuhanmu, bukanlah orang gila, dan di 52:29 jawaban serupa mengikuti perintah memberi peringatan. Ayat 81:22 menyangkal kata itu untuk kawan yang dibicarakan. Dua ayat pertama menaruh nikmat Tuhan sebagai latar penyangkalan. Ayat 44:14 mencatat tuduhan tanpa menaruh penyangkalan di sebelahnya, dan jawabannya disimpan di surah lain. Pembaca yang menemukan sebuah tuduhan tanpa jawaban di sisinya dapat bertanya apakah jawaban yang tidak ada di ayat yang sama berarti jawaban itu tidak ada di seluruh Kitab.