ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ
Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, “Diajari, lagi gila.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُtsumma tawallaw 'anhukemudian, mereka berpaling darinya
- وَقَالُواwa-qaaluudan berkata
- مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌmu'allamun majnuunundiajari, lagi gila
Terjemahan per kata (6 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
- عَنْهُ'anhudarinya
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- مُعَلَّمٌmu'allamunorang yang diajar
- مَجْنُونٌmajnuununorang gila
Inti bacaan
Penolakan yang berujung tuduhan personal 'diajari lagi gila', serangan terhadap karakter pembawa pesan, bukan evaluasi jujur atas isi pesan yang disampaikan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)' dan '(oleh orang lain)' tidak dipakai: sebutan 'diajari, lagi gila' dibiarkan tanpa subjek eksplisit, konsisten struktur Arab yang juga elips subjeknya. Kutipan singkat dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini merekam tuduhan kosong yang dilontarkan orang-orang yang berpaling, meremehkan risalah dengan tuduhan tak berdasar.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam tuduhan mereka yang saling bertentangan. Diajari orang lain, sekaligus gila. Dua tuduhan itu tak bisa benar bersama-sama.
- Yang diserang orangnya, bukan isinya. Tak ada bantahan atas pesannya. Yang dibicarakan keadaan jiwanya.
- Kalimat mereka pendek dan tanpa alasan. Allah merekamnya persis begitu. Tuduhan tergesa memang jarang panjang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).