إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ

Sesungguhnya Kami akan menghilangkan azab sebentar; sesungguhnya kalian akan kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًاinnaa kaasyifuu l-'adzaabi qaliilansesungguhnya Kami akan menghilangkan azab sebentar
  2. إِنَّكُمْ عَائِدُونَinnakum aa'iduunasesungguhnya kalian akan kembali

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. كَاشِفُوkaasyifuuyang menghilangkan
  3. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  4. قَلِيلًاqaliilansebentar
  5. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  6. عَائِدُونَaa'iduunaorang-orang yang kembali

Inti bacaan

Bentuk persis (كَاشِفُو, kaasyifuu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:15.

Penjelasan pilihan kata

Pembuka (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami" menaruh penuturnya sebagai pihak "Kami", dan penutur yang sama berlanjut ke dua ayat sesudahnya: (يَوْمَ نَبْطِشُ, yawma nabthisyu) yang berarti "Pada hari Kami menghantam" dan (وَلَقَدْ فَتَنَّا, wa-la-qad fatannaa) yang berarti "Sungguh, Kami benar-benar telah menguji". Kata ganti kedua dalam ayat ini, (إِنَّكُمْ, innakum) yang berarti "sesungguhnya kalian", menyapa pihak yang berbeda dari penutur.

Kata pelaku (كَاشِفُو, kaasyifuu) yang berarti "yang akan menghilangkan" berakar ك-ش-ف, dan bentuk persisnya hanya ada di 44:15. Bentuk pelaku dari akar ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:17, 10:107, 39:38, 44:15, dan 53:58, dan terjemahan memakai "menghilangkan" di kelimanya. Di empat ayat lain kata itu berada dalam penyangkalan atau pertanyaan: (فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ, fa-laa kaasyifa lahu illaa huwa) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia" di 6:17, kalimat yang sama di 10:107, (هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ, hal hunna kaasyifaatu dhurrihi) yang berarti "apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu" di 39:38, dan (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ, laysa lahaa min duuni llaahi kaasyifatun) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah" di 53:58. Di 44:15 kata itu berdiri sebagai pernyataan yang menetapkan, dengan "Kami" sebagai pelakunya. Ayat ini tidak memuat kata penanda waktu, dan terjemahan memakai "akan" karena ayat ini menjawab permintaan di 44:12 yang belum terpenuhi pada saat permintaan diucapkan.

Kata (قَلِيلًا, qaliilan) yang berarti "sebentar" berakar ق-ل-ل. Terjemahan memakai "sebentar" di delapan ayat, yaitu 17:52, 17:76, 23:114, 33:60, 39:8, 44:15, 73:11, dan 77:46. Di tujuh ayat yang lain kata itu menyertai kata kerja yang berkaitan dengan waktu berdiam atau menikmati: tinggal di 17:52, 17:76, dan 23:114, bertetangga di 33:60, bersenang-senang di 39:8 dan 77:46, dan menangguhkan di 73:11. Di 44:15 kata itu menyertai penghilangan azab, sehingga waktu singkat itu melekat pada penghilangan azab. Tiga ayat menaruh kata itu persis sebelum pernyataan yang diawali kata sesungguhnya: (تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا, tamatta' bi-kufrika qaliilan) yang berarti "bersenang-senanglah dengan kekufuranmu sebentar" disusul (إِنَّكَ, innaka) yang berarti "sesungguhnya engkau", (كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ, kuluu wa-tamatta'uu qaliilan innakum mujrimuuna) yang berarti "Makan dan bersenang-senanglah sebentar; sesungguhnya kalian adalah para pendurhaka", dan 44:15 sendiri.

Kata (عَائِدُونَ, aa'iduuna) yang berarti "yang akan kembali" berakar ع-و-د, dan bentuk pelaku jamaknya hanya ada di 44:15. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di tempat lain bersama keterangan tentang apa yang dikembalikan: (وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ, wa-law rudduu la-'aaduu li-maa nuhuu 'anhu) yang berarti "sekiranya mereka dikembalikan, tentu mereka mengulangi apa yang dilarang atas mereka" di 6:28, dan (ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ, tsumma ya'uuduuna li-maa nuhuu 'anhu) yang berarti "kemudian mereka mengulangi apa yang dilarang" di 58:8. Di 44:15 keterangan semacam itu tidak ada, sehingga ayat ini tidak menyebut kembali kepada apa. Pelaku yang berbeda berada dalam satu kalimat di 17:8, (وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا, wa-in 'udtum 'udnaa) yang berarti "Dan jika kalian kembali, Kami pun kembali", dan di 23:107 kata kerja itu dipakai dalam pengandaian oleh pihak yang berseru, (فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ, fa-in 'udnaa fa-innaa zhaalimuuna) yang berarti "maka jika kami mengulangi, sungguh kami orang-orang yang zalim".

Terjemahan memakai titik koma di antara kedua pernyataan karena ada tanda jeda kecil pada teks Arab sesudah kata sebentar. Tanda petik tidak dipakai, sebab ayat ini tidak memuat kata "berkata", dan penuturnya dikenali dari kata "Kami".

Tafsiran

Ayat ini menjawab permintaan di 44:12 dengan dua pernyataan yang tidak saling menghapus: penghilangan azab diberikan untuk waktu yang singkat, dan kembalinya mereka dinyatakan sebagai sesuatu yang akan terjadi. Akar kata kerja permintaan di 44:12 muncul lagi di 44:15 sebagai kata pelaku, dan pernyataan kedua di 44:15 menempati tempat yang di 44:12 diisi pernyataan "kami orang-orang beriman". Ayat ini tidak menyentuh isi pernyataan iman itu, dan tidak menyebut berapa lama "sebentar" berlangsung.

Rangkaian penghilangan lalu pengingkaran sudah tercatat di dua ayat lain. Di 7:135, (فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ, fa-lammaa kasyafnaa 'anhumu r-rijza) yang berarti "maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka" disusul (إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ, idzaa hum yankutsuuna) yang berarti "tiba-tiba mereka mengingkari janji", dan 43:50 memuat susunan yang sama dengan kata azab. Dua ayat itu menceritakan kaum Firaun, dan 44:17 menyebut kaum Firaun sebagai pihak yang diuji sebelum mereka, sehingga pihak di 44:15 bukan kaum yang sama dengan yang dibicarakan 7:135 dan 43:50. Bedanya terletak pada waktu penyebutan: 7:135 dan 43:50 melaporkan sesudah kejadian, sedangkan 44:15 menyatakan lebih dulu bahwa mereka akan kembali.

Tiga pernyataan berurutan dibuka dengan kata sesungguhnya dari 44:15 sampai 44:16, yaitu (إِنَّا, innaa), (إِنَّكُمْ, innakum), dan (إِنَّا مُنْتَقِمُونَ, innaa muntaqimuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan". Pernyataan pertama menyebut penghilangan, yang kedua menyebut kembalinya mereka, dan yang ketiga menyebut pembalasan pada hari hantaman terbesar yang dibuka di 44:16. Ketiganya tersusun tanpa kata penghubung dan tanpa kata "berkata", sehingga pembaca menerima ketiganya sebagai satu rangkaian ucapan.

Ayat 44:13 dan 44:14 terletak di antara permintaan dan jawaban, dan keduanya memuat hal yang dilakukan mereka kepada rasul. Jawaban di 44:15 dapat dibaca bersama latar yang diberikan dua ayat itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata sebentar di 44:15 menyertai penghilangan azab, dan di 39:8 serta 77:46 menyertai bersenang-senang yang disusul pernyataan tentang siapa orangnya. Tiga ayat itu memakai susunan serupa: sesuatu diberi waktu singkat, lalu datang pernyataan yang diawali kata sesungguhnya. Waktu yang disebut sebentar tidak diberi ukuran dalam ayat-ayat itu, dan pembaca dapat membayangkan ukurannya sendiri. Orang yang sedang menerima kelegaan dari sesuatu yang berat dapat memperhatikan apakah kelegaan itu diperlakukannya sebagai awal yang baru atau sebagai jeda, dan bagaimana kata sebentar mengubah cara waktu itu dipakai.
  • Pernyataan kami orang-orang beriman di 44:12 dijawab oleh 44:15 dengan pernyataan kalian akan kembali, dan pernyataan pertama tidak dibahas. Seruan Tuhan kami menyatakan keadaan yang diakui peminta, sedangkan jawabannya menyatakan keadaan yang akan datang menurut penutur. Kedua pernyataan menyoroti pihak yang sama dari dua arah: yang satu tentang apa yang sedang mereka alami, yang lain tentang apa yang akan mereka lakukan. Pembaca yang pernah mengucapkan pernyataan tentang dirinya di hadapan Tuhan dapat memperhatikan bahwa jawaban atas permintaan tidak selalu membicarakan pernyataan yang menyertainya. Apa yang tersisa dari sebuah pernyataan tentang diri sendiri ketika jawabannya tidak membahasnya?
  • Di 6:28 dan 58:8 kata kerja kembali disusul keterangan tentang kepada apa mereka kembali, yaitu apa yang dilarang. Di 44:15 keterangan itu tidak ada, dan kalimat berhenti pada kata kalian akan kembali. Ketiadaan tujuan membuat kata itu terbuka, dan pembaca dapat mengisinya dengan apa yang paling dekat dengan ingatan atau ketakutannya sendiri. Kata kembali tanpa tujuan membiarkan pembaca memilih tujuannya sendiri, dan pilihan itu dapat memperlihatkan sesuatu tentang pembacanya. Ke mana seseorang membayangkan dirinya kembali ketika kalimat tidak menyebut tujuan?
  • Di 17:8 dua pihak memakai kata kerja kembali dalam satu kalimat: Tuhan kalian disebut di awal ayat itu, lalu dikatakan jika kalian kembali, Kami pun kembali. Kata kerja yang sama dipakai untuk dua arah, dan kalimat itu tidak menyebut apa yang terjadi di antara keduanya. Di 44:15 hanya satu arah yang disebut, yaitu kembalinya mereka, sedangkan 17:8 menaruh kata kerja yang sama pada penutur juga. Pembaca dapat membayangkan hubungan dua arah, tempat setiap kembalinya satu pihak dijawab dengan kembalinya pihak lain. Bila seseorang kembali kepada sesuatu yang pernah ditinggalkannya, apa yang kembali kepadanya?
  • Di 6:17 dan 10:107 tidak ada yang dapat menghilangkan kemudaratan selain Dia, di 39:38 pertanyaan tentang kemampuan pihak selain Allah untuk menghilangkannya disusul perkataan cukuplah Allah bagiku, dan di 53:58 tidak ada penghilang selain Allah. Di 44:15 penghilangan itu dinyatakan sebagai perbuatan penutur, dengan kata Kami sebagai pelaku. Empat ayat itu menyangkal kemampuan pihak lain, dan 44:15 menegaskan penghilangan oleh penutur. Orang yang mengamati kapan sesuatu terasa dihilangkan darinya dapat bertanya kepada siapa rasa syukurnya dikembalikan, dan apakah arah itu sama dengan arah yang dituju ketika meminta.
  • Di 7:135 dan 43:50 penghilangan azab disusul pengingkaran janji pada pihak yang diceritakan, dan 44:17 menyebut kaum Firaun sebagai pihak yang diuji sebelum mereka. Pola yang dinyatakan di 44:15 sudah punya contoh, dan contoh itu terjadi pada pihak lain. Pembaca yang membaca 44:15 sesudah 7:135 melihat bahwa kalimat itu bukan perkiraan yang lahir tanpa dasar. Orang yang mendengar pernyataan akan kembali tentang dirinya dapat bertanya apakah dirinya lebih dekat dengan pihak yang pernah diceritakan dan apa yang membuatnya yakin berbeda.