يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنْتَقِمُونَ

Pada hari Kami menghantam dengan hantaman yang terbesar, sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰyawma nabthisyu l-bathsyata l-kubraapada hari Kami menghantam dengan hantaman yang terbesar
  2. إِنَّا مُنْتَقِمُونَinnaa muntaqimuunasesungguhnya Kami adalah pemberi balasan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. نَبْطِشُnabthisyuKami menghantam
  3. الْبَطْشَةَl-bathsyatahantaman
  4. الْكُبْرَىٰl-kubraayang terbesar
  5. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  6. مُنْتَقِمُونَmuntaqimuunaorang-orang yang membalas

Inti bacaan

Kata (الْكُبْرَىٰ, l-kubraa) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 20:23, 44:16, 53:18, 79:20, 79:34, dan 87:12, dan hanya di 44:16 kata itu menerangkan sebuah hantaman.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (نَبْطِشُ, nabthisyu) yang berarti "Kami menghantam" berakar ب-ط-ش, dan awalan nun di depannya menandai pembicara jamak, yaitu Allah yang berbicara dengan kata "Kami". Bentuk nabthisyu hanya ada di 44:16. Akar itu dipakai sebagai kata kerja di empat ayat, dan di tiga ayat yang lain pelakunya bukan Allah. Di 7:195, (يَبْطِشُونَ, yabthisyuuna) yang berarti "mereka memegang dengan keras" dikenakan pada tangan "mereka". Di 26:130, (وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ, wa-idzaa bathasytum bathasytum jabbaariina) yang berarti "dan apabila kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis" ditujukan kepada "kalian". Di 28:19, (أَنْ يَبْطِشَ, an yabthisya) yang berarti "untuk menyerang" dikenakan pada orang yang hendak menyerang musuhnya.

Kata benda dari akar yang sama, (الْبَطْشَةَ, l-bathsyata) yang berarti "hantaman", berdiri tepat sesudah kata kerjanya, sehingga rangkaian (نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ, nabthisyu l-bathsyata) terbaca harfiah "Kami menghantam hantaman". Karena kata kerja dan kata bendanya satu akar, ayat ini menyebut perbuatan beserta wujudnya, dan tidak ada kata Arab yang melahirkan "mereka" sebagai pihak yang dihantam. Terjemahan "menghantam dengan hantaman yang terbesar" menjaga kedua kata itu dan tidak menambahkan korban. Kata benda dengan huruf penutup ة (ta) seperti ini ada di dua ayat saja, yaitu 44:16 dan 54:36, tempat (بَطْشَتَنَا, bathsyatanaa) berarti "hantaman Kami" dan bersanding dengan (أَنْذَرَهُمْ, andzarahum) yang berarti "ia telah memperingatkan mereka". Kata benda tanpa huruf ة ada di tiga ayat lain: (أَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا, asyadda minhum bathsyan) di 43:8 yang berarti "lebih keras daripada mereka dalam hantaman", susunan serupa di 50:36, dan (بَطْشَ رَبِّكَ, bathsya rabbika) di 85:12 yang berarti "hantaman Tuhanmu", yang di ayat itu disebut (لَشَدِيدٌ, la-syadiidun) yang berarti "benar-benar keras". Di 44:16 hantaman itu diberi ukuran lain, yaitu terbesar.

Kata (الْكُبْرَىٰ, l-kubraa) yang berarti "yang terbesar" berakar ك-ب-ر dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 20:23, 44:16, 53:18, 79:20, 79:34, dan 87:12, dengan dua kemunculan di surah 79. Benda yang diterangkannya berbeda-beda. Kata itu menyertai tanda di 20:23, dan di 53:18 serta 79:20 dalam (مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ, min aayaati rabbihi l-kubraa) dan (الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ, l-aayata l-kubraa), menyertai malapetaka di 79:34 dalam (الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ, th-thaammatu l-kubraa), dan menyertai api di 87:12 dalam (النَّارَ الْكُبْرَىٰ, n-naara l-kubraa). Di 44:16 kata itu menyertai hantaman. Terjemahan memakai "yang terbesar" di keenam tempat itu. Bentuk perbandingan dari akar yang sama, (الْأَكْبَرِ, l-akbari), dipakai di 32:21 dalam (الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ, l-'adzaabi l-akbari) yang berarti "azab yang lebih besar", bersama (الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ, l-'adzaabi l-adnaa) yang berarti "azab yang dekat" sebagai pasangannya. Ayat 44:16 tidak memuat pasangan seperti itu, sehingga kata kubraa berdiri bersama benda yang diterangkannya saja.

Kata (مُنْتَقِمُونَ, muntaqimuuna) yang berarti "pemberi balasan" berasal dari bentuk intaqama, dan di 44:16 kata itu mengikuti (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami" tanpa keterangan lain. Bentuk muntaqimuuna muncul tiga kali di tiga surah. Di 32:22 kata itu disusul keterangan sasaran, (إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ, innaa mina l-mujrimiina muntaqimuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa", dan di 43:41 oleh (فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ, fa-innaa minhum muntaqimuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami akan membalas mereka". Di 44:16 tempat sasaran itu kosong, sehingga terjemahan tidak menambahkan "mereka" atau "para pendosa". Keluarga kata intaqama dipakai di dua belas ayat, yaitu 3:4, 5:95, 7:136, 14:47, 15:79, 30:47, 32:22, 39:37, 43:25, 43:41, 43:55, dan 44:16, misalnya (فَيَنْتَقِمُ, fa-yantaqimu) di 5:95, (انْتَقَمْنَا, intaqamnaa) di 43:55, dan (ذُو انْتِقَامٍ, dzuu intiqaamin) di 14:47. Di kedua belas ayat itu pelakunya Allah.

Tafsiran

Ayat ini menutup dua kalimat yang sama-sama dibuka dengan (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami". Kalimat pertama ada di 44:15, (إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا, innaa kaasyifuu l-'adzaabi qaliilan) yang berarti "sesungguhnya Kami akan menghilangkan azab sebentar", dan kalimat kedua adalah (إِنَّا مُنْتَقِمُونَ, innaa muntaqimuuna) di 44:16. Keduanya memakai kata benda pelaku, bukan kata kerja, sehingga Allah menyebut diri-Nya lewat pekerjaan yang ditanggung-Nya: pelenyap azab di satu ayat, pemberi balasan di ayat berikutnya. Di antara keduanya ada kalimat (إِنَّكُمْ عَائِدُونَ, innakum aa'iduuna) yang berarti "sesungguhnya kalian akan kembali", yang tidak menyebut kembali ke mana. Dengan susunan itu 44:15 dan 44:16 menaruh dua ukuran berdampingan, azab yang dilenyapkan "sebentar" dan hantaman yang "terbesar".

Hari yang disebut 44:16 memakai kata (يَوْمَ, yawma) yang sama dengan yang dipakai di 44:10, (يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ, yawma ta'tii s-samaa'u bi-dukhaanin mubiinin) yang berarti "hari langit mendatangkan kabut asap yang nyata". Ayat 44:16 tidak menyatakan bahwa kedua hari itu satu, dan tidak pula membedakannya, sehingga pembaca menerima dua hari yang disebut dengan kata yang sama dalam satu bagian surah tanpa penyambung di antaranya.

Setelah 44:16 surah berpindah ke contoh dari masa lalu, 44:17, yang dibuka dengan (وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ, wa-laqad fatannaa qablahum) yang berarti "sungguh, Kami benar-benar telah menguji sebelum mereka". Karena itu 44:16 menjadi kalimat terakhir di bagian ini yang berbicara tentang apa yang menanti, dan 44:17 beralih ke peristiwa yang sudah lewat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut hantaman itu terbesar, dan kata yang sama di empat surah lain dipakai untuk tanda, malapetaka, dan api. Di 44:16 tidak ada hantaman lain yang diletakkan di sampingnya sebagai pembanding, sehingga pembaca tidak menerima skala dari ayat. Pembaca yang mencoba membayangkan hari itu akan memakai ukuran dari pengalamannya sendiri, sebab ayat tidak menyediakan ukuran lain. Ukuran itu dapat lebih kecil daripada kata terbesar, dan ayat membiarkan jarak itu terbuka. Apa yang dilakukan pembaca terhadap kata yang ukurannya melampaui seluruh pengalamannya, apakah kata itu disusutkan agar muat dalam kepala, atau dibiarkan tetap lebih besar daripada bayangannya?
  • Ayat 44:16 membuka dengan sebuah hari dan tidak mencatat tanggalnya, seperti 44:10 yang menyebut hari langit mendatangkan kabut asap tanpa menyebut kapan. Keadaan ini dikenal oleh siapa pun yang pernah menunggu keputusan yang pasti datang tetapi belum bertanggal: hari itu disebut dengan yakin, sedangkan jamnya tidak ada yang bisa dicoret dari kalender. Dapat dibaca bahwa ayat menaruh kepastian dan ketidaktahuan dalam satu kalimat, dan bahwa Allah tidak menukar salah satunya dengan yang lain. Kapan pembaca terakhir menjalani sebuah hari dengan sadar bahwa ada hari lain yang pasti datang, namun tidak bertanggal?
  • Allah menyebut diri-Nya pemberi balasan lewat kata yang di dua belas ayat selalu dikenakan kepada-Nya, dan tidak sekali pun kepada manusia dalam bentuk yang sama. Bagi orang yang pernah ingin membalas pihak yang menyakitinya, kata itu di mushaf ini ternyata diletakkan di tangan Allah. Ayat tidak memerintahkan apa pun kepada pembaca; teksnya menunjukkan kepada siapa kata kerja itu diberikan. Apa yang tersisa dari keinginan membalas pada orang yang membaca bahwa kata yang ia pinjam untuk perasaannya itu, dalam kitab ini, milik Dia yang menghantam?
  • Di 44:15 Allah menyebut diri-Nya pelenyap azab yang sebentar, dan di 44:16 pemberi balasan yang menghantam dengan hantaman terbesar. Dua ukuran itu, sebentar dan terbesar, diucapkan oleh pembicara yang sama dalam dua ayat yang bersebelahan. Orang yang pernah merasakan beban terangkat sebentar lalu menyadari bahwa persoalan utamanya belum selesai tahu bagaimana kelegaan dan kecemasan bisa menempati satu hari yang sama. Ayat tidak menjelaskan hubungan sebab antara keduanya, dan bagian ini pun tidak. Seberapa panjang pembaca mengukur kelegaan yang diterimanya, bila Dia yang melenyapkan azab menyebutnya sebentar?
  • Dua ayat lain menaruh sasaran sesudah kata pemberi balasan: para pendosa di satu ayat dan mereka di ayat lain. Di 44:16 tempat itu kosong, dan Allah tidak mengisinya. Membaca ayat ini dengan rasa tidak dibicarakan, atau sebaliknya dengan rasa langsung dibicarakan, berarti mengisi tempat kosong itu dengan sesuatu yang tidak tertulis. Ayat menyerahkan ruang itu tanpa penunjuk arah, sehingga siapa yang paling cepat diisikan di sana banyak memperlihatkan isi pembacanya sendiri. Siapa yang pertama kali terlintas ketika pembaca mencari tahu kepada siapa kalimat ini ditujukan, dan dari mana datangnya kecepatan jawaban itu?
  • Di 54:36 hantaman Kami dikabarkan lebih dulu kepada orang-orang yang kemudian membantahnya, (فَتَمَارَوْا, fa-tamaaraw) yang berarti "lalu mereka membantah". Di 44:16 kabar sejenis datang sebagai satu kalimat tanpa uraian, dan kedua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda sehingga tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa Allah memberi kabar tentang hantaman sebelum hantaman itu terjadi, dan bahwa jawaban orang-orang di 54:36 terhadap kabar itu adalah bantahan. Bagaimana pembaca menjawab kabar yang tidak enak sebelum kabar itu terbukti, dengan menimbang isinya atau dengan membantah pembawanya?