وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ
Sungguh, Kami benar-benar telah menguji kaum Firaun sebelum mereka dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَwa-la-qad fatannaa qablahum qawma fir'awnasungguh, Kami benar-benar telah menguji kaum Firaun sebelum mereka
- وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌwa-jaa'ahum rasuulun kariimundan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- فَتَنَّاfatannaaKami menguji
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- قَوْمَqawmakaum
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- وَجَاءَهُمْwa-jaa'ahumdan datang kepada mereka
- رَسُولٌrasuulunseorang rasul
- كَرِيمٌkariimunyang mulia
Inti bacaan
Rangkaian (رَسُولٌ كَرِيمٌ, rasuulun kariimun) muncul sekali di Al-Qur'an, di 44:17, sedangkan (رَسُولٍ كَرِيمٍ, rasuulin kariimin) muncul di 69:40 dan 81:19.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَلَقَدْ فَتَنَّا, wa-la-qad fatannaa) yang berarti "sungguh, Kami benar-benar telah menguji" memuat kata kerja (فَتَنَّا, fatannaa) yang berakar ف-ت-ن, dengan akhiran -naa yang menandai Allah yang berbicara sebagai "Kami". Rangkaian persis itu ada di tiga ayat, yaitu 29:3, 38:34, dan 44:17, masing-masing di surah yang berbeda. Objek ujian di ketiganya berbeda. Di 29:3 objeknya (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang sebelum mereka", di 38:34 objeknya seorang saja, (سُلَيْمَانَ, sulaymaana), dan di 44:17 objeknya sebuah kaum. Di 29:3 kalimat tujuan langsung menyusul, (فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا, fa-la-ya'lamanna llaahu lladziina shadaquu) yang berarti "Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar", sedangkan di 38:34 dan 44:17 kalimat semacam itu tidak ada. Di 44:17 yang menyusul langsung adalah kedatangan seorang rasul, sehingga isi ujian itu dan tujuannya tidak tercatat. Terjemahan memakai "menguji" dan tidak menambahkan "dengan nikmat" atau "dengan kesulitan", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Frasa (قَوْمَ فِرْعَوْنَ, qawma fir'awna) yang berarti "kaum Firaun" ada di dua ayat, yaitu 26:11 dan 44:17. Di 26:11 frasa itu menerangkan "kaum yang zalim" dari 26:10 dan disusul (أَلَا يَتَّقُونَ, a-laa yattaquuna) yang berarti "tidakkah mereka bertakwa?". Di 44:17 frasa yang sama menjadi objek kata kerja menguji. Kata (قَوْمَ, qawma) berakar ق-و-م, dan terjemahan memakai "kaum" karena kata Arabnya itu; "rakyat" atau "pengikut" tidak ada dalam ayat.
Kata (قَبْلَهُمْ, qablahum) yang berarti "sebelum mereka" memuat akhiran -hum yang berarti "mereka" tanpa menyebut nama siapa pun. Kata ganti jamak orang ketiga yang terdekat ada di ayat-ayat sebelumnya: di 44:13, (أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ, annaa lahumu dz-dzikraa) yang berarti "bagaimana mereka dapat menerima peringatan", dan di 44:14, (ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ, tsumma tawallaw 'anhu) yang berarti "kemudian mereka berpaling darinya". Pembacaan yang paling dekat menunjuk pihak itu sebagai yang dimaksud akhiran -hum di 44:17, tetapi ayat tidak mengikatnya lewat nama, dan terjemahan "sebelum mereka" mempertahankan kata ganti tanpa mengisinya dengan sebutan.
Kalimat (وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ, wa-jaa'ahum rasuulun kariimun) yang berarti "dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia" dibuka dengan (وَ, wa) yang berarti "dan", bukan (فَ, fa) yang berarti "lalu", sehingga terjemahan memakai "dan telah datang" dan membiarkan hubungan antara ujian dan kedatangan itu sebagaimana Arabnya menaruhnya. Susunan (جَاءَهُمْ رَسُولٌ, jaa'ahum rasuulun) yang berarti "datang kepada mereka seorang rasul" ada di lima ayat, yaitu 2:101, 5:70, 16:113, 44:13, dan 44:17. Dua di antaranya berada di surah yang sama, dan keduanya memberi sifat berbeda kepada rasul yang datang: (رَسُولٌ مُبِينٌ, rasuulun mubiinun) yang berarti "seorang rasul yang menjelaskan" di 44:13, dan (رَسُولٌ كَرِيمٌ, rasuulun kariimun) di 44:17.
Sifat (كَرِيمٌ, kariimun) yang berarti "mulia" berakar ك-ر-م. Rangkaian rasul dan sifat mulia ada di tiga ayat, yaitu 44:17, 69:40, dan 81:19. Di 69:40 dan 81:19, (رَسُولٍ كَرِيمٍ, rasuulin kariimin) menjadi pemilik sebuah perkataan, sedangkan di 44:17 sifat itu dikenakan pada rasul yang datang kepada suatu kaum. Ayat 44:17 tidak menyebut dari mana kemuliaan itu berasal dan tidak menyebut nama rasulnya, sehingga terjemahan memakai "mulia" seperti di 69:40 dan 81:19 dan tidak menambahkan nama.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan surah dari kabar tentang hari yang akan datang ke satu contoh dari masa sebelumnya. Penandanya (قَبْلَهُمْ, qablahum) yang berarti "sebelum mereka": kaum Firaun dapat dibaca mendahului pihak yang dibicarakan di 44:13 dan 44:14, yaitu pihak yang didatangi rasul lalu berpaling dan berkata (مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ, mu'allamun majnuunun) yang berarti "diajari, lagi gila". Dengan susunan itu bagian surah ini memuat dua kedatangan seorang rasul berdampingan, satu kepada pihak yang berpaling dan satu kepada kaum Firaun, dan ayat 44:16 yang berbicara tentang hari hantaman terbesar berada tepat di antara keduanya.
Ayat 44:17 juga berfungsi sebagai pembuka bagi pidato yang menyusul. Suara di 44:17 adalah suara Allah dengan kata "Kami", dan rasul yang di sini dilukiskan dari luar sebagai (كَرِيمٌ, kariimun) "mulia" baru berbicara sendiri di 44:18, tempat rasul itu menyebut dirinya (رَسُولٌ أَمِينٌ, rasuulun amiinun) "rasul yang tepercaya". Penilaian dari luar dan penyebutan diri memakai dua sifat yang berbeda, mulia dan tepercaya, dan keduanya berurutan tanpa ayat lain di antaranya. Ayat 44:17 sendiri tidak memuat satu pun ucapan rasul itu; ayat itu mencatat ujian dari Kami dan kedatangan yang menyusul, tanpa ucapan.
Pada sisi lain ayat ini menaruh dua hal dalam satu kalimat panjang: ujian atas sebuah kaum dan kedatangan seorang rasul kepada mereka. Ayat tidak mengatakan apakah kedatangan itu bagian dari ujian atau jawaban atasnya, dan pembacaan yang menyatukan keduanya maupun yang memisahkannya sama-sama tidak diputuskan oleh teks.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bahwa kaum Firaun diuji, dan ayat berhenti di situ: tidak ada keterangan tentang isi ujian, lamanya, atau tujuannya, padahal ayat lain yang memuat kata kerja yang sama kadang menyebut tujuannya. Siapa pun yang pernah menjalani masa sulit tanpa diberi tahu maksudnya mendapati ayat ini tidak lebih terang daripada pengalamannya sendiri. Dapat dibaca bahwa sebuah ujian tetap disebut ujian oleh Dia yang memberikannya, bahkan ketika orang yang diuji tidak diberi uraian. Apakah kemampuan mengenali sebuah ujian bergantung pada seberapa jelas bentuknya diberitahukan, atau pada apa yang dilakukan setelah ujian itu disadari?
- Di 44:17 sebuah kaum diuji, dan kaum itu disebut lewat nama pemimpinnya, sedangkan di 38:34 seorang saja yang diuji. Ayat ini tidak menyatakan bahwa setiap anggota kaum menjalani ujian yang sama, dan pembaca tidak perlu menambahkannya. Ayat memperlihatkan bahwa Allah menyebut mereka sebagai satu kumpulan yang diuji bersama. Dalam sebuah keluarga, lembaga, atau negeri, pembaca dapat bertanya sejauh mana nama yang melekat pada kumpulannya ikut menentukan ujian yang tiba, dan sejauh mana pembaca sendiri ikut membentuk nama itu.
- Rasul yang datang disebut mulia, dan namanya tidak ditulis. Pembaca yang terbiasa menimbang sebuah pesan dari siapa yang menyampaikannya, dari keluarga atau gelarnya, mendapati bahwa ayat ini menaruh sifat di tempat yang biasanya diisi nama. Allah memilih mencatat kemuliaan itu lebih dulu, sebelum rasul itu sempat berbicara. Apa yang terjadi pada pesan yang sampai kepada pembaca bila pembawanya hanya dikenal lewat sifat dan tidak pernah lewat nama, apakah pesan itu diperiksa isinya, atau dilewatkan karena tidak ada nama yang bisa dinilai?
- Dalam satu bagian surah Allah menaruh dua kedatangan seorang rasul berdampingan: yang pertama kepada pihak yang berpaling dan berkata diajari lagi gila, yang kedua kepada kaum Firaun. Ayat tidak memberi tahu mana yang lebih mirip pembaca ketika keduanya dibaca berurutan. Ayat memperlihatkan dua kelompok yang sama-sama didatangi, dengan sifat rasul yang berbeda di tiap ayat, menjelaskan di satu tempat dan mulia di tempat lain. Pada kedatangan yang mana pembaca menaruh dirinya ketika membaca bagian ini, dan apa yang membuatnya yakin?
- Kemuliaan rasul itu sudah dicatat di 44:17, sedangkan ucapan pertamanya baru muncul di 44:18. Penilaian tentang rasul itu datang dari luar lebih dulu, dan sifat yang dipakainya untuk menyebut dirinya sesudah itu berbeda dari sifat yang dicatat tentang dia. Orang yang menilai seseorang dari ucapannya lebih dulu bertemu ayat yang membalik urutan itu. Bagaimana rasanya menerima penilaian atas diri sendiri dari pihak yang melihat lebih dulu daripada ucapan, dan bila penilaian itu baik, apakah cara berbicara ikut berubah karenanya?
- Allah menyebut ujian dan kedatangan seorang rasul dalam satu kalimat, dan tidak mengatakan mana yang menyebabkan mana. Pembaca dapat melihat dua bacaan sama-sama terbuka: kedatangan itu bagian dari ujian, atau kedatangan itu jawaban atas ujian. Teks tidak memilih, dan memilihnya untuk pembaca berarti menambahkan sesuatu yang tidak tertulis. Bagaimana pembaca memperlakukan kehadiran seseorang yang membawa kebenaran dalam hidupnya, sebagai bagian dari kesulitan yang sedang dijalani atau sebagai pertolongan yang datang di tengahnya?