أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
“Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah; sesungguhnya aku adalah rasul yang tepercaya bagi kalian,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِan adduu ilayya 'ibaada llaahiserahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah
- إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌinnii lakum rasuulun amiinunsesungguhnya aku adalah rasul yang tepercaya bagi kalian
Terjemahan per kata (9 kata)
- أَنْanyaitu
- أَدُّواadduuserahkanlah kalian
- إِلَيَّilayyakepadaku
- عِبَادَ'ibaadahamba-hamba
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- لَكُمْlakumbagi kalian
- رَسُولٌrasuulunseorang rasul
- أَمِينٌamiinunyang tepercaya
Inti bacaan
Rangkaian (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 44:18, dan hanya 44:18 yang tidak disusul kata sifat (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina).
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (أَدُّوا, adduu) yang berarti "serahkanlah kalian" berakar أ-د-ي, dan bentuk adduu hanya ada di 44:18. Di depannya ada (أَنْ, an) yang berarti "yaitu", yang menyambung kata pengantar ucapan dengan isi tuntutannya. Akar أ-د-ي dipakai di lima ayat, yaitu 2:178, 2:283, 3:75, 4:58, dan 44:18. Di tiga ayat selain 44:18, kata kerja itu menyertai sesuatu yang dipercayakan: (فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ, fa-l-yu'addi lladzii tumina amaanatahu) di 2:283 yang berarti "hendaklah orang yang dipercayai itu menunaikan amanatnya", (يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ, yu'addihi ilayka) di 3:75 yang berarti "ia mengembalikannya kepadamu", dan (أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا, an tu'adduu l-amaanaati ilaa ahlihaa) di 4:58 yang berarti "menyampaikan amanah kepada pemiliknya". Di 2:178 kata bendanya, (وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ, wa-adaa'un ilayhi bi-ihsaanin) yang berarti "dan menunaikan kepadanya dengan kebaikan", juga menyebut penerima. Di empat ayat, termasuk 44:18, penerimanya ditandai (إِلَىٰ, ilaa) atau gabungannya dengan kata ganti, dan di 44:18 bentuknya (إِلَيَّ, ilayya) yang berarti "kepadaku". Terjemahan "serahkanlah" memakai gerak memberikan sesuatu kepada penerima yang disebut sesudahnya.
Rangkaian (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi) yang berarti "hamba-hamba Allah" berakar ع-ب-د, dan muncul enam kali di dua surah, yaitu 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 44:18. Di kelima ayat surah 37 rangkaian itu disusul (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina) yang berarti "yang dimurnikan", misalnya (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) di 37:40. Di 44:18 kata sifat semacam itu tidak ada. Kalimat 44:18 dapat dibaca dua cara. Pembacaan pertama menjadikan hamba-hamba Allah sesuatu yang diserahkan kepada pembicara, "serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah", dan terjemahan memakainya. Pembacaan kedua menjadikannya sebutan bagi pendengar, "wahai hamba-hamba Allah, tunaikanlah kepadaku". Dua hal mendukung pembacaan pertama. Pertama, di lima ayat yang memuat seruan kepada hamba, kata seruan (يَا, yaa) berdiri di depannya: (يَا عِبَادِ, yaa 'ibaadi) muncul di tiga surah, yaitu 29:56, 39:10, 39:16, 39:53, dan 43:68, sedangkan di 44:18 kata (يَا, yaa) itu tidak ada. Kedua, di tiga ayat lain akar أ-د-ي disertai sesuatu yang ditunaikan, dan pembacaan pertama menjaga susunan itu di 44:18, sedangkan pembacaan kedua menyisakan kata kerja tanpa benda.
Ayat 44:18 tidak menyebut siapa hamba-hamba Allah itu. Ayat 44:23 memakai (فَأَسْرِ بِعِبَادِي, fa-asri bi-'ibaadii) yang berarti "maka berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku", dan 44:30 menyebut (بَنِي إِسْرَائِيلَ, banii israa'iila) yang berarti "Bani Israil" sebagai pihak yang diselamatkan dari azab yang menghinakan. Tuntutan yang memakai nama itu tercatat di 26:17, (أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ, an arsil ma'anaa banii israa'iila), di 20:47, (فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ, fa-arsil ma'anaa banii israa'iila), dan di 7:105, (فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ, fa-arsil ma'iya banii israa'iila). Kata kerja di ketiganya arsil, "lepaskan", dengan kata "bersama kami" atau "bersamaku". Ayat 44:18 memakai kata kerja dan sebutan yang lain, sehingga ketiga ayat itu menjadi pembanding dan tidak menentukan siapa yang dimaksud di 44:18.
Kalimat (إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ, innii lakum rasuulun amiinun) yang berarti "sesungguhnya aku adalah rasul yang tepercaya bagi kalian" ada di enam ayat dalam dua surah, yaitu 26:107, 26:125, 26:143, 26:162, 26:178, dan 44:18. Kata (أَمِينٌ, amiinun) berakar أ-م-ن dan dipakai untuk pihak lain di tiga ayat, yaitu (نَاصِحٌ أَمِينٌ, naashihun amiinun) di 7:68 yang berarti "penasihat yang tepercaya", (مَكِينٌ أَمِينٌ, makiinun amiinun) di 12:54 yang berarti "berkedudukan lagi tepercaya", dan (لَقَوِيٌّ أَمِينٌ, la-qawiyyun amiinun) di 27:39 yang berarti "kuat lagi tepercaya". Terjemahan memakai "tepercaya" di kesembilan ayat itu. Kata yang sekeluarga dengan amiin dipakai di 2:283, 3:75, dan 4:58 untuk sesuatu yang dipercayakan, yaitu (أَمَانَتَهُ, amaanatahu), (تَأْمَنْهُ, ta'manhu), dan (الْأَمَانَاتِ, l-amaanaati). Ayat 44:18 menaruh penyerahan dan kepercayaan dalam satu ayat, seperti ketiga ayat tadi.
Tafsiran
Ayat ini membuka ucapan rasul yang disebut di 44:17, dan ucapan itu berlanjut sampai 44:21 tanpa pergantian pembicara. Ucapan pertamanya adalah perintah, (أَدُّوا, adduu), yang ditujukan kepada kaum yang disebut di ayat sebelumnya. Susunan ucapannya berlainan dari kalimat serupa di surah 26. Di lima ayat surah 26, kalimat (إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ, innii lakum rasuulun amiinun) datang lebih dulu dan perintah menyusul, yaitu (فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ, fa-ttaquu llaaha wa-athii'uuni) yang berarti "maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku", di 26:108, 26:126, 26:144, 26:163, dan 26:179. Di 44:18 perintah datang lebih dulu dan perkenalan diri menyusul. Dapat dibaca bahwa perkenalan diri di 44:18 berfungsi sebagai alasan bagi tuntutan di depannya, karena perkenalan itu diletakkan sesudahnya, tetapi ayat tidak menyatakan hubungan itu dengan kata penghubung apa pun.
Tuntutan itu juga memilih sebutan yang berlainan dari tuntutan serupa di tempat lain. Di 26:17, 20:47, dan 7:105 tuntutannya pelepasan Bani Israil bersama pembicara, dengan nama sebuah kaum. Di 44:18 tuntutannya penyerahan kepada pembicara, dan pihak yang diserahkan disebut hamba-hamba Allah, sebutan yang menunjuk kepada siapa mereka berhamba dan tidak menunjuk asal-usul mereka. Ayat 44:18 tidak menyebut Bani Israil; yang tertulis hanya sebutan itu.
Kalimat ayat ini belum selesai, karena berakhir dengan koma dan disambung 44:19, tempat tuntutan kedua menyusul. Ayat 44:18 memuat satu tuntutan dan satu perkenalan diri, dan keduanya menunggu pasangan mereka di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Tuntutan serupa di tiga ayat lain memakai nama kaum, sedangkan di 44:18 pihak yang dituntut disebut hamba-hamba Allah. Nama kaum menyebut asal-usul, dan nama hamba menyebut kepada siapa seseorang berhamba. Ketika membela orang-orang tertentu, pembaca dapat memilih nama kelompok mereka, dan ayat ini memilih nama dari jenis lain. Dalam sebutan itu nama Allah menggantikan nama kelompok asal. Apa yang berubah pada cara pembaca membicarakan orang-orang yang dibelanya, bila nama yang dipakai menyebut hubungan mereka dengan Allah dan tidak menyebut dari mana mereka berasal?
- Rasul itu memulai dengan tuntutan dan memperkenalkan dirinya sesudahnya, kebalikan dari urutan di surah 26 yang menaruh perkenalan diri lebih dulu. Pendengar menerima perintah sebelum tahu siapa yang memerintah. Siapa pun yang pernah menerima permintaan dari orang yang belum dikenalnya mengetahui keadaan itu: kalimat pertama sudah menuntut, sedangkan alasan untuk menurut belum sampai. Dapat dibaca bahwa 44:18 memperlihatkan pendengar yang menerima tuntutan lebih dulu daripada perkenalan. Pada saat mana seorang pendengar memutuskan mau mendengar, ketika permintaan tiba lebih dulu daripada perkenalan?
- Kata kerja menyerahkan di tiga ayat lain menyertai sesuatu yang dipercayakan, yaitu amanat dan harta. Di 44:18 yang diserahkan adalah manusia, dan penerimanya menyebut diri tepercaya dalam kalimat yang sama. Memercayakan sesuatu yang berharga kepada orang lain dapat menuntut banyak pertimbangan sebelum tangan terbuka. Ayat ini menaruh manusia di tempat yang di ayat lain diisi benda, dan Allah menyebut mereka hamba-hamba-Nya. Apa yang dipertimbangkan pembaca sebelum menyerahkan sesuatu yang paling dijaganya kepada orang yang mengaku tepercaya?
- Kalimat pertama rasul itu memuat dua hal, sebuah tuntutan dan sebuah perkenalan diri, dan tidak memuat ancaman atau hukuman. Ancaman dan peringatan dalam bentuk lain tidak ada di ayat ini. Bagi pembaca yang terbiasa menyampaikan permintaan dengan nada keras, ucapan pembuka ini berjalan dengan dua keterangan saja, siapa yang meminta dan apa yang diminta. Apa yang akan terjadi pada permintaan pembaca sendiri bila permintaan itu hanya memuat apa yang diminta dan siapa yang meminta, tanpa tambahan apa pun yang menekan?
- Rasul itu meminta hamba-hamba Allah diserahkan kepadanya, jadi rasul itu menempatkan dirinya sebagai penerima atas sesuatu yang disebut milik Allah. Pembaca yang pernah memegang sesuatu atas nama pihak lain, seperti jabatan, titipan, atau amanat yang belum selesai, mengenal posisi ini: yang dipegang tidak menjadi miliknya, tetapi pemegangnya bertanggung jawab atasnya. Sebutan hamba-hamba Allah menaruh pemilik yang sebenarnya di dalam ayat. Apa yang berubah pada cara pembaca memegang sebuah tanggung jawab, bila apa yang dipegangnya disebut milik Allah?
- Rasul itu menyebut dirinya tepercaya di ayat ini, dan bukti yang dibawanya baru disebut di ayat berikutnya. Pendengarnya menerima pengakuan lebih dulu daripada bukti. Jarak antara kalimat yang diucapkan dan pembuktiannya dikenal oleh orang yang pernah mendengar seseorang menyebut dirinya dapat dipercaya. Ayat tidak memberi tahu apa yang dilakukan pendengar di dalam jarak itu. Seberapa lama pembaca bersedia menggantung penilaian atas sebuah pengakuan sampai buktinya datang, dan apa yang dilakukannya selama menunggu itu?