وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ
dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhan kalian agar kalian tidak merajamku;
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْwa-innii 'udztu bi-rabbii wa-rabbikumdan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhan kalian
- أَنْ تَرْجُمُونِan tarjumuuniagar kalian tidak merajamku
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya aku
- عُذْتُ'udztuaku berlindung
- بِرَبِّيbi-rabbiikepada Tuhanku
- وَرَبِّكُمْwa-rabbikumdan Tuhan kalian
- أَنْanagar
- تَرْجُمُونِtarjumuunikalian merajamku
Inti bacaan
Rangkaian (بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ, bi-rabbii wa-rabbikum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:27 dan 44:20, dan keduanya bersanding dengan kata kerja (عُذْتُ, 'udztu).
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (عُذْتُ, 'udztu) yang berarti "aku berlindung" berakar ع-و-ذ, dan bentuknya menandai perbuatan yang sudah selesai, dengan akhiran -tu yang berarti "aku". Dengan bentuk itu pembicara menyatakan bahwa perlindungan sudah diambil, sementara pembicaranya masih berbicara kepada orang-orang yang dikhawatirkannya. Bentuk 'udztu ada dua kali, yaitu di 40:27 dan 44:20. Bentuk sedang berlangsung dari akar yang sama, (أَعُوذُ, a'uudzu), ada tujuh kali di enam surah, yaitu 2:67, 11:47, 19:18, 23:97, 23:98, 113:1, dan 114:1, dan terjemahan memakai "berlindung" di kesembilan ayat itu. Kedua ayat 'udztu berada dalam rangkaian yang menyebut Firaun atau kaumnya: 40:26 menyebut Firaun sebelum ayat 40:27, dan 44:17 menyebut kaum Firaun sebelum 44:20. Di 40:27 pembicaranya disebut Musa, sedangkan 44:20 tidak menyebut nama.
Rangkaian (بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ, bi-rabbii wa-rabbikum) yang berarti "kepada Tuhanku dan Tuhan kalian" memakai satu kata, rabb, berakar ر-ب-ب, untuk dua pihak: pembicara dan pendengarnya. Dengan huruf bi rangkaian ini ada dua kali, yaitu 40:27 dan 44:20. Tanpa huruf bi, (رَبِّي وَرَبِّكُمْ, rabbii wa-rabbikum) ada di 11:56 dalam (اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ, llaahi rabbii wa-rabbikum) yang berarti "Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian", sehingga rumusan genitif itu ada di tiga ayat: 11:56, 40:27, dan 44:20. Bentuk lain, (رَبِّي وَرَبُّكُمْ, rabbii wa-rabbukum), ada di 3:51, 19:36, dan 43:64, dan ketiganya bersambung dengan perintah mengabdi kepada-Nya. Rumusan "Tuhanku dan Tuhan kalian" dipakai di delapan ayat dengan tiga sikap yang berlainan: mengabdi di 3:51, 5:72, 5:117, 19:36, dan 43:64, bertawakal di 11:56, dan berlindung di 40:27 dan 44:20.
Kata kerja (تَرْجُمُونِ, tarjumuuni) yang berarti "kalian merajamku" berakar ر-ج-م, dengan akhiran -uu yang menandai "kalian" dan -ni yang berarti "aku", sehingga pelaku jamak dan korbannya satu. Kata (أَنْ, an) di depannya menyambungnya dengan perlindungan. Arab ayat ini tidak memuat kata "tidak", dan terjemahan "agar kalian tidak merajamku" menyatakan apa yang dituju perlindungan itu; susunan harfiahnya "aku berlindung ... kalian merajamku". Di 40:27 hal yang dijauhi disebut dengan huruf min, (مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ, min kulli mutakabbirin) yang berarti "dari setiap orang yang sombong", yaitu menurut macam orangnya, sedangkan di 44:20 hal yang dijauhi disebut menurut perbuatannya.
Kata kerja akar ر-ج-م dalam bentuk perbuatan ada di lima ayat, yaitu 11:91, 18:20, 19:46, 36:18, dan 44:20. Di empat ayat lain kata kerja itu diucapkan sebagai ancaman atau kekhawatiran: (لَرَجَمْنَاكَ, la-rajamnaaka) di 11:91, (يَرْجُمُوكُمْ, yarjumuukum) di 18:20, (لَأَرْجُمَنَّكَ, la-arjumannaka) di 19:46, dan (لَنَرْجُمَنَّكُمْ, la-narjumannakum) di 36:18, dan objeknya pihak yang diajak bicara, yaitu -ka atau -kum. Di 44:20 objeknya pembicara sendiri, -ni, dan ayat tidak mencatat ucapan siapa pun yang mengancam.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pidato dari tuntutan kepada pembicara sendiri. Dua ayat sebelumnya berbicara kepada "kalian" lewat perintah dan larangan, (أَدُّوا, adduu) dan (لَا تَعْلُوا, laa ta'luu), sedangkan 44:20 berbicara tentang "aku" lewat (عُذْتُ, 'udztu). Tiga kalimat berurutan di 44:18, 44:19, dan 44:20 dibuka dengan (إِنِّي, innii) atau (وَإِنِّي, wa-innii) yang berarti "sesungguhnya aku", dan masing-masing menyatakan hal yang berbeda tentang pembicara: siapa dia, yaitu rasul yang tepercaya; apa yang dibawanya, yaitu keterangan yang nyata; dan ke mana dia berlindung, yaitu kepada Tuhan yang sama bagi dia dan bagi pendengarnya.
Bahaya rajam muncul dalam pidato ini untuk pertama kali di 44:20, dan hanya dalam kalimat perlindungan, bukan dalam kutipan ucapan pendengar. Sesudahnya 44:21 memuat permintaan lain, (فَاعْتَزِلُونِ, fa-'taziluuni) yang berarti "maka menjauhlah dariku". Pidato dari 44:18 sampai 44:21 berjalan sebagai satu rangkaian, dan 44:20 menaruh di tengahnya satu kalimat yang menyatakan tempat pembicara berdiri, yaitu pada Tuhan yang disebutnya bersama pendengarnya.
Sesudah pidato selesai, 44:22 beralih dari ucapan kepada manusia ke ucapan kepada Tuhan, (فَدَعَا رَبَّهُ, fa-da'aa rabbahu) yang berarti "kemudian ia menyeru Tuhannya". Kata Tuhan hadir di 44:20 sebagai Tuhan yang dipakai bersama, dan di 44:22 sebagai Tuhan yang diseru pembicara sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Perlindungan di 44:20 diambil pada Tuhan yang disebut sebagai milik pembicara dan milik pendengarnya sekaligus, yaitu pihak yang dikhawatirkan. Pembicara tidak mencari tempat berlindung yang hanya miliknya. Bagi pembaca yang pernah takut kepada orang tertentu, ayat ini menaruh Tuhan di antara kedua belah pihak dan tidak di salah satu sisi. Dalam kalimat ini Allah disebut sebagai Tuhan kedua kelompok. Apa yang berubah pada rasa terancam pembaca, bila orang yang ditakutinya ternyata memiliki Tuhan yang sama dengannya?
- Rumusan Tuhanku dan Tuhan kalian dipakai dengan tiga sikap yang berlainan: mengabdi di lima ayat, bertawakal di satu ayat, dan berlindung di dua ayat, termasuk 44:20. Siapa pun yang menyebut Tuhan di hadapan orang yang berbeda dengannya dapat melihat tiga pilihan itu terbentang dalam satu rumusan. Mana yang paling sering pembaca pilih ketika berbicara tentang Tuhan di depan orang yang tidak sepaham, mengajak mengabdi, bertawakal, atau berlindung, dan apa yang menentukan pilihan itu?
- Kata kerja berlindung di 44:20 berbentuk perbuatan yang sudah selesai, dan pembicara mengucapkannya kepada orang-orang yang dikhawatirkannya. Pembicara tidak menyembunyikan tempat perlindungannya. Keadaan ini dapat dikenali oleh orang yang pernah menghadapi pihak yang ditakuti sambil membawa sesuatu yang menenangkan dalam dirinya: ketenangan itu sudah diambil sebelum percakapan selesai. Ayat tidak mengatakan apakah pendengar menanggapinya. Bagaimana rasanya mengatakan kepada orang yang ditakuti, di depan wajahnya, ke mana pembaca sudah berlindung, dan apakah Tuhan yang disebut itu terasa lebih dekat ketika diucapkan terbuka?
- Di empat ayat lain kata merajam datang sebagai ucapan yang terdengar jelas, sebagai ancaman atau sebagai kekhawatiran yang dikutip. Di 44:20 tidak ada ucapan siapa pun yang dicatat, hanya perlindungan yang diambil agar hal itu tidak terjadi. Ketakutan di ayat ini hadir tanpa pengancam yang bersuara. Bentuk ketakutan itu dikenal oleh orang yang pernah takut pada sesuatu yang belum diucapkan siapa pun. Seberapa banyak ketakutan pembaca berasal dari ucapan yang benar-benar terdengar, dan seberapa banyak dari perkiraan yang belum pernah dikatakan oleh siapa pun?
- Pembicara baru menyebut keselamatannya sendiri pada kalimat ketiga. Dua kalimat sebelumnya berisi tuntutan bagi pihak lain dan larangan kepada pendengar, masing-masing dengan keterangan tentang dirinya. Baru di 44:20 pembicara menyebut apa yang ditakutkannya bagi dirinya. Ayat memperlihatkan urutan ini: hak pihak lain lebih dulu, kemudian perkara dirinya, dan Tuhan yang disebut untuk keduanya adalah Tuhan yang sama. Pada urutan keberapa pembaca menyebut kebutuhannya sendiri ketika menyampaikan permintaan kepada orang yang berkuasa atasnya?
- Di ayat lain pembicara berlindung dari macam orang, yaitu setiap orang yang sombong, dan di 44:20 pembicara berlindung dari satu perbuatan, yaitu dirajam. Rumusan perlindungannya sama, Tuhanku dan Tuhan kalian, tetapi yang dijauhi berganti dari golongan ke perbuatan. Pembaca yang menyebut ketakutannya dapat memperhatikan bagaimana ketakutan itu dinamai, lewat orang atau lewat apa yang dapat dilakukan orang itu. Ketakutan pembaca lebih sering diarahkan kepada macam orang atau kepada perbuatan tertentu, dan apakah arah itu mengubah apa yang diminta dalam doanya kepada Tuhan?