وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِي فَاعْتَزِلُونِ
dan jika kalian tidak beriman kepadaku, maka menjauhlah dariku.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِيwa-in lam tu'minuu liidan jika kalian tidak beriman kepadaku
- فَاعْتَزِلُونِfa-'taziluunimaka, menjauhlah dariku
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- لَمْlamtidak
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- لِيliikepadaku
- فَاعْتَزِلُونِfa-'taziluunimaka jauhilah aku
Inti bacaan
Susunan (لَمْ تُؤْمِنُوا, lam tu'minuu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:21 dan 49:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ, wa-in) yang berarti "dan jika", disusul (لَمْ, lam) yang berarti "tidak" dan kata kerja (تُؤْمِنُوا, tu'minuu) yang berarti "kalian beriman". Kata kerja itu berakar أ-م-ن dan tertuju kepada beberapa orang sekaligus. Susunan lengkap (وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِي, wa-in lam tu'minuu lii) hanya ada di 44:21, sedangkan bagian pendeknya, (لَمْ تُؤْمِنُوا, lam tu'minuu), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:21 dan 49:14. Di 49:14 bunyinya (قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا, qul lam tu'minuu) yang berarti "katakanlah, kalian tidak beriman", dan di sana tidak beriman sudah menjadi keadaan yang dinyatakan. Di 44:21 kata yang sama berada sesudah "jika", sehingga keadaan itu belum terjadi dan terjemahan memakai "jika kalian tidak beriman".
Kata (لِي, lii) yang berarti "kepadaku" tersusun dari huruf (لِ, li) yang berarti "kepada" dan akhiran -ii yang berarti "-ku". Huruf li dipakai juga untuk iman kepada seseorang, misalnya (فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ, fa-maa aamana li-muusaa) di 10:83, (فَآمَنَ لَهُ, fa-aamana lahu) di 29:26, (آمَنْتُمْ لَهُ, aamantum lahu) di 20:71 dan 26:49, serta (أَنُؤْمِنُ لَكَ, a-nu'minu laka) di 26:111. Untuk iman kepada Allah, ayat 2:186 memakai huruf bi dalam (وَلْيُؤْمِنُوا بِي, wa-l-yu'minuu bii) yang berarti "dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku". Karena itu (تُؤْمِنُوا لِي, tu'minuu lii) di 44:21 menunjuk si pembicara sendiri, yang di 44:18 menyebut dirinya (رَسُولٌ أَمِينٌ, rasuulun amiinun) yang berarti "rasul yang tepercaya". Isi iman yang diminta tidak dirinci di ayat ini. Ayat 44:19 menyebut apa yang dibawa si pembicara, yaitu (بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan keterangan yang nyata".
Kata (فَاعْتَزِلُونِ, fa-'taziluuni) yang berarti "maka menjauhlah dariku" tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", kata kerja yang tertuju kepada beberapa orang, dan akhiran -ni yang menunjuk si pembicara sebagai sasaran. Akarnya ع-ز-ل. Kata kerja i'tazala muncul di tujuh ayat, yaitu 2:222, 4:90, 4:91, 18:16, 19:48, 19:49, dan 44:21, dan di tiap ayat itu ada pihak yang dijauhi. Di 2:222 pihak itu perempuan, dalam (فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ, fa-'taziluu n-nisaa'a) yang berarti "maka jauhilah perempuan", dan di 19:48 pihak itu orang-orang yang diajak bicara, dalam (وَأَعْتَزِلُكُمْ, wa-a'tazilukum) yang berarti "dan aku menjauhi kalian". Di 44:21 si pembicara sendiri menjadi sasaran penjauhan, dan orang-orang yang belum beriman kepadanya diminta menjauh.
Terjemahan memakai "menjauhlah dariku" dan tidak memakai "biarkanlah aku", karena permintaan agar dibiarkan ditulis dengan kata kerja lain. Kata (ذَرْنِي, dzarnii) dan bentuk turunannya dipakai di 68:44, 73:11, dan 74:11 pada ucapan yang berkata Aku, misalnya (فَذَرْنِي, fa-dzarnii) yang berarti "maka biarkan Aku" di 68:44. Bentuk jamaknya, (ذَرُونِي, dzaruunii) yang berarti "biarkan aku", ada di 40:26 pada ucapan Firaun kepada orang-orang di sekitarnya, tepat sebelum (أَقْتُلْ مُوسَىٰ, aqtul muusaa) yang berarti "aku akan membunuh Musa". Di keempat ayat itu pembicara meminta ruang untuk bertindak atas pihak lain, sedangkan di 44:21 pembicara meminta jarak. Terjemahan juga tidak menambahkan "menyampaikan pesan-pesan Tuhanku" sesudah "dariku", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Tafsiran
Ayat ini mengurangi tuntutan ucapan 44:18 sampai 44:21 sampai tinggal jarak. Di 44:18 hamba-hamba Allah diminta diserahkan, di 44:19 kesombongan terhadap Allah dilarang, di 44:20 si pembicara berlindung kepada Tuhannya dan Tuhan mereka dari rajam, dan di 44:21 permintaannya tinggal satu, yaitu agar orang-orang yang belum beriman menjauh. Tuntutan pertama menyangkut orang lain, sedangkan yang terakhir menyangkut dirinya sendiri, dan syaratnya, iman kepadanya, dibiarkan tidak terpenuhi tanpa ancaman atau hukuman yang disebut di ayat ini.
Ayat 44:20 menyebut rajam dan 44:21 menyebut jarak, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai satu rangkaian, yaitu permohonan perlindungan dari ancaman lalu permintaan agar ancaman itu menjauh. Ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungan sebab, jadi pembacaan ini bersifat kemungkinan. Rangkaian rajam dan jarak ada juga di 19:46 sampai 19:48. Di 19:46 seorang ayah berkata kepada anaknya (لَأَرْجُمَنَّكَ, la-arjumannaka) yang berarti "sungguh aku akan merajammu" dan menyuruhnya meninggalkan dirinya, lalu Ibrahim menjawab dan di 19:48 berkata (وَأَعْتَزِلُكُمْ, wa-a'tazilukum), dan sesudahnya (وَأَدْعُو رَبِّي, wa-ad'uu rabbii) yang berarti "dan aku menyeru Tuhanku". Urutan jarak lalu seruan kepada Tuhan terulang di sini, sebab 44:22 membuka dengan (فَدَعَا رَبَّهُ, fa-da'aa rabbahu) yang berarti "kemudian, ia menyeru Tuhannya". Latar kedua tempat berbeda. Di 19:46 ancaman datang dari ayah kepada anaknya, sedangkan di 44:20 rajam ditakutkan dari kaum yang diajak bicara.
Ayat 44:21 tidak memuat jawaban orang-orang yang diajak bicara. Ayat berikutnya masuk dengan huruf fa dan langsung menyebut seruan kepada Tuhan, sehingga ucapan 44:18 sampai 44:21 berakhir pada permintaan yang jawabannya tidak dicatat. Ayat 44:17 menyebut rasul yang datang kepada kaum Firaun, dan kata "kalian" di 44:21 menunjuk kaum itu.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat ini memakai "jika" untuk iman yang belum ada, dan di ujung ucapan yang panjang itu tidak ada ancaman yang menyertainya. Di 44:18 sampai 44:20 si pembicara sudah menyebut Allah sebagai pemilik hamba-hamba yang diminta, sebagai pihak yang tidak boleh disombongi, dan sebagai Tuhan bersama dirinya dan mereka. Walaupun begitu, si pembicara tidak menaruh akibat bagi orang yang menolak di kalimat terakhirnya. Pembaca yang pernah menyampaikan sesuatu yang diyakininya dapat memeriksa dirinya sendiri. Ketika lawan bicara tidak percaya, apakah kalimat penutupnya masih menyisakan jalan, atau sudah berisi hukuman? Ayat ini menaruh jalan itu di kalimat paling akhir.
- Permintaan "menjauhlah dariku" dapat dipenuhi tanpa seorang pun mengubah pendapatnya. Orang yang tidak beriman tetap tidak beriman dan tetap bisa menuruti permintaan itu, sehingga tidak ada yang harus mengaku kalah. Tuntutan di 44:18, penyerahan hamba-hamba Allah, tidak punya sifat itu, sebab tuntutan itu meminta pihak lain mengubah tindakannya. Permintaan di 44:21 membuka ruang yang bisa dimasuki lawan bicara tanpa kehilangan muka. Dalam perselisihan di rumah, di kantor, atau antar tetangga, pembaca dapat mencari apa yang masih bisa diminta dari orang yang tidak sependapat dengannya, dan menimbang apakah permintaan itu termasuk yang dapat dipenuhi tanpa pengakuan apa pun. Seberapa kecil permintaan yang masih bisa diturunkan?
- Si pembicara meminta kepercayaan di ujung ucapannya, tetapi alasannya sudah dipasang di pangkal. Di 44:18 si pembicara menyebut dirinya rasul yang tepercaya, dan di 44:19 menyebut keterangan nyata yang dibawanya. Permintaan agar orang beriman kepadanya di 44:21 datang sesudah dua hal itu, sehingga urutannya dapat dibaca sebagai dasar lebih dulu, baru permintaan. Orang yang meminta orang lain mempercayainya dapat memeriksa urutan itu pada dirinya sendiri. Apa yang sudah ia taruh di depan lawan bicara sebelum kalimat "percayalah kepadaku" diucapkan? Bila lawan bicara menolak, apakah penolakan itu berhadapan dengan dasar yang terlihat, atau dengan permintaan yang masih kosong?
- Di dua tempat lain, jarak disusul sesuatu yang datang dari luar orang yang menjauh. Di 19:49 sesudah Ibrahim menjauhi mereka, Kami menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Yakub. Di 18:16 orang-orang yang menjauhi sebuah kaum diminta berlindung ke gua, dengan janji bahwa Tuhan mereka akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya dan menyediakan sesuatu yang berguna dalam urusan mereka. Ayat 44:21 tidak memuat janji semacam itu, dan di 44:22 yang menyusul adalah seruan. Pembaca yang sedang menjauh dari suatu kelompok atau kebiasaan dapat bertanya, ruang yang terbuka sesudah menjauh itu sedang diisi oleh apa?
- Tidak ada kalimat di teks ini yang menjawab ucapan 44:18 sampai 44:21, dan ayat berikutnya langsung menyebut si pembicara menyeru Tuhannya. Orang yang berbicara panjang kepada kaumnya tidak selalu menerima jawaban, dan teks membiarkan kekosongan itu tanpa mengisinya dengan reaksi apa pun. Arah ucapan berpindah dari "kalian" kepada Tuhan, dan perpindahan itu tercatat sebagai peristiwa berikutnya. Pembaca yang pernah berbicara sungguh-sungguh dan tidak disambut dapat menimbang ke mana ucapan itu pergi sesudahnya. Adakah alamat lain bagi ucapan yang tidak menemukan jawaban di tempat ia diucapkan?
- Kata kerja "beriman" dan "menjauhlah" di ayat ini berbentuk jamak dan tertuju kepada "kalian". Ayat 44:20 menyebut Tuhan yang sama bagi si pembicara dan bagi "kalian", yaitu Tuhanku dan Tuhan kalian, sehingga sapaan kepada banyak orang itu dibuka dengan pengakuan bahwa mereka berbagi satu Rabb. Sapaan kepada kelompok membuka pertanyaan tentang siapa yang menjawab, kelompok sebagai satu kesatuan atau tiap orang di dalamnya. Dalam sebuah rombongan yang disapa "kalian", siapa yang merasa dirinya termasuk, dan siapa yang menunggu orang lain menjawab lebih dulu?