فَدَعَا رَبَّهُ أَنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ مُجْرِمُونَ

Kemudian, ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya mereka ini kaum yang berdosa.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَدَعَا رَبَّهُfa-da'aa rabbahukemudian, ia menyeru Tuhannya
  2. أَنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ مُجْرِمُونَanna haa'ulaa'i qawmun mujrimuunasesungguhnya mereka ini kaum yang berdosa

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَدَعَاfa-da'aalalu ia berdoa
  2. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  3. أَنَّannabahwa
  4. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  5. قَوْمٌqawmunkaum
  6. مُجْرِمُونَmujrimuunapara pendosa

Inti bacaan

Bentuk (قَوْمًا مُجْرِمِينَ, qawman mujrimiina) dari rangkaian yang sama muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:133, 10:75, dan 45:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَدَعَا, fa-da'aa) yang berarti "kemudian menyeru", tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "kemudian" dan kata kerja (دَعَا, da'aa) yang berakar د-ع-و dan menunjuk satu pelaku laki-laki. Ayat ini tidak menyebut namanya. Pelaku tunggal yang disebut sebelumnya adalah rasul di 44:17, yang ucapannya mengisi 44:18 sampai 44:21, sehingga pelaku dalam terjemahan terbaca sebagai rasul itu. Bentuk persis (فَدَعَا, fa-da'aa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:22 dan 54:10. Di 54:10 pelakunya adalah hamba yang di 54:9 didustakan oleh kaum Nuh, dan kata kerja itu bersambung ke kata yang sama dengan di sini, yaitu (رَبَّهُ, rabbahu) yang berarti "Tuhannya".

Terjemahan memakai "menyeru" dan tidak memakai "berdoa", karena kata kerja ini menjangkau manusia juga. Di 71:5, (دَعَوْتُ قَوْمِي, da'awtu qawmii) berarti "aku telah menyeru kaumku", dan di 39:8, (دَعَا رَبَّهُ, da'aa rabbahu) dipakai untuk manusia yang ditimpa mudarat. Rangkaian da'aa rabbahu muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:8, 44:22, dan 54:10. Dengan "menyeru", arah seruan ditentukan oleh kata sesudahnya. Di 44:22 kata itu adalah rabbahu, dan akhiran -hu menunjuk rasul tadi, sehingga seruannya menuju Tuhan yang di 44:20 disebutnya dalam (بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ, bi-rabbii wa-rabbikum) yang berarti "kepada Tuhanku dan Tuhan kalian".

Isi seruan dibuka dengan (أَنَّ, anna) yang berarti "bahwa", lalu (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) yang berarti "mereka ini", (قَوْمٌ, qawmun) yang berarti "kaum", dan (مُجْرِمُونَ, mujrimuuna) yang berarti "yang berdosa". Seruan di 44:22 tidak didahului panggilan. Di 43:88 isi yang serupa didahului (يَا رَبِّ, yaa rabbi) yang berarti "wahai Tuhanku", lalu (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ, inna haa'ulaa'i qawmun) yang berarti "sesungguhnya mereka ini kaum". Susunan (هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ, haa'ulaa'i qawmun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:88 dan 44:22, dan keduanya diteruskan dengan penilaian atas kaum itu. Di 43:88 penilaiannya (لَا يُؤْمِنُونَ, laa yu'minuuna) yang berarti "tidak beriman", sedangkan di 44:22 (مُجْرِمُونَ, mujrimuuna). Di 54:10 isi seruan juga dibawa oleh anna, yaitu (أَنِّي مَغْلُوبٌ, annii maghluubun) yang berarti "bahwa aku dikalahkan", dan di sana sesudahnya ada (فَانْتَصِرْ, fa-ntashir) yang berarti "maka tolonglah".

Kata mujrim berakar ج-ر-م, dan rangkaian kaum dengan mujrim muncul di enam ayat dengan bentuk yang berlainan. Bentuk (قَوْمٌ مُجْرِمُونَ, qawmun mujrimuuna) hanya ada di 44:22. Bentuk (قَوْمًا مُجْرِمِينَ, qawman mujrimiina) ada di 7:133, 10:75, dan 45:31, dan bentuk (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) ada di 15:58 dan 51:32. Di 7:133 rangkaian itu menutup keterangan tentang orang-orang yang menyombongkan diri sesudah tanda-tanda dikirim kepada mereka, yaitu (وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ, wa-kaanuu qawman mujrimiina) yang berarti "dan mereka adalah kaum yang berdosa", dan 10:75 memuat penutup yang sama untuk Firaun dan para pemuka kaumnya. Terjemahan 44:22 memakai "kaum yang berdosa" seperti 7:133, 15:58, dan 51:32. Di 44:37 kata itu berdiri tanpa "kaum" dan terjemahan memakai "para pendosa", dalam (كَانُوا مُجْرِمِينَ, kaanuu mujrimiina) yang berarti "mereka adalah para pendosa".

Tafsiran

Ayat ini memindahkan arah ucapan dari kaum kepada Tuhan. Di 44:18 sampai 44:21 si rasul berbicara kepada kaumnya, di 44:22 narator melaporkan bahwa si rasul menyeru Tuhannya, dan 44:23 membuka dengan ucapan yang menyebut hamba-hamba-Ku. Peralihan itu ditandai huruf fa di awal 44:22 dan di awal 44:23.

Isi seruan itu tidak memuat permintaan. Di 54:10 seruan yang dibuka dengan (فَدَعَا رَبَّهُ, fa-da'aa rabbahu) memuat keadaan, (أَنِّي مَغْلُوبٌ, annii maghluubun), lalu permintaan, (فَانْتَصِرْ, fa-ntashir). Di 44:22 yang tertulis hanya keadaan, yaitu penilaian atas kaum itu. Susunan yang sama terlihat di 43:88, yang memuat penilaian tanpa permintaan. Jawaban atas ketiga seruan itu masing-masing menyusul di ayat berikutnya dengan huruf fa: (فَاصْفَحْ عَنْهُمْ, fa-shfah 'anhum) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka" di 43:89, (فَفَتَحْنَا, fa-fatahnaa) yang berarti "maka Kami membuka" di 54:11, dan (فَأَسْرِ, fa-asri) yang berarti "maka berjalanlah" di 44:23. Bentuk jawabannya berbeda-beda, ada perintah berpaling, ada tindakan, dan ada perintah berjalan, dan di 43:88 dan 44:22 jawaban itu datang tanpa permintaan yang tertulis.

Kata mujrim muncul dua kali di surah ini. Di 44:22 kata itu keluar dari mulut si rasul tentang kaum Firaun, dan di 44:37 keluar dari ucapan Kami tentang kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka, dalam (إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ, innahum kaanuu mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah para pendosa", yang menyusul kalimat "Kami telah membinasakan mereka". Dua kaum itu berbeda dan dua penutur itu berbeda, dan teks tidak menghubungkan keduanya dengan hubungan sebab. Di 44:22 kata itu diucapkan sesudah si rasul melarang kesombongan terhadap Allah di 44:19 dan menawarkan jarak di 44:21. Penilaian "kaum yang berdosa" karena itu datang sesudah peringatan dan tawaran diucapkan kepada kaum itu sendiri, dan seruan kepada Tuhan tidak memuat bagian yang ditujukan kepada mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Seruan di 44:22 berisi satu penilaian dan berhenti di situ. Tidak ada kata permintaan sesudah "kaum yang berdosa", padahal di 54:10 laporan dan permintaan datang berurutan. Si rasul menyampaikan keadaan kepada Tuhannya dan membiarkan Tuhan menentukan apa yang menyusul. Pembaca yang pernah membawa keluhan kepada Tuhan dapat memeriksa susunan keluhannya sendiri. Berapa bagian di dalamnya yang melaporkan keadaan, dan berapa bagian yang menentukan hasilnya? Bila keluhan itu berisi laporan saja, siapa yang diberi hak memutuskan langkah berikutnya?
  • Selama 44:18 sampai 44:21 si rasul berbicara kepada kaumnya, kata berdosa tidak sekali pun dikenakan kepada mereka. Kata itu baru muncul ketika arah ucapan berpindah kepada Tuhannya. Kepada kaum itu si rasul menyebut dirinya tepercaya, menyebut keterangan yang nyata, dan meminta jarak. Penilaian yang paling berat disimpan untuk telinga yang lain. Orang yang menilai buruk orang lain dapat menimbang kepada siapa penilaian itu diucapkan: kepada orangnya, kepada orang-orang di sekitarnya, atau kepada Tuhan yang mendengar tanpa menyebarkannya? Dan sudahkah orang yang dinilai pernah mendengar peringatan sebelum penilaian itu keluar?
  • Kata mujrim muncul dua kali di surah ini dengan penutur berbeda. Di 44:22 penuturnya si rasul, dan di 44:37 penuturnya Kami, ketika berbicara tentang kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka yang telah dibinasakan. Si rasul memakai kata itu tentang orang yang masih ada di sekitarnya, sedangkan Kami memakainya tentang kaum yang sudah dibinasakan. Orang yang memakai kata "pendosa" tentang seseorang yang masih berjalan di sekitarnya dapat bertanya, apakah kata itu diucapkannya dengan beban yang sama seperti ketika diucapkan tentang orang yang sudah tidak punya waktu lagi? Dan kepada siapa, selain Tuhan, kata semacam itu pantas dikatakan?
  • Jawaban atas seruan itu, di 44:23, tidak berupa penghiburan atau penjelasan tentang kaum yang berdosa. Jawabannya perintah berjalan pada malam hari bersama hamba-hamba-Ku, disertai kabar bahwa kalian akan diikuti. Si rasul yang baru saja melaporkan keadaan menerima pekerjaan, lengkap dengan waktunya dan dengan risikonya. Pembaca yang pernah mengadu kepada Tuhan lalu mendapati dirinya diberi tugas dapat menimbang bagaimana menyambutnya. Apakah tugas itu terasa sebagai jawaban, atau sebagai hal lain yang tidak dipesan? Dan sejauh mana seruan kepada Tuhan sudah siap diikuti langkah yang belum diminta?
  • Isi seruan itu terdiri dari empat kata Arab, yaitu anna, haa'ulaa'i, qawmun, dan mujrimuuna. Kepada kaumnya si rasul memakai empat ayat untuk menyebut amanah, larangan, perlindungan, dan jarak, sedangkan kepada Tuhannya si rasul memakai satu ayat yang dua kata pertamanya masih berupa pengantar dari narator. Kepada kaum itu ada banyak yang harus dijelaskan, dan kepada Tuhan cukup disebutkan keadaannya. Pembaca yang pernah menyusun keluhan panjang dapat menghitung berapa kata di dalamnya yang benar-benar dibutuhkan oleh pihak yang mendengarnya. Berapa banyak dari keluhan itu yang sudah diketahui Tuhan sebelum diucapkan?
  • Seruan di 44:22 menyebut kaum, tidak menyebut seorang pun di dalamnya. Nama Firaun tidak ada di ayat ini, begitu pula nama anggota kaum yang lain, padahal di 44:17 Firaun disebut sebagai asal sebutan kaum itu. Sebutan mujrimuun jatuh pada kelompok yang menjadi sasaran seruan itu, dan teks tidak memerinci siapa saja di dalamnya yang telah mendengar, menolak, atau diam. Orang yang menyebut sekelompok orang sebagai pendosa dapat menimbang siapa di antara mereka yang terbayang di matanya ketika mengucapkannya. Di dalam kelompok yang disebut "mereka ini", adakah wajah yang masih bisa ia sebut satu per satu?