فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ
“Maka, berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari; sesungguhnya kalian akan diikuti.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًاfa-asri bi-'ibaadii laylanmaka, berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari
- إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَinnakum muttaba'uunasesungguhnya kalian akan diikuti
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَأَسْرِfa-asrimaka berangkatlah
- بِعِبَادِيbi-'ibaadiidengan hamba-hamba-Ku
- لَيْلًاlaylanmalam
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- مُتَّبَعُونَmuttaba'uunayang diikuti
Inti bacaan
Susunan (إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ, innakum muttaba'uuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:52 dan 44:23.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأَسْرِ, fa-asri) yang berarti "maka berjalanlah", tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata kerja perintah (أَسْرِ, asri) yang berakar س-ر-ي dan tertuju kepada satu orang. Bentuk persis asri muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:81, 15:65, 20:77, 26:52, dan 44:23. Dua yang pertama diucapkan kepada Lut dengan keluarganya sebagai teman perjalanan, misalnya (فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ, fa-asri bi-ahlika) yang berarti "maka pergilah dengan keluargamu" di 11:81, yang diikuti (بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ, bi-qith'in mina l-layli) yang berarti "pada sebagian malam". Tiga yang lain memakai hamba-hamba sebagai teman perjalanan. Di 26:52 bunyinya (وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ, wa-awhaynaa ilaa muusaa) yang berarti "dan Kami wahyukan kepada Musa" lalu perintah itu, sedangkan 44:23 tidak menyebut nama penerimanya.
Kata (بِعِبَادِي, bi-'ibaadii) yang berarti "dengan hamba-hamba-Ku" tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan", (عِبَادِ, 'ibaadi) yang berarti "hamba-hamba", dan akhiran -ii yang berarti "-Ku". Akarnya ع-ب-د, dan terjemahan memakai "hamba" seperti di 44:18. Susunan (بِعِبَادِي, bi-'ibaadii) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 20:77, 26:52, dan 44:23. Kata yang sama sudah muncul di 44:18 pada ucapan si rasul, (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi) yang berarti "hamba-hamba Allah". Di 44:18 pemilik hamba-hamba itu disebut Allah, dan di 44:23 pemiliknya disebut dengan -Ku. Karena di 20:77 dan 26:52 perintah yang sama didahului ucapan Kami yang mewahyukan, ucapan di 44:23 terbaca sebagai ucapan Allah, meskipun ayat ini sendiri tidak memuat kata kerja berucap.
Kata (لَيْلًا, laylan) yang berarti "pada malam hari" berakar ل-ي-ل dan berbentuk benda tak tentu yang menjelaskan waktu. Bentuk persis (لَيْلًا, laylan) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:24, 17:1, 44:23, 71:5, dan 76:26. Hanya 17:1 dan 44:23 yang memasangkannya dengan kata kerja berakar س-ر-ي, yaitu (أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا, asraa bi-'abdihi laylan) yang berarti "memperjalankan hamba-Nya pada malam hari" di 17:1. Terjemahan 44:23 memakai "berjalanlah" untuk kata kerjanya dan "pada malam hari" untuk laylan.
Kata (مُتَّبَعُونَ, muttaba'uuna) yang berarti "yang diikuti" berakar ت-ب-ع dan bentuknya menunjuk pihak yang menerima, bukan pelaku. Susunan (إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ, innakum muttaba'uuna) yang berarti "sesungguhnya kalian akan diikuti" muncul dua kali, yaitu di 26:52 dan 44:23. Pelaku yang mengikuti tidak disebut di 44:23. Kata kerja yang berakar sama disebut dengan pelakunya di 10:90, (فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ, fa-atba'ahum fir'awnu) yang berarti "maka Firaun mengikuti mereka", dan 20:78 memuat susunan yang sama. Di 10:90 niatnya ikut disebut, (بَغْيًا وَعَدْوًا, baghyan wa-'adwan) yang berarti "untuk menganiaya dan menindas", sedangkan di 44:23 niat itu tidak tertulis. Terjemahan memakai "diikuti" dan tidak memakai "dikejar", karena kata Arab di ayat ini tidak memuat gerak cepat maupun niat menangkap.
Tafsiran
Ayat ini membuka jawaban atas seruan di 44:22, dan jawaban itu memuat dua hal sekaligus, yaitu perintah berjalan dan kabar tentang pihak yang mengikuti. Perintahnya menyebut teman perjalanan dan waktu, tetapi tidak menyebut tempat tujuan. Kabarnya diberikan tanpa penghiburan. Di 20:77 perintah yang sama diteruskan dengan (لَا تَخَافُ دَرَكًا, laa takhaafu darakan) yang berarti "tanpa takut tersusul", dan di 26:52 yang menyusul adalah (إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ, innakum muttaba'uuna), sama dengan 44:23. Ayat 26:61 mencatat kelanjutannya dari pihak yang berjalan, yaitu (إِنَّا لَمُدْرَكُونَ, innaa la-mudrakuuna) yang berarti "sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". Perintah berjalan di 44:23 karena itu dibaca bersama kabar bahwa mereka akan diikuti, dan pembacaan itu tidak mencabut perintahnya.
Ayat 44:18 memuat permintaan si rasul, (أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ, adduu ilayya 'ibaada llaahi) yang berarti "serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah". Ayat 44:23 memuat perintah membawa pergi (بِعِبَادِي, bi-'ibaadii) yang berarti "dengan hamba-hamba-Ku". Di antara keduanya teks tidak mencatat peristiwa penyerahan, jadi permintaan di 44:18 dan perintah di 44:23 berdiri berurutan tanpa kejadian yang menghubungkan.
Ayat ini juga mengubah jumlah pihak yang disapa. Perintah (أَسْرِ, asri) berbentuk tunggal dan tertuju kepada satu orang, sedangkan (إِنَّكُمْ, innakum) berbentuk jamak dan mencakup orang itu bersama yang berjalan dengannya. Ayat 44:30 menyebut penyelamatan Bani Israil dari Firaun, dan 26:59 menyebut Bani Israil sebagai pewaris sesudah rangkaian ayat yang memuat 26:52. Hubungan antara hamba-hamba di 44:23 dan Bani Israil itu karena itu dapat dibaca sebagai kemungkinan yang ditopang ayat lain, sedangkan 44:23 sendiri tidak menyebutkannya. Ayat berikutnya, 44:24, menyebut "mereka" sebagai bala tentara, dan kata itu dapat dibaca menunjuk pihak yang mengikuti.
Renungan dan Hikmah
- Di 44:18 si rasul meminta agar hamba-hamba Allah diserahkan kepadanya, dan di 44:23 Allah memakai kata hamba-hamba-Ku, yang dapat dibaca merujuk kelompok yang sama. Dua ayat itu memakai kata yang sama dan menyebut pemiliknya dengan tegas, sedangkan kaum yang menahan mereka tidak pernah disebut sebagai pemilik. Orang yang ditahan atau dikuasai oleh pihak lain jarang mendengar dirinya disebut dengan nama pemilik yang sesungguhnya, dan ayat ini menyebutnya di tengah perintah berjalan. Pembaca dapat bertanya, kata apa yang dipakai orang-orang di sekitarnya untuk menyebut dirinya? Dan di antara sebutan itu, adakah yang memuat nama Tuhan?
- Perintah berjalan dan kabar tentang pengikut datang dalam satu ayat, dan kabar itu tidak mencabut perintahnya. Tidak ada kalimat yang berbunyi "jika kalian takut, tinggallah". Pembaca yang pernah menerima tugas yang risikonya jelas sejak awal dapat memperhatikan bagaimana risiko itu disampaikan kepadanya. Dalam 44:23 risiko disebut terang-terangan oleh pihak yang memberi perintah, dan kabar itu diletakkan di antara bekal untuk berjalan. Apakah tugas yang kita terima lebih sering datang dengan risiko yang diucapkan, atau dengan risiko yang kita temukan sendiri di tengah jalan?
- Perintah di 44:23 menyebut teman perjalanan, hamba-hamba-Ku, dan waktunya, malam hari, tetapi tidak menyebut tempat tujuan. Ayat berikutnya juga tidak menyebutnya. Bagi pembaca yang terbiasa meminta peta lengkap sebelum melangkah, ayat ini menaruh perintah di tangan penerima lebih dulu daripada rencana di tangannya, sehingga langkah pertama bergantung pada kepercayaan kepada Pemberi perintah. Seberapa banyak keterangan yang pembaca butuhkan dari Tuhan sebelum mau memulai perjalanan, dan berapa banyak perjalanan yang masih bisa dimulainya hanya dengan satu kata kerja?
- Kata kerja berjalan tertuju kepada satu orang, sedangkan kabar tentang pengikut tertuju kepada banyak orang. Orang pertama menerima perintah, dan semua orang yang berjalan bersamanya menanggung akibat yang dikabarkan. Orang yang memegang perintah memegang juga pengetahuan tentang risiko yang akan menimpa orang-orang di belakangnya. Pembaca yang pernah memimpin sebuah rombongan, sekecil apa pun, dapat memeriksa siapa di dalam rombongan itu yang tahu apa. Apakah pemegang perintah sudah menceritakan kabar yang menyangkut semua orang kepada mereka, atau membawanya sendirian sampai hari terakhir perjalanan?
- Waktu perjalanan termasuk isi perintah dan tidak diserahkan kepada selera orang yang berjalan. Malam disebut sebagai waktu pekerjaan itu, dan di ayat lain kata yang sama menjadi waktu bagi perjalanan, seruan, dan tasbih. Pembaca dapat melihat jam-jam dalam sehari yang diisinya dengan pekerjaan yang diminta Tuhan dan jam-jam yang diisinya dengan pekerjaan pilihannya sendiri. Malam sering menjadi jam yang paling sedikit dibagi dengan orang lain. Untuk apa jam semacam itu dipakai, dan siapa yang dibawa serta ke dalamnya, seperti hamba-hamba-Ku yang dibawa serta dalam perjalanan malam di ayat ini?
- Ayat 44:23 memberi tahu bahwa ada yang akan mengikuti, tetapi tidak memberi nama pengikut itu, dan ayat berikutnya baru menyebut sebuah golongan yang dapat dibaca sebagai pengikut itu. Antara kabar dan nama ada jarak, dan dalam jarak itu orang yang berjalan hanya memegang kata diikuti. Pembaca yang pernah merasa diawasi oleh sesuatu yang belum jelas wujudnya dapat melihat bahwa teks tidak menyuruh menunggu nama itu sebelum melangkah. Perintah berjalan sudah diucapkan sebelum pengikut itu disebut. Seberapa sering langkah pembaca tertahan oleh bayangan yang namanya belum diketahuinya?