وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَ

Dan biarkanlah laut tenang; sesungguhnya mereka bala tentara yang akan ditenggelamkan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًاwa-truki l-bahra rahwandan biarkanlah laut tenang
  2. إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَinnahum jundun mughraquunasesungguhnya mereka bala tentara yang akan ditenggelamkan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَاتْرُكِwa-trukidan tinggalkanlah
  2. الْبَحْرَl-bahralaut
  3. رَهْوًاrahwanterbelah
  4. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  5. جُنْدٌjundunbala tentara
  6. مُغْرَقُونَmughraquunaorang-orang yang ditenggelamkan

Inti bacaan

Intervensi ilahi 'biarkanlah laut itu tenang', kombinasi kesiagaan manusia dan campur tangan di luar kendali dalam satu rencana penyelamatan yang terpadu.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(terbelah)' tidak dipakai. Kata 'itu' setelah 'laut' juga dihapus: tidak ada demonstratif dalam teks Arab, hanya partikel makrifat 'al-'. Kutipan jawaban Allah (dibuka 44:23) ditutup di akhir ayat ini: 44:25 beralih ke refleksi retrospektif narator ('kam tarakuu').

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan perintah Allah untuk membiarkan laut dalam keadaan tenang seusai dibelah, sebagai jebakan bagi pasukan yang mengejar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh membiarkan laut tenang. Bukan menutupnya kembali. Yang dibiarkan terbuka justru jadi bagian dari rencananya.
  • Hasilnya disebut sebelum terjadi: mereka bala tentara yang akan ditenggelamkan. Sudah diketahui. Yang mengejar berjalan menuju yang sudah diputuskan.
  • Allah menyampaikan perintah itu kepada yang menyeberang, bukan kepada yang mengejar. Kepada Musa. Yang selamat diberi satu pekerjaan terakhir: tidak berbuat apa-apa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-r-k, b-h-r, r-h-w, j-n-d, gh-r-q): utruki l-bahr rahwan diterjemahkan 'biarkan laut tenang' (akar t-r-k + akar b-h-r + akar r-h-w); jund mughraquun diterjemahkan 'bala tentara yang ditenggelamkan' (akar j-n-d + akar gh-r-q). Selaras.