Ayat 44:25

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Betapa banyak taman-taman dan mata air yang mereka tinggalkan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍkam tarakuu min jannaatin wa-'uyuuninbetapa banyak taman-taman dan mata air yang mereka tinggalkan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. كَمْkambetapa banyak
  2. تَرَكُواtarakuumereka tinggalkan
  3. مِنْmindari
  4. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  5. وَعُيُونٍwa-'uyuunindan mata air

Inti bacaan

Rangkaian (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) muncul sepuluh kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36, sedangkan (كَمْ تَرَكُوا, kam tarakuu) hanya ada di 44:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (كَمْ, kam) yang berarti "betapa banyak", dan kata itu berdiri di awal ayat tanpa (وَ, wa-) di depannya. Rangkaian (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) yang berarti "betapa banyak yang Kami binasakan" muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu di 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36, dengan surah 19 memuatnya dua kali. Di sepuluh ayat itu kata kam menghitung generasi atau negeri yang dibinasakan, dengan Kami sebagai pelakunya. Di 44:25 kata kam menghitung benda yang ditinggalkan, dengan mereka sebagai pelakunya. Terjemahan memakai "betapa banyak" seperti di 17:17 dan 50:36. Susunan (كَمْ تَرَكُوا, kam tarakuu) hanya ada di 44:25.

Kata (تَرَكُوا, tarakuu) yang berarti "mereka tinggalkan" tersusun dari kata kerja lampau berakar ت-ر-ك dan akhiran -uu yang berarti "mereka". Bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu di 4:9 dan 44:25, dan di keduanya kata itu diikuti (مِنْ, min). Di 4:9 bunyinya (لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ, law tarakuu min khalfihim) yang berarti "sekiranya mereka meninggalkan di belakang mereka", dengan sasaran keturunan yang lemah. Di 44:25 sasarannya taman dan mata air. Akar yang sama muncul juga di 26:146 dalam pertanyaan (أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ, a-tutrakuuna fii maa haahunaa aaminiina) yang berarti "apakah kalian akan dibiarkan tinggal di sini dalam keadaan aman", dan 26:147 menyambungnya dengan (فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fii jannaatin wa-'uyuunin). Terjemahan 44:25 memakai "tinggalkan" karena sasarannya benda yang berada di tangan pihak yang pergi, sedangkan "biarkanlah" dipakai bila keadaan sasaran dipertahankan, seperti di 44:24.

Kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) yang berarti "taman-taman" berakar ج-ن-ن dan berbentuk jamak tak tentu, dan (وَعُيُونٍ, wa-'uyuunin) yang berarti "dan mata air" berakar ع-ي-ن dan juga berbentuk jamak tak tentu. Pasangan (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 44:25, 44:52, dan 51:15. Tujuh kemunculan itu terbagi di empat surah karena surah 26 memuatnya tiga kali dan surah 44 dua kali. Pasangan ini dipakai untuk orang yang bertakwa, untuk kaum Ad di 26:134 dan kaum Tsamud di 26:147, dan untuk kaum yang kehilangan taman-tamannya di 26:57 dan 44:25. Di 15:45 dan 51:15 bunyinya (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, inna l-muttaqiina fii jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman dan mata air", dan 44:52 menyambung 44:51 dengan pasangan yang sama. Di 26:57 bunyinya (فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fa-akhrajnaahum min jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "maka Kami keluarkan mereka dari taman-taman dan mata air".

Kata depan di depan pasangan itu menunjukkan arahnya. Kata (فِي, fii) yang berarti "di dalam" dipakai di 15:45, 26:147, 44:52, dan 51:15, sedangkan (مِنْ, min) yang berarti "dari" dipakai di 26:57 dan 44:25. Taman-taman di 44:25 karena itu terbaca sebagai taman yang dilepas oleh penghuninya, dan arti itu datang dari kata kerja tarakuu dan kata depan min di depannya. Terjemahan memakai "taman-taman" seperti di 26:57 dan 44:52, dan "mata air" untuk ع-ي-ن.

Tafsiran

Ayat ini mengalihkan cerita dari ucapan ke daftar. Sampai 44:24 teks memuat ucapan dan kabar tentang bala tentara yang akan ditenggelamkan, dan di 44:25 ucapan itu digantikan daftar benda yang mereka tinggalkan. Peristiwa tenggelamnya tidak diceritakan di antara dua ayat itu. Bentuk katanya berubah dari bentuk yang menunjuk pihak penerima, (مُغْرَقُونَ, mughraquuna), menjadi bentuk lampau, (تَرَكُوا, tarakuu), sehingga pembaca berpindah dari kabar tentang akhir ke keadaan sesudah akhir itu tanpa melewati peristiwanya.

Kalimat di ayat ini belum selesai. Ayat 44:26 dan 44:27 melanjutkan daftarnya dengan tanam-tanaman, tempat tinggal yang mulia, dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria, dan 44:28 menutupnya dengan (كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا, ka-dzaalika wa-awratsnaahaa) yang berarti "demikianlah; dan Kami mewariskannya". Rangkaian ini punya padanan di 26:57 sampai 26:59, yang juga membuka dengan taman dan mata air dan menutup dengan pasangan penutup yang sama, sehingga pasangan itu muncul dua kali, yaitu di 26:59 dan 44:28. Di 26:59 pewarisnya disebut Bani Israil, sedangkan di 44:28 pewarisnya disebut kaum yang lain. Perbedaan kedua rangkaian terletak pada pelaku kata kerja pertamanya. Di 26:57 kata kerjanya Kami keluarkan mereka, dan di 44:25 kata kerjanya mereka tinggalkan. Dua kalimat itu dapat dibaca sebagai dua sisi satu peristiwa, satu dari pihak yang mengeluarkan dan satu dari pihak yang pergi. Teks tidak menyatakan keduanya demikian, sehingga pembacaan ini bersifat kemungkinan.

Surah ini memakai pasangan taman dan mata air dua kali, di 44:25 untuk yang ditinggalkan dan di 44:52 untuk tempat orang-orang yang bertakwa. Satu surah menaruh kehilangan dan penerimaan pada dua kata yang sama, dan kata kerja serta kata depan di depan kedua kata itu membedakan keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini melanjutkan kisah bala tentara itu dengan daftar benda yang mereka tinggalkan. Sesudah kabar tenggelam, yang dicatat berikutnya adalah taman dan mata air, benda-benda yang dahulu berada dalam genggaman mereka. Catatan tentang akhir hidup mereka berisi apa yang mereka pegang. Pembaca dapat membayangkan daftar semacam itu ditulis tentang dirinya sesudah ia pergi. Apa yang akan terbaca di barisnya yang pertama, dan apakah barang itu sama dengan yang paling sering menyita kecemasannya ketika masih hidup?
  • Pasangan taman dan mata air yang sama muncul di 44:52 untuk orang yang bertakwa, dengan kata depan di dalam, dan di 44:25 diikuti kata kerja meninggalkan. Benda yang disebut serupa, tetapi hubungan pemegang dengan benda itu berlawanan: di satu tempat pemegangnya berdiam di dalamnya, di tempat lain pemegangnya melepasnya. Dua orang dapat menyebut tamannya masing-masing dengan kata yang sama dan memegangnya dengan cara yang berlawanan. Pembaca dapat menimbang bagaimana dirinya memegang apa yang ada di tangannya sekarang. Apakah itu tempat berdiam yang tidak akan dilepasnya, atau barang yang kelak tinggal di belakang?
  • Kata kerja yang sama dipakai di 4:9 untuk orang yang masih hidup dan memikirkan apa yang akan ditinggalkannya, yaitu keturunan yang lemah, dan ayat itu menyuruh mereka bertakwa kepada Allah. Di 44:25 kata itu dipakai untuk orang yang sudah pergi, dengan sasaran taman dan mata air. Pada ayat pertama apa yang akan ditinggalkan membuat orang cemas dan menoleh kepada Allah. Pada ayat kedua daftar itu ditulis sesudah mereka pergi, tanpa mencatat satu pun tindakan mereka terhadapnya. Pembaca yang sedang memikirkan apa yang akan ditinggalkannya dapat bertanya, kecemasan itu sedang mengarah ke mana? Dan kepada siapa sisa kecemasan itu diletakkan?
  • Di 26:57 pelaku yang mengeluarkan mereka dari taman dan mata air ditulis dengan Kami, dan di 44:25 pelaku kata kerjanya mereka sendiri. Dua kalimat itu membicarakan kaum yang sama dengan daftar yang hampir sama. Dalam satu kalimat penghuni dikeluarkan, dalam kalimat lain penghuni meninggalkan. Orang yang sedang kehilangan sesuatu dapat memperhatikan kata kerja yang dipakainya untuk menceritakan kehilangan itu, apakah diambil, hilang, atau ditinggalkan. Siapa yang menjadi pelaku dalam kalimat yang dipakai pembaca untuk menceritakan kehilangannya, dan apakah pelaku itu berubah setelah beberapa tahun berlalu?
  • Di 26:132 sampai 26:134 kaum Ad diminta bertakwa kepada Dia yang telah menganugerahkan kepada mereka hewan ternak, anak-anak, kebun-kebun, dan mata air. Di 36:34 Kami memancarkan mata air di bumi. Taman dan mata air yang ditinggalkan di 44:25 dapat dibaca bersama ayat-ayat itu sebagai benda yang sampai kepada pemegangnya lewat pemberian, dan pemberinya di sana adalah Allah. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab 44:25 sendiri tidak menyebut dari mana benda itu datang. Pembaca dapat menanyai apa yang kini digenggamnya, dari mana datangnya. Dan adakah ucapan terima kasih yang pernah menyertainya sebelum benda itu ditinggalkan?
  • Daftar di ayat ini berisi taman dan mata air. Tidak ada orang di dalamnya, tidak anak, tidak teman, dan tidak ada nama Tuhan. Benda-benda itu hadir tanpa seorang pun yang menyertainya. Bagi pembaca yang menghitung kekayaannya dalam bentuk tanah, tabungan, atau jabatan, ayat ini menaruh satu daftar di depannya, dan daftar itu kosong dari nama orang. Jika daftar yang ditinggalkan itu ditulis tentang dirinya, nama siapa yang akan tertulis di dalamnya, dan di baris keberapa?

Ayat 44:26

وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

tanam-tanaman serta tempat tinggal yang mulia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍwa-zuruu'in wa-maqaamin kariimindan tanam-tanaman serta tempat tinggal yang mulia

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَزُرُوعٍwa-zuruu'indan tanaman
  2. وَمَقَامٍwa-maqaamindan tempat
  3. كَرِيمٍkariiminyang mulia

Inti bacaan

Susunan (وَمَقَامٍ كَرِيمٍ, wa-maqaamin kariimin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:58 dan 44:26.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَزُرُوعٍ, wa-zuruu'in) yang berarti "dan tanam-tanaman". Kata ini bentuk jamak dari zar' dan berakar ز-ر-ع. Bentuk jamaknya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:148 dan 44:26. Di 26:148 kata itu berdampingan dengan pohon kurma, (وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ, wa-zuruu'in wa-nakhlin) yang berarti "dan tanam-tanaman serta pohon kurma", sesudah kebun-kebun dan mata air di 26:147. Terjemahan memakai "tanam-tanaman" di kedua tempat dan tidak memakai "kebun-kebun", karena "kebun-kebun" sudah menjadi padanan (جَنَّاتٍ, jannaatin) di 26:147.

Akar ز-ر-ع terkait dengan pekerjaan menanam. Di 12:47, (تَزْرَعُونَ, tazra'uuna) yang berarti "kalian bercocok tanam" ditujukan kepada orang-orang yang menanam tujuh tahun berturut-turut. Di 56:64, (الزَّارِعُونَ, z-zaari'uuna) yang berarti "yang menumbuhkan" muncul dalam pertanyaan apakah kalian yang menumbuhkannya ataukah Kami. Dari dua ayat itu terbaca bahwa tanam-tanaman adalah sesuatu yang ditanam, berbeda dengan taman-taman dan mata air di 44:25, yang di sana tidak disertai kata kerja tentang pekerjaan manusia. Ayat 44:26 sendiri tidak menyebut siapa penanamnya.

Kata (وَمَقَامٍ, wa-maqaamin) yang berarti "dan tempat tinggal" berakar ق-و-م, akar yang menyangkut berdiri. Di 27:39, (أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ, an taquuma min maqaamika) yang berarti "engkau berdiri dari tempatmu" memakai kata kerja dan kata benda dari akar itu dalam satu kalimat. Bentuk persis maqaamin muncul 3 kali di 2 surah, yaitu di 26:58, 44:26, dan 44:51. Susunan (وَمَقَامٍ كَرِيمٍ, wa-maqaamin kariimin) muncul dua kali, yaitu di 26:58 dan 44:26, dan terjemahan 44:26 mengikuti 26:58 karena susunan Arabnya sama. Di 44:51 kata itu disifati lain, (فِي مَقَامٍ أَمِينٍ, fii maqaamin amiinin) yang berarti "di tempat yang aman". Di tempat lain kata maqaam bersambung dengan pemiliknya, misalnya (مَقَامَ رَبِّهِ, maqaama rabbihi) di 55:46 dan 79:40, dan di sana terjemahannya "kedudukan". Di 44:26 kata itu berdiri sendiri dan diikuti sifat tempat, sehingga terjemahan memilih "tempat tinggal".

Kata (كَرِيمٍ, kariimin) yang berarti "yang mulia" berakar ك-ر-م. Bentuk persis kariimin muncul 8 kali di 7 surah, yaitu di 26:7, 26:58, 31:10, 36:11, 44:26, 56:44, 69:40, dan 81:19. Terjemahan memakai "mulia" di 44:26 dan tidak memakai "indah", karena sifat ini dipakai di Al-Qur'an untuk rasul, (رَسُولٌ كَرِيمٌ, rasuulun kariimun) di 44:17, untuk ucapan, (قَوْلًا كَرِيمًا, qawlan kariiman) di 17:23, dan untuk pahala, (أَجْرٌ كَرِيمٌ, ajrun kariimun) di 57:11. Ketiganya menyangkut martabat dan nilai, tidak menyangkut rupa.

Kata-kata di ayat ini tidak bersandang al-, dan ketiganya berakhiran -in seperti (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin) di 44:25. Zuruu'in dan maqaamin sama-sama kata benda tak tentu dengan akhiran yang sama seperti kedua kata di 44:25, dan wa- menyambung keduanya ke kata min di ayat sebelumnya. Itu sebabnya ayat ini tidak memuat kata kerja sendiri, dan terjemahan menutupnya dengan koma tanpa mengulang "yang mereka tinggalkan". Terjemahan juga tidak menyebut jenis tanaman, bahan bangunan, atau jumlah tempat tinggal, karena ayat tidak merincinya.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan dua benda ke daftar yang ditinggalkan, yaitu sesuatu yang ditanam dan sesuatu yang ditempati. Daftar itu dibuka di 44:25 dengan taman-taman dan mata air, berlanjut di 44:26, dan ditutup di 44:27 dengan kenikmatan. Ayat 44:26 tidak memuat kata kerja maupun penilaian, sehingga urutan bendanya yang membawa maknanya: dari yang tumbuh di tanah, ke yang dihuni, lalu ke yang dirasakan.

Urutan serupa ada di 26:57 sampai 26:59. Di sana (فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fa-akhrajnaahum min jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "Maka Kami keluarkan mereka dari taman-taman dan mata air" disusul harta kekayaan dan tempat tinggal yang mulia, lalu pewarisan di 26:59. Bedanya ada pada kata kerja pembukanya. Di 26:57 Kami yang mengeluarkan, sedangkan di 44:25 mereka yang meninggalkan, dan keadaan yang mendahuluinya tertulis di 44:24, yaitu mereka bala tentara yang akan ditenggelamkan. Daftar di surah 44 memuat tanam-tanaman dan kenikmatan, dan tidak memuat harta kekayaan.

Kosakata yang hampir sama muncul untuk pihak lain di surah yang sama. Di 44:51, (فِي مَقَامٍ أَمِينٍ, fii maqaamin amiinin) yang berarti "di tempat yang aman" disebut untuk orang-orang yang bertakwa, dan 44:52 menyusulkan taman-taman dan mata air. Dua kelompok dalam satu surah mendapat gambaran tempat, taman, dan mata air yang bunyinya berdekatan. Perbedaannya tertulis pada sifat tempat, yaitu "mulia" di 44:26 dan "aman" di 44:51, serta pada kata yang membawa daftar itu, yaitu "meninggalkan" di 44:25 dan "berada di" di 44:51.

Sifat kariim dipakai tiga kali di surah ini. Pemakaian pertama untuk rasul yang datang kepada kaum Firaun di 44:17, yang kedua untuk tempat tinggal mereka di 44:26, dan yang ketiga di 44:49, (الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ, l-'aziizu l-kariimu) yang berarti "yang digdaya lagi mulia", diucapkan kepada orang yang diseret ke neraka di 44:47. Ketiga pemakaian itu tidak menyatakan siapa yang menilai kemuliaannya. Ayat 44:26 pun tidak menjelaskan mengapa tempat itu disebut mulia, dan menaruhnya di antara hal-hal yang ditinggalkan.

Renungan dan Hikmah

  • Akar yang sama dengan zuruu'in dipakai di 12:47 untuk orang yang bercocok tanam tujuh tahun berturut-turut, sehingga tanam-tanaman di 44:26 dapat dibaca sebagai hasil kerja yang berlangsung lama. Ayat ini tidak menyebut siapa penanamnya atau berapa lama penanam itu bekerja, dan menaruh hasilnya dalam satu kata sambung di antara taman-taman dan tempat tinggal. Pembaca yang pernah menanam sesuatu dari awal, entah sepetak sayur, sebuah usaha, atau sebuah hubungan, dapat memperhatikan betapa pendek kalimat yang memuat hasil kerja bertahun-tahun itu. Apakah ukuran sebuah usaha berubah bila hasilnya berdiri di sebelah mata air dan tempat tinggal yang sama-sama akan ditinggalkan?
  • Di 14:37 Ibrahim menyebut lembah (غَيْرِ ذِي زَرْعٍ, ghayri dzii zar'in) yang berarti "yang tidak ada tanamannya", tempat Ibrahim menempatkan sebagian keturunannya di sisi Rumah Tuhan, lalu memohon agar mereka diberi rezeki dari buah-buahan. Ayat itu dan 44:26 memakai akar yang sama untuk dua keadaan yang berseberangan, yaitu tempat tanpa tanaman yang diisi dengan doa kepada Tuhan, dan tempat bertanam-tanaman yang ditinggalkan. Teks tidak membandingkan keduanya, jadi perbandingan ini milik pembaca. Pembaca dapat bertanya, kapan sebuah permohonan kepada Tuhan lebih mudah diucapkan: ketika ladang masih kosong, atau ketika ladang sudah terhampar?
  • Taman-taman dan mata air disebut untuk kaum Firaun di 44:25, dan untuk orang-orang yang bertakwa di 44:52, 15:45, dan 51:15. Kata maqaamin di 44:26 dan 44:51 juga dipakai untuk kedua pihak, dengan sifat "mulia" bagi yang pertama dan "aman" bagi yang kedua. Karena itu memiliki taman, mata air, dan tempat tinggal yang baik tidak menjadi ciri pembeda di dalam teks. Yang tertulis berbeda ialah kata kerjanya: kaum Firaun meninggalkan, sedangkan orang bertakwa di 51:16 digambarkan mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka. Pembaca dapat menimbang apakah benda yang kini dipegangnya disebut miliknya atau sesuatu yang diterimanya?
  • Sifat kariim dipakai untuk rasul di 44:17 dan untuk tempat tinggal di 44:26, dalam surah dan kisah yang sama. Rasul itu berkata di 44:18, "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah", lalu di 44:22 rasul itu mengadukan bahwa mereka kaum yang berdosa. Dua hal yang disifati mulia berdiri berdampingan dalam satu penuturan, yang satu datang kepada mereka dan yang lain mereka tinggalkan. Ayat tidak menghubungkan keduanya, jadi pembaca dapat mencatat bahwa kata yang sama dipakai untuk seorang pembawa pesan dan untuk sebuah tempat yang penuh barang. Bila kemuliaan tempat diukur dengan isinya, dengan apa kemuliaan seorang rasul diukur?
  • Di 43:51 Firaun berseru, "Bukankah kerajaan Mesir milikku, dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku?", dengan kata ganti milik pada lii dan tahtii. Di 44:25 dan 44:26 daftar benda itu muncul tanpa kata ganti milik: taman, mata air, tanam-tanaman, dan tempat tinggal berdiri sebagai benda saja. Dua surah yang berurutan ini memperlihatkan dua cara menyebut benda yang sama, yang pertama dalam ucapan pemiliknya yang merasa berkuasa, yang kedua dalam penuturan sesudah mereka tiada. Pembaca dapat memeriksa kata yang dipakainya sendiri saat menyebut miliknya. Apakah kata ganti yang dipasang pembaca pada tempat tinggalnya masih akan terdengar utuh bila suatu saat daftarnya ditulis orang lain?
  • Kata maqaam dipakai untuk tempat tinggal kaum Firaun di 44:26 dan, bersambung dengan Tuhan, di 55:46, (وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ, wa-li-man khaafa maqaama rabbihi jannataani) yang berarti "Dan bagi siapa yang takut akan kedudukan Tuhannya, ada dua taman". Dua ayat itu memakai kata yang sama: yang satu berupa tempat yang ditinggalkan dengan tamannya, yang lain berupa kedudukan Tuhan yang disusul dua taman. Ayat tidak mengaitkan keduanya, dan pembaca dapat mencatat bahwa tempat berdiri manusia dan kedudukan Tuhan dibahasakan dengan kata yang sama. Pada tempat mana ia lebih sering memikirkan tempat berdirinya sendiri, dan pada saat mana ia teringat pada kedudukan Tuhannya?

Ayat 44:27

وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ

dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَwa-na'matin kaanuu fiihaa faakihiinadan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَنَعْمَةٍwa-na'matindan kenikmatan
  2. كَانُواkaanuumereka selalu
  3. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  4. فَاكِهِينَfaakihiinaorang-orang yang bergembira

Inti bacaan

Bentuk (فَاكِهِينَ, faakihiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:27 dan 52:18.

Penjelasan pilihan kata

Kata pertama (وَنَعْمَةٍ, wa-na'matin) berarti "dan kenikmatan" dan berakar ن-ع-م. Bentuk na'matin muncul satu kali, yaitu di 44:27, dan kata yang sama dengan kata sandang muncul sekali lagi di 73:11, (أُولِي النَّعْمَةِ, ulii n-na'mati) yang berarti "yang memiliki kenikmatan", dalam ayat tentang para pendusta. Dengan demikian kata na'mah ada di dua ayat, yaitu 44:27 dan 73:11, dan terjemahan memakai "kenikmatan" di keduanya. Kata ini berbeda dari (نِعْمَةَ, ni'mata) yang berarti "nikmat" dalam (نِعْمَةَ اللَّهِ, ni'mata llaahi) di 2:211, 5:7, 5:20, 14:6, 16:18, dan 33:9, karena vokalnya lain, dan terjemahan membiarkan keduanya terpisah dengan "kenikmatan" bagi yang pertama dan "nikmat" bagi yang kedua.

Susunan (كَانُوا فِيهَا, kaanuu fiihaa) yang berarti "mereka dahulu di dalamnya" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:27. Kata ganti -haa pada fiihaa berbentuk perempuan tunggal, sama dengan na'matin yang tepat di depannya, sehingga terjemahan menunjuk kenikmatan itu dan memperlakukannya sebagai ruang tempat orang berada. Kata terdekatnya memang na'matin, tetapi -haa juga bisa mencakup seluruh daftar sejak 44:25, dan ayat tidak memilih salah satunya. Kata kaanuu menaruh keadaan itu di masa lalu. Ayat tidak menyebut berapa lama mereka berada di sana, dan terjemahan memakai "dahulu" tanpa menambahkan "selama bertahun-tahun".

Kata terakhir (فَاكِهِينَ, faakihiina) yang berarti "bersuka ria" berakar ف-ك-ه. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 44:27 dan 52:18. Di 52:18, (فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, faakihiina bi-maa aataahum rabbuhum) yang berarti "bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka", kata itu dipakai untuk orang-orang yang bertakwa, dan 52:17 menyebut mereka berada di (فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ, fii jannaatin wa-na'iimin) yang berarti "taman-taman dan kenikmatan". Akar yang sama muncul dalam dua bentuk lain, yaitu (فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ, fii syughulin faakihuuna) di 36:55, untuk penghuni taman, dan (انْقَلَبُوا فَكِهِينَ, nqalabuu fakihiina) di 83:31, yang berarti "mereka kembali bergembira ria". Di 83:31 orang-orang berdosa pulang kepada keluarganya dengan bergembira, sesudah menertawakan orang beriman di 83:29. Akar yang sama itu dipakai untuk dua nasib yang berlawanan, dan 44:27 termasuk yang kedua. Terjemahan memakai "bersuka ria" di 44:27 dan 52:18, dan tidak memakai "menikmati", karena kenikmatan sudah dibawa oleh kata na'matin di awal ayat.

Akar ف-ك-ه muncul juga sebagai kata benda dalam surah yang sama, tetapi untuk pihak lain. Di 44:55, (بِكُلِّ فَاكِهَةٍ, bi-kulli faakihatin) yang berarti "segala macam buah-buahan" berada dalam kalimat (يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ, yad'uuna fiihaa bi-kulli faakihatin aaminiina) yang berarti "Mereka meminta di dalamnya segala macam buah-buahan dengan aman". Kata fiihaa yang menyambung kalimat itu sama dengan kaanuu fiihaa di 44:27, dan yang menambah di 44:55 ialah kata aaminiina, "dengan aman", yang tidak ada di 44:27.

Terjemahan tidak menambahkan sebab atau akhir kenikmatan itu, karena susunan (كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ, kaanuu fiihaa faakihiina) menyebut keadaan di masa lalu saja. Tanda titik menutup ayat sebagai ujung kalimat yang dibuka dengan "Betapa banyak" di 44:25.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar dengan sesuatu yang tidak berupa benda, yaitu keadaan batin yang pernah dijalani. Ayat sebelumnya menyebut taman, mata air, tanam-tanaman, dan tempat tinggal, semuanya hal yang dapat dilihat dan dihitung. Ayat 44:27 menyebut kenikmatan dan sukacita, dan keduanya disambung kata kerja lampau kaanuu. Kata kerja pertama di 44:25, (تَرَكُوا, tarakuu) yang berarti "mereka tinggalkan", menunjuk perbuatan, sedangkan kata kerja terakhir di 44:27 menunjuk keadaan. Di antara keduanya tidak tertulis apa yang dirasakan mereka ketika pergi.

Surah 26 memuat daftar yang berdekatan, tetapi urutannya berhenti pada tempat tinggal. Di 26:58 daftar itu memuat (وَكُنُوزٍ, wa-kunuuzin) yang berarti "dan harta kekayaan" dan susunan wa-maqaamin kariimin, lalu 26:59 langsung memuat pewarisan. Surah 44 menggantinya dengan kenikmatan dan sukacita di akhir, tanpa harta kekayaan. Perbedaan itu terbaca sebagai pergeseran dari apa yang dimiliki di surah 26 ke apa yang dialami di surah 44.

Sukacita ini juga punya cermin di surah yang sama. Di 44:55 orang-orang yang bertakwa meminta buah-buahan di dalam taman dengan aman, dan 44:56 menyebut Dia melindungi mereka dari azab neraka. Kaum Firaun di 44:27 digambarkan bersuka ria di dalam kenikmatannya, dan ayat itu tidak menyebut rasa aman maupun perlindungan. Dua penggambaran itu memakai akar dan kata depan yang sama, dan yang berbeda ialah apa yang menyertai sukacita itu.

Sesudah ayat ini kata kerja yang berpelaku kembali di 44:28, kali ini dengan Kami sebagai pelaku. Kaum yang tadi menjadi pelaku di 44:25 sampai 44:27 tidak lagi menjadi pokok kalimat, dan kenikmatan serta sukacitanya ditutup dengan bentuk lampau.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:27 memakai kata fiihaa, "di dalamnya", untuk kenikmatan, sehingga kenikmatan itu terbaca sebagai ruang yang ditempati dan tidak sebagai benda yang digenggam. Sebuah ruang baru memperlihatkan dindingnya ketika orang di dalamnya melangkah ke pintu. Ayat tidak menyebut apakah para penghuninya pernah memperhatikan kenikmatan itu selagi berada di dalamnya. Pembaca dapat memilih satu kenyamanan yang kini dijalaninya tiap hari, misalnya rumah yang kering saat hujan atau perut yang tidak kelaparan, lalu mengingat kapan terakhir kenyamanan itu disebutnya dengan nama. Apakah nama itu terucap saat pembaca masih berada di dalamnya, atau baru sesudah pergi?
  • Akar kata untuk "bersuka ria" di 44:27 dipakai juga di 83:31 untuk orang-orang berdosa yang pulang kepada keluarganya dengan bergembira ria sesudah menertawakan orang beriman, dan di 36:55 untuk penghuni taman. Di 52:18 sukacita itu disebut bersama apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka. Satu kata menampung dua nasib, sehingga kata itu sendiri tidak memberi tahu apakah sukacita seseorang akan bertahan. Yang membedakan terletak pada apa yang disebut menyertainya. Pembaca yang mendengar dirinya sedang tertawa dapat bertanya apa yang menyertai tawa itu: rasa syukur atas sesuatu yang diberikan kepadanya, atau ejekan kepada orang lain?
  • Di 44:55 orang-orang yang bertakwa meminta buah-buahan di dalam taman, dan kata yang menyertainya ialah aaminiina, "dengan aman". Ayat 44:56 menambahkan bahwa Dia melindungi mereka dari azab neraka. Di 44:27 susunan kaanuu fiihaa melukiskan kaum Firaun bersuka ria, dan tidak ada kata aman atau perlindungan di ayat itu. Dua gambaran itu sama-sama menaruh orang di dalam kenikmatan, dan tampak serupa dari luar. Pembaca dapat menimbang, di dalam kenikmatan yang dijalaninya sekarang, apakah ada kata aman yang menyertainya, atau sukacitanya saja yang terasa?
  • Ayat 44:27 menyebut kenikmatan dalam satu kata tunggal, na'matin, tanpa daftar dan tanpa jumlah. Di 16:18 dan 14:34 kata nikmat dari akar yang sama berada dalam kalimat, "kalian tidak akan mampu menghitungnya". Ayat-ayat itu tidak berbicara tentang kaum Firaun, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat mencatat bahwa satu kata tunggal di 44:27 dan kalimat tentang hitungan yang tak habis di 16:18 menyebut hal yang bersaudara dengan cara yang berlawanan, yang satu meringkas dan yang lain membuka daftar tanpa akhir. Bila pembaca mencoba menghitung nikmat yang dijalaninya pagi ini, pada hitungan ke berapa pembaca berhenti?
  • Ayat 44:25 sampai 44:27 menyusun daftar dari yang paling mudah dihitung ke yang paling sulit: taman dan mata air, tanam-tanaman dan tempat tinggal, lalu kenikmatan dan sukacita. Kegembiraan menempati urutan terakhir, sesudah semua benda. Pembaca yang menulis daftar tentang apa yang ditakutnya hilang dapat memperhatikan dari mana daftar itu dimulai, dari benda atau dari perasaan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa urutan itu harus dibalik, dan penuturan yang memuat semuanya meletakkan sukacita di ujung. Di urutan ke berapa pembaca menaruh kegembiraannya sendiri dalam daftar itu?
  • Ayat 44:17 sampai 44:19 menyebut seorang rasul datang kepada kaum Firaun dan berkata, "Dan janganlah kalian menyombongkan diri terhadap Allah". Ayat 44:27 menyebut kaum yang sama bersuka ria di dalam kenikmatan. Ayat-ayat itu tidak mengatur urutan waktunya, sehingga pembaca dapat membayangkan keduanya berjalan bersama: pesan di satu telinga, sukacita di seisi rumah. Dua ayat ini tidak menyatakan bahwa sukacita menghalangi pesan itu, dan pembacaan tersebut tetap milik pembaca. Pesan apa yang sedang sampai kepada pembaca ketika sukacitanya sedang paling penuh?