فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ
Maka, langit dan bumi tidak menangisi mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُfa-maa bakat 'alayhimu s-samaa'u wa-l-ardhumaka, langit dan bumi tidak menangisi mereka
- وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَwa-maa kaanuu munzhariinadan mereka tidak diberi penangguhan
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَمَاfa-maamaka tidak
- بَكَتْbakatmenangis
- عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
- السَّمَاءُs-samaa'ulangit
- وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانُواkaanuumereka adalah
- مُنْظَرِينَmunzhariinaorang-orang yang diberi tangguh
Inti bacaan
Ayat kuat: 'langit dan bumi tidak menangisi mereka', gambaran puitis tentang kehinaan total, kepergian yang bahkan alam semesta pun tak berduka, kontras dengan anggapan kebesaran diri yang mereka pertahankan semasa hidup.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan betapa hina kebinasaan mereka, bahkan alam semesta pun tidak berduka atas kepergian mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut alam tidak berduka atas mereka. Langit tidak. Bumi juga tidak.
- Yang menyangka dirinya besar pergi tanpa ratapan. Bukan orang yang tidak menangis. Alam pun tidak.
- Kalimat penutupnya menyebut mereka tidak ditangguhkan. Allah menaruh dua hal. Tidak ditangisi, tidak pula ditunda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-k-y, s-m-w, a-r-d, k-w-n, n-zh-r): maa bakat alayhimu s-samaa' wa l-ard diterjemahkan 'langit & bumi tak menangisi mereka' (akar b-k-y, kehinaan total: alam tak berduka atas kebinasaan tiran); munzhariin diterjemahkan 'diberi penangguhan' (akar n-zh-r). Selaras.