وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ

Dan sungguh, Kami telah menyelamatkan Bani Israil dari azab yang menghinakan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِwa-la-qad najjaynaa banii israa'iila mina l-'adzaabi l-muhiinidan sungguh, Kami telah menyelamatkan Bani Israil dari azab yang menghinakan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. نَجَّيْنَاnajjaynaaKami menyelamatkan
  3. بَنِيbaniiBani
  4. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  5. مِنَminadari
  6. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  7. الْمُهِينِl-muhiiniyang menghinakan

Inti bacaan

Susunan (الْعَذَابِ الْمُهِينِ, l-'adzaabi l-muhiini) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:14 dan 44:30.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ نَجَّيْنَا, wa-la-qad najjaynaa) yang berarti "dan sungguh, Kami telah menyelamatkan". Awalan la dan kata qad sama-sama menegaskan, dan kata kerja najjaynaa berakar ن-ج-و dengan akhiran -naa yang berarti "Kami". Bentuk najjaynaa muncul 17 kali di 10 surah, yaitu di 2:49, 10:73, 11:58, 11:66, 11:94, 20:40, 21:71, 21:74, 21:76, 21:88, 26:170, 37:76, 37:115, 37:134, 41:18, 44:30, dan 54:34. Di 9 ayat yang diselamatkan seseorang bersama keluarganya atau orang-orang yang beriman bersamanya, misalnya (نَجَّيْنَا صَالِحًا, najjaynaa shaalihan) di 11:66. Di 4 ayat yang diselamatkan satu atau dua orang, yaitu 20:40, 21:71, 21:74, dan 21:88, di 41:18 orang-orang beriman, dan di 3 ayat sebuah kaum, yaitu 2:49, 37:115, dan 44:30.

Kata (بَنِي إِسْرَائِيلَ, banii israa'iila) yang berarti "Bani Israil" menjadi objek langsung najjaynaa di 44:30. Di 2:49, (نَجَّيْنَاكُمْ, najjaynaakum) yang berarti "Kami menyelamatkan kalian", yang diselamatkan juga mereka, sebab 2:47 dibuka dengan seruan kepada Bani Israil. Di 37:115, (وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ, wa-najjaynaahumaa wa-qawmahumaa mina l-karbi l-'azhiimi) yang berarti "Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya dari bencana yang agung", yang diselamatkan kaum Musa dan Harun yang disebut di 37:114. Bentuk lain dari akar yang sama juga ditujukan kepada Bani Israil, yaitu (أَنْجَاكُمْ, anjaakum) di 14:6 serta (أَنْجَيْنَاكُمْ, anjaynaakum) di 7:141 dan 20:80, dan terjemahan memakai "menyelamatkan" untuk semua bentuk itu.

Frasa (مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ, mina l-'adzaabi l-muhiini) yang berarti "dari azab yang menghinakan" memakai kata min untuk menandai asal yang ditinggalkan. Di 37:115 asal itu bencana yang agung, dan susunan (مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ, mina l-karbi l-'azhiimi) muncul 3 kali, yaitu di 21:76, 37:76, dan 37:115. Di 44:30 asalnya azab yang diberi sifat menghinakan. Susunan (الْعَذَابِ الْمُهِينِ, l-'adzaabi l-muhiini) muncul 2 kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:14 dan 44:30.

Kata (الْمُهِينِ, l-muhiini) yang berarti "yang menghinakan" berakar ه-و-ن. Kata muhiin muncul 14 kali di 10 surah, yaitu di 2:90, 3:178, 4:14, 4:37, 4:102, 4:151, 22:57, 31:6, 33:57, 34:14, 44:30, 45:9, 58:5, dan 58:16, dan di semuanya kata itu menyifati azab. Di 12 ayat di antaranya azab yang menghinakan ditujukan kepada pelaku yang kufur, mendurhakai, atau menyakiti, misalnya (وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ, wa-li-l-kaafiriina 'adzaabun muhiinun) di 2:90 dan 58:5 yang berarti "dan bagi orang-orang yang kufur ada azab yang menghinakan". Di 34:14 dan 44:30 kata itu bersandang al-, dan azabnya sudah dijalani oleh pihak yang disebut. Di 44:30 pihak itu bahkan diselamatkan darinya.

Akar ه-و-ن dan akar ك-ر-م muncul bersama dalam satu ayat di 22:18, yaitu (وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ, wa-man yuhini llaahu fa-maa lahu min mukrimin) yang berarti "Siapa yang dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya". Di ayat itu kedua akar berlawanan arti. Terjemahan 44:30 memakai "menghinakan" untuk muhiin agar akar itu tetap terbaca sebagai lawan "mulia" dari akar ك-ر-م di 44:26.

Terjemahan tidak menambahkan cara penyelamatan atau nama penindas, karena ayat ini tidak memuatnya. Nama penindas muncul di 44:31 dengan (مِنْ فِرْعَوْنَ, min fir'awna) yang berarti "dari Firaun", dan koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke sana.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan sorotan dari kaum Firaun ke Bani Israil, dan kalimatnya belum selesai di sini. Ayat 44:31 menyambungnya dengan min fir'awna, "dari Firaun", sehingga 44:30 dan 44:31 membentuk satu kalimat yang menyebut penyelamatan dan sifat azab lebih dulu, baru kemudian asalnya. Urutan itu menaruh yang diselamatkan di depan dan nama penindasnya di belakang.

Penyebutan Bani Israil di sini memberi nama kepada orang-orang yang sebelumnya disebut hamba. Di 44:18, (أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ, adduu ilayya 'ibaada llaahi) yang berarti "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah", rasul meminta mereka, dan di 44:23, (فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا, fa-asri bi-'ibaadii laylan) yang berarti "Maka, berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari", mereka diperintahkan berjalan. Kedua ayat itu tidak memakai nama Bani Israil, dan pembaca dapat menghubungkannya dengan 44:30 karena rangkaian peristiwanya sama. Dengan hubungan itu, 44:30 meringkas dalam satu kata kerja apa yang di 44:23 dan 44:24 masih berupa perintah.

Ayat 2:49 merinci azab itu: (يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ, yasuumuunakum suu'a l-'adzaabi) yang berarti "Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepada kalian", dan (يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ, yudzabbihuuna abnaa'akum) yang berarti "mereka menyembelih anak-anak laki-laki kalian". Ayat 44:30 tidak merinci perbuatannya dan memilih satu sifat, yaitu menghinakan, yang menyangkut martabat. Surah ini memakai sifat kariim tiga kali, yaitu di 44:17, 44:26, dan 44:49, dan sifat muhiin satu kali, yaitu di sini.

Kaum Firaun digambarkan di 44:26 memiliki tempat tinggal yang mulia, dan Bani Israil di 44:30 berada dalam azab yang menghinakan. Dua keadaan itu berdekatan dalam surah yang sama, dan teks tidak menghubungkannya dengan satu kalimat. Ayat 44:29 yang berada di antaranya menyebut langit dan bumi tidak menangisi kaum Firaun, lalu 44:30 membuka bagian yang menyebut penyelamatan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 2:49 menyebut penyembelihan anak laki-laki, sedangkan 44:30 memilih sifat menghinakan untuk azab yang sama, yaitu sifat yang menyangkut martabat. Di 22:18 tertulis bahwa siapa yang dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Dua ayat itu memakai satu akar kata dan berbicara tentang hal yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Pembaca yang sedang berada di bawah tekanan dapat menimbang bagian mana yang paling terasa, rasa sakitnya atau rasa direndahkannya. Bila kehinaan itu terasa lebih dalam daripada sakitnya, kepada siapa pembaca menyampaikannya?
  • Orang-orang yang diselamatkan disebut hamba-hamba Allah ketika rasul memintanya di 44:18, dan hamba-hamba-Ku ketika diperintahkan berjalan di 44:23, lalu Bani Israil ketika penyelamatan diceritakan di 44:30. Dua nama pertama menyebut hubungan, dan nama ketiga menyebut anak-anak Israil. Ayat-ayat itu tidak menyatakan alasan pergantian nama itu. Pembaca dapat menimbang nama mana yang dipakainya untuk diri sendiri saat meminta tolong, dan nama mana saat menceritakan pertolongan itu setelah selesai. Apakah kedua nama itu sama, dan apa yang berubah bila berbeda?
  • Di 14:6 Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika Dia menyelamatkan kalian dari pengikut-pengikut Firaun". Penyelamatan itu dijadikan bahan ingatan, dan 44:30 menyebut peristiwa yang serupa dalam bentuk kabar yang ditutup koma. Musa mengucapkan seruan itu kepada kaumnya, sedangkan 44:30 memakai kata Kami sebagai pelaku, sehingga penyelamatan yang sama dicatat sekali sebagai seruan dan sekali sebagai kabar. Penyelamatan mana dalam hidup pembaca yang diingat sebagai nikmat, dan mana yang telah dianggap biasa?
  • Di 26:61 pengikut Musa berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul", dan di 26:62 Musa menjawab, "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan menunjukiku". Ayat 44:30 menyebut penyelamatan yang serupa sebagai sesuatu yang sudah terjadi, dengan kata Kami sebagai pelaku. Dua kalimat di 26:61 dan 26:62 diucapkan pada saat penyelamatan belum tampak, sedangkan 44:30 diucapkan sesudahnya. Pembaca yang pernah merasa terkejar dapat membandingkan kalimat yang diucapkannya saat itu dengan kalimat yang diucapkannya sesudah selesai. Kalimat mana di antara keduanya yang lebih sering diulangi pembaca?
  • Ayat 2:49 menutup kisah penyelamatan itu dengan kalimat bahwa pada yang demikian itu terdapat cobaan yang agung dari Tuhan kalian. Tiga ayat sesudah 44:30, yaitu 44:33, menyebut tanda-tanda yang di dalamnya terdapat cobaan yang nyata. Dua ayat itu tidak menyatakan bahwa penyelamatan sama dengan ujian, dan hubungan itu terbaca dari letaknya yang berdekatan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa selamat dari sesuatu tidak mengakhiri semua urusan. Bila sebuah penyelamatan membawa ujian sesudahnya, apa yang diujikan kepada pembaca setelah selamat?
  • Di 43:52 Firaun menyebut seseorang hina, (مَهِينٌ, mahiinun), dan rangkaian ayat sebelumnya menunjuk Musa. Di 44:30 sifat hina disematkan kepada azab yang menimpa Bani Israil. Dua kata itu berasal dari akar yang berbeda, dan keduanya hadir di surah yang berurutan. Siapa yang mengucapkan kata hina menentukan ke mana kata itu menunjuk: ucapan pihak yang berkuasa menunjuk kepada orang yang ditindas, sedangkan ucapan 44:30 menunjuk kepada tindakan yang ditimpakan. Pembaca dapat memeriksa ke arah mana kata hina diarahkan dalam ucapannya sendiri. Ke mana kata itu menunjuk bila yang mengucapkannya pihak yang berkuasa, dan ke mana bila Al-Qur'an yang mengucapkannya?