وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَىٰ عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
Sungguh, dengan pengetahuan, Kami pilih mereka di atas seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَىٰ عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَwa-la-qadi khtarnaahum 'alaa 'ilmin 'alaa l-'aalamiinasungguh, dengan pengetahuan, Kami pilih mereka di atas seisi alam
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَلَقَدِwa-la-qadidan sungguh
- اخْتَرْنَاهُمْkhtarnaahumKami memilih mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- عَلَى'alaaatas
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Frasa (عَلَى الْعَالَمِينَ, 'alaa l-'aalamiina) muncul delapan kali di enam surah Al-Qur'an (2:47, 2:122, 2:251, 3:33, 6:86, 7:140, 44:32, 45:16).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدِ, wa-la-qadi) yang berarti "dan sungguh", penegas yang sama dengan pembuka 44:30, (وَلَقَدْ, wa-la-qad). Kata ganti -hum pada (اخْتَرْنَاهُمْ, khtarnaahum) yang berarti "Kami pilih mereka" tidak menyebut nama. Kelompok bernama yang terdekat adalah Bani Israil di 44:30, sedangkan 44:31 hanya menyebut Firaun. Pembacaan ini ditopang 45:16, yang menyebut Bani Israil dengan nama dan memuat (وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ, wa-fadhdhalnaahum 'alaa l-'aalamiina) yang berarti "dan Kami lebihkan mereka atas seisi alam".
Kata kerja khtarnaahum tersusun dari khtaara yang berarti "memilih", akhiran -naa yang berarti "Kami", dan -hum yang berarti "mereka". Akarnya خ-ي-ر, akar yang sama dengan (خَيْرٌ, khayrun) yang berarti "lebih baik" di 44:37, dalam (أَهُمْ خَيْرٌ, a-hum khayrun) yang berarti "apakah mereka lebih baik". Bentuk persis khtarnaahum hanya muncul di 44:32, tetapi kata kerja khtaara muncul di empat ayat: 7:155, 20:13, 28:68, dan 44:32. Pelakunya berbeda. Di 7:155 pelakunya manusia, (وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ, wa-khtaara muusaa qawmahu) yang berarti "dan Musa memilih kaumnya". Di 20:13 pelakunya Allah, (وَأَنَا اخْتَرْتُكَ, wa-anaa khtartuka) yang berarti "dan Aku telah memilihmu". Di 28:68 pelakunya Tuhan yang disapa dengan -ka, (وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ, wa-rabbuka yakhluqu maa yasyaa'u wa-yakhtaaru) yang berarti "dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki", disusul (مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ, maa kaana lahumu l-khiyaratu) yang berarti "sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka". Di 44:32 pelakunya Kami, tanpa kata sapaan.
Kata (عَلَىٰ عِلْمٍ, 'alaa 'ilmin) yang berarti "dengan pengetahuan" muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:52, 28:78, 39:49, 44:32, dan 45:23. Di tiga ayat pelaku kata kerjanya Allah atau "Kami": (فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ, fashshalnaahu 'alaa 'ilmin) yang berarti "Kami jelaskan atas dasar pengetahuan" di 7:52, (وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ, wa-adhallahu llaahu 'alaa 'ilmin) yang berarti "dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan" di 45:23, dan 44:32. Di dua ayat lainnya pembicaranya manusia yang menerima sesuatu: (أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ, uutiituhu 'alaa 'ilmin) yang berarti "aku diberi itu karena pengetahuan" di 39:49, yang dijawab oleh ayat itu sendiri dengan (بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ, bal hiya fitnatun) yang berarti "sebenarnya, itu adalah ujian", dan 28:78 yang menambahkan pemilik, (عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي, 'alaa 'ilmin 'indii) yang berarti "karena ilmu yang ada padaku". Kata 'ilmin di 44:32 tidak membawa akhiran pemilik seperti 'indii, dan terjemahan "dengan pengetahuan" tidak menambahkan "-Nya". Kata 'alaa berarti "atas" dan muncul dua kali berurutan di ayat ini. Pada yang pertama terjemahan memakai "dengan", seperti di 45:23, karena "memilih atas pengetahuan" tidak terbaca wajar. Pada yang kedua terjemahan memakai "di atas".
Kata (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam" berakar ع-ل-م, akar yang sama dengan 'ilmin di tengah ayat. Frasa (عَلَى الْعَالَمِينَ, 'alaa l-'aalamiina) muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:47, 2:122, 2:251, 3:33, 6:86, 7:140, 44:32, dan 45:16. Kata kerja yang mendahuluinya beragam. Lima ayat memakai (فَضَّلْتُكُمْ, fadhdhaltukum) dan bentuk sekerabatnya yang berarti "melebihkan", yaitu 2:47, 2:122, 6:86, 7:140, dan 45:16. Ayat 2:251 memakai (ذُو فَضْلٍ, dzuu fadhlin) yang berarti "mempunyai karunia". Ayat 3:33 memakai (اصْطَفَىٰ, ishthafaa) yang berarti "memilih", dan 44:32 memakai khtarnaahum, juga "memilih". Terjemahan memakai satu kata Indonesia untuk dua akar yang berbeda, yaitu ص-ف-و dan خ-ي-ر. Di antara delapan ayat itu, empat berbicara tentang Bani Israil (2:47, 2:122, 7:140, dan 45:16), dan dibandingkan dengan keempatnya, 44:32 memuat kata kerja memilih untuk kelompok itu bersama frasa seisi alam, sedangkan keempatnya memuat kata kerja melebihkan.
Tafsiran
Ayat ini memuat tindakan kedua dari tiga tindakan Kami yang berurutan. Ayat 44:30 menyebut Kami menyelamatkan Bani Israil, 44:32 menyebut Kami memilih mereka, dan 44:33 menyebut Kami memberi mereka tanda. Ayat 44:31 yang berada di antara yang pertama dan yang kedua memuat penilaian atas Firaun, tanpa tindakan Allah. Dapat dibaca bahwa 44:31 dan 44:32 menaruh dua macam kedudukan berdampingan: Firaun yang disebut tinggi tanpa penyebab yang disebutkan, dan kelompok yang disebut dipilih oleh pihak lain. Ayat-ayat itu tidak mengaitkan keduanya secara eksplisit.
Kata ganti di ayat ini berbentuk orang ketiga, mereka, dan tidak berbentuk sapaan. Di 2:47 dan 2:122 pelebihan atas seisi alam disebut dalam seruan kepada Bani Israil sendiri, dengan perintah mengingat nikmat. Ayat 44:32 tidak memuat seruan dan tidak memuat perintah, sehingga isinya hanya pernyataan tentang sebuah kelompok. Sifat atau perbuatan kelompok itu tidak dijadikan alasan pemilihan di ayat ini. Keterangan tentang dasarnya hanya 'alaa 'ilmin, dan ayat tidak menyatakan siapa pemilik pengetahuan itu selain lewat pelaku kata kerjanya, Kami.
Ayat ini memakai 'alaa dua kali. Yang pertama mengikat pemilihan pada pengetahuan, dan yang kedua membandingkannya dengan seisi alam. Sesudah ayat ini, 44:33 menyebut tanda yang di dalamnya terdapat cobaan yang nyata. Bila kata ganti di sana dibaca merujuk ke kelompok yang sama, pemilihan tidak melepaskan kelompok itu dari ujian. Surah 45 menempatkan pengetahuan di titik lain dalam kisah yang sama: Bani Israil berselisih sesudah datang kepada mereka (الْعِلْمُ, l-'ilmu), dalam (جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, jaa'ahumu l-'ilmu) di 45:17. Ayat itu tidak mengaitkan kedatangan pengetahuan itu dengan 'alaa 'ilmin di 44:32, dan 44:32 sendiri tidak menyebut apa yang terjadi pada kelompok itu sesudah dipilih.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 28:68 menyebut Tuhan yang menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki, lalu menambahkan bahwa tidak ada pilihan bagi mereka. Ayat 44:32 melanjutkan susunan itu dalam bentuk cerita: Kami memilih mereka. Pembaca dapat mendaftar hal-hal dalam hidupnya yang tidak dipilih sendiri, misalnya zaman, keluarga, dan bahasa pertama yang didengar. Daftar itu memperlihatkan seberapa luas wilayah yang sejak awal ada di luar kendali pembaca. Apa yang berubah pada cara pembaca memandang sebuah kelebihan bila kelebihan itu ternyata termasuk dalam daftar tersebut?
- Dalam 28:78, orang yang menerima kekayaan berkata bahwa kekayaan itu didapat karena ilmu yang ada padanya, dan ayat itu menambahkan kata 'indii, padaku. Di 44:32 pengetahuan ditaruh di sisi lain: Kami memilih, dan pengetahuan menjadi dasar pemilihan itu. Dua ayat memakai kata yang sama dengan arah yang berlawanan. Pembaca yang sedang menikmati sesuatu dapat memeriksa, bila ditanya mengapa mendapatkannya, pengetahuan siapa yang disebut: pengetahuannya sendiri atau pengetahuan Allah tentang dirinya? Seberapa mudah jawabannya berganti ketika keadaan sedang baik?
- Ayat 44:32 mengukur kelompok yang dipilih terhadap seisi alam, bukan terhadap tetangganya, kaum sebelahnya, atau pesaing terdekatnya. Tiap anggota kelompok itu tidak dinyatakan lebih tinggi daripada tiap orang di luar kelompoknya, dan ayat tidak mencantumkan sifat apa pun milik mereka. Pembaca yang memiliki rasa bangga pada kelompoknya dapat mencatat seberapa besar daftar pembandingnya: seisi alam seperti dalam ayat ini, atau orang-orang yang kebetulan berdiri di dekatnya saja. Apakah daftar pembanding itu tetap sebesar itu ketika pembaca menilai dirinya sendiri, atau mengecil?
- Kata kerja memilih dipakai untuk manusia di 7:155, ketika Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk waktu yang telah Allah tentukan, dan untuk Allah di 44:32. Dasar pemilihan Musa tidak tertulis di 7:155, sedangkan 44:32 menyebut dasarnya, yaitu pengetahuan. Pembaca yang pernah menunjuk seseorang untuk sebuah tugas, misalnya anggota tim, pengurus, atau wali untuk anak, dapat memeriksa dasar apa yang dipegangnya saat itu dan seberapa lengkap dasar itu dibandingkan dengan dasar pada ayat ini. Apakah pilihan pembaca selama ini bertumpu pada pengetahuan atau pada kedekatan?
- Ayat 44:32 memakai kata ganti mereka tanpa nama, sedangkan 44:30 dan 45:16 menyebut Bani Israil. Pembaca yang membaca ayat pemilihan dan pelebihan dapat memperhatikan bahwa dirinya bisa ditaruh di dalam kata mereka sebelum diperiksa siapa yang dimaksud. Nama itu tidak tertulis di 44:32, sehingga hanya dapat ditemukan dengan membaca ayat-ayat di dekatnya. Kapan terakhir pembaca membaca sebuah pujian dengan lebih dulu mencari siapa yang sebenarnya dipuji?
- Kata kerja dalam ayat 44:32 hanya satu, khtarnaahum, dan pelakunya Kami. Kelompok yang dipilih hanya muncul sebagai akhiran -hum, tanpa kata kerja milik mereka sendiri. Di 44:30 dan 44:33 susunannya serupa: Kami menyelamatkan dan Kami memberi, tanpa kata kerja milik mereka. Pembaca dapat menghitung dalam cerita tentang dirinya sendiri berapa kata kerja yang dipasang pada dirinya dan berapa yang jatuh pada pihak lain. Bila cerita itu ditulis ulang dengan Allah sebagai pelaku untuk bagian-bagian yang memang di luar kendali pembaca, kalimat mana yang tinggal?