وَآتَيْنَاهُمْ مِنَ الْآيَاتِ مَا فِيهِ بَلَاءٌ مُبِينٌ

Telah Kami berikan kepada mereka sebagian tanda-tanda sesuatu yang di dalamnya terdapat cobaan yang nyata.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَآتَيْنَاهُمْ مِنَ الْآيَاتِ مَا فِيهِ بَلَاءٌ مُبِينٌwa-aataynaahum mina l-aayaati maa fiihi balaa'un mubiinuntelah Kami berikan kepada mereka sebagian tanda-tanda sesuatu yang di dalamnya terdapat cobaan yang nyata

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَآتَيْنَاهُمْwa-aataynaahumdan Kami memberi mereka
  2. مِنَminadari
  3. الْآيَاتِl-aayaatitanda-tanda
  4. مَاmaaapa yang
  5. فِيهِfiihidi dalamnya
  6. بَلَاءٌbalaa'unujian
  7. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Frasa (مِنَ الْآيَاتِ, mina l-aayaati) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:58 dan 44:33.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَآتَيْنَاهُمْ, wa-aataynaahum) yang berarti "dan Kami berikan kepada mereka". Kata kerja ini berakar أ-ت-ي, dengan -naa yang berarti "Kami" dan -hum yang berarti "mereka". Bentuk persis wa-aataynaahum muncul empat kali di empat surah, yaitu 4:54, 15:81, 44:33, dan 45:17, dan benda yang diberikan berbeda di tiap ayat. Di 4:54 bunyinya (وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا, wa-aataynaahum mulkan 'azhiiman) yang berarti "dan Kami telah menganugerahkan kerajaan yang agung kepada mereka". Di 15:81 bunyinya (وَآتَيْنَاهُمْ آيَاتِنَا, wa-aataynaahum aayaatinaa) yang berarti "Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda Kami". Di 45:17 bunyinya (وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ, wa-aataynaahum bayyinaatin) yang berarti "Kami telah menganugerahkan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas". Di 44:33 bendanya sebagian dari tanda-tanda, dan kata ganti -hum sekali lagi tidak menyebut nama.

Kata (مِنَ الْآيَاتِ, mina l-aayaati) yang berarti "sebagian tanda-tanda" memakai min dengan arti "sebagian dari", dan frasa persis mina l-aayaati hanya muncul dua kali, yaitu di 3:58 dan 44:33. Di 3:58 bunyinya (نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ, natluuhu 'alayka mina l-aayaati) yang berarti "Kami bacakan itu kepadamu, sebagian dari tanda-tanda". Ayat 44:33 tidak menyebut tanda yang mana, dan terjemahan tidak menambahkan nama atau jenis tanda. Akar kata aayaat adalah أ-ي-ي dan bentuknya jamak perempuan.

Kata (مَا فِيهِ, maa fiihi) yang berarti "sesuatu yang di dalamnya" tersusun dari maa, kata penghubung yang berarti "apa yang" atau "sesuatu yang", dan fiihi, "di dalamnya". Akhiran -hi pada fiihi berbentuk tunggal laki-laki, sedangkan aayaat jamak perempuan, jadi -hi merujuk kepada maa, kepada sesuatu itu, dan bukan kepada tanda-tanda sekaligus. Terjemahan karena itu memakai "sesuatu yang di dalamnya". Susunan serupa muncul di 54:4, (مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ, mina l-anbaa'i maa fiihi muzdajarun) yang berarti "sebagian berita yang di dalamnya terdapat pencegah", yaitu sebagian dari yang jamak, lalu sesuatu yang di dalamnya ada sebuah unsur.

Kata (بَلَاءٌ, balaa'un) yang berarti "cobaan" berakar ب-ل-و. Bentuk persis balaa'un muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:49, 7:141, 14:6, dan 44:33. Di tiga yang pertama bunyinya hampir sama, (وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ, wa-fii dzaalikum balaa'un min rabbikum 'azhiimun) yang berarti "dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang agung dari Tuhan kalian", dan datang sesudah uraian perlakuan keluarga Firaun terhadap kalian. Bentuk lain dari kata yang sama muncul di dua ayat: (بَلَاءً حَسَنًا, balaa'an hasanan) yang berarti "cobaan yang baik" di 8:17, dan (الْبَلَاءُ الْمُبِينُ, l-balaa'u l-mubiinu) yang berarti "ujian yang nyata" di 37:106. Dalam enam ayat itu kata balaa' mendapat tiga sifat berbeda: agung, baik, dan nyata. Ayat 44:17 memakai akar lain untuk menguji, yaitu ف-ت-ن, dalam (فَتَنَّا, fatannaa) yang berarti "Kami menguji", sehingga terjemahan memakai "menguji" di sana dan "cobaan" di 44:33.

Kata (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang nyata" berakar ب-ي-ن dan berbentuk kata sifat dari kata kerja yang berarti menerangkan atau menjadikan terang. Dengan mengabaikan akhiran harakatnya, kata ini muncul lima kali di Surah 44: 44:2, 44:10, 44:13, 44:19, dan 44:33. Terjemahan memakai "yang jelas" untuk Kitab di (الْكِتَابِ الْمُبِينِ, l-kitaabi l-mubiini) 44:2, "yang nyata" untuk (بِدُخَانٍ مُبِينٍ, bi-dukhaanin mubiinin) di 44:10, "yang menjelaskan" untuk (رَسُولٌ مُبِينٌ, rasuulun mubiinun) di 44:13, "yang nyata" untuk (بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-sulthaanin mubiinin) di 44:19, dan "yang nyata" untuk balaa'un mubiinun di 44:33. Padanan "yang menjelaskan" dipakai untuk seorang rasul, yaitu pelaku, sedangkan untuk benda terjemahan memakai "yang nyata" atau "yang jelas". Cobaan di 44:33 adalah benda, jadi terjemahan tidak memakai "yang menjelaskan".

Tafsiran

Ayat ini menaruh cobaan di dalam pemberian, dan tidak sesudahnya. Ayat 44:33 menyebut Kami memberi tanda, lalu menerangkan sesuatu yang berada di dalamnya, yaitu cobaan yang nyata. Kata kerja menguji tidak muncul di sini. Ayat memuat kata benda balaa'un yang berada di dalam (maa fiihi), sehingga pemberian dan ujian terletak pada benda yang sama, tidak pada dua tindakan yang berurutan.

Dalam 44:17 sampai 44:33 ujian disebut dua kali, dan dua-duanya berasal dari tindakan Kami. Kaum Firaun diuji di 44:17 lewat kata kerja, dan 44:33 menyebut cobaan di dalam tanda yang diberikan kepada kelompok yang dipilih di 44:32, bila kata ganti di sana dibaca merujuk ke Bani Israil. Dua pihak dalam kisah ini, kaum Firaun dan Bani Israil, karena itu sama-sama disebut menerima ujian. Kata mubiin dipakai juga di bagian lain surah ini: rasul di 44:19 datang dengan keterangan yang nyata, dan 44:33 menyebut cobaan yang nyata. Apa yang dibawa seorang rasul dan apa yang menguji diberi sifat dengan kata yang sama.

Hasil ujian itu dan tanda yang dimaksud sama-sama tidak tertulis di ayat ini. Ayat 44:34 membuka ucapan pihak lain dengan kata tunjuk mereka ini, tanpa kata penghubung yang menyatakan pihak itu penerima tanda di 44:33. Hubungan antara dua ayat itu karena itu perlu dibaca dari susunan surah, tidak dari kata penghubung.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 44:33 meletakkan cobaan di dalam apa yang diberikan, dan tidak di jalan menuju pemberian itu. Pemberinya menurut ayat ini Kami, yaitu Allah, dan isi dalam pemberian itu disebut nyata. Pembaca yang menerima sesuatu, misalnya jabatan, pengetahuan, atau kepercayaan orang lain, dapat memeriksa apa yang berada di dalamnya selain nilainya. Pemberian yang sama dapat dilihat sebagai hadiah dan sebagai ujian pada saat yang sama, dan ayat ini tidak memilih salah satunya. Apa saja yang diterima pembaca bulan ini yang isi dalamnya belum pernah diperiksa?
  • Di 39:49, manusia berkata sesuatu diberikan kepadanya karena pengetahuan, dan ayat itu menjawab dengan kalimat pendek, bahwa itu ujian. Ayat 44:33 menyatakan hal yang serupa tentang pemberian Allah kepada sebuah kelompok, tanpa ada manusia yang dibantah. Dua ayat memakai dua akar yang berbeda, ف-ت-ن di 39:49 dan ب-ل-و di 44:33, tetapi keduanya menaruh ujian di dalam pemberian. Pembaca yang pernah berkata bahwa sebuah kemudahan adalah hasil kerjanya sendiri dapat bertanya apa yang tersisa dari kalimat itu bila harus ditambahkan di akhirnya bahwa kemudahan itu juga ujian.
  • Dalam kisah 44:17 sampai 44:33, kaum Firaun diuji lewat kata kerja yang berasal dari Kami, dan kelompok yang dipilih menerima tanda dengan cobaan di dalamnya. Pihak yang berkuasa dan pihak yang diselamatkan sama-sama disebut menerima ujian. Posisi di atas atau di bawah tidak dilepaskan dari ujian oleh ayat mana pun dalam rangkaian ini. Pembaca yang merasa sedang tertekan maupun yang merasa sedang berada di atas dapat bertanya apa yang sebenarnya diuji pada kedudukannya, dan apakah pertanyaan itu sama untuk dua kedudukan tersebut.
  • Kata balaa' di 8:17 diberi sifat baik, di 2:49 dan 7:141 diberi sifat agung, dan di 44:33 diberi sifat nyata. Di 8:17, Allah yang memberi cobaan yang baik kepada orang-orang mukmin. Pembaca yang memakai kata cobaan khusus bagi hal-hal yang menyakitkan dapat menimbang apa yang terlewat bila kemudahan, pujian, atau kesempatan tidak pernah dihitung sebagai bahan ujian. Seberapa sering sesuatu yang menyenangkan diperiksa dengan teliti seperti yang menyakitkan?
  • Surah 44 memakai kata mubiin lima kali: untuk Kitab, kabut asap, rasul, keterangan yang dibawa rasul, dan cobaan. Kelima benda itu disebut nyata atau jelas. Ayat 44:33 memberi cobaan itu sifat yang sama dengan Kitab. Pembaca yang menyebut sebuah ujian samar dapat membandingkan sebutan itu dengan sifat yang ayat ini berikan kepadanya. Bagian mana dari yang diterimanya yang masih terasa samar, dan sudahkah bagian itu dilihat dari dalam?
  • Ayat 44:33 hanya menyatakan Kami memberi tanda dan di dalamnya ada cobaan yang nyata. Siapa yang menguji, dengan cara apa, dan untuk hasil apa tidak disebut di ayat ini. Pembaca dapat menyambungkan sendiri bagian yang kosong itu, misalnya dengan menaruh Tuhan sebagai penguji yang menunggu kesalahan. Tambahan apa yang pembaca sambungkan sendiri pada kalimat ini, dan di ayat mana tambahan itu ditopang?