إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ

Sesungguhnya mereka ini benar-benar berkata,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَinna haa'ulaa'i la-yaquuluunasesungguhnya mereka ini benar-benar berkata

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  3. لَيَقُولُونَla-yaquuluunabenar-benar berkata

Inti bacaan

Kata (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) muncul di empat puluh empat ayat dari dua puluh enam surah Al-Qur'an, dan dua di antaranya berada di Surah 44, yaitu 44:22 dan 44:34.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ, inna haa'ulaa'i) yang berarti "sesungguhnya mereka ini". Kata (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" menegaskan kalimat sesudahnya, dan (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) adalah kata tunjuk jamak untuk pihak yang dekat, yang diterjemahkan "mereka ini". Kata haa'ulaa'i muncul di empat puluh empat ayat dari dua puluh enam surah. Susunan inna haa'ulaa'i muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 7:139, 15:68, 26:54, 43:88, 44:34, 76:27, dan 83:32. Di empat dari tujuh ayat itu (15:68, 26:54, 43:88, dan 83:32) kalimatnya menyebut sebutan atau keadaan kelompok yang ditunjuk, misalnya (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي, inna haa'ulaa'i dhayfii) yang berarti "sesungguhnya mereka tamuku" di 15:68, dan (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ, inna haa'ulaa'i la-dhaalluuna) yang berarti "sesungguhnya mereka ini benar-benar orang-orang yang sesat" di 83:32. Di dua ayat lain kalimat itu menyebut perbuatan kelompok itu: (يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ, yuhibbuuna l-'aajilata) yang berarti "mereka mencintai kehidupan dunia" di 76:27, dan ayat 44:34 ini, yang menyebut mereka berkata. Satu ayat sisanya, 7:139, menyebut nasib dari apa yang mereka anut dan kerjakan.

Kata haa'ulaa'i muncul dua kali di Surah 44, yaitu 44:22 dan 44:34. Di 44:22 bunyinya (أَنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ مُجْرِمُونَ, anna haa'ulaa'i qawmun mujrimuuna) yang berarti "bahwa mereka ini kaum yang berdosa", ucapan seorang rasul yang menyeru Tuhannya. Ayat 44:34 memakai kata tunjuk yang sama, tetapi tidak menyebut nama dan tidak menambahkan sebutan seperti qawm. Terjemahan memakai "mereka ini" di kedua tempat dan tidak mengisi nama. Dari ayat-ayat sekitarnya tiga keterangan dapat dibaca: pihak ini menolak kebangkitan (44:35), meminta nenek moyangnya didatangkan (44:36), dan dibandingkan dengan kaum Tubba' serta orang-orang sebelum mereka (44:37).

Kata (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna) yang berarti "benar-benar berkata" tersusun dari lam penegas, kata kerja (يَقُولُونَ, yaquuluuna) yang berarti "mereka berkata", dan akar ق-و-ل. Kata kerja ini memakai bentuk yang menandai perbuatan yang sedang berlangsung, berbeda dari (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata" di 44:14, yang menandai perbuatan selesai. Terjemahan memakai "berkata" untuk keduanya karena bahasa Indonesia tidak menandai perbedaan itu pada kata kerjanya. Bentuk persis la-yaquuluuna muncul empat kali di tiga surah, yaitu 37:151, 37:167, 44:34, dan 58:2. Di 37:151 bunyinya (أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ, alaa innahum min ifkihim la-yaquuluuna) dan ayat sesudahnya menutup dengan (وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ, wa-innahum la-kaadzibuuna) yang berarti "dan sesungguhnya mereka benar-benar pendusta". Di 58:2 bunyinya (وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ, wa-innahum la-yaquuluuna munkaran mina l-qawli) yang berarti "dan sesungguhnya mereka benar-benar mengucapkan perkataan yang mungkar", lalu menambahkan (وَزُورًا, wa-zuuran) yang berarti "dan dusta". Di dua ayat itu penilaian atas ucapannya hadir dalam kalimat yang sama: sesudah kutipan di 37:152 dan langsung sesudah kata kerja di 58:2. Di 37:167 dan 44:34 penegasan itu disusul isi ucapan tanpa penilaian di ayat yang sama. Di 44:34 dua penegas, inna dan lam, dipasang pada kata kerja berkata, jadi pada kenyataan bahwa mereka mengucapkan sesuatu. Ayat ini tidak memuat isi ucapannya, dan terjemahan menutup dengan koma karena kalimat berlanjut ke 44:35.

Tafsiran

Ayat ini membuka kutipan dan tidak mengisinya. Ayat 44:34 hanya memuat pengantar, sedangkan isi ucapan baru datang di 44:35 dan 44:36, dan tanda kutip baru tertutup di akhir 44:36. Suara dalam surah berganti di sini. Ayat 44:30, 44:32, dan 44:33 memuat tindakan Kami atas sebuah kelompok, 44:34 sampai 44:36 memuat ucapan pihak lain, dan 44:37 kembali pada pertanyaan dari pihak yang berbicara sebagai Kami, yaitu pertanyaan apakah mereka lebih baik daripada kaum Tubba'.

Surah ini sudah memuat kutipan ucapan penolakan sebelumnya, yaitu "Diajari, lagi gila" di 44:14, hanya dua kata Arab, yang diucapkan sesudah mereka berpaling dari seorang rasul. Kutipan di 44:35 sampai 44:36 jauh lebih panjang dan memuat tiga bagian berurutan: pernyataan tentang kematian, penyangkalan kebangkitan, dan tantangan kepada lawan bicara. Karena 44:36 memuat kata "kalian" dalam "jika kalian orang-orang yang benar", ucapan itu ditujukan kepada orang lain. Siapa lawan bicara itu tidak tertulis di 44:34.

Ayat ini juga menunda penilaian. Di 37:151 dan 58:2, bentuk yang sama disertai penilaian dalam kalimat yang sama, yaitu sebutan pendusta atau perkataan mungkar. Di 44:34 isi ucapan datang lebih dulu, dan tidak ada sebutan penilaian di dalam ayat itu sendiri. Sesudah kutipan, 44:37 membandingkan pihak ini dengan kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka, yang disebut telah dibinasakan dan berdosa, lalu 44:38 sampai 44:39 menyatakan bahwa langit dan bumi tidak diciptakan dengan main-main. Ayat 44:34 sendiri hanya menyiapkan kutipan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 58:2 dan 37:151, ucapan yang dilaporkan disertai penilaian dalam kalimat yang sama: perkataan yang mungkar dan dusta, atau pendusta. Di 44:34 laporan datang lebih dulu, dan isi ucapannya baru terbaca di ayat sesudahnya, sebelum satu pun sebutan penilaian muncul. Pelapornya adalah Kami yang menurut 44:3 menurunkan Kitab ini, yaitu Allah, dan urutan itu dipakai pada ucapan penolakan. Pembaca yang mendengar pendapat yang ditolaknya dapat memperhatikan berapa kalimat dari pendapat itu yang dibiarkan lewat sebelum sebutan penilaian dipasang. Apakah laporan pembaca tentang ucapan orang lain kepada pihak ketiga sudah memuat ucapan itu utuh sebelum memuat nilainya?
  • Ayat 44:34 memasang dua penegas, inna dan lam, pada kata kerja berkata, jadi pada kenyataan bahwa mereka mengucapkan sesuatu, dan tidak pada isi ucapannya. Penegasan itu diucapkan oleh Allah sebagai pelapor, dan isi ucapannya baru terbaca di ayat sesudahnya. Pembaca yang menyampaikan ucapan orang lain dengan nada keras dapat memisahkan dua kalimat yang mudah tertukar: bahwa orang itu memang mengatakan sesuatu, dan bahwa sesuatu itu benar. Kalimat mana yang mendapat tekanan ketika pembaca mengulang apa yang didengarnya?
  • Kata mereka ini di 44:22 diucapkan seorang rasul kepada Tuhannya, dan di 43:88 dalam seruan yaa rabbi, wahai Tuhanku. Di 44:34 kata yang sama dipakai dalam pelaporan, tanpa lawan bicara yang disebut. Pembaca yang menunjuk orang lain dalam percakapan dapat bertanya kepada siapa penunjukan itu diucapkan, dan apakah kalimatnya tetap sama bila pendengarnya Tuhan, seperti dalam dua ayat tadi. Apa yang hilang atau bertambah dari sebuah penilaian ketika pendengarnya berganti dari sesama manusia menjadi Tuhan?
  • Ayat 44:14 memakai bentuk selesai untuk berkata, dan 44:34 memakai bentuk yang menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Kata kerjanya sama, tetapi yang satu melaporkan peristiwa dalam bentuk selesai dan yang lain melaporkan ucapan dalam bentuk yang sedang berlangsung. Pembaca dapat memilah kalimat dalam kepalanya sendiri menjadi dua kelompok: yang sudah selesai diucapkan dan yang masih berlangsung. Kalimat tentang masa depan mana yang masih diulang tanpa pernah diperiksa?
  • Ucapan yang dikutip di 44:35 dan 44:36 ditujukan kepada orang lain, sebab 44:36 memakai kata kalian, tetapi siapa mereka tidak tertulis di 44:34. Pembaca yang menyampaikan perkataan orang lain kepada pihak ketiga dapat memotong bagian tentang kepada siapa kalimat itu semula ditujukan. Kalimat yang sama dapat berarti lain bila diucapkan kepada anak, kepada atasan, atau kepada Tuhan. Bila lawan bicara itu dikembalikan ke dalam ucapan yang diceritakan, bagian mana dari penilaian pembaca yang berubah?
  • Dari tujuh ayat yang memuat inna haa'ulaa'i, empat menyebut sosok kelompok itu, seperti tamu, sekelompok kecil, orang yang sesat, atau kaum yang tidak beriman, dua menyebut perbuatannya, yaitu mencintai kehidupan dunia di 76:27 dan berkata di 44:34, dan satu menyebut nasib apa yang mereka anut di 7:139. Pembaca yang menilai orang lain dapat menghitung penilaiannya sendiri: berapa yang menyebut perbuatan orang itu, dan berapa yang menyebut sosoknya. Ayat 44:34 termasuk kelompok pertama, sebab yang dilaporkan adalah ucapan yang dapat dicocokkan dengan 44:35 dan 44:36. Dari penilaian pembaca minggu ini, berapa yang termasuk kelompok kedua?