إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَ

“Tidak ada kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan dibangkitkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰin hiya illaa mawtatunaa l-uulaatidak ada kecuali kematian kita yang pertama
  2. وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَwa-maa nahnu bi-munsyariinadan kita tidak akan dibangkitkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنْinjika
  2. هِيَhiyaia
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. مَوْتَتُنَاmawtatunaakematian kami
  5. الْأُولَىٰl-uulaayang pertama
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. نَحْنُnahnukami
  8. بِمُنْشَرِينَbi-munsyariinaorang-orang yang dibangkitkan

Inti bacaan

Penyangkalan materialis 'tidak ada kematian kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan dibangkitkan', keyakinan yang membatasi realitas hanya pada apa yang bisa diamati langsung, menutup kemungkinan dimensi eksistensi lebih lanjut.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kematian)' tidak dipakai, konsisten disiplin tidak merekonstruksi makna tersirat.

Tafsiran

Ayat ini mengutip keyakinan pengingkaran kebangkitan: bagi mereka, kematian adalah akhir mutlak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengutip keyakinan yang membatasi diri pada yang terlihat. Mati sekali. Selesai.
  • Yang mereka sebut kematian pertama, dan itu menyiratkan ada yang kedua. Bahasanya membocorkan. Penyangkalan pun memakai kerangka yang disangkal.
  • Kalimatnya dikutip Allah utuh, tanpa dipotong. Termasuk bagian yang janggal. Yang membaca menemukan celahnya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-w-t, a-w-l, n-sh-r): mawtatunaa l-uulaa diterjemahkan 'kematian kita yang pertama' (akar m-w-t + akar '-w-l); munshariin diterjemahkan 'dibangkitkan' (akar n-sh-r, kredo materialis, cf. 23:37, 45:24). Selaras.