فَأْتُوا بِآبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Maka, datangkanlah nenek moyang kami jika kalian orang-orang yang benar.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأْتُوا بِآبَائِنَاfa-tuu bi-aabaa'inaamaka, datangkanlah nenek moyang kami
  2. إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَin kuntum shaadiqiinajika kalian orang-orang yang benar

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَأْتُواfa-tuumaka datangkanlah
  2. بِآبَائِنَاbi-aabaa'inaapada bapak-bapak kami
  3. إِنْinjika
  4. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  5. صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar

Inti bacaan

Tuntutan bukti berlebihan 'datangkanlah nenek moyang kami jika kalian orang-orang yang benar', permintaan yang sengaja dirancang mustahil dipenuhi sebagai alasan menolak, bukan tuntutan bukti yang wajar dan bisa dipenuhi.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan pengingkaran (dibuka 44:34) ditutup di akhir ayat ini: 44:37 beralih ke pertanyaan retoris perbandingan narator.

Tafsiran

Ayat ini menutup kutipan dengan tantangan mengejek: meminta bukti kebangkitan lewat kehadiran nenek moyang mereka yang telah mati.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dipinta pertunjukan, bukan keterangan. Hadirkan leluhur kami, kata mereka. Allah merekam pesanan yang tak bisa dilayani.
  • Syaratnya dipasang agar tidak pernah tercapai. Bukan menimbang. Menghindar dengan cara yang kelihatan terhormat.
  • Penutupnya menantang kejujuran lawan bicaranya. Kalau memang jujur. Allah merekam beban yang dilemparkan balik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, a-b-w, k-w-n, s-d-q): fa-'tuu bi-aabaa'inaa in kuntum saadiqiin diterjemahkan 'datangkanlah nenek moyang kami jika kalian benar' (akar '-t-y + akar '-b-w + akar s-d-q putaran 84, tuntutan-bukti yang keliru arahnya: menuntut kebangkitan segera sbg syarat percaya). Selaras.