أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ أَهْلَكْنَاهُمْ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Apakah mereka lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka? Kami telah membinasakan mereka; sesungguhnya mereka adalah para pendosa.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْa-hum khayrun am qawmu tubba'in wa-lladziina min qablihimapakah mereka lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka
  2. أَهْلَكْنَاهُمْahlaknaahumKami telah membinasakan mereka
  3. إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَinnahum kaanuu mujrimiinasesungguhnya mereka adalah para pendosa

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَهُمْa-humapakah mereka
  2. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  3. أَمْamataukah
  4. قَوْمُqawmukaum
  5. تُبَّعٍtubba'inTubba
  6. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  7. مِنْmindari
  8. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  9. أَهْلَكْنَاهُمْahlaknaahumKami membinasakan mereka
  10. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  11. كَانُواkaanuumereka adalah
  12. مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Bentuk (أَهْلَكْنَاهُمْ, ahlaknaahum), dengan atau tanpa awalan fa, muncul tujuh kali di Al-Qur'an (6:6, 8:54, 18:59, 20:134, 26:139, 44:37, 47:13).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama dibuka dengan (أَهُمْ خَيْرٌ, a-hum khayrun) yang berarti "apakah mereka lebih baik". Huruf (أَ, a) di depan kata ganti menandai pertanyaan, (هُمْ, hum) berarti "mereka", dan (خَيْرٌ, khayrun) berakar خ-ي-ر dan berarti "baik". Terjemahan memilih "lebih baik" karena kata itu diikuti pilihan kedua. Pilihan kedua datang sesudah (أَمْ, am) yang berarti "ataukah", dan terjemahan memakai "ataukah" untuk am di semua tempat. Susunan khayrun am dengan bunyi persis ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 9:109, 25:15, 41:40, 43:58, dan 44:37. Di 43:58 bunyinya (أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ, a-aalihatunaa khayrun am huwa) yang berarti "apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia", dan pertanyaan itu diucapkan oleh pihak yang ucapannya dikutip. Di empat ayat lain pertanyaan serupa datang dari suara yang menyampaikan wahyu, misalnya (خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ, khayrun am jannatu l-khuldi) yang berarti "lebih baik ataukah taman yang kekal" di 25:15. Dalam kelima ayat itu dua pihak diperbandingkan, dan di 44:37 pihak pertama ialah "mereka", yang dapat dibaca sebagai pihak yang ucapannya dikutip di 44:34 sampai 44:36. Ayat 44:37 tidak menyebut dalam hal apa perbandingan itu dibuat.

Pilihan kedua berbunyi (قَوْمُ تُبَّعٍ, qawmu tubba'in) yang berarti "kaum Tubba'". Kata (قَوْمُ, qawmu) berakar ق-و-م dan berarti "kaum". Kata (تُبَّعٍ, tubba'in) berupa nama. Nama itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:37 dan 50:14, dan dua-duanya berada dalam susunan qawmu tubba'in. Di 50:14 bunyinya (وَقَوْمُ تُبَّعٍ, wa-qawmu tubba'in) yang berarti "serta kaum Tubba'", yaitu nama terakhir dalam daftar kaum Nuh, penduduk Rass, Tsamud, Ad, Firaun, saudara-saudara Lut, dan penduduk Aikah, lalu ayat itu menutup dengan (كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ, kullun kadzdzaba r-rusula fa-haqqa wa'iidi) yang berarti "masing-masing mendustakan para rasul, maka berlakulah ancaman-Ku". Di 44:37 kaum Tubba' hanya diberi nama, tanpa waktu hidup dan tanpa tempat tinggal. Terjemahan menyalin nama itu apa adanya, dengan tanda apostrof yang sama di kedua ayat.

Pihak lain dalam pilihan kedua ialah (وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-lladziina min qablihim) yang berarti "dan orang-orang sebelum mereka". Kata (قَبْلِهِمْ, qablihim) berakar ق-ب-ل dan terjemahannya "sebelum mereka". Susunan wa-lladziina min qablihim muncul empat kali di tiga surah, yaitu 3:11, 8:52, 8:54, dan 44:37; jumlah surahnya lebih kecil karena Surah 8 memuatnya dua kali. Di tiga ayat yang lain susunan itu mengikuti (كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ, ka-da'bi aali fir'awna) yang berarti "seperti keadaan keluarga Firaun". Di 44:37 susunan itu mengikuti kaum Tubba', jadi daftar yang diikutinya berbeda. Surah 44 sendiri memakai kata yang berakar sama untuk kaum Firaun di 44:17, (قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ, qablahum qawma fir'awna) yang berarti "sebelum mereka kaum Firaun". Ayat 44:37 tidak menyebut apakah "orang-orang sebelum mereka" mencakup kaum itu.

Jawaban yang tertulis berbunyi (أَهْلَكْنَاهُمْ, ahlaknaahum) yang berarti "Kami telah membinasakan mereka". Kata kerjanya berakar ه-ل-ك, dengan -naa "Kami" sebagai pelaku dan -hum "mereka" sebagai yang dibinasakan, dan terjemahan memakai "membinasakan" seperti di 28:78 dan 53:50. Bentuk ahlaknaahum, dengan awalan fa atau tanpa awalan itu, muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 6:6, 8:54, 18:59, 20:134, 26:139, 44:37, dan 47:13. Dari enam ayat yang lain, lima menyebut alasan atau keadaan di dekatnya: (فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ, fa-ahlaknaahum bi-dzunuubihim) yang berarti "lalu Kami membinasakan mereka karena dosa-dosa mereka" di 6:6 dan 8:54, (أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا, ahlaknaahum lammaa zhalamuu) yang berarti "Kami binasakan mereka ketika mereka berbuat zalim" di 18:59, dan (فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ, fa-kadzdzabuuhu fa-ahlaknaahum) yang berarti "maka mereka mendustakannya, lalu Kami membinasakan mereka" di 26:139. Ayat 47:13 menyebut negeri yang lebih kuat, (أَشَدُّ قُوَّةً, asyaddu quwwatan) yang berarti "lebih kuat", sebelum (أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ, ahlaknaahum fa-laa naashira lahum) yang berarti "Kami telah membinasakan mereka; tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka". Di 44:37 alasannya ada di kalimat sesudahnya.

Kalimat terakhir berbunyi (إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ, innahum kaanuu mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah para pendosa". Kata (مُجْرِمِينَ, mujrimiina) berakar ج-ر-م, berbentuk pelaku jamak, dan terjemahannya "para pendosa". Akar ini dipakai dua kali di Surah 44, yaitu di 44:22, (قَوْمٌ مُجْرِمُونَ, qawmun mujrimuuna) yang berarti "kaum yang berdosa", dan di 44:37. Susunan kaanuu mujrimiina muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 9:66, 11:116, dan 44:37. Di 9:66 bunyinya (بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ, bi-annahum kaanuu mujrimiina) yang berarti "karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa", dan sebutan itu menjadi alasan hukuman yang disebut sebelumnya. Di 44:37 sebutan itu dapat dibaca sebagai alasan juga, dengan inna sebagai penghubungnya. Alasan di sini berupa sebutan bagi pelaku, dan tidak berupa satu perbuatan.

Tafsiran

Ayat ini mengubah cara bicara surah dari kutipan menjadi pertanyaan. Sampai 44:36 ucapan pihak lain dikutip utuh, dan di 44:37 suara yang berkata Kami kembali dan bertanya kepada mereka tentang kaum lain. Ayat ini terbagi atas tiga bagian menurut jeda bacaannya: pertanyaan tentang siapa yang lebih baik, pernyataan "Kami telah membinasakan mereka", dan alasan berupa sebutan. Pertanyaan itu tidak dijawab dengan "ya" atau "tidak". Tempat jawaban diisi oleh sebuah peristiwa, yaitu pembinasaan.

Ayat 44:36 meminta nenek moyang didatangkan sebagai bukti, dan 44:37 tidak menanggapi permintaan itu secara langsung. Ayat ini mengajukan perbandingan dengan kaum yang sudah dibinasakan, lalu dua ayat sesudahnya, 44:38 dan 44:39, beralih ke penciptaan langit dan bumi. Ayat 50:14 menyebut kaum Tubba' di antara pihak yang mendustakan para rasul, dan 50:15 langsung bertanya apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama, lalu menyatakan bahwa mereka dalam kekaburan tentang penciptaan yang baru. Kedua surah menaruh kaum Tubba' dan penciptaan di tempat yang berdekatan.

Dalam Surah 44, orang-orang terdahulu yang dibinasakan sudah muncul lebih awal. Ayat 44:17 sampai 44:33 menuturkan kaum Firaun dan Bani Israil, dan 44:29 menyebut langit dan bumi tidak menangisi kaum yang binasa itu. Sesudah uraian panjang tentang satu kaum, 44:37 menyebut dua sebutan sekaligus: satu nama yang tidak diuraikan dan satu golongan tanpa nama. Dengan begitu "mereka" ditaruh pada deretan yang lebih panjang daripada satu kisah. Pertanyaan itu diajukan kepada pihak yang ucapannya baru dikutip, dan ayat ini tidak mencatat jawaban mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 44:37 meminta perbandingan tanpa menyebut ukurannya. Ayat 47:13 menyebut ukurannya, yaitu negeri yang lebih kuat, dan 6:6 menyebut kedudukan yang diteguhkan di bumi, tetapi 44:37 membiarkan kata lebih baik berdiri sendiri. Pembaca yang membandingkan dirinya dengan orang lain dapat mengisi ukurannya sendiri, entah kekuatan, jumlah, atau kemakmuran, dan hasil perbandingan itu mengikuti ukuran yang dipilih. Ayat yang tidak memberi ukuran membuka kesempatan untuk melihat ukuran apa yang dipasang tanpa disadari. Ukuran apa yang selama ini dipakai pembaca ketika menilai dirinya lebih baik daripada mereka yang sudah lewat?
  • Pertanyaan tentang siapa yang lebih baik dijawab dengan pernyataan Kami telah membinasakan mereka, yaitu sebuah kejadian. Ayat 3:11 menyebut dalam keadaan serupa bahwa Allah menyiksa mereka karena dosa-dosa mereka, dan 8:54 menyebut Kami membinasakan mereka karena dosa-dosa mereka. Kedua ayat itu membandingkan sebuah pihak dengan keluarga Firaun dan orang-orang sebelum mereka, dan keterangan yang diberikan berupa apa yang terjadi pada golongan terdahulu itu. Pembaca yang menimbang kebaikan sebuah pihak dapat melihat bahwa riwayat pihak itu memberi keterangan yang tidak diberikan oleh pujian maupun celaan. Apa yang sudah terjadi pada pihak-pihak yang dikaguminya, dan apakah riwayat itu pernah ikut dihitung ketika penilaian dibuat?
  • Alasan pembinasaan di 44:37 berupa sebutan bagi pelaku, yaitu para pendosa, dan tidak berupa satu perbuatan. Ayat 18:59 menyebut perbuatannya, yaitu mereka berbuat zalim, dan 26:139 menyebut mereka mendustakan. Sebutan menyatukan banyak perbuatan dalam satu nama, sedangkan perbuatan menunjuk satu tindakan yang bisa diperiksa. Sebutan yang sama dipakai di 44:22 oleh seorang rasul yang menyeru Tuhannya tentang kaum di hadapannya, dan di 44:37 oleh suara Kami tentang kaum yang sudah dibinasakan. Pembaca yang menilai orang lain dengan sebutan dapat memperhatikan siapa yang berhak memakainya dan atas dasar apa. Kalimat apa yang tersisa dari sebuah penilaian bila nama yang dipasang diganti dengan satu perbuatan yang dapat ditunjuk?
  • Ayat 44:37 menaruh "mereka" di deretan sesudah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka. Di 50:14 kaum Tubba' berada di ujung daftar yang panjang, dan daftar itu ditutup dengan berlakunya ancaman-Ku atas masing-masing yang mendustakan rasul. Posisi paling akhir dalam sebuah daftar dapat membuat sebuah pihak mengira dirinya yang terbaru, padahal daftar itu menempatkannya sebagai salah satu dari sekian. Pembaca yang merasa zamannya tidak terbandingkan dapat melihat susunan ini sebagai gambaran bahwa setiap pihak dalam daftar pernah menjadi yang terbaru pada masanya. Di deretan manakah pembaca menaruh dirinya, dan siapa yang menaruhnya di sana?
  • Di ayat ini suara yang berkata Kami, yang di 44:5 mengutus dan di 44:6 menyebut rahmat dari Tuhanmu, bertanya langsung kepada pihak yang ucapannya baru dikutip. Di 43:58 pertanyaan berbentuk sama diucapkan oleh para penolak, dan ayat itu menilainya dibuat untuk membantah. Pertanyaan khayrun am dapat datang dari dua arah, dari pihak yang membantah dan dari suara yang menyampaikan wahyu, dan arahnya menentukan apa yang diminta dari pendengar. Pembaca yang biasa mengajukan perbandingan kepada orang lain dapat memperhatikan apakah dirinya sedang bertanya atau sedang ditanya. Bagaimana rasanya menerima pertanyaan yang tidak menunggu jawaban pembaca, tetapi menunjuk peristiwa yang sudah lewat?
  • Nama Tubba' disebut Allah di 44:37 dan 50:14 tanpa tahun, tempat, atau riwayat, dengan kata kaum di depannya. Pembaca menerima peristiwanya tanpa sempat membayangkan tokohnya, dan yang tampak jelas tinggal akibatnya: pembinasaan di 44:37 dan berlakunya ancaman di 50:14. Pembaca yang biasa menimbang sebuah peringatan dari seberapa dekat tokohnya dengan hidupnya sendiri dapat memperhatikan apa yang terjadi pada peringatan yang tokohnya hampir tidak dikenal. Apa yang tersisa pada pembaca bila yang dipegangnya adalah sebuah nama dan sebuah akibat?